Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 104. (Pertemuan Para Anak Muda)


__ADS_3

 


Matahari masih ada di atas cakrawala tanpa batas yang berwarna biru cerah. Ketika Clark, Jean, Axel, Abel dan Adel menemukan Mark, Franco, Nack dan Jean Kecil yang sedang mencari keberadaan Patung Budha Giok yang terus bergerak menjauhi mereka sejak daritadi, tanpa sebab yang pasti. Jean Kecil sangat bingung dengan pergerakan Patung Budha Giok yang begitu cepat, tidak seperti biasanya. Hingga ia dan teman-temannya tertinggal cukup jauh dengan Patung Budha Giok yang sudah digunakan oleh Nack, satu bulan yang lalu. Hingga ia dan teman-temannya menghentikan pergerakan mereka. Ketika mereka berempat berpapasan dengan Jean dan teman-temannya. Hingga para pemud itu bertemu di tempat itu.


Melihat kehadiran mantan 3 anggota Gura-Gura Baru bersama Jean dan Clark di tempat itu. Mark menjadi penasaran dibuatnya. Dirinya berpikiran ada yang tak beres dengan Gunung Well dan oenghuninya. Hingga Abel, Adel dan Axel dapat keluar dari Gunung Well dengan bebasnya. Apalagi komunikasi antar jim well terganggu oleh benturan-benturan shen yang begitu hebat, yang terjadi sejak daritadi. Yang hanya dapat mereka rasskan samar-samar. Karena jauhnya pertarungan yang sedang terjadi dari tempat itu. Yang dilakukan oleh Chen dan para pelindung Gunung Well.


"Mark, akhirnya kami menemukamu," ujar Abel saat berada di hadapan Mark. Yang terlihat memperhatikan jim well yang dikenakan di tangan kiri Abel dengan penuh seksama.


Mark mengenal jim well itu milik ayah angkatnya. Pikirannya berkata, jika ada kejadian hebat yang menimpa Gunung Well. Hingga ayahnya memberikan jim wellnya kepada Abel. Yang bukan anggota inti dari keluarga Well.


"Pasti ada yang tak beres dengan Gunung Well. Hingga kalian bertiga keluar dari Gunung Well seperti ini. Dan jim well milik ayahku ada di tanganmu, Abel?" tanya Mark dengan penuh selidik. Lalu tersenyum ke arah Abel.


"Aku tak ingin menjelaskannya. Karena aku tak sanggup menceritakan kejadian yang sudah terjadi di Gunung Well. Lebih baik kau ambil jim well ini. Dan lihatlah semua rekaman jim well ini," sahut Abel lalu mengulurkan tangan kirinya ke arah Mark, agar anak angkat dari Er Well itu mengambilnya dengan tangannya sendiri. Karena jim well hanya bisa dipasang dan dibuka oleh keluarga inti Well.


Tanpa berkata sepatah kata pun. Mark lalu menyentuh layar jim well yang ada di tangan kiri Abel. Sentuhan lembut dari Mark itu membuat jim well itu terlepas dari pergelangan kiri tangan Abel dengan begitu saja.


 

__ADS_1


Setelah jim well milik Er Well ada di tangannya. Mark lalu memasangnya di tangan kanannya. Hingga jim well yang ia kenakan menjadi sepasang.


 


Anak angkat dari Er Well itu lalu menekan tombol virtual yang ada pada jim well milik ayah angkatnya itu. Hingga keluarlah rekaman video yang diawali rekaman video dari jim well milik Well 30. Yang menjaga di pos 30 di kaki Gunung Well.


Saat awal video pun diputar dan terlihat menjadi hologram di hadapan mereka semua. Terlihat sosok Chen si kepang tiga yang membunuh Well 30 dengan sadisnya. Video terus berlangsung menyambung dengan rekaman video yang ada pada jim Well dari kloningan Or Well lainnya. Hingga berakhir pada rekaman jim Well emas milik Er Well, yang memperlihatkan kehancuran Gunung Well. Hingga hologram dari jim well milik Er Well tak menampilkan gambar apa pun sama sekali.


