
Chan lalu mengalihkan pandangannya dari Matahari ke arah Chin. Lalu menjawab pertanyaan dari kakak tertuanya itu.
"Si Brengsek itu ingin mencuri air keabadian dan kitab penyerap raga," jelas Chan, lalu tersenyum tipis.
"Lalu apakah ia berhasil?" tanya Chin kembali.
"Air keabadian tidak mungkin dapat ia dapatkan. Air itu dijaga sendiri oleh ketua Sekte Langit Tanpa Batas. Mungkin kalau kekuatannya setara dengan Gadis Bertopeng Emas itu. Tentu saja ia bisa mengambilnya. Dan Humsha sadar diri, pada batasan kekuatannya. Ia lalu mencuri kitab penyerap raga yang hanya di jaga oleh 5 pengawal dengan hanya kekuatan di bawah kita berlima. Rencananya ia ingin mempelajarinya dan menyerap kekuatan shen dan raga orang-orang yang ia temui, untuk menambah kekuatannya. Hingga cukup untuk mengalahkan ketua dari Sekte Langit Tanpa Batas," tutur Chan.
"Aku rasa, ia memerlukan waktu yang lama untuk mencapai hal itu. Apalagi dia menjadi buronan dari Sekte Langit. Bukannya hanya Sekte Langit Tanpa Batas yang akan memburunya. Tapi 6 Sekte Langit lainnnya, pastinya akan ikut memburunya. Makanya aku segera ke masa ini, aku tidak ingin terlibat dalam masalah besar yang ia buat," ujar Chan.
"Jadi semuanya sudah dalam rencananya. Pilihan dirinya terakhir adalah melarikan diri ke masa ini. Dan menyerap orang-orang dengan shen tinggi di masa ini. Bisa-bisa kita pun akan diserapnya," ucap Chin, dengan penuh kekhawatirannya.
"Tenang saja, dia tak akan membunuh kita. Dia masih memerlukan tenaga kita. Tadinya aku juga takut mendatangkan dirinya ke masa ini. Tetapi sekarang aku berpikiran. Lebih baik ia berada di masa ini. Daripada ia di masa kita, membantai bahwa menyerap kekuatan klan kita. Mungkin gadis misterius itu akan menghajarnya habisan\-habisan seperti dirinya menghajar Chen, saat dirinya berniat menghancurkan Bumi ini," tutur Chan.
"Loyalitasku menjadi goyah mendengar ceritamu itu," ujar Chin, memandang ke arah hamparan es di depannya.
"Makanya aku suka membangkang terhadap dirinya. Setelah mendengar ceritaku ini, apakah kau akan tetap setia kepada dirinya?" tanya Chan kepada Chan.
"Aku akan tetap setia. Karena nasib klan kita ada pada dirinya," sahut Chin dengan penuh keyakinannya.
"Dasar Lelaki Naif!" perkataan Chan itu pun tak dianggap oleh Chin. Karena ia tahu. Perdebatan itu akan menjadi lebih panjang, saat dirinya tak memilih untuk diam.
***
Sementara itu Humsha yang masih berada di abad ke 10 Masehi. Tampak terus melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Kutub Utara Bumi, karena dirinya dikejar oleh 5 pengawal kitab penyerap raga.
Mereka berlima adalah 5 orang lelaki kembar dengan pakaian pendekar berwarna putih-putih dengan wajah oriental berkulit kuning dan berambut hanya 8 cm yang berdiri ke atas.
__ADS_1
Sedangkan Humsha sendiri berpakaian hitam-hitam. Rambutnya berwarna cokelat sebahu terikat, dengan poni sealis menyamping ke arah kanan, wajahnya perpaduan antara oriental dan timur-tengah.
"Humsha, kembalikan kitab penyerap raga kepada kami. Kitab itu akan membawa bencana bagi dirimu!" teriak salah dari 5 kembar bersaudara yang bernama Sal, yang merupakan orang terkuat dan tertua di antara mereka berlima.
Mendengar perkataan dari Sal. Humsha pun menghentikan lesatannya. Ia lalu berdiri di langit dengan ketinggian 5000 Mdpl. Yang diikuti oleh Sal, Sel, Sil, Sol dan Sul.
"Kalian itu ternyata tidak mengenal lelah ya. Kalian tidak tahu batasan kekuatan kalian. Akulah yang akan membuat bencana dengan kitab ini, di dunia ini," ujar Humsha lalu tertawa lepas.
"Dasar Penjahat!" ketus Sil lalu menyerang Humsha.
