Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 58 (Aksi Para Duplikat)


__ADS_3

 


Setelah memiliki wujud dari 5 orang terkuat pada masa itu. Jarum-jarum yang merupakan duplikat Ur Well, Drun, Clirk, Punka dan Marandra lalu turun dan berkumpul di hadapan Marandra dan kawan-kawannya. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari dalam mulut mereka. Hingga Marandra yang berbicara kepada kelima duplikat itu terlebih dahulu.


"Kalian berlima seranglah orang dari masa lalu itu. Dengan kekuatan maksimal yang kami miliki. Dengan tubuh kalian itu. Kalian bisa mencapai titik tertinggi dan tersembunyi dari diri kami, yang tidak bisa kami gunakan. Karena batasan tubuh kami ini, yang sudah termakan oleh waktu...," tutur Marandra lalu tersenyum kecut, menerima kenyataan yang ada. Menerima batasan tubuh mereka berlima yang sudah termakan oleh usia.


"Kami mengerti, Dewi Peramal Jingga. Sekarang pergilah ke rumah kalian. Kami akan menahan ksatria dari masa lalu itu selama mungkin," balas duplikat Marandra yang menjadi pimpinan dari 5 duplikat orang-orang terkuat di masa itu.


"Aku percayakan semuanya kepada kalian," sahut Marandra. Lalu tersenyum lebar, karena perintahnya sangat dimengerti oleh para duplikat yang tercipta dari jarum-jarum miliknya yang dialiri oleh shen mereka berlima.


Tanpa berkata sepatah kata pun lagi. Marandra dan kawan-kawannya melesat ke arah barat dengan kecepatan tinggi. Tanpa disadari oleh Mosa yang masih melayang di ketinggian dengan keangkuhannya itu.


"Kita akan gunakan kekuatan mereka. Melewati batas kekuatan yang mereka miliki selama ini...," kata duplikat Marandra lalu melesat ke angkasa yang diikuti oleh 4 duplikat lainnya.


Tak memerlukan waktu lama. 5 duplikat dari jarum milik Marandra itu tiba di hadapan Mosa yang merasa terkejut atas kehadiran mereka berlima yang bertambah kuat dari sebelumnya. Padahal mereka berlima sedang terluka parah menurut pemikirannya.


Mosa tak mengetahui sama sekali. Bila mereka berlima hanyalah duplikat dari 5 guru Gura-Gura Lama. Yang ia tahu, yang ada di hadapannya itu adalah 5 orang terkuat di masa itu. Dengan keadaan yang prima. Hingga semangat bertarungnya berkobar dengan hebatnya.


"Rupanya kalian sudah pulih. Entah ramuan apa yang kalian minum. Hingga dapat pulih secepat ini?" Mosa lalu tersenyum dengan lebarnya.


"Kami bukan sekedar pulih. Tapi kekuatan kami sudah meningkat," sahut duplikat Ur Well lalu mengeluarkan shen berwarna merahnya, disertai dengan berubah fisiknya menjadi pemuda berusia 20 tahun.

__ADS_1


Melihat Duplikat Ur Well mengeluarkan kekuatan maksimalnya, yang melebihi kekuatan Ur Well asli. Keempat duplikat lainnya melakukan hal yang sama. Hingga fisik mereka berubah menjadi muda, berusia 20 tahunan. Yang diselubungi oleh shen yang dimiliki oleh guru dari 5 Gura-Gura Lama.


Apa yang dilakukan oleh 5 duplikat jarum Marandra itu telah membuat Mosa terkejut. Ia tak mengira mereka berlima memiliki kekuatan sebesar itu. Padahal mereka berlima sudah terluka sangat parah sekali.


Belum sempat Mosa hilang keterkejutannya. Kelima duplikat jarum Marandra, menyerang dirinya secara bersamaan dengan sangat agresif sekali. Di mata Mosa, mereka berlima seperti sedang kerasukan akibat dari jurus terlarang yang mereka gunakan. Yang tak diketahui sama sekali oleh petualang waktu dari masa lalu itu. Hingga mereka berlima menjadi begitu luar biasa di matanya.


Dengan shen level S++ yang ia gunakan saat ini. Ia pun kewalahan menghadapi 5 duplikat yang memiliki shen dari 5 manusia aslinya itu. Hingga akhirnya Mosa dapat ditendang oleh Drun dan Clirk. Hingga dirinya meluncur jatuh ke tanah dari ketinggian 2000 meter. Dengan kecepatan tinggi.


Seakan tak ingin menyia-nyiakan waktu dan memberikan Mosa untuk bernapas sedikit saja. 5 duplikat itu langsung meluncur turun memburu Mosa yang terus melesat turun dengan kecepatan tinggi ke permukaan Bumi.


"Kalau aku tak meningkatkan shenku hingga level H. Aku pasti akan mati di sini...," kata hati Mosa bicara.


Tak ingin mati konyol. Mosa langsung meningkatkan kekuatan shennya ke level H. Hingga ia pun 100 kali lebih kuat dari sebelumnya. Pria itu pun langsung menyerang balik 5 duplikat itu. Saat ia sudah berada 20 meter di atas permukaan tanah. Baku hantam pun terjadi kembali di antara mereka berenam, dengan hebatnya. Hingga mereka menginjakan kakinya di tanah.


"Dipikir hanya kalian saja yang bisa meningkatkan shen kalian. Asal kalian tahu saja, Aku masih bisa meningkatkan shenku hingga level H++," sahut Mosa dengan penuh kesombongannya.


"Hanya omong kosong!" timpal duplikat Marandra yang segera menyerang Mosa dengan jarum-jarum peledak yang keluar dari kedua telapak tangannya.


Serangan dari lima duplikat orang terkuat pada masa itu. Yang tadi dapat mendesak Mosa. Kini tak berarti sama sekali. Serangan mereka berlima, seperti serangan seorang bayi yang sangat lemah sekali bagi ksatria dari masa lalu itu. Hingga satu persatu mereka pun terkena pukulan dari Mosa dengan telaknya.


"Dia sungguh berbeda dari yang tadi. Biar Aku mencoba membelenggu dengan keempat cambukku ini," jelmaan dari Punka lalu bangkit dan menggunakan keempat cambuk yang ada di tangannya untuk menyerang Mosa.

__ADS_1


Keempat cambuk itu lalu memanjang seperti ular yang mengikat tubuh Mosa dengan kuatnya. Melihat Mosa sudah terikat dengan cambuk milik duplikat Punka. Keempat duplikat lainnya lalu menyerang Mosa secara bersamaan. Namun secara spontan Mosa mengeluarkan shen abu-abunya yang mendadak meluas secara signifikan ke segala arah. Hingga membuat para penyerangnya terpental. Termasuk duplikat Punka dengan keempat cambuknya yang putus, dan kembali ke dalam sepasang tangannya itu.


"Kalian pikir dengan kekuatan seperti itu. Bisa mengalahkanku?. Kalian benar-benar naif!" ujar Mosa dengan suara yang keras.


"Sepertinya kita harus menggunakan jurus itu. Sebagai cara terakhir diri kita untuk mengalahkannya," kata duplikat Marandra sembari bangkit dari jatuhnya. Yang diikuti oleh keempat duplikat lainnya.


"Tapi dengan jurus itu. Mereka akan segera mati satu jam kemudian. Di saat diri kita hancur nanti," sahut duplikat Ur Well. Dengan penuh pertimbangannya.


"Tanpa kita melakukannya. Mereka pun akan mati hari ini. Untuk dibangkitkan oleh orang dari masa lalu itu di masa depan," jawab duplikat Marandra.


"Kalau begitu kita lakukan sekarang," kata duplikat Clirk.


"Ya, kita akan membuat dirinya terkejut dengan kekuatan kita yang sebenarnya," sambung duplikat Drun.


Duplikat Marandra lalu melesat ke arah Mosa kembali. Kali ini ia mengeluarkan ribuan jarum-jarum kecil yang melayang di udara. Yang dikendalikan oleh kedua tangannya. Hanya dalam hitungan detik ribuan jarum-jarum kecil itu ia gunakan untuk menyerang Mosa yang merasa jika jarum-jarum kecil itu hanyalah jarum biasa. Hingga ia pun tak begitu mengkhawatirkan dengan serangan jarak jauh seperti itu.


Jarum-jarum kecil milik duplikat Marandra terus menyerang Mosa dengan kecepatan tinggi.


"Hanya serangan seperti ini yang dapat kau lakukan. Dewi Peramal Jingga!. Kau sungguh mengecewakan diriku ini!" seru Mosa lalu tertawa lepas. Tanpa direspon oleh siapapun yang ada di tempat itu.


Akan tetapi tawanya itu pun terhenti. ketika ia merasakan ada sebuah jarum kecil yang berhasil masuk ke dalam tubuhnya. Yang membuat aliran shennya terhenti seketika tanpa ia ketahui sebabnya sama sekali.

__ADS_1


"Sial!, aku telah terkena jebakan mereka!" umpat Mosa di dalam hatinya dengan penuh kekesalannya. Dengan tubuh tertotok, tak dapat bergerak sama sekali. Akibat terkena jarum dari duplikat Marandra.


 


__ADS_2