"Ini tidak mungkin. Gunung Well tidak mungkin hancur!" teriak Mark, bersamaan dengan berakhirnya rekaman video pada jim well milik Er Well.


Selain Mark. Nack, Franco dan Jean Kecil tak mempercayai. Dengan video yang telah mereka lihat barusan. Mereka berpikiran, jika yang mereka saksikan bukanlah sebuah kenyataan. Tapi hanya sebuah mimpi buruk mereka semua.


"Sebenarnya siapa orang itu?. Hingga dengan mudahnya menghancurkan Gunung Well dan Pulau Gura-Gura?" tanya Mark dengan pikirannya yang masih kacau. Akibat dari kabar yang membuat dirinya benar-benar shock mendengarnyaa.


"Kalau aku tidak salah dengar. Orang itu berasal dari masa lalu. Dan tujuannya mencari Tuan Or Well. Karena tak menemukan Tuan Or, orang dari masa lalu itu menghancurkan Gunung Well. Kemungkinan besar, orang berkepang tiga itu juga menghancurkan Pulau Gura-Gura, dikarena tidak menemukan Tuan Dran di markasnya," sahut Axel, mencoba menerka apa yang sudah terjadi.


"Jadi sasarannya anggota Gura-Gura Lama?" kata Franco kali ini sambil berpikir dengan keras.

__ADS_1


"Mungkin. Tapi sebenarnya, sekarang di mana para anggota Gura-Gura Lama itu. Mungkin orang dari masa lalu itu. Dapat dikalahkan oleh mereka berlima," sambung Mark.


"Yang aku tahu mereka berlima sempat berkumpul di Puncak Well. Sebelum mereka mengejar sisa shen guru mereka. Sembari menyelidiki cahaya merah dan putih yang berterbangan ke arah bulan," tutur Adel.


"Masalah ini semakin rumit saja. Orang dari masa lalu ini lebih kuat dari Mosa dan Tuan Syam. Mereka bergabung pun, aku rasa masih sulit mengalahkan orang berkepang tiga itu," ujar Jean menatar kekuataan Chen yang sempat ia rasakan.


"Ini akan semakin sulit saja. Kita tidak mungkin dapat mengalahkan orang yang sudah menghancurkan Gunung Well dan Pulau Gura-Gura itu," kata Mark dengan penuh pesimis.


"Apa kau lupa dengan Patung Budha Giok, Mark?. Dia bisa mengabulkan semua keinginan pemiliknya," ujar Jean Kecil sambil menatap ke arah monitor radarnya. Mengamati pergerakan dari Patung Budha Giok yang tak seperti biasanya.


"Kau benar juga. Tapi patung itu terus bergerak dengan kecepatan tinggi. Seolah patung itu sedang dikejar oleh seseorang," ucap Mark. Melihat ke arah radar yang di tangan Jean Kecil.


"Lebih baik kita lanjutan pengejaran ini. Agar jarak antara kita dan patung itu tidak semakin jauh," usul Franco yang langsung ditanggapi oleh Jean Kecil. Karena dirinya sudah merasa benar-benar bosan berada di tempat itu.


"Baiklah kita kejar sekarang," sahut Jean Kecil lalu melesat ke arah utara, mengikuti keberadaan patung ciptaan dari Syam yang terdeteksi di monitor radarnya itu. Dengan kecepatan tinggi, agar jarak mereka tak terlalu jauh dengan Patung Budha Giok.


Melihat Jean Kecil melesat di atas tanah. Yang lainnya pun ikut mengejar Jean Kecil dengan melesat di tanah. Seolah mereka sedang tak ingin terbang tinggi di atas Bumi.

__ADS_1


 


__ADS_2