
Mark dan teman-temannya akhirnya mendarat dengan selamat tanpa kekurangan sedikit pun, 5 meter di hadapan Kenia. Namun, tetap saja mereka berlima masih terluka dalam yang begitu parah. Yang dapat diketahui oleh Kenia berkat pandangan mata langit supernya. Leluhur dari pasukan robot bulan itu lalu mengambil pil berwarna putih untuk memulihkan tenaga mereka seperti semula.
"Telanlah pil penyembuh ini. Aku rasa, kalian akan lebih cepat pulih. Daripada 5 Gura-Gura itu," ujar Kenia lalu melemparkan 5 pil penyembuh itu ke arah Mark dan teman-temannya. Yang segera menangkapnya dan menelan pil itu secara bersamaan.
Saat pil penyembuh berwarna putih itu masuk ke dalam tubuh mereka berlima. Para anak muda itu merasakan tubuh mereka segera pulih dengan sempurna. Seakan mereka tidak pernah melakukan pertarungan sama sekali.
"Ini pil yang sangat luar biasa sekali, gadis cantik," ucap Franco lalu menghampiri Kenia bersama teman-temannya.
"Pasti kau muridnya si tampan Pusia, dan kau juga berasal dari klan Bulan Sabit Merah," sahut Kenia dengan menatap ke arah dagu bulan sabit milik Franco.
"Masih muda, sudah mengetahui tentang klanku dan kenal dengan guruku dan teman-temannya. Kau ini sebenarnya siapa, gadis cantik?" tanya Franco kembali, dengan penuh penasarannya.
"Kau ini, memanggilku gadis cantik," timpal Kenia lalu tertawa lepas.
"Memangnya kau cantik," sahut Franco, dengan nada yang menggoda.
"Tapi pasti kau dan teman-temanmu akan terkejut. Kalau mengetahui siapa sebenarnya diriku ini," tutur Kenia.
"Oleh karena itu. Ceritakanlah siapa dirimu yang sebenarnya?" tanya Mark kali ini.
"Baiklah aku akan menceritakan siapa diriku dan kembaranku itu," sebelum Kenia melanjutkan perkataannya. Jeni pun menyela perkataan dari Kenia.
"Kembaranmu?" tanya Jeni.
"Oh rupanya kalian tadi sudah benar\-benar kehabisan shen. Hingga tak menyadari kehadiran kembaranku yang sudah menghajar duplikat itu, demi menyelamatkan kalian. Coba kau lihat ke arah utara dengan mata langitmu, gadis peramal," jelas Kenia.
Jean pun menuruti apa yang dikatakan oleh bibi guru dari 5 Gura-Gura Lama. Di penglihatannya itu, ia melihat sosok Keneo yang sedang mengejar duplikat Chin yang terpental dengan kecepatan tinggi ke arah utara.
"Ya, kami sampai melupakan orang yang ingin membunuh kami. Sekarang mari kita bantu kembaranku untuk menghabisi orang berkepang satu itu," kata Jean dengan penuh semangat.
"Dia sudah lebih dari cukup untuk menghabisi dirinya. Sekarang aku akan menceritakan siapa diriku dan kembaranku itu," Kenia menghentikan perkataan lalu melanjutkannya kembali.
"Aku Kenia, dan kembaranku bernama Keneo. Kami adalah leluhur dari pasukan robot mars dan bulan," mendengar perkataan dari Kenia. Semuanya pun menjadi terkejut. Hingga Kenia menghentikan ceritanya.
__ADS_1
"Tidak mungkin, kalian adalah leluhur dari para robot merah-putih itu?" ujar Mark.
"Tapi itu adalah kenyataannya. Kami berdua juga, saudara seperguruan dari guru para Gura-Gura Lama," sahut Kenia.
Mereka berlima masih tak mempercayai apa yang diceritakan oleh Kenia barusan. Bagaimana bisa, gadis dengan fisik seusia Jean. Mengaku saudara seperguruan dari guru dari Gura-Gura Lama. Yang bisa dibilang setara dengan usia buyut mereka. Akan tetapi dengan kekuatan yang diperlihatkan oleh mereka berdua. Mereka mau tak mau harus mempercayai apa yang dikatakan oleh Kenia.
"Sebenarnya kami tidak dapat mempercayai perkataanmu itu. Tapi sepertinya kami harus mempercayaimu, karena kekuatanmu dan kembaranmu itu," ucap Jean masih mengaktifkan mata langitnya. Untuk mendeteksi shen dari Kenia.
