
Mereka semua terus berpikir dengan asumsinya masing-masing. Tentang bagaimana menggunakan patung Budha Giok agar dapat mengabulkan permintaan mereka.
Menit demi menit pun berlalu.
Hingga tiba-tiba saja Syam datang dari arah langit. Lalu berdiri di atas tanah, 5 meter di hadapan mereka.
Mereka semua tampak terkejut atas kehadiran Syam, yang tampak mirip dengan Pusia, tetapi tanpa tato bulan sabit merah di dagunya. Mereka semua mengamatinya dengan seksama, terutama Franco.
"Siapa kau!, kenapa wajahmu mirip Pusia?" tanya Franco dengan penuh selidik.
"Mungkin hanya kebetulan saja, jika wajahku ini mirip dengan si tampan dari Gura-Gura Lama itu," Syam pun tersenyum ke arah Franco.
" Lalu kau ingin apa di sini?" tanya Clark dengan penuh selidik kepada penembus waktu itu.
"Aku tidak memiliki banyak waktu untuk kalian. Aku menemui kalian, hanya ingin memberitahu kalian. Bagaimana caranya agar patung itu dapat kalian gunakan," ucapan Syam itu, membuat semuanya terdiam.
"Kalian bertiga," Syam pun, menunjuk ke arah Mark, Nack dan Franco secara bergantian.
"Aku tahu kalian bertiga memiliki rajah naga, di dada kalian. Jangan tanyakan kenapa aku tahu akan hal itu. Karena akulah pembuat tanda itu 23 tahun yang lalu, saat kalian bertiga masih bayi. Sekarang lebih baik kalian turuti apa kataku, jika kalian benar\-benar ingin menggunakan patung itu. Yang kalian harus tahu, patung itu adalah karya seni tertinggiku, yang aku buat 2000 tahun yang lalu," jelas Syam.
"Sebenarnya kau itu siapa?" tanya Mark penasaran.
"Jangan banyak bertanya, turuti saja apa kataku," ucapan Syam itu membuat Mark terdiam kembali.
"Taruh patung itu di tanah," Mark pun menurutinya, menaruh patung itu di tanah.
__ADS_1
"Sekarang kalian bertiga berdirilah, bentuklah. Bentuk segitiga mengelilingi patung itu," Mark lalu berdiri di depan patung itu, sedangkan Franco dan Nack di samping kiri dan kanan patung itu.
"Sekarang saling bergandengan tanganlah kalian bertiga."
Mereka bertiga pun melakukan ucapan Syam itu.
Setelah mereka bertiga melakukan hal itu, tiba-tiba saja patung itu mengeluarkan sinar hijau. Dan hal yang lebih aneh dari hal itu pun terjadi. Rajah naga di dada Nack seakan hidup. Rajah naga itu lalu keluar menembus baju yang dikenakan oleh Nack. Lalu rajah naga itu pun masuk ke dalam patung itu. Yang segera melayang di atas kepala mereka bertiga setinggi 1 meter, dengan masih mengeluarkan sinar hijaunya. Dan kali ini patung itu pun berbicara.
"Apa permintaanmu Nack?, aku adalah jiwa dari rajah naga yang ada di dadamu itu, selama ini," ucapnya, yang membuat Nack bingung.
"Ayo katakanlah, aku bisa mengabulkan apapun yang kau inginkan. Apakah harus aku yang mengatakan isi hatimu itu?" katanya, yang membuat Nack pun mengatan permintaannya itu.
"Baiklah akan aku katakan apa yang aku inginkan. Aku ingin semua manusia yang dibunuh oleh pasukan robot Mars dan Bulan, dihidupkan kembali. Dan aku ingin semua kerusakan yang dilakukan oleh mereka dapat dipulihkan seperti semula," ucap Nack, mengutarakan keinginannya itu.
"Baik akan kupenuhi semua permintaanmu itu, tapi untuk menghidupkan kembali manusia yang dibunuh oleh pasukan robot Mars dan Bulan. Aku hanya bisa menghidupkan mereka yang mati, tidak lebih dari 1 tahun ke belakang, apakah kau setuju Nack?" ucapnya.
Setelah mendengar ucapan Nack itu, tiba-tiba saja keluarlah 8 berkas cahaya berwarna hijau dari dalam patung itu. Yang melesat menuju ke arah 8 mata angin. dan 1 menit kemudian, 8 berkas cahaya itu pun kembali, masuk ke dalam patung itu.
"Apa yang kau inginkan, sudah aku kabulkan, Nack. Tugasku sudah selesai, sampai jumpa lagi," setelah berkata seperti itu, patung itu pun lalu merubah dirinya menjadi cahaya hijau. Lalu melesat ke arah barat.
"Permintaan pertama telah dikabulkan, tinggal 2 permintaan lagi. Permintaan Mark dan Franco," tutur Syam.
"Maksudmu, bukan hanya satu permintaan saja yang dapat kami minta?" tanya Mark dengan rasa penasarannya itu.
"Ya, setiap permintaan yang dikabulkan. Maka rajah naga dan nomor yang ada pada dada kalian akan hilang. Sekarang coba kau lihat dadamu, Nack," Nack pun lalu menyingkap bajunya, lalu melihat dadanya yang telah hilang tanpa rajah naga lagi.
"Benar, tanda itu telah hilang," seru Nack.
__ADS_1
"Cari patung itu kembali 1 bulan ke depan, dan ucapkan permintaanmu Mark. Sampai berjumpa kembali," ucap Syam, lalu terbang dan melesat ke arah timur, meninggalkan pertanyaan besar kepada mereka semua.
"Apa benar ucapannya itu?" tanya Mark, bertanya sendiri.
"Anggap saja itu benar, aku juga ingin seperti Nack. Dapat dikabulkan permintaannya". "Hm...!, apa ya, yang akan aku minta nanti?" ucap Franco, sambil tersenyum.
Melihat Mark dan Franco berkhayal sendiri, Clark pun akhirnya bicara.
"Semuanya sudah selesai, sebaiknya aku kembali ke Kota Air Pasifik. Aku ingin tahu, apa benar kota itu sudah pulih seperti semula. Sampai berjumpa kembali teman-temanku," ucap Clark, lalu berlari secepat angin ke arah timur laut.
"Aku juga akan melihat rumahku yang telah dihancurkan oleh pasukan robot. Jean Kecil, apa kau ingin ikut denganku?. Atau tetap ingin bersama Mark?" tanya Jean siap untuk berlari meninggalkan tempat itu.
"Sebenarnya, aku ingin ikut Clark, tapi ia keburu kabur. Ya, terpaksa aku akan ikut Mark saja," jawab Jean Kecil, lalu melompat dan duduk di pundak Mark.
"Mark, aku titip Jean Kecil. Jaga ia dengan baik. Cepat atau lambat, aku pasti akan menemui kalian kembali. Sampai jumpa lagi semuanya," ucap Jean, lalu melesat ke arah barat laut menuju ke tempat tinggalnya.
"Sekarang kita ingin ke mana Mark?" tanya Nack.
"Kembali ke Gunung Well" jawab Mark singkat.
Mark lalu berjalan menuju Gunung Well. Yang diikuti oleh Franco dan Nack, di samping kiri dan kanan Mark. Membelakangi Matahari yang terus turun di ufuk barat, seakan ingin menghilang seperti patung Budha giok. Yang masih meninggalkan banyak misteri tentang keberadaannya itu. Walaupun sedikit demi sedikit telah mulai terungkap misterinya.
__ADS_1