Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 103. (Mata Semesta Penghilang Ingatan Mata Langit Super)


__ADS_3

 


Sementara itu di atas sebuah bukit kapur. Terlihat Kenia-Keneo sedang memandang langit dengan mata langit super mereka. Ke arah di mana tadi cahaya hitam muncul dan secara cepat menghancurkan Bumi secara total. Si kembar hybrid itu belum mengerti sama sekali. Hingga Bumi yang tadinya hancur, bersama isinya. Tiba-tiba saja pulih. Seakan tidak terjadi apa pun dengan Bumi.


Kenia dan Keneo sadar, ada yang tak beres dengan kejadian itu. Hingga mereka berdua pun menggunakan mata langit super mereka untuk melihat waktu mundur 10 menit yang lalu. Si kembar Hybrid itu pun melihat kejadian yang sebenarnya. Yang sudah berlalu 10 menit yang lalu. Di mana Chan dan Gadis Bertopeng Emas bertarung di ruang angkasa, beserta penghancuran Bumi dan pemulihannya. Mereka berdua mengenal Chan, karena pernah bertarung di masa lalu. Akan tetapi mereka berdua tak mengenal Gadis Bertopeng Emas itu sama sekali di dalam hidup mereka selama ini.


"Adikku yang tampan. Itu bukannya Chan, si lelaki pesolek itu, anggota kedua dari 5 Kepang Bersaudara?. Tapi ia sedang bertarung dengan siapa?. Gadis Bertopeng Emas dengan mata ungu seperti mata langit super kita, pemberian dari Markel ini?" tanya Kenia masih mengamati kejadian yang sudah berlangsung 10 menit yang lalu.


"Entahlah kakakku yang cantik. Tapi aku rasa kita bergabung ditambah 5 saudara seperguruan kita. Kita bertujuh tetap akan kalah telak," sahut Kenio terus mengamati kejadian yang sudah berlalu 10 menit yang lalu itu.


"Mungkin, guru juga harus mengeluarkan kekuatan aslinya. Kalau berhadapan dengan Gadis Bertopeng Emas itu," sahut Kenia.


"Tetapi sayangnya, Guru sudah berada di dalam kipas ungu itu. Yang kini ada di tangan Chan," kata Keneo.


"Guru kita itu memang orang yang naif dan penuh dengan misteri. Sampai-sampai kita tidak pernah melihat wajahnya yang selalu memakai topeng berwarna ungu. Hingga dirinya pun dikenal sebagai Tuan Kipas Ungu dan Tuan Toprng Ungu," lanjut Kenia.


"Asal-usulnya pun tidak jelas. Lebih jelas asal-usul kita bertujuh, yang dipungut oleh dirinya di jalanan. Kita bertujuh, anak-anak korban dari perang yang seakan tiada akhirnya...," ujar Keneo lalu menghentikan perkataannya. Lalu terdiam tak saling bicara, satu sama lainnya.


Mereka terus mengamati kejadian-kejadian yang sudah berlangsung 10 menit yang lalu. Hingga akhirnya sampai pada penghancuran Bumi dan pemulihan Bumi kembali. Mereka berdua sangat terkejut dengan apa yang sudah mereka saksikan itu.


"Kakakku yang cantik. Bukannya itu mata dalam legenda. Mata yang mampu mengendalikan waktu," kata Keneo dengan masih mengaktifkan mata langit super perberian Markel itu.


"Tapi mana mungkin, mata itu benar-benar ada di dunia ini?" sahut Kenia dengan penuh kebingungannya.

__ADS_1


Keneo tak menjawab perkataan dari Kenia. Hingga ada suara perempuan muda yang menjawab pertanyaan dari Kenia itu. Suara gadis muda yang merupakan suara dari Gadis Bertopeng Emas berjubah tosca. Yang tiba-tiba saja muncul 6 meter di hadapan mereka berdua.


"Tapi ini kenyataannya. Mata semesta ini, adalah milikku... Dua murid terkuat Tuan Kipas Ungu...," ucapnya dengan nada datar. Menyebut guru dari Kenia-Keneo dan Dewa 5 warna dengan nama julukannya.


Mendengar nama julukan guru mereka disebut. Si kembar hybrid itu begitu terkejut. Mereka berpikir mana ada orang yang masih mengenal nama julukan guru mereka itu di masa kini. Kenia dan Keneo lalu mengalihkan pandangan matanya dari langit ke arah Gadis Bertopeng Emas, yang ada di hadapan mereka berdua.


"Bagaimana kau bisa mengenal kami dan julukan dari guru kami, Gadis Kecil?" tanya Keneo dengan penuh selidik.


"Tentu saja aku mengenal guru kalian. Lebih dekat daripada kalian bertujuh, beserta lika-liku kehidupannya," jawab gadis misterius itu.


"Lalu apa tujuanmu, menemui kami?" tanya Kenia kali ini.