"Aku tidak memaksa kalian untuk mempercayai perkataanku. Ada yang lebih penting dari hal itu," kata Kenia.
"Apa itu?" timpal Mark dengan penuh penasarannya.
"Kami menolong kalian, karena itu pesanan orang. Ada orang yang ingin bertemu denganmu, Mark Well," jelas Kenia.
"Siapa orang itu?" tanya Mark.
"Nanti kau juga akan tahu," sahut Kenia seakan ingin memberi mereka sebuah misteri.
"Kalau begitu ayo kita pergi sekarang untuk menemui orang itu," kata Mark dengan penuh semangat.
Mereka berlima berpikir lama. 8000 km itu jarak yang sangat jauh. Dengan kekuatan maksimal yang mereka miliki saat ini. Dengan jarak sejauh itu, mereka bisa sampai 2 hari nonstop. Dan hal itu tidak dapat mereka lakukan, tanpa istirahat sama sekali.
"Tentu kami tidak sanggup Nenek Buyut Kenia," ujar Jeni. Yang membuat Kenia mengerutkan dahinya. Seolah dirinya tak suka dipanggil nenek buyut oleh Jean. Walaupun pada kenyataannya, usianya berada bahkan lebih dari 5 generasi. Di mana saat lima Gura-Gura Lama berusia 20 tahun, mereka sudah berusia 82 tahun dan sudah disegel selama 102 tahun lamanya di Bulan.
"Lebih baik kalian panggilku dan kembaranku nama saja. Biar bagaimana pun, tubuhku seusia dengan kalian," ucap Kenia lalu tertawa lepas.
"Baiklah Kenia," ucap Jean lalu tersenyum lepas.
"Itu baru baik," sahut Kenia setelah menghentikan tawanya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan, untuk sampai ke tujuan kita. Dalam waktu yang singkat?" tanya Clark dengan penuh selidik.
"Tidak ada yang harus kalian lakukan. Kalian hanya menyalurkan shenku ke tubuhku itu. Seperti saat kalian. ingin menggunakan kemampuan mata langit Jean," tutur Kenia.
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa tahu, kami sering melakukan hal itu?" tanya Jeni.
"Walaupun hanya satu mata langit super yang aku miliki. Tapi tetap saja, mata langit super ini mampu melihat hingga jarak 1 juta km. Jadi aku tahu, apa yang sedang kalian lakukan. Saat aku dan Keneo mencari keberadaan kalian," jelas Kenia dengan panjang lebarnya.
"Wah ... Wah ketahuan ya," kata Jean.
"Lalu apa yang akan terjadi, saat kami berlima melakukan apa yang kau mau?" tanya Mark dengan penuh penasarannya.
"Aku akan membawa kalian ke rumahku untuk menemui orang itu. Dengan melintasi jarak," jelas Kenia.
"Tapi bagaimana caranya?" tanya Jean.
"Sudah aku bilang. Lakukanlah apa yang sering kalian lakukan untuk berbagi penglihatan mata langit," sahut Kenia.
"Jadi mata langit supermu itu. Bisa mengantarkan kita semua ke tempatmu dengan menembus jarak," tanya Jean dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Ya."
"Kenapa kau dan kembaranmu, tidak menolong kami dengan cara seperti itu?. Hingga kami tidak harus kehilangan teman-teman kami dan Patung Budha Giok?"
"Aku maunya begitu. Tapi kemampuan mata langit ini, hanya bisa mengantarkan ke arah tujuan yang pernah disinggahinya," jelas Kenia.
"Oh seperti itu," kata Jean.
"Sudahlah, lebih baik kita berangkat sekarang. Orang itu pasti sudah menunggu kita," ujar Kenia, bersiap untuk menggunakan kemampuan mata langit supernya.
Mendengar perkataan Kenia. Jeni lalu memegang punggung Kenia. Mark, memegang punggung Jean. Clark memegang punggung Mark, Franco memegang punggung Clark, dan Nack memegang punggung Franco. Hingga mereka berenam pun seakan sedang membentuk seekor ular.
"Apa pun yang terjadi, tetaplah berpegang seperti ini. Kalau sampai lepas. Maka diri kalian akan terlempar entah ke mana. Sekarang keluarkanlah shen kalian," jelas Kenia.
Mereka berenam lalu mengeluarkan shen mereka masing-masing. Hingga tubuh mereka pun diselubungi oleh cahaya shen milik mereka.
__ADS_1
Sesaat kemudian mereka berenam pun melesat, mendekati kecepatan cahaya. Meninggalkan tempat itu.