
Angin semakin kencang bertiup di puncak Gunung Well, seakan ingin menyaksikan pertarungan yang sedang terjadi dengan sengitnya di antara Si Kepang Tiga Chen dengan Well 5, 4, dan Well 3. Dengan perbedaan shen yang sangat menyolok sekali.
Er Well, Well 1 dan Well 2. Masih menyaksikan pertarungan itu dari jarak 150 meter. Getaran-getaran akibat dari benturan shen mereka berempat begitu terasa di area itu. Seolah ingin memporak-porakan puncak Gunung Well dengan sengaja. Yang membuat puncak gunung milik Or Well begitu semerawut.
"Kak Er, apakah jim well emasmu sudah dapat membaca shen sesungguhnya orang itu?" tanya Well 1. Melirik ke arah Er Well yang sedang membidikan jim emasnya ke arah Chen yang terus bergerak sejak daritadi, untuk melawan 3 saudara kloningan dari Er Well.
Er Well sengaja melakukan itu. Agar jim well emasnya dapat membaca dengan tepat, kekuatan dari shen Chen yang sedang digunakan.
Walaupun gerakan Chen sangat lincah, sejak dari awal melakukan pertarungan. Namun akhirnya Er Well pun bisa mendpatkan data tentang kekuatan Chen yang sesungguhnya.
Er Well tak yakin dengan data yang dibaca oleh jim well emasnya itu, adalah sebuah kebenaran. Karena menunjukan level 'H` sebagai mode dasarnya, di layar monitornya. Sedangkan Chen sendiri hanya mengeluarkan shennya hingga level S. Yang dirasakan oleh ayah angkat dari Er Well itu.
"Sudah, tapi entah benar atau tidak?". Aku tidak tahu. Karena aku baru kali ini memakai jim well emas ini," tutur Er Well. Sembari memperlihatkan layar jim well emasnya ke arah saudara kloningannya itu.
__ADS_1
Well 1 dan Well 2 tak mempercayai pengukuran dari jim well emas itu, yang menunjukan huruf 'H'. Mereka berpikir, bagaimana bisa ada orang yang memiliki kekuatan shen hingga level H. Jika yang terkuat, yang mereka ketahui adalah 5 anggota Gura-Gura Lama dengan mode dasar S. Kecuali Er Well, semua kloningan Or Well tak pernah sama sekali keluar dari Gunung Well seumur hidup mereka. Pengetahuan mereka sangat terbatas. Hidup mereka seperti katak dalam tempurung. Hanya hidup dan mengetahui Gunung Well saja, batasan para kloningan Or Well murni itu.
"Benar atau tidak dengan level shennya itu. Kita harus membantu mereka bertiga," ucap Well 1 lalu melesat ke arah pertarungan itu.
"Lebih baik, Kak Er di sini saja. Cepat gunakan jurus terlarang itu, kalau kita semua mati," ujar Well 2 lalu melesat menyusul Well 1. Tanpa mempedulikan apa pun lagi.
Hanya dalam kejapan mata. 2 kloningan Or Well telah tiba di hadapan Chen. Mereka berdua langsung menyerang penjahat dari abad ke 10 Masehi dengan pedang baja mereka. Tak ada perubahan sama sekali, walaupun Well 1 dan Well 2 ikut campur dalam pertarungan itu. Keadaan tetap saja sama, Chen tetap menganggap pertarungan itu adalah sebuah permainan belaka. Permainan yang hanya dianggap sebagai permainan anak kecil saja.
"Kau itu sepertinya sangat meremehkan kami!?" kata Well 1, sembari memainkan pedang bajanya menyerang Chen dengan sangat agresifnya.
"Memang aku tak pernah menganggap manusia yang hidup di masa ini, sepandan dengan diriku. Kalian para manusia yang hidup di masa ini, hanya kuanggap sebagai lalat saja. Yang sangat mudah untuk aku bunuh...," sahut Chen dengan penuh kesombongannya. Lalu tertawa lepas dengan begitu kerasnya.
