
Di tempat lain, di barat Sundaland. Terlihat Chen terbang dengan kecepatan sangat rendah. Sembari melepaskan bola-bola shen seukuran bola kelereng ke arah Bumi yang ada di bawahnya. Hingga menciptakan ledakan-ledakan besar, yang membuat daerah yang ia lewati hancur. Chen benar-benar kesal sudah dipecundangi oleh duplikat gadis bertopeng emas. Yang hanya memiliki 1% kekuatan dari tubuh aslinya itu. Namun sudah membuat dirinya babak-belur bukan main. Sampai-sampai ia harus menyerap energi alam yang begitu besar. Agar shennya segera pulih dan luka-lukanya dapat segera sembuh total. Hingga staminanya kembali sempurna.
"Kenapa banyak orang-orang kuat yang tak tercatat di buku catatan para penjelajah waktu itu?" tanya Chen di dalam hatinya.
Ia terus terbang lambat. Hingga akhirnya ia mendapat telepati dari kakak tertuanya Chin. Yang melakukan telepati bersama kedua saudara kandungnya yang tersisa.
Sebenarnya Chen malas melakukan telepati dengan kedua kakaknya itu. Akan tetapi ia sangat takut terhadap kedua kakaknya yang memiliki shen jauh di atas dirinya. Hingga ia pun terpaksa melakukan telepati mereka bertiga. Dengan terlebih dahulu menghentikan terbangnya. Kalau tidak, dirinya akan dihajar habis-habisan oleh kedua saudara kandungnya itu.
"Ada apa kalian menghubungiku?" tanya Chen dengan nada malas dan tak suka berinteraksi dengan Chin dan Chan.
"Aku menghubungi kalian, tentu saja ada hal penting yang harus kita lakukan," sahut Chin di dalam telepati.
"Hal penting apa yang harus kita lakukan?" tanya Chen, masih dengan nada malas seakan ingin sesegera mungkin mengakhiri telepati di antara mereka.
"Membuka portal waktu, untuk membuka jalan bagi Tuan Humsha, datang ke zaman ini," jelas Chin, yang langsung disahuti oleh Chan yang akhirnya berbicara di dalam telepati itu.
"Lebih baik dia tetap di masa lalu. Daripada dia harus datang ke masa ini atas bantuan kita. Menggunakan jurus yang akan menguras shen kita nanti. Apalagi kita saat ini tinggal bertiga. Aku rasa, jurus pembuka gerbang waktu itu. Akan terlalu menguras shen kita, jika hanya dilakukan 3 orang," tutur Chan dengan panjang lebarnya.
"Kau itu cerewet sekali. Ini perintah Tuan Humsha!" sahut Chin dengan kerasnya.
__ADS_1
"Kau itu terlalu patuh. Lelaki naif!. Aku tak ingin melakukannya sekarang. Aku sedang memiliki urusan penting," jawab Chan.
"Paling juga kau sedang mencari Syamshe, lelaki pujaanmu itu. Kalau aku menemukannya nanti, pastinya aku akan membunuhnya langsung. Agar dirimu kembali ke kodratmu sebagai seorang lelaki sejati," tebak Chin sembari menceramahi adiknya. Yang membuat Chan si kepang dua kesal mendengarnya.
"Jangan menceramahi diriku. Berani membunuh Syamshe. Aku pastikan aku akan membunuhmu dengan kekuataan maksimalku," kata Chan mengancam kakak kandungnya dengan penuh keseriusannya.
Pertengkaran mulut di antara kedua kakak kandungnya. Telah membuat Chen pusing, dan berbicara untuk menengahi mereka berdua.
"Kalian ini berisik sekali!. Aku juga tak ingin melakukan jurus pembuka gerbang itu. Aku itu sedang bersenang-senang mencari 5 orang Gura-Gura Lama untuk aku habisi," ucap Chen, lalu tersenyum sendiri.
"Kau ini, menghabisi mereka saja lama sekali. Kau jangan membuat malu 5 kepang bersaudara. Seperti Chon dan Chun yang mati di dalam kubah pengurung raga, milik perempuan dari suku peramal itu," ujar Chin dengan penuh kekesalannya.
"Kau tidak tahu Chin, aku belum menemukan mereka karena terhalang oleh orang-orang kuat yang luput dari catatan buku dari para petualang waktu itu," jelas Chen yang belum dimengerti sama sekali oleh Chin yang saat ini sedang berada di Kutub Utara Bumi.
