
14 kloningan Or Well masih tetap terdiam dengan berjongkok dengan posisi tangan kanan menempel di tanah, untuk mempertahan jurus 14 formasi kematian Gunung Well, agar tidak buyar. Mereka berempatbelas menunggu perintah dari Well 6. Untuk tindakan apa yang harus diambil selanjutnya.
Well 6 sendiri malah berbicara dengan ketiga mantan anggota dari Gura-Gura Baru dengan penuh keseriusannya. Memerintahkan ketiga mantan anak Dran itu untuk pergi dari tempat itu.
"Kalian bertiga lebih baik temui Tuan Er di Puncak Well. Ceritakan apa yang sudah terjadi, kepada kakak tertua kami itu. Daripada tetap di sini. Yang akan mengganggu pertarungan kami nanti," kata Well seolah mengusir mereka bertiga dari tempat itu secara halus. Yang belum juga dimengerti oleh mereka bertiga.
"Tapi kami ingin membantu kalian," sahut Abel, dengan nada tegas.
"Kalian cari mati saja, kalau berada di tempat ini. Cepat pergi dari sini. Atau kalian ini sudah tak menganggap Gunung Well ini sebagai rumah kalian!" kata Well 6. Dengan nada suara lebih keras dari yang sebelumnya.
Mendengar suara Well 6 dengan nada keras seperti itu. Abel, Adel dan Axel melunak sikapnya. Tetap berada di tempat itu,untuk bertarung dengan mereka melawan Chen.
Mereka bertiga pun akhirnya menuruti keinginan dari cloningan Or Well bernomor 6 itu. Walaupun dengan berat hati untuk melakukannya.
"Baiklah Tuan Well 6. Kami akan menuruti keinginanmu itu," sahut Abel mewakili taman-tamannya itu.
__ADS_1
Ketiga mantan anggota Gura-Gura Baru itu. Lalu melayang di udara dan melesat ke arah puncak Gunung Well yang ada di hadapan mereka. Dari ketinggian seperti itu, terlihat jelas kerusakan yang telah ditimbulkan oleh si Kepang Tiga Chen. Sang penjahat dari abad ke 10 masehi. Yang membuat mereka bertiga prihatin dengan apa yang sedang menimpa Gunung Well. Gunung tempat tinggal baru mereka bertiga.
"Aku mendapat firasat buruk, Gunung Well akan bernasib sama seperti Pulau Gura-Gura," ujar Axel kepada kedua temannya, dengan penuh kekhawatirannya.
"Oleh karena itu, kita harus cepat sampai di Puncak Gunung Well untuk menemui Tuan Er Well. Agar ia cepat bertindak, hal apa yang harus dilakukan selanjutnya," jawab Abel, tak kalah khawatir dengan Axel.
Mereka bertiga lalu melesat lebih cepat lagi. Hingga mereka bertiga pun hilang dari pandangan Well ke 6. Yang langsung melangkahkan kakinya ke arah Chen yang telah dikurung oleh 14 saudaranya dengan selubung shen berwarna merah menyala. Yang seakan ingin membakar Chen di dalamnya.
"Akhirnya kau berhasil kami tangkap, Pengacau!" ucap Well 6 lalu melepaskan tembakan shen ke arah Chen yang terkurung di dalam selubung shen.
Seberkas Cahaya merah itu lalu menembus kubah shen pelindung itu tanpa halangan apa pun sama sekali. Cahaya merah itu langsung menyerang Chen secara agresif. Cahaya merah milik Well 6 itu, seakan memiliki nyawa sendiri. Yang dapat menyerang sesuka hatinya sendiri.
Melihat ulah dari cahaya merah milik Well 6. Chen tak tinggal diam, ia lalu menangkap cahaya merah itu. Lalu nenghancurkannya dengan shen berwarna hitamnya dengan tangan kanannya.
"Tentu saja tidak. Tapi 14 saudaraku lah yang akan membunuh dirimu, dengan menghempitmu dalam 14 formasi Gunung Well," jawab Well 6. Dengan percaya diri yang tinggi, seakan dapat mengalahkan Chen dengan cara seperti itu.
