
Matahari semakin meredup, cahayanya seakan telah tak bergairah lagi untuk menyinari Bumi. Angin bertiup kencang. Saat Jean menjatuhkan robot-robot dari Mars dan Bulan yang mengejarnya, dengan