Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 106. (Pertarungan 5 Legenda Gura-Gura Lama VS Chen #2)


__ADS_3

 


Chen yang melesat dengan kecepatan tinggi di angkasa. Akhirnya meluncur turun di daerah yang di kelilingi oleh perbukitan dengan ketinggian 500 Mdpl. Bisa dibilang daerah itu adalah bekas danau besar dengan diameter 210 km yang telah mengering karena sesuatu hal yang terjadi secara alami. Penjahat dari abad ke 10 Masehi itu tetap berdiri dengan melipatkan sepasang tangan di dadanya. Ia menunggu kehadiran 5 Legenda Gura-Gura Lama, yang ia rasa sangat lama gerakannya. Yang ia pandang hanya sebagai gerakan seekor siput. Hingga akhirnya Or Well dan Dran muncul di tempat itu dengan menjaga jarak sejauh 10 meter. Tak lama kemudian Kasandra, Pusian dan Clerk tiba di tempat itu juga, dengan berdiri di samping Or Well dan Dran.


Terlihat raut kepuasan di wajah Chen, yang segera ingin bertarung dengan para murid 5 Dewa Warna. Yang telah ada di hadapannya.


"Akhirnya kalian sampai juga. Di kuburan kalian ini...," ujar Chen lalu tersenyum sinis ke arah 5 anggota Gura-Gura Lama yang berdiri sejajar dengan Or Well berada di tengah sebagai pimpinan mereka. Walaupun tak secara resmi diakui oleh rekan-rekannya, terutama Dran selama ini.


"Tempat inilah yang akan menjadi kuburanmu!" seru Or Well yang dilanjutkan oleh perkataan Dran.


"Apakah kau pikir, dengan kekuatanmu itu. Kau dapat menang dari kami berlima?" teriak Dran dengan penuh kekesalannya. Mengingat pulau miliknya telah dihancurkan oleh Chen tanpa sebuah kesalahan dari dirinya.


"Apakah kalian pikir, shen yang aku tunjukan ini adalah kekuatan asliku?. Baiklah akan kukeluarkan mode dasar shenku...," selesai berkata seperti itu. Chen lalu mengeluarkan mode dasar shennya yang berada di level H. Hingga aura hitam pun segera menyelubungi dirinya dengan begitu pekatnya.


5 anggota Gura-Gura Lama terkejut. Tak mengira sama sekali. Jika mode dasar shen dari Chen berada di level H. Sesuatu yang belum mereka capai selama ini. Bahkan tidak mungkin mereka capai di dalam hidup mereka.


"Sepertinya kita pun harus mengeluarkan shen maksimal kita, dan merubah diri kita menjadi muda," ujar Or Well lalu mengeluarkan shen maksimalnya yang berada di level S**. Hingga tubuhnya pun diselubungi oleh aura berwarna merah dengan penampilan fisik berusia 30 tahun.


"Ini berarti 100% kekuatan kita. Apa mungkin nanti kita akan menjadi tua setelah kehabisan shen kita?" ucap Dran lalu mengeluarkan shennya yang berada di level S**. Hingga tubuhnya pun diselubungi oleh aura kuning, dengan penampilan fisik 30 tahun.

__ADS_1


"Aku tidak peduli, akan menjadi tua nanti. Disaat aku telah kehabisan shen nanti," tutur Clerk sambil mengeluarkan shen maksimalnya. Hingga dirinya pun diselubungi oleh aura shen berwarna hijau. Dengan fisik berusia 30 tahun.


"Mau bagaimana lagi. Aku sudah tidak memiliki pilihan lainnya. Kecuali menggunakan 100% kekuatanku. Walaupun harus menjadi tua nanti," ucap Pusia lalu mengeluarkan shen maksimalnya. Hingga tubuhnya pun diselubungi oleh aura biru. Dan penampilan fisiknya yang berusia 30 tahun. Kini berubah menjadi 20 tahun.


"Pastinya aku akan lebih muda, dalam mode mudaku ini," ucap Kasandra. Lalu mengeluarkan shen maksimalnya. Hingga dirinya pun di selubungi oleh aura jingga. Dan berpenampilan fisik berusia 20 tahun.


Melihat perubahan fisik 5 Legenda Gura-Gura Lama ke usia fisik yang lebih muda. Chen pun tertawa dengan lepasnya. Sebelum berbicara kembali.


