
Chun terus melangkahkan kakinya secara perlahan-lahan mendekati duplikat Gadis Bertopeng Emas itu. Hingga di jarak 2 meter ia menghentikan langkah kakinya, dengan terlebih dahulu melepaskan senyum ke arah targetnya untuk melepaskan jurus pemikatnya. Yang merupakan jurus andalannya dalam menaklukan wanita-wanita yang ia sukainya, di masanya.
Si bungsu dari lima kepang bersaudara itu, menatap sepasang mata ungu milik duplikat gadis berjubah toska. Sambil merapal mantera-mantera pemikat yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri. Sepasang mata Chun pun berubah menjadi merah menyala. Saat mantera pemikat itu sudah selesai ia lapalkan dengan sempurna. Akan tetapi tak ada reaksi sama sekali terhadap duplikat Gadis Bertopeng Emas itu. Hingga warna matanya pun kembali menjadi normal.Yang membuat Chun heran sekaligus kesal terhadap duplikat Gadis Bertopeng Emas. Karena mantera pemikatnya telah gagal total.
"Sepertinya mantera pemikatku tak bekerja terhadap dirinya. Dia benar-benar luar biasa... Sebelumnya aku selalu berhasil menaklukan wanita dengan mantera pemikat ini pada masaku. Atau memang mantera pemikatku, tak mempan dan tidak dapat digunakan di masa depan ini?" kata Chun di dalam hatinya yang dapat dibaca oleh duplikat dari Gadis Bertopeng Emas, yang segera bersuara.
"Kau itu benar-benar bodoh. Mana mungkin jurus pemikat seperti itu, mampu menaklukan aku. Baiklah, sekaranglah. Aku yang akan menyerang kalian...," ujarnya dengan tajamnya kepada Chun.
Duplikat Gadis Bertopeng Emas lalu mengeluarkan shen berwarna toskanya. Hingga tubuhnya pun diselubungi oleh aura shen berwarna toska. Seperti kilat ia pun melesat dan menghantam tubuh Chun, hingga Chun pun terpental. Menyentuh kubah pengurung berwarna toska itu. Yang membuat guncangan hebat di dalam kubah pengurung itu. Tanpa memberikan efek sama sekali di luar dari kubah pengurung itu.
Chun lalu bangkit dan mengeluarkan shen maksimalnya yang berada di level H+. Hingga tubuhnya pun di selubungi aura hitam yang begitu pekat. Si bungsu dari 5 kepang bersaudara itu melesat, kembali menyerang duplikat Gadis Bertopeng Emas dengan gencarnya, tak memberikan jeda sedikit pun kepada lawannya untuk bernapas santai, sejenak saja.
Melihat adik bungsunya terus menyerang musuhnya dengan agresifnya. Chen dan Chon akhirnya tak tinggal diam. Mereka tak ingin, adik bungsu mereka dipecundangi secara telak. Hanya oleh seorang duplikat, dengan kekuatan 1% saja dari tubuh aslinya.
"Sepertinya sudah tidak ada pilihan lainnya. Mau tak mau kita harus menyerangnya bersama. Walaupun kita akan kalah. Tetap saja hasilnya adalah kematian," kata Chon lalu melesat dan menyerang duplikat Gadis Bertopeng Emas itu. Yang diikuti oleh Chen si kepang tiga. Sebagai yang tertua dan terkuat di antara mereka bertiga.
Mereka bertiga terus mengeroyok duplikat Gadis Bertopeng Emas itu dengan serangan fisik maupun serangan shen mereka. Hingga membuat suasana di dalam kubah shen itu menjadi begitu hancur. Tetapi tetap saja, hasilnya tetap sama. Duplikat Gadis Bertopeng Emas itu masih berada di atas angin.
Pertarungan itu terus terjadi dengan sengitnya. Walaupun gadis duplikat itu pada kenyataannya hanya bermain-main dalam pertarungan itu. Hingga Gadis Bertopeng Emas, yang berada di luar kubah pelindung berwarna toska itu, melakukan telepati dengan duplikatnya. Yang sedang menikmati pertarungan itu
__ADS_1
"Duplikatku, lebih baik kau segera akhiri permainanmu itu," perintah dari Gadis Bertopeng Emas.
"Memang kenapa?" tanya duplikat Gadis Bertopeng Emas, sembari bertarung dengan musuhnya.