"Tentu saja kalian sudah melihat apa yang kulakukan 10 menit dengan mata langit super pemberian dari Markel itu. Oleh karena itu aku ingin menghapus ingatan kalian. Agar takdir berjalan sesuai dengan jalannya," tutur Gadis Bertopeng Emas.


Sepasang kembar Hybrid itu, menyerang Gadis Bertopeng Emas itu dengan kekuatan penuh yang mereka miliki, ditambah dengan mengaktifkan mata langit super milik mereka. Yang membuat kekuatan mereka meningkat dua kali lipat dari kekuatan asli mereka berdua. Karena mereka berdua tahu. Lawan mereka, memiliki kekuatan yang mungkin lebih besar dari kekuataan guru mereka. Yang mereka anggap sebagai seorang dewa hidup. Yang kekuatannya tak mungkin mereka gapai sama sekali. Walaupun kekuatan mereka berdua lebih kuat dari 5 Dewa Warna.


Gadis Bertopeng Emas sepertinya tak ingin bermain-main kali ini. Karena ia sudah merasa tak memiliki banyak waktu untuk melayani leluhur dari robot Mars dan Bulan. Hingga ia pun menggunakan mata semesta miliknya untuk menghentikan waktu. Hingga Kenia dan Keneo yang menyerangnya dengan kekuatan penuh. Tiba-tiba saja tak dapat menggerakan tubuhnya. Sehingga tangan kanan mereka yang hampir menyentuh wajah dibalik topeng emas, gadis misterius itu berhenti begitu saja.


"Apa yang kau lakukan terhadap kami, Gadis Misterius?" tanya Kenia dengan penuh kekesalannya. Karena tak dapat menggerakan tubuhnya sama sekali.


"Dengan mata semesta ini. Aku menghentikan waktu untuk kalian," sahut Gadis Bertopeng Emas dengan entengnya.


"Bertarunglah dengan kami. Jangan kau hentikan waktu seperti ini!" ucap Keneo dengan nada keras.

__ADS_1


"Sayangnya aku sudah kehabisan waktu. Lagipula kalian berdua dan 5 saudara seperguruan kalian itu terlalu lemah untuk menjadi lawanku. Padahal guru kalian, Tuan Kipas Ungu sangat luar biasa kekuatannya. Tapi kenapa 7 muridnya begitu payah untuk ukurannya. Sepertinya, kalau aku ingin bertarung dengan guru kalian. Aku harus masuk ke dalam kipas ungu itu," tutur Gadis Bertopeng Emas dengan panjang lebarnya.


"Daripada kau banyak bicara. Lebih baik kita bertarung saja!" ucap Keneo bertambah keras suaranya.


"Kau ini cerewet sekali. Lebih baik aku hapus, ingatan yang kalian lihat dengan mata langit super itu..."


Gadis Bertopeng Emas itu lalu mengeluarkn salah satu kemampuan khusus mata semestanya kembali. Hingga keluarlah cahaya ungu yang begitu silau dari sepasang matanya itu. Sehingga penglihatan Kenia dan Keneo menjadi gelap. Saking silaunya cahaya ungu yang keluar dari sepasang mata semesta milik Gadis Berjubah Toska itu. Telah membuat Kenia dan Keneo pingsan dalam keadaan menyerang dan mata terbuka dengan posisi berdiri.


"Setelah kalian berdua sadar. Kalian tak akan mengingat apa-apa tentang aku. Dan apa yang sudah aku lakukan dengan mata langit super itu..."


Selesai berkata seperti itu Gadis Bertopeng Emas itu menghilang begitu saja, tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.


Dua menit kemudian Kenia dan Keneo sadar dari pingsannya dengan ingatan yang benar-benar hilang. Tentang Gadis Bertopeng Emas itu. Si kembar hybrid itu merasa kebingungan karena posisi mereka yang sedang menyerang. Tanpa mereka berdua ketahui, jika diri mereka berdua sedang menyerang siapa.


"Adikku yang tampan. Sebenarnya kita ini sedang melakukan apa?" tanya Kenia dengan penuh kebingungannya.


"Entahlah, kakakku yang cantik. Sepertinya ada yang aneh dengan diri kita. Tapi aku tidak dapat mengingatnya sama sekali," sahut Keneo, sembari memegang kepalanya.


"Daripada dipikirkan apa yang sudah terjadi kejadian yang tidak kita ingat sama sekali. Lebih baik kita penuhi pesanan Bocah Nakal itu," kata Kenia.


"Kau benar juga, kakakku yang cantik. Ayo sekarang kita cari mereka," timpal Keneo.


Si kembar hybrid itu lalu melesat ke arah timur dengan kecepatan tinggi untuk mencari tujuan mereka. Yang nerupakan pesanan dari seseorang yang mereka sebut sebagai bocah nakal. Tempat di mana rumah mereka di Bumi itu pun menjadi sepi seperti sediakala.

__ADS_1


 


__ADS_2