
Adu kekuatan shen pun terus terjadi di antara Chen dan 5 anggota Gura-Gura Lama, dengan begitu sengitnya. Walaupun Chen hanya seorang diri. Akan tetapi ketinggian shen yang ia miliki sudah menempatkannya berada di atas angin. Hingga tiba-tiba saja Chen meningkatkan kekuatan shennya kembali. Yang membuat 5 anggota Gura-Gura Lama terdorong, terpencar. Namun segera berkumpul kembali dengan luka dalam yang cukup serius.
Clerk segera merogoh kantung celananya. Untuk mengambil 5 pil pemulih stamina yang segera ia telan. Dan bagikan kepada keempat rekannya.
"Cepatlah telan pil pemulih stamina terakhirku. Agar stamina kalian kembali dan luka yang kita alami, cepat pulih," ujar Clerk setelah menelan pil pemulih staminannya. Yang segera memulihkan dirinya kembali.
Or Well, Dran, Pusia dan Kasandra segera menelan pil pemulih stamina itu. Hanya dalam waktu singkat. Stamina dan luka yang mereka alami pulih dengan sempurna.
"Bagaimana caranya mengalahkan orang dari masa lalu itu?" tanya Dran berbicara sendiri.
"Sepertinya, kita harus menggunakan jurus terlarang itu," sahut Or Well.
"Maksudmu, jurus terlarang. Yang pernah kita latih di saat kita muda dulu?" sambung Clerk.
"Ya, jurus itu. Jurus yang akan menjadikan kita memiliki semua kemampuan dari 5 Gura-Gura Lama," jawab Or Well.
__ADS_1
"Tapi kita perlu waktu dan tempat ideal untuk menggunakan jurus terlarang itu," kata Pusia.
"Tempat ideal itu ada 1000 km di utara tempat ini. Di sana ada sebuah gurun pasir kecil, untuk kita menggunakan jurus itu," jelas Kasandra, menggunakan mata langitnya. Melihat ke arah utara, di mana terdapat sebuah gurun pasir kecil.
"Masalahnya, Keparat itu tidak mungkin memberikan kita waktu untuk menggunakan jurus itu," kata Dran.
"Kalau soal waktu, biar jarumku yang akan memberinya waktu untuk kita. Sekarang biar jarum sejuta tubuh yang akan membuat dirinya kerepotan," ujar Kasandra lalu mengeluarkan jarum besar setinggi 10 cm dari jari telunjuk kanannya.
Jarum besar itu berwarna merah darah. Jarum itu bisa membelah diri hingga sejuta. Dihancurkan pun, jarum itu akan terus bertambah hingga mencapai 1 juta jarum. Dewi Peramal Gura-Gura Lama lalu menembakan jarum merah darahnya ke arah Chen. Yang menganggap serangan dari Kasandra itu hanyalah serangan yang dianggapnya lemah. Hingga penjahat dari abad ke 10 itu tak menganggapnya sama sekali.
Akan tetapi Chen begitu terkejut. Ketika jarum merah darah itu membelah diri dan terus membelah diri. Hingga dalam waktu relatif singkat sudah berubah menjadi ratusan. Jarum berwarna merah darah itu seakan memiliki nyawa dan pemikiran sendiri. Yang menyerang Chen secara agresif, untuk memberikan waktu 5 anggota Gura-Gura Lama pergi dari tempat itu.
"Kalian tak mungkin dapat kabur dari diriku!" teriak Chen, lalu melesat ke angkasa untuk mengejar 5 Legenda Gura-Gura Lama yang sudah hilang dari penglihatannya.
Akan tetapi ribuan jarum besar berwarna merah darah itu mengurung Chen. Hingga Chen pun kesulitan untuk mengejar mereka berlima.
"Dasar jarum-jarum sialan!. Perempuan itu memang paling lemah di antara mereka berlima. Tetapi paling merepotkan di antara mereka berlima. Sama seperti gurunya, Marandra. Tapi paling tidak, aku akan mengirimkan bola shenku, untuk menghancurkan kalian...," ujar Chen terus berkata sendiri.
__ADS_1
Chen lalu membuka mulutnya, dari dalam mulutnya itu keluarlah bola shen hitam seukuran kelereng yang segera melesat menerobos kepungan ribuan jarum merah darah. Menuju ke arah 5 Legenda Gura-Gura Lama pergi.
5 Legenda Gura-Gura Lama terus melesat dengan kecepatan tinggi. Dengan shen 100% dan wujud termuda mereka . Mereka berlima bisa melesat dengan kecepatan tertinggi yang tak biasa mereka lakukan seperti biasanya. Hingga dalam sepuluh menit, mereka telah sampai di separuh perjalanan mereka, menuju tujuan mereka. Akan tetapi tiba-tiba saja Kasandra menghentikan lesatannya di udara. Ketika merasakan ada shen yang sedang mengejar mereka dengan kecepatan yang melebihi berlima.
Melihat Kasandra menghentikan lesatannya. Keempat rekannya pun melakukan hal yang sama. Mereka berempat lalu berbalik arah, sama dengan apa yang dilakukan oleh Kasandra yang masih mengaktifkan mata langitnya itu.
"Ada apa, Kasa?" tanya Or Well dengan penuh kebingungannya.
"Orang itu mengeluarkan serangan bola shen ke arah kita," jawab Kasandra.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Or Well kembali.
"Tentu saja menghancurkannya," sahut Kasandra. Lalu meluncur turun ke bawah dengan kecepatan tinggi, yang diikuti oleh keempat temannya. Walaupun mereka berempat tak mengetahui sama sekali alasan Dewi Peramal Gura-Gura Lama melakukan hal itu.
Hanya dalam sekejap mata mereka berlima pun sudah menginjakan kaki di permukaan bumi yang merupakan sebuah dataran tinggi tandus yang berada di utara Sundaland. Matahari masih bersinar dengan terangnya di langit yang dihiasi oleh awan-awan berwarna putih.
"Kenapa kita harus turun dari terbang kita, Kasa?. Kita bisa menghancurkan serangan itu di langit?" tanya Dran dengan protesnya.
__ADS_1
"Serangan itu bukan serangan shen biasa. Tapi serangan shen yang dilapisi oleh sihir. Mungkin kita akan membuang waktu sedikit, untuk menghabisi dirinya," jawab Kasandra memandang ke arah selatan di mana serangan shen Chen sedang menuju ke arah mereka.