"Apakah kalian pikir. Dengan tubuh muda kalian itu. Keadaan akan berubah?" ejek Chen kepada 5 Legenda Gura-Gura Lama.


"Kita buktikan saja nanti!" teriak Or Well. Lalu melesat maju, menyerang Chen secara fisik.


Dran pun tak mau kalah. Ia ikut menyerang Chen dengan agresifnya. Saling tangkis pun terus terjadi di antara mereka bertiga. Hingga debu-debu pun berterbangan di tempat itu. Akibat pertarungan tingkat tinggi itu. Yang membuat udara begitu keruh di dalam radius 1 km.


"Ya, lebih baik kita bantu mereka sekarang," ujar Pusia, lalu menggunakan sepasang cambuk di tangannya untuk menyerang Chen. Sedangkan Kasandra menggunakan jarum-jarum peledaknya untuk menyerang Chen. Di saat keempat temannya mundur, untuk memberinya ruang menyerang Chen.


Serangan jarum-jarum peledak tingkat tinggi milik Kasandra, tak berarti sama sekali bagi Chen. Hanya asap-asap hitam tercipta begitu pekat. Akibat dari meledaknya jarum-jarum peledak milik Dewi Peramal Gura-Gura Lama itu. Akan tetapi asap-asap hitam itu pun segera menghilang dengan begitu cepatnya. Dengan kepakan shen yang digunakan oleh penjahat dari abad ke 10 Masehi itu.


"Ternyata kalian berlima, lebih merepotkan daripada si kembar Pongkha-Pongkhi dan pasangan gendut Hay-Ded," ucap Chen tetap bersikap santai. Saat 5 Legenda Gura-Gura Lama menghentikan serangannya itu.

__ADS_1


"Jangan bandingkan kami berlima dengan mereka. Kami masih memiliki banyak jurus kombinasi," sahut Or Well sambil melirik ke arah teman-temannya.


"Oleh karena itu. Perkenalkan namamu, agar kami dapat mengenang namamu saat kau mati nanti. Sebagai musuh terkuat, yang pernah kami hadapi bersama dalam hidup kami...," sambung Dran.


Perkataan dari ketua Gura-Gura Baru itu telah membuat Chen tertawa lepas. Sebelum merespon perkataan dari majikan Pulau Gura-Gura itu.


"Aku tidak mungkin mati oleh kalian. Tapi baiklah, aku akan memperkenalkan diriku. Agar kalian tidak penasaran di alam baka sana. Aku adalah Chen, anggota ketiga dari 5 kepang bersaudara. Dari pasukan khusus Humsha," jelas Chen membuka jati dirinya. Yang membuat 5 anggota Gura-Gura Lama terkejut bukan main. Menghadapi satu orang saja, mereka merasa tak mungkin menang. Apalagi 5 orang seperti Chen.


"Jadi kalian berlima?" tanya Dran. Mewakili teman-temannya itu.


"Ya, tadinya kami berlima. Tapi sayangnya dua adikku yang bodoh. Sudah mati di dalam kubah pengurung raga milik Marandra. Bersama guru kalian berlima dan Mosa," tutur Chen yang membuat 5 anggota Gura-Gura Lama semakin terkejut.


"Jadi, pancaran shen guru kita. Yang kita rasakan. Itu benar adanya," kata Clerk bicara sendiri. Yang malah ditanggapi oleh Chen.


"Ya, itu memang benar adanya," sahut Chen. Yang langsung direspon oleh Or Well.


"Sudahlah lebih baik kita lanjutkan pertarungan kita sekarang!"


Selesai berkata seperti itu. Or Well lalu melesat dan memajukan kedua tangannya untuk mengadu kekuatan shennya dengan Chen. Si kepang tiga pun langsung menerima serangan itu. Chen lalu menyambut kedua tangan Or Well dengan kedua tangannya. Hingga tangan mereka pun saling bersentuhan satu dengan lainnya. Untuk mengadu kekuatan shen di antara nereka.

__ADS_1


Melihat Or Well sedang mengadu kekuatan shen dengan Chen. Teman\-temannya pun tahu. Or Well tak mungkin menang melawan penjahat dari abad ke 10 Masehi itu. Dran lalu membantu Chen. Dengan menempelkan kedua tangannya ke punggung Or Well. Yang diikuti oleh Clerk, Pusia dan Kasandra. Hingga mereka berlima pun menggabungkan shen mereka untuk mengalahkan Chen. Yang masih terlihat sangat santai di dalam pertarungan itu.


 


__ADS_2