"Apakah pengurung shen ini lebih hebat dari jurus pengurung raga milik Marandra?" tanya Chen, tersenyum merendahkan semua kloningan Or Well.
"Coba kau rasakan sendiri...," timpal Well 6 lalu memerintahkan kepada ke 14 saudara kloningannya untuk melakukan tugas mereka, menghempit tubuh Chen hingga hancur menjadi debu di dalamnya.
"Para saudaraku, lakukanlah sekarang," perintah Well kepada 14 cloningan Or Well lainnya.
Mereka berempat belas lalu mengeluarkan shen maksimal yang mereka miliki. Hingga tubuh mereka pun diselimuti oleh aura shen berwarna merah menyala. Yang mengalir dan menekan kubah shen yang mengurung Chen. Menjadi semakin kecil ukurannya.
__ADS_1
Kali ini Chen tak tinggal diam. Ia lalu menggunakan shennya untuk melawan shen 14 kloningan dari Or Well itu. Penjahat dari masa lalu itu sebenarnya bisa langsung ke luar dari kurungan shen itu. Akan tetapi ia ingin mempermainkan para kloningan Or Well itu. Agar dirinya bahagia dengan permainan itu.
"Kalian lumayan juga sebagai kloningan...," ucap Chen terus mempermainkan para kloningan Or Well itu.
Terlihat tanah di radius 100 meter pun retak, lalu perlahan-lahan melayang di udara karena gesekan shen itu. Semakin meninggi dan terus meninggi. Bersamaan dengan mengecilnya kubah shen yang mengurung shen yang hanya berdiameter 2 meter dengan tinggi 2 meter.
"Sudah saatnya aku menghabisi mereka...," Chen pun berbicara sendiri.
Chen lalu meningkatkan kekuatan shennya. Hingga shen hitam yang mengeliling tubuhnya pun semakin membesar, dan terus membesar hingga menekan shen pelindung 14 kloningan Or Well. Si kepang tiga Chen lalu menciptakan 14 tali shen hitam, yang segera menyerang dan mengikat 14 kloningan Or Well yang sedang fokus dengan shen yang mereka gunakan untuk mengurung Chen. Hingga mereka pun tak dapat menghindari serangan tali shen berwarna hitam itu.
"Apakah kalian kira bisa mengurungku dengan jurus seperti ini?" kata Chen dengan nada mengejek.
Chen lalu neningkatkan shennya lagi. Tetapi masih dalam level S. Terlihat tali-tali hitam shen yang mengikat 14 kloningan Or Well. Mengeluarkan hawa yang sangat panas yang tak dapat dihindari dan ditahan oleh 14 kloningan Or Well. Hingga dalam sekejap mereka pun menjadi debu. Bersamaan dengan musnahnya kubah pengurung shen yang mengurung Chen, dengan jim well yang jatuh ke tanah.
Terlihat tanah yang terangkat ke angkasa pun luruh ke bumi, bersamaan dengan Chen yang melesat ke arah Well 6 yang berada 100 meter dari tempat itu.
"Apakah kau tidak berniat untuk melarikan diri?" tanya Chen dengan nada sinis terhadap Well 6.
"Daripada melarikan diri, lebih baik aku mati di tanganmu!" Well 6 lalu menciptakan pedang shen berwarna merah. Dan langsung menyerang Chen dengan kekuatan maksimalnya.
"Dasar Naif!" tanpa perasaan sama sekali. Chen lalu menebas tubuh Well 6 dengan cahaya hitam yang ia ciptakan di tangan kanannya. Hingga terbelah menjadi dua, membuat Well 6 mati saat itu juga.
"Saatnya membuat kehancuran kecil di gunung besar ini," kata Chen berbicara sendiri.
Chen lalu mrlesat ke angkasa dan membuat bola-bola shen kecil yang ia lontarkan ke arah Gunung Well. Hingga menciptakan kebakaran hutan di seluruh bagian Gunung Well yang hijau.
__ADS_1