
Dua bersaudara kandung itu saling pandang satu sama lainnya, masih dengan penuh kebingungannya. Belum mengerti sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan diri mereka berdua. Dua anggota terlemah dari pasukan khusus Humsha itu belum yakin, jika diri mereka masih hidup dan berada di dunia fana. Hingga mereka berdua pun menemukan Chen yang ada di belakang mereka, dengan tatapan penuh ketidakpercayaannya. Jika dua adik kandungnya benar-benar masih hidup. Dan ada di hadapannya saat ini. Dengan keadaan yang baik-baik saja.
"Duplikatnya saja, kemampuanya seperti ini. Apalagi aslinya, Tuan Humsha benar tak pantas dibandingkan dengan dirinya. Atau jangan-jangan dia itu 7 dewi dari surga, menurut legenda itu?" tutur Chen di dalam hatinya. Sembari mengingat tentang sebuah legenda yang ada di zamannya.
Penjahat dari abad ke 10 Masehi itu terus bermain dengan pikirannya sendiri. Hingga Chun pun bersuara, membuat dirinya tersadar dari lamunannya tentang legenda 7 dewi dari surga.
"Chen, kau juga sudah mati seperti kami berdua?" tanya Chun dengan polosnya kepada Chen saat mereka sudah saling berhadap-hadapan dengan jarak 3 meter di antara mereka.
"Dasar bodoh!. Seharusnya aku yang bertanya, apakah kalian masih hidup?" sahut Chen penuh dengan kekesalannya.
"Maksudmu?" tanya Chun dengan penuh kebingungannya. Karena Chen bertanya balik kepada dirinya.
"Kalian itu seharusnya saat ini sudah mati. Kalian meminta bantuanku melalui telepati. Jika kalian terkurung di dalam kubah pengurung raga bersama musuh-musuh kalian. Apakah kalian masih ingat?" penjelasan Chen itu tak membuat Chun segera mengerti.
"Bukannya kita sudah mati?" tanya Chun kembali, yang membuat Chen benar-benar kesal. Memberi penjelasan kepada adik terbodohnya itu.
"Coba kau gigit lidahmu!" teriak Chen yang segera dituruti oleh Chun, yang segera merasakan sakit pada lidahnya.
__ADS_1
"Sakit...," lirih Chun.
"Itu berarti kau masih hidup!" tutur Chen. Yang tak berniat untuk menjelaskan apa pun lagu kepada Chun. Ia hanya menatap ke arah duplikat Gadis Bertopeng Emas, yang tersenyum menahan tawa dibalik topeng emasnya. Mendengar kebodohan dari Chun. Dari jarak 12 meter dari mereka bertiga.
"Chun kau itu bodoh sekali. Kita ini masih hidup. Kita ini ditolong oleh seseorang, yang pasti bukan Chen. Yang tak memiliki kemampuan untuk menolong kita. Lepas dari dalam kubah pengurung raga," jelas Chon yang akhirnya dimengerti oleh Chun.
"Lalu siapa yang menolong kita?" tanya Chun kepada Chon.
Belum sempat Chon menjawabnya. Duplikat Gadis Bertopeng Emas itu menjawabnya.
"Akulah yang menolong kalian dari kematian di dalam kubah pengurung raga," jawabnya dengan suara datar. Akan tetapi dapat membuat Chon dan Chun membalikan tubuhnya untuk melihat sumber suara itu. Sumber suara yang baru mereka sadari keberadaannya ada di tempat itu.
"Pasti kau memiliki motif menolong kami dari kematian?" tanya Chon kepada duplikat Gadis Bertopeng Emas.
"Apa itu?" tanya Chon dengan penuh keseriusannya. Dengan tatapan penuh selidik ke arah lawan bicaranya.
"Aku hanya ingin bermain-main dengan kalian. Kalau kalian menang dari diriku. Aku akan membiarkan kalian hidup seperti ini, di dunia fana ini. Sedangkan kalau kalian kalah, aku akan mengembalikan kalian pada kematian di dalam kubah pengurung raga... Oleh karena itu, gunakan kemampuan terbaik kalian dan gunakanlah kekuataan maksimal yang kalian miliki," sahut duplikat Gadis Bertopeng Emas.
