
Menunggu dan terus menunggu di dataran tinggi tandus itu. Hingga mereka berlima melihat kehadiran bola shen hitam yang segera menyerang mereka secara agresif. Mereka berlima berusaha menghancurkan bola shen berwarna hitam itu dengan shen mereka. Akan tetapi bola shen hitam milik Chen itu seolah memiliki jiwa dan pemikiran sendiri. Hingga mereka seakan bertarung dengan pemilik serangan itu secara nyata.
"Serangan macam apa ini?" tanya Dran dengan penuh kekesalannya. Berusaha menghancurkan bola shen hitam itu. Dengan cakram shen kuning yang keluar dari jari telunjuk kanannya.
"Sudah aku bilang, itu bukan serangan shen biasa. Biar kugunakan jarumku untuk menampilkan wujud aslinya," sahut Kasandra dengan penuh kekesalannya.
Dewi Peramal Gura-Gura Lama itu. Lalu menunjukan jari telunjuk kanannya ke arah bola shen hitam itu. Terlihat dari jari telunjuk kanannya. Muncullah jarum kecil yang segera melesat dan menghantam bola shen hitam milik Chen yang berjarak 10 meter. Terjadilah ledakan hebat dan asap tebal. Ketika jarum kecil milik Kasandra menghantam bola shen hitam itu.
Kepulan asap hitam semakin pekat dan terus memekat. Akan tetapi beberapa saat kemudian. Asap hitam itu tersedot dan akhirnya menghilang begitu saja. Bersamaan dengan munculnnya manusia ular berkepala enam. Dengan tangan 6 pasang. Yang membuat 5 legenda Gura-Gura Lama terkejut bukan kepalang.
"Kau memang hebat, Dewi Peramal Gura-Gura Lama. Dapat melihat wujud asliku dengan mata langitmu. Dan menampakan wujudmu dengan jarummu itu," ucap manusia ular berkepala enam itu.
"Pasti kau juga berbagi pikiran dan penglihatan dengan tuanmu itu?" sahut Kasandra.
"Ya, Walaupun aku ini bukan duplikat dirinya. Tapi aku berbagi pikiran dan penglihataan dengan majikanku itu," timpal manusia ular berkepala enam itu.
"Lalu apa maumu?" tanya Kasandra dengan penuh selidik.
"Tentu saja membunuh kalian!" teriaknya lalu melesat menyerang ke arah Kasandra yang segera dihadang oleh Clerk.
"Serahkan dirinya kepadaku. Kita tak mungkin membuang waktu lagi," teriak Clerk lalu melesat. Dan mengaktifkan racun yang ada pada jari-jemarinya. Hingga sepuluh kukunya pun berubah menjadi hitam.
__ADS_1
Dewa Racun Gura-Gura Lama tak ingin membuang waktu untuk bermain-main dengan manusia ular berkepala enam itu. Karena ia tahu Chen sedang ingin mengulur waktu, agar mereka berlima tak berlari terlalu jauh dari dirinya, yang sedang disibukan oleh jarum sejuta tubuh milik Kasandra.
Clerk bergerak dengan kecepatan tinggi sebagai yang tercepat di antara 5 anggota Gura-Gura Lama. Gerakannya begitu cepat, yang membuat manusia ular berkepala enam itu kebingungan bukan main. Hingga tiba-tiba saja Clerk sudah memeluknya dari belakang dengan eratnya. Dan bersiap untuk menancapkan kuku hitam beracunnya ke tubuh manusia ular berkepala enam itu.
"Kaulah yang akan aku bunuh...," Clerk pun menancapkan kuku hitamnya ke tubuh manusia ular berkepala ular itu.
Terlihat tubuh manusia ular berkepala enam itu lalu meleleh dan menjadi pasir hitam. Akibat dari racun yang ada di kuku jemari Clerk.
"Kasa, coba kau lihat. Apakah Chen masih sibuk dengan jarum sejuta tubuhmu itu?" tanya Clerk kepada Kasandra yang masih mengaktifkan mata langitnya itu.
