
Si Kepang Dua Chan terus terpaku dengan serangan bola cahaya hitamnya yang sia-sia, tak mengenai apa pun dari targetnya sama sekali. Dirinya benar-benar merasa sedang bermimpi saja. Bagaimana bisa serangannya itu hilang begitu saja. Tanpa ia melihat Gadis Bertopeng Emas melakukan gerakan apa pun, untuk menghindari serangan bola shen hitamnya itu.
"Bagaimana bisa...?" ucap Chan lirih yang didengar oleh Gadis Bertopeng Emas. Yang segera merespon perkataan dari Chan.
"Aku sengaja menghilangkan seranganmu itu. Agar tidak memberikan efek buruk terhadap wilayah sekeliling kita. Aku rasa, kita harus lebih tinggi terbang, agar efek dari pertarungan yang akan kita lakukan tidak berdampak apa-apa terhadap Bumi ini," jelas Gadis Bertopeng Emas, dengan suara datarnya.
"Oh, jadi kau mencintai Bumi juga?. Baiklah kita akan terbang lebih tinggi daripada ini," sahut Chan lalu meroket dengan kecepatan tinggi ke langit. Yang segera diikuti oleh Gadis Bertopeng Emas dengan kecepatan yang sama. Walaupun sebenarnya dirinya mampu melampui kecepatan dari lelaki pesolek itu. Tetapi ia tak ingin melakukannya sama sekali.
Mereka berdua terus melesat ke langit. Mencari tempat aman, agar pertarungan yang mereka lakukan tak memberikan efek negatif sama sekali. Lapisan atmosfer Bumi telah mereka lewati. Hingga mereka berdua menghentikan lesatannya di jarak 100.000 km, yang merupakan ruang hampa udara. Yang tak berpengaruh bagi tubuh mereka yang telah mencapai shen level tinggi. Dari tempat sejauh itu, Bumi terlihat bulat di temani Bulan sekaligus Matahari. Bagi Chan, ini adalah terbang pertamanya ke ruang hampa udara setinggi ini. Hingga ia pun merasakan ketakjuban yang sangat luar biasa. Dengan pemandangan yang ia lihatnya.
"Tidak aku sangka sama sekali. Pemandangan di sini sangat indah sekali," kata Chan berbicara sendiri. Yang langsung ditanggapi oleh Gadis Bertopeng Emas.
"Kau memiliki kemampuan, tetapi tidak pernah terbang setinggi ini?. Kau itu benar-benar bodoh, lelaki pesolek...," sindir Gadis Berjubah Toska.
"Ya, aku memang bodoh. Hingga berani-beraninya aku mengajakmu bertarung. Walaupun hasilnya aku pasti kalah," sahut Chan dengan penuh kejujurannya.
__ADS_1
"Aku jadi menyukaimu."
"Jangan sukai aku. Karena aku tidak menyukai seorang gadis sepertimu," ujar Chan menjelaskan keadaan dirinya.
"Aku tahu itu, kau hanya menyukai lelaki tampan. Tapi apakah kau tidak pernah berpikir, siapa sebenarnya wajah dibalik topeng emas ini," tutur Gadis Bertopeng Emas.
"Aku tidak peduli. Wajah dibalik topeng emasmu itu. Ayo sekarang kita bertarung, jangan membuang waktu lagi," Chan pun bersiap untuk menyerang Gadis Bertopeng Emas itu. Dengan kekuatan penuh yang ia miliki.
"Baiklah sebagai sebuah kehormatan untuk dirimu. Aku akan melawan dirimu secara langsung, tapi dengan hanya 1% kekuatanku saja."
Selepas berkata seperti itu. Gadis Bertopeng Emas lalu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Chan. Bagai kilat, tiba-tiba saja Gadis Berjubah Toska itu telah ada di hadapan Chan. Wajah bertopeng emasnya, langsung saja menyentuh wajah Chan. Yang segera mundur beberapa langkah. Bagi Chan, Gadis Bertopeng Emas itu lebih mengerikan daripada Humsha. Yang pernah ia hadapi dengan kekuatan penuhnya di masa lalu. Sebelum dirinya dan saudara-saudaranya menjadi taklukannya dan terbentuknya Pasukan Khusus Humsha.
"Karena aku menyukaimu...," jawabnya datar.
"Dasar gila!" Chan lalu menciptakan 10 sabit dari shen hitamnya. Yang langsung ia gunakan untuk menyerang Gadis Bertopeng Emas itu.