Tangannya berusaha memukul perut dari majikan kepang 5 bersaudara itu. Akan tetapi sebelum tangannya sampai menyentuh perut Humsha. Dirinya pun terlempar ke tempatnya semula, akibat dari tangkisan pukulan tangan kosong Humsha.
"Kau ini kejam, tapi gaya seperti seorang perempuan. Membanggakan fisikmu saja," ujar Sol.
"Walaupun kami berlima bukan tandinganmu. Tapi kami adalah penjaga dari kitab penyerap raga itu. Apa pun yang terjadi kami akan tetap merebutnya dari tanganmu kembali!" tutur Sel.
"Kalau begitu buktikan, kalau kalian bisa merebut kitab itu dari tanganku...," sahut Humsha dengan gaya yang mengejek. Yang membuat mereka berlima langsung mengambil tindakan menyerang Humsha.
"Saudara-saudaraku. Mari kita serang penjahat itu bersama-sama!" teriak Sal langsung menyerang Humsha secara bersamaan.
__ADS_1
Walaupun dikeroyok oleh 5 orang sekaligus. Akan tetapi Humsha masih jauh di atas angin, jika dibandingkan oleh mereka. Si kembar lima itu, bahkan menjadi mainan bagi Humsha. Hingga ia pun merasakan kehadiran shen yang melebihi shen miliknya dari jarak 5000 km. Ia sedikit terkejut, dengan kecepatan orang itu. Jarak 5000 km bisa ditempuhnya hanya dalam waktu 1 jam saja. Sedangkan Kutub Utara Bumi yang sedang ia tuju hanya berjarak 2000 km lagi. Otaknya berpikir, mengkakulasi yang tepat agar dirinya tak bentrok dengan orang yang kemungkinan salah satu panglima dari Sekte Langit Tanpa Batas.
"Ini gawat. Kalau aku bermain-main dengan mereka terus. Orang itu pasti dapat mengejar diriku, apa yang harus kulakukan ya?" tanya Humsha di dalam hatinya, sambil melayani pertarungan fisik 5 penjaga kitab penyetap raga.
Pikiran Humsha pun dapat dibaca oleh Sal. Karena ia mengetahui kehadiran orang yang dikhawatirkan oleh Humsha, yang merupakan pimpinan mereka berlima.
"Humsha, sepertinya kau sudah mengetahui kehadiran Panglima Hoa, dia adalah pimpinan kami. Dan yang pasti dia lebih kuat darimu," kata Sal dengan penuh semangat terus menyerang Humsha dengan keempat saudaranya.
"Oh jadi Si Hoa sudah menjadi antek Sekte Langit Tanpa Batas ya? Pantas saja kitab ini mudah aku curi. Bagaimana tidak, dia yang seharusnya menjaganya. Malah asyik bepetualang ke penjuru dunia," sahut Humsha tentang Hoa, yang merupakan kakak seperguruannya di masa lalu.
"Walaupun satu perguruan. Sifat kalian sangat berbeda sekali. Bagai langit dan Bumi. Baiklah kami akan menahanmu di sini, hingga Panglima Hoa tiba di tempat ini," kata Sal. Lalu memerintahkan keempat adiknya untuk berpencar ke empat arah.
"Berani-beraninya kalian membandingkan diriku dengan dirinya. Baiklah akan kugunakan jurus pertama dari kitab penyerap raga. Agar kekuatan dan raga kalian bersatu dalam diriku ini," ujar Humsha, sambil menunjuk ke arah dada bidangnya.
"Tidak semudah itu, kau menyerap kami berlima," sahut Sal, lalu menoleh ke arah adik-adiknya.
"Saudara-saudaraku. Gunakan jurus penyegel naga itu," kata Sal.
Keempat saudara kembar Sal yang berada diempat arah mata angin lalu mengarahkan tangan kanannya ke arah Humsha yang terlihat tenang-tenang saja. Sal pun melakukan hal yang sama, bedanya dirinya kini melayang di atas Humsha.
"Segel Naga Api!" teriak Sal. Terlihat dari telapak tangannya itu keluar naga shen berwarna merah menyala yang mengeluarkan api.
"Segel Naga Air!" teriak Sul.
"Segel Naga Angin!" teriak Sol.
"Segel Naga Tanah!" teriak Sil
__ADS_1
"Segel Naga Besi!" teriak Sel.
Kelima naga shen itu lalu menyerang Humsha secara bersamaan. Yang terlihat tenang-tenang saja.