"Tentu saja ia masih sibuk dengan jarumku itu. Tapi mungkin, itu tidak akan bertahan lama lagi," jawab Kasandra dengan penuh kekhawatirannya.
"Kalau begitu, lebih baik kita lanjutkan perjalanan kita. Untuk menjalankan rencana kita itu," ujar Clerk lalu melayang dan terbang dengan kecepatan tinggi ke arah utara. Yang segera diikuti oleh teman-temannya.
"Kalau begini terus. Aku bisa kehilangan jejak mereka," ucap Chen di dslam hatinya. Sembari menggunakan shen hitamnya untuk menyerang balik jarum-jarum berwarna merah darah itu.
"Jurus macam apa ini?. Aku harus segera menghancurkannya," Chen terus berusaha menghancurkan jarum-jarum milik Kasandra. Yang terus akan bertambah hingga berjumlah satu juta jarum.
"Tidak ada cara lainnya lagi. Aku harus melakukan itu. Atau aku akan kehilangan jejak mereka berlima, kalau aku tidak melakukan hal itu...," tiba-tiba saja dari mulut Chen keluarlah seberkas cahaya hitam yang segera melesat ke arah di mana 5 Legenda Gura-Gura Lama berada. Menembus kurungan dari jarum sejuta tubuh.
Chen terus menyerang jarum-jarum merah darah, yang seakan tak ingin melepaskan dirinya itu. Hingga penjahat dari abad ke 10 itu merasa bosan. Ia lalu berpikir untuk menghubungi Chan. Meminta kakak keduanya untuk memecahkan masalah yang tengah ia hadapi. Chen lalu melakukan telepati kepada Chan, yang sedang menuju kutub utara Bumi.
"Chan, apa kau mendengar suaraku?" tanya Chen kepada Chan. Mengawali telepati di antara mereka berdua. Yang segera direspons oleh Chan.
__ADS_1
"Pasti kau sedang punya masalah. Hingga menghubungiku seperti ini?" sahut Chan, yang terus melesat menuju ke arah kutub utara bumi.
"Ya, aku sedang dalam masalah kecil, tapi sangat merepotkan sekali," ujar Chen, terus melayani serangan dari jarum\-jarum berwarna merah darah itu.
"Maksudmu apa?. Jangan membuang waktuku," sahut Chan.
"Aku sedang terkepung oleh jarum dari Kasandra, yang bernama jarum sejuta tubuh. Apakah kau tahu, cara mengatasi masalahku ini?" jelas Chen terus menangkis serangan dari jarum-jarum merah darah itu dengan shen hitamnya itu.
"Oh jurus itu...," sahut Chan. Seakan sedang berpikir.
"Apakah kau tahu solusinya?" tanya Chen kembali.
"Tentu saja aku tahu. Jurus itu ada dicatatan para petualang waktu," jawab Chan, mengingat catatan dari para petualang waktu yang pernah ia baca.
"Cepat katakanlah. Agar aku bisa membunuh 5 anggota Gura-Gura Lama itu," cecer Chen.
"Sebenarnya aku malas memberitahumu. Kalau saja tenagamu tak dibutuhkan untuk membuka portal waktu, untuk si brengsek Humsha datang ke masa ini," ucap Chan.
"Cepat katakan. Jangan membeberkan masalahmu dengan Tuan Humsha saat ini kepadaku."
"Kau itu seperti orang yang ingin mati saja. Tapi baiklah akan kukatakan. Coba kau cari jarum merah darah yang bersinar. Itulah tubuh asli dari jarum milik Kasandra. Segera hancurkan. Maka jarum-jarum yang lainnya akan menghilang begitu saja..."
Selesai memberitahu Chen. Chan lalu memutuskan hubungan telepati itu. Seakan tak ingin berhubungan dengan adik ketiganya itu. Yang tak dipedulikan sama sekali oleh Chen yang sibuk mencari jarum merah darah yang bersinar di antara ratusan ribu jarum-jarum berwarna merah darah itu.
__ADS_1