"Maksudmu apa, Chen?" tanya Chin dengan penuh selidik.
"Dan kau kalah?" ejek Chan.
"Tentu saja tidak, aku dapat mengalahkanya. Tapi di saat aku ingin membunuh mereka berdua. Muncullah lubang ruang waktu yang menghisap tubuh mereka. Dan aku pun diserang oleh kekuatan misterius dari dalam lubang ruang dan waktu itu," tutur Chen berhenti sejenak ceritanya. Namun disambung oleh perkataan dari Chin.
"Tunggu dulu. Bukannya menurut catatan buku dari para penjelajah waktu yang singgah di masa ini. Seharusnya si kembar Pongkha dan Pongkhi sudah mati. Oleh Dran dan Clerk, karena kalah mempertahankan pulau peninggalan guru mereka itu," ucap Chen di dalam telepati mereka bertiga dengan penuh kebingungannya. Karena apa yang sudah dialami oleh Chen tak sesuai dengan catatan dari buku penjelajah waktu yang sudah mereka baca selama ini.
"Makanya aku bingung. Yang lebih mengerikan lagi, saat aku menghancurkan Gunung Well. Muncullah pasangan raksasa Hay dan Ded, yang merupakan pemilik awal dari Gunung Well. Yang seolah sudah mengetahui keberadaan diriku sebagai manusia dari masa lalu. Kekuatannya mereka berdua juga lebih kuat dari 5 anggota Gura-Gura Lama," jelas Chen yang dipotong oleh perkataan Chan kembali.
"Apakah kali ini kau kalah?" tanya Chan yang entah kenapa di dalam telepati mereka bertiga selalu sinis terhadap Si kepang tiga Chen.
__ADS_1
"Chan kau itu kenapa selalu sinis terhadap diriku di dalam telepati ini?" tanya Chen kepada Chan.
"Karena aku mencium dirimu telah menyerap energi alam yang begitu besar, untuk menyembuhkan lukamu dan memulihkan shenmu. Kalau kau tidak kalah telak. Mana mungkin kau melakukan hal yang tak kusukai itu," tebak Chan kepada Chen.
"Ya aku telah menyerap energi alam begitu besar. Itu dikarena aku kalah telak oleh gadis bertopeng emas, yang merupakan orang dibalik layar Hay dan Ded. Kita berlima pun hanya mampu mengimbangi kekuataannya 1% saja. Aku dibuat babak belur oleh duplikat 1% dari gadis bertopeng emas itu," jelas Chen mengakhiri ceritanya itu.
Chan dan Chin tak percaya sama sekali dengan sosok gadis bertopeng emas. Yang mengklaim dapat mengimbangi kekuataan gabungan mereka berlima, hanya dengan 1% kekuataannya. Humsha pun sebagai pimpinan mereka, paling tidak memerlukan 40% untuk mengimbangi kekuataan gabungan dari mereka berlima.
"Kau jangan membual, Chen!!" teriak Chan dan Chin secara bersamaan.
"Baiklah, aku akan mengirim. Ingatanku atas semua ceritaku kepada kalian berdua. Agar kalian percaya dengan semua ceritaku itu," Chen lalu terdiam. Lalu mengirim ingatannya saat ia bertarung di Pulau Gura-Gura hingga di Gunung Well.
Saat Chan dan Chin melihat sosok gadis bertopeng emas yang ada di ingatan Chen. Mereka berdua sangat terkejut. Mereka berdua tidak percaya sama sekali. Jika di masa ini, ada sosok yang lebih kuat dari majikan mereka.
"Ini tidak mungkin...," ucap Chin masih di dalam telepatinya dengan suara yang lirih.
"Apanya yang tidak mungkin?. Aku ini sudah dihajar habis-habisan oleh duplikatnya itu," sahut Chen.
"Lebih bagus lagi, kalau si brengsek Humsha yang dihajar oleh dirinya," sambung Chan lalu menghentikan telepatinya itu.
"Dasar lelaki pesolek. Berani-beraninya kau meninggalkan telepati ini," ucap Chin, lalu mengakhiri perbincangan telepati di antara mereka bertiga.
"Dasar mereka itu...," kata Chen, masih melayang di udara.
Si kepang tiga itu lalu melanjutkan terbangnya kembali. Dengan gerakan lambat sembari menembakan bola-bola shen kecilnya ke arah Bumi yang ada di bawahnya.
__ADS_1