"Baiklah, kau akan merasakan kehebatan pasukan khusus Humsha!" tanpa berdiskusi terlebih dahulu kepada Chon dan Chen. Chun langsung saja menyerang duplikat Gadis Bertopeng Emas dengan kekuataan maksimalnya yang berada di level H++.
__ADS_1
Hanya dengan satu tangannya saja. Duplikat dari Gadis Bertopeng Emas itu menghempaskan Chun ke tempat semula.
"Kau itu selain paling bodoh, ternyata kau paling naif di antara kalian. Lebih baik kalian bertiga menyerangku secara bersamaan," tantang duplikat Gadis Bertopeng Emas kepada mereka bertiga.
Chun, Chen dan Chon langsung menerima tantangan itu dengan senang hati. Mereka bertiga langsung melesat dengan kekuataan penuh yang mereka miliki. Chen dengan level shen HSnya. Sedangkan Chon-Chun dengan level H++nya.
Baku hantam pun terus terjadi di antara mereka berempat. Ternyata tiga dari 5 anggota kepang lima yang merupakan pasukan khusus Humsha, tak ada artinya sama sekali di hadapan duplikat dari Gadis Bertopeng Emas itu. Serangan fisik mereka bertiga dapat dengan mudah ditangkis oleh duplikat Gadis Bertopeng Emas itu. Hingga membuat Chun dan Chon penasaran dibuatnya, dengan sosok musuhnya itu. Hingga ia pun menanyakan kepada Chen sebagai kakak ketiganya.
"Chen, siapa sebenarnya Gadis Bertopeng Emas itu?. Kenapa ia begitu kuat, jauh melebihi orang-orang terkuat yang pernah dicatat para petualang waktu sebelum kita, di masa ini?" tanya Chon dengan penuh penasarannya, saat mereka menghentikan serangan fisik mereka kepada duplikat Gadis Bertopeng Emas. Dengan jarak 10 meter.
"Aku juga tidak tahu siapa sebenarnya dirinya. Asal kalian tahu saja, dirinya hanya duplikat dari 1% kekuataan orang yang ada di luar kubah pelindung ini," jelas Chen, sembari menunjuk ke arah kanan. Di mana ada Gadis Bertopeng Emas yang sedang menjaga Hay dan Ded yang sedang memulihkan diri mereka. Dengan jarak 20 meter di luar kubah pengurung itu.
Chun dan Chon begitu terkejut mendengar penjelasan dari kakak ketiga mereka. Mereka berdua seakan sudah kehilangan harapan untuk menang dari pertarungan itu.
"Bagaimana bisa ada orang sekuat itu di masa ini. Dia itu pasti dari masa lalu. Masa yang jauh lebih tua dari masa kita," ucap Chon, seperti orang yang sedang frustrasi.
"Kalian tenang saja. Walaupun aku paling bodoh dan lemah di antara kalian. Tapi aku memiliki jurus pemikat perempuan. Akan kugunakan jurus itu, untuk mengalahkan dirinya," tutur Chun, lalu tersenyum lebar. Bermain dengan pikiran liciknya.
Kedua saudara kandungnya hanya terdiam mendengar rencana dari adik bungsu mereka. Yang akan menggunakan jurus pemikat perempuannya untuk menaklukan duplikat Gadis Bertopeng Emas itu. Jurus pemikat perempuan itu sering digunakan oleh Chun untuk menaklukan gadis-gadis di masanya. Dan selama ini berhasil, tidak ada yang dapat lepas dari ilmu pemikat perempuannya. Masalahnya Chun hanya menggunakannya pada gadis-gadis biasa. Yang bukan seorang petarung seperti gadis yang ada di hadapannya kali ini.
__ADS_1
Chen dan Chun tak yakin jika jurus pemikat perempuan milik adik bungsunya itu akan mempan kepada duplikat Gadis Bertopeng Emas itu. Akan tetapi mereka berdua membiarkan adik bungsunya menjalankan rencanannya itu seorang diri. Chen dan Chon seakan tak ingin ikut campur dalam rencana si bungsu kepang lima, yang merupakan orang terlemah di dalam pasukan khusus Humsha.