Serangan sabit hitam shen hitam milik Chan itu begitu dahsyat. Kalau saja ia melakukannya di Bumi. Sudah dipastikan akan terjadi kerusakan parah di Bumi. Oleh karena itu, dengan beradanya dirinya di ruang angkasa dirinya bisa leluasa menggunakan kekuatannya sebagai yang terkuat di antara 5 kepang bersaudara. Walaupun pada kenyataannya Chin adalah yang tertua di antara mereka berlima sebagai Pasukan Khusus Humsha
__ADS_1
Tetapi serangan dari orang terkuat di Pasukan Khusus Humsha itu. Hanya mainan bagi Gadis Bertopeng Emas yang hanya menggunakan 1% dari kekuatannya. Gadis Berjubah Toska itu tak mengelak sama sekali serangan dari 10 sabit shen milik Chan. Dirinya malah menyerap satu persatu sabit shen milik Chan hingga tak tersisa sama sekali. Hingga Chan pun nyaris kehabisan shen.
"1% saja, sudah membuat aku kehabisan shen seperti ini. Gadis ini, memang bukan manusia...," ujar Chan di dalam hatinya.
"Apakah hanya seperti ini. Sebagai yang terkuat dari 5 Kepang Bersaudara?" tanya Gadis Bertopeng Emas, menatap Chan yang napasnya memburu. Karena menggunakan shennya terlalu besar dalam waktu singkat.
"Inilah serangan pamungkasku!. Naga Hitam Menghantam Bulan!"
Dari tubuh Chen keluarlah naga shen berwarna hitam yang langsung menyerang Gadis Bertopeng Emas. Lelaki pesolek itu telah menggunakan seluruh shennya untuk menggunakan jurus terhebatnya. Seharusnya tanpa shen sama sekali di dalam dirinya. Chan langsung mati berada di luar angkasa itu. Karena tanpa shen sama sekali, Chan hanyalah manusia biasa. Yang tak mungkin dapat hidup di luar angkasa. Akan tetapi, karena di sela sabuknya ada kipas kayu berwarna ungu yang melindungi dirinya. Chan pun tak terpengaruh sama sekali, berada di luar angkasa saat dirinya kehabisan shen sama sekali.
Kipas kayu berwarna ungu itu merupakan kipas pusaka, yang digunakan oleh guru dari 5 Dewa Warna dan Kenia-Kenio yang digunakan untuk menghalau meteor raksasa yang menghantam Bumi, dengan ritual khususnya. Kipas itu lalu diberikan kepada Punka, yang diberikan kepada Kenia. Lalu diambil oleh Chan, saat Kenia-Keneo dibuat tertidur oleh Humsha melalui suaranya yang berada di masa lalu. Saat itu Chan merasa, jika kipas yang ada pada Kenia adalah benda pusaka yang tak dapat digunakan secara sembarangan. Baginya lebih baik kipas berwarna ungu itu jatuh ke tangannya. Daripada ke tangan saudara-saudara, yang pastinya akan digunakan untuk berbuat kejahatan.
Naga shen hitam itu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Gadis Bertopeng Emas, yang langsung menyerapnya dengan tangan kanannya.
"Sepertinya ini batas kekuatanmu. Baiklah akan kugunakan seluruh seranganmu tadi, untuk menghancurkan Bumi...," ucapnya dengan nada yang dingin, menatap Bumi dari kejauhan dengan mata semestanya itu.
Terlihat dari jari telunjuk kanannya. Muncullah seberkas cahaya hitam yang sangat pekat. Yang merupakan akumulasi dari seluruh serangan Chan yang ia serapnya. Gadis misterius itu lalu melepasnya ke arah Bumi. Dengan kecepatan sangat tinggi cahaya hitam itu lalu menghantam Bumi. Dan secara cepat menembus inti bumi. Hingga planet tempat tinggal manusia sedari dulu itu. Meledak secara dahsyatnya, hingga menjadi pecahan batu-batu kecil yang menyebar ke seluruh alam semesta. Termasuk ke arah Chan dan Gadis Bertopeng Emas itu berada.
__ADS_1
"Ini tidak mungkin. Bumi yang aku cintai, hancur oleh kekuatanku...," kata Chan lirih, menatap kosong ke arah tempat Bumi berada. Yang kini sudah hancur. Menjadi pecahan-pecahan batu yang begitu banyak menyebar ke segala penjuru alam semesta.