"Kau terlalu membuang waktu. Bisa-bisa aku kehabisan waktu di sini," jawab Gadis Bertopeng Emas.
"Baiklah akan kulakukan apa yang kau mau."
Selesai berkata seperti itu melalui telepatinya. Duplikat Gadis Bertopeng Emas lalu bertarung serius. Hingga dalam waktu yang singkat. Chen, Chon dan Chun dapat ia kalahkan dengan mudahnya. Tiga anggota dari pasukan khusus Humsha itu, benar-benar bagai debu bagi duplikat Gadis Bertopeng Emas.
"Kalian telah kalah...," kata duplikat Gadis Bertopeng Emas.
"Kami belum kalah!!" sahut Chun dan Chon lalu bangkit dan menyerang duplikat Gadis Bertopeng Emas itu.
Gadis duplikat itu lalu menjentikan jari telunjuknya ke arah Chen dan Chon. Dari jentikan jari tangannya. keluarlah cahaya emas yang semakin membesar dan terus membesar hingga menelan dan menghantam tubuh dua bersaudara kandung itu. Tubuh mereka berdua lalu masuk ke dalamnya. Yang merupakan portal menuju ke tempat dan waktu, seharusnya mereka berada mati. Yaitu di dalam kubah pengurung raga milik Marandra.
Seusai menelan Chon dan Chun ke dalamnya. Cahaya emas itu pun menghilang begitu saja dari pandangan mata. Terlihat Chen bangkit dan melangkahkan kakinya ke arah duplikat Gadis Bertopeng Emas, dengan langkah gontai.
"Kau apakan kedua adik kandungku itu?" tanya Chen dengan penuh kekesalannya.
"Tentu saja kukembalikan mereka pada takdirnya," jawabnya datar.
"Maksudmu apa, duplikat?" tanya Chen dengan nada yang lebih keras dari sebelumnya.
__ADS_1
"Tentu saja, mereka berdua sudah aku kembalikan pada kematiannya di dalam kubah pengurung raga. Apakah kau tidak mendengar aku bicara apa kepada mereka berdua?" ujar duplikat Gadis Bertopeng Emas, masih dengan nada datar.
"Berani-beraninya kau melakukan itu kepada kedua adikku itu!" sahut Chen bersiap untuk menyerang lawannya kembali.
"Kenapa tidak berani. Tenang saja, sebentar lagi kau pun akan menyusul mereka ke alam baka," timpalnya dengan nada yang dingin.
Duplikat Gadis Bertopeng Emas lalu menghilang. Dan muncul kembali di belakang Chen dengan tangan kanan menyentuh punggung Chen.
Walaupun hanya menyentuhnya. Tetapi Chen merasakan. Pegangan itu sangatlah kuat. Hingga tubuhnya pun tak bisa bergerak sama sekali. Walaupun ia sudah mengerahkan seluruh shennya untuk menggerakan tubuhnya.
"Lebih baik kau tuju kematianmu sekarang...," ucap duplikat Gadis Bertopeng Emas, lalu mendorong tubuh Chen dengan lembutnya.
Walaupun dilakukan dengan lembut. Akan tetapi dorongan itu begitu kuat. Hingga tubuh Chen pun terpental ke arah barat dengan kecepatan tinggi. Menembus kubah pelindung berwarna toska itu. Yang segera lenyap tanpa bekas sama sekali.
"Tugas pertama sudah kau sekesaikan dengan sangat baik. Sekarang selesaikanlah tugas keduamu, wahai duplikatku...," kata Gadis Bertopeng Emas yang masih ada 5 meter di hadapan Hay dan Ded yang sedang duduk bersila dengan mata terpejam.
Walaupun pasangan gendut itu sedang memejamkan sepasang matanya. Akan tetapi mereka berdua mengetahui semua yang sudah terjadi di tempat itu.
"Baiklah akan kulakukan, Nona Kecil," sahut duplikat Gadis Bertopeng Emas. Yang segera menghilang dan muncul kembali di belakang Hay-Ded dengan begitu cepatnya.
Angin pun berhembus dengan kencangnya di tempat itu. Seakan ingin menyaksikan kejadian apalagi yang akan terjadi di tempat itu. Kejadian yang akan mengungkap jatidiri sebenarnya dari pasangan terkuat dari Sundaland itu. Yaitu Hay dan Ded.
__ADS_1