"Seriulah!, bertarung dengan kami!" teriak Well 2. Dengan menghunuskan pedang bajanya ke arah Chen.
"Baiklah, aku akan sedikit serius dengan kalian," Chen lalu menciptakan dua pedang shen hitam di kedua tangannya.
Dengan kedua pedang shen di tangannya itu. Penjahat dari abad ke 10 Masehi itu lalu melesat dan menyerang balik ke arah mereka berlima. Dengan begitu mudahnya, kedua pedang shen hitamnya itu menebas tubuh Well 5 dan 4 hingga terbelah menjadi dua, dan jatuh meluncur ke tanah. Belum sempat Well 3 menyerang Chen. Tubuhnya pun sudah terpotong, tanpa sempat melakukan perlawanan sama sekali. Tubuhnya pun yang sudah terpotong meluncur ke bawah dengan kecepatan tinggi.
"Kau itu kejam sekali!" teriak Well 1 dengan kerasnya.
__ADS_1
"Bukannya kalian yang meminta aku serius?" tanya balik Chen.
"Well 1, tak perlu banyak bicara lagi. Lebih baik habisi saja dirinya!" Well 2 pun kembali menyerang Chen dengan kekuatan penuhnya, yang diikuti oleh Well 1. Dengan rasa amarah dan dendam yang begitu menggebu di dada mereka berdua. Akibat perlakuan Chen terhadap tiga saudara Kloningannya itu.
Kedua kloningan Or Well murni itu. Menyerang dengan kecepatan yang lebih tinggi dari yang tadi. Hingga tubuh mereka berdua pun diselimuti oleh aura berwarna merah menyala. Akan tetapi apa yang mereka lakukan itu tak ada gunanya di hadapan Chen. Dia dengan mudahnya menggunakan pedang shen hitamnya untuk menebas tubuh Well 1 dan Well 2 dengan mudahnya. Tubuh mereka pun terjatuh ke tanah, setelah kehilangan nyawa mereka tanpa sempat mereka sadari sama sekali.
"Akhirnya 30 kloningan murni Or Well sudah kuhabisi. Tinggal kloningan istimewanya itu...," kata Chen berbicara sendiri. Sambil menghilangkan dua pedang shen hitam di tangannya.
Chen lalu melesat ke arah Er Well yang masih berdiri tegak di atas patung kepala Or Well. Yang menahan segala kemarahan dan kesedihan di hatinya. Saat Chen membantai 5 saudara kloningannya di depan matanya.
"Kau benar-benar gila!" seru Er Well dengan tatapan penuh kebencian kepada Chen yang sudah berdiri melayang, 4 meter di hadapannya.
"Oh, sanjungan yang sangat indah sekali. Apakah kau sangat marah, dengan semua yang kulakukan itu. Terhadap saudara kloninganmu?" ejek Chen dengan tatapan sinis kepada ayah angkat dari Mark itu.
"TENTU SAJA!!" teriak Er Well dengan penuh emosi.
Di sepanjang hidupnya Er Well tak pernah terpancing emosinya seperti itu. Er Well selalu tenang menghadapi masalah yang selalu ia hadapi seorang diri selama hidupnya itu. Kematian para saudara kloningannya itu telah membuat dirinya benar-benar menjadi sosok yang berbeda dari biasanya.
"Sayangnya kau tak akan mampu untuk membalaskan dendam mereka kepada diriku. Dengan kekuatanmu yang seperti itu," ujar Chen lalu tertawa lepas.
Er Well terdiam mendengar perkataan dari Chen. Dirinya berusaha untuk mengendalikan emosinya yang menggebu-gebu, agar dirinya tak salah langkah dengan menyerang Chen secara membabi-buta. Ia tak ingin nasibnya sama dengan para saudara kloningannya, yang mati dan hanya dianggap mainan oleh manusia dari abad ke 10 Masehi itu. Ia ingin mati bukan sebagai mainan Chen. Akan tetapi ia ingin mati sebagai lawan Chen. Yang akan membuat Chen serius di dalam bertarung.
__ADS_1