Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 47 (Mosa yang Salah Tujuan)


__ADS_3

 


Belum sempat Mosa berpikir lebih jauh lagi. Tiba-tiba saja 100 robot merah dan perak melesat maju dan menyerang dirinya di angkasa secara bersamaan. Hingga seperti lesatan cahaya yang menyerbu ke arah petualang waktu dari abad ke 10 itu.


Kali ini Mosa pun tak tinggal diam. Ia ciptakan benang shen berwarna abu-abu dari 10 jari tangannya. Ksatria dari abad ke 10 masehi itu lalu menarikan 10 jari tangannya secara cepat. Hingga 10 benang shen itu menyerang para robot Mars dan Bulan dengan begitu dahsyatnya. Bagai benang-benang baja yang mengiris-iris tubuh para pasukan robot Mars dan Bulan tanpa ampun sama sekali.


"Jurus Tarian Benang Kematian!" ujar Mosa dengan penuh semangatnya. Meneriaki nama jurusnya itu.


Tampak tubuh para robot merah dan perak itu terpotong-potong lalu jatuh ke bawah, menjadi potongan-potongan logam yang tak berguna sama sekali. Hingga langit pun seakan sedang menurunkan hujan logam dengan begitu masifnya.


Sebenarnya orang dengan level shen B pun sudah cukup mengalahkan 100 robot itu secara cepat. Tetapi sepertinya Mosa ingin bermain-main dengan mereka. Seperti anak kecil yang menemukan mainan baru. Mosa melakukan hal itu sebenarnya, untuk mengorek keterangan dari pasukan robot yang sudah mengacaukan bumi dan memusnahkan koloni manusia di Mars dan Bulan sejak kemunculan mereka, beberapa puluh tahun yang lalu. Berkat turut campurnya 5 kepang bersaudara yang sudah mengalahkan Kenia-Keneo atas bantuan Tuannya. Yang masih ada di abad ke 10 Masehi. Yang tak dapat datang ke masa depan. Karena kekuataannya yang terlalu besar. Hingga portal waktu pun akan hancur jika dirinya memaksakan diri untuk masuk. Tetapi dengan suaranya saja yang ia transfer ke masa depan. Sudah membuat si kembar hybrid itu tertidut, dan tersegel di bawah pusat komando robot Mars dan Bulan, yang ada di Bulan.


Melihat anak buahnya kalah dengan begitu mudahnya oleh Mosa, tanpa mengalami luka sedikit pun. 2 komandan Mars dan Bulan lalu melesat dan menghampiri Mosa yang sudah menghilangkan benang shen abu-abunya dari sepuluh jarinya itu.


Terlihat wajah Mosa begitu angkuh dan dingin di hadapan dua komandan robot Mars dan Bulan. Yang menganggap diri mereka hebat.

__ADS_1


"Luar biasa. Hanya ada sedikit orang yang dapat mengalahkan anak buah kami dengan sangat begitu mudahnya," ujar Komandan Merah yang merupakan pimpinan robot tertinggi di area Kutub Selatan Bumi.


Robot merah itu mengira Mosa hanya memiliki shen level B, yang dapat ia kalahkan jika bergabung dengan temannya Mosa memang sengaja menyembunyikan kekuatan shen dirinya yang sesungguhnya. Karena ia tak ingin memancing para petarung terkuat mengetahui keberadaannya. Untuk saat ini. Jika hal itu terjadi, pasti dirinya akan kerepotan dan mengganggu rencananya itu.


Ksatria dari abad ke 10 masehi itu juga. Belum mengetahui kekuatan shen dari manusia-manusia yang tinggal di dalam perut Bumi. Yang dikenal sebagai orang-orang yang sangat misterius, dan nyaris tak pernah terlihat oleh manusia yang hidup di 7 kota angkasa, dunia bawah dan 7 kota air.


Jangankan Mosa para guru dari Gura-Gura lama pun belum pernah mengetahui tentang orang-orang dari perut Bumi itu. Mereka hanya mendengar cerita dari guru mereka. Jika mereka adalah manusia hampir abadi dengan ketinggian shen yang mereka miliki.


"Kalian ini sebenarnya siapa?" tanya Mosa dengan penuh selidik. Yang kali ini disahuti oleh Komandan Perak.


Mosa baru pertama kali ini menembus waktu. Jadi dirinya tak mengenal sama sekali para robot itu. Di dalam catatan yang ia ingat. Hanya tercatat 2 raja robot. Itu pun dengan penjelasan yang sangat kabur. Mungkin catatan yang ia baca dari petualang waktu lainnya. Merupakan catatan dari dunia yang berbeda. Bukan dunia yang sedang ia injak saat ini.


"Oh..., jadi kalian para robot itu. Yang menghancurkan koloni manusia di Mars dan Bulan?" sahut Mosa. Sembari mengingat-ingat catatan para pengelana waktu yang beredar di kalangan tertentu. Dengan rincian perabad dengan rinci sejarah yang telah terjadi di masa lalu. Dan akan terjadi masa depan, seperti saat ini.


Walaupun banyak kesimpang-siuran tentang keakuratan catatan yang mereka catat. Akan tetapi catatan dari para pengelana waktu itu. Sangat membantu Mosa berada di masa depan ini.

__ADS_1


"Ya, kamilah yang melakukan itu. Oleh karena itu bekerjasamalah dengan kami," kata Komandan Merah kali ini. Dengan penuh kesombongannya.


"Maksudmu?" tanya Mosa tak mengerti dengan apa yang diinginkan oleh para robot itu.


"Maksud kami begini. Jujur saja kami kesulitan untuk menghancurkan 7 kota angkasa yang dilindungi oleh perisai aneh. Yang di mana kami semua tak dapat masuk ke dalamnya. Bahkan raja kami pun tak sanggup masuk ke dalam 7 kota angkasa. Yang konon diciptakan oleh seorang genius untuk 7 pembantunya," jelas Komandan Merah.


Saat itu 7 kota angkasa memang tak dapat dimasuki oleh para robot karena dilindungi oleh selubung shen yang tak kasat mata. Hingga 2 raja Mars dan Bulan pun tak mampu menembusnya. Hingga mereka pun menyusup ke dalam anggota Gura-Gura Baru yang dipimpin oleh Dran dengan membunuh anggota lama Gura-Gura Baru. Sepasang Raja robot itu pun berhasil mendapatkan rahasia untuk masuk ke dalam perisai maya itu dari Dran. Hingga di masa depan. Mereka pun dapat masuk dengan mudah ke 7 kota angkasa yang sudah kehilangan rahasia dari perisai maya yang menyelubungi kota-kota yang melayang di atas Bumi itu, untuk mrmbuat kekacauan. Akibat informasi dari Dran itu. Yang begitu ceroboh memberitahu rahasia itu kepada mereka.


"Kalian saja yang lemah dan bodoh!" timpal Mosa dengan suara yang mengejek mereka. Tanpa berniat untuk bekerjasa dengan para robot itu.


"Kau beraninya merendahkan kami!" ujar Komandan merah dengan penuh kekesalannya dan kemarahannya karena direndahkan oleh Mosa.


"Memang apa hebatnya kalian...," sahut Mosa dengan penuh ejekannya. Hingga membuat 2 komandan robot itu murka, dan langsung menyerang Mosa dengan penuh nafsu. Dengan kekuatan penuh yang mereka miliki.


Akan tetapi dengan hanya menggunakan shen level B saja. Mosa sudah terlihat unggul mutlak atas 2 robot itu. Level robot yang sama, yang pernah dikalahkan oleh Mark Well di masa depan. Saat dirinya merebutkan patung Budha Giok di sebuah kuil misterius.

__ADS_1


Baku hantam pun terus terjadi di antara mereka bertiga di udara. Hingga akhirnya Mosa pun bosan dan memukul mereka dengan sangat kerasnya. Hingga Komandan Merah dan Perak terjatuh di tanah es Benua Antartika yang begitu dingin. Lebih dingin dari zaman-zaman sebelumnya.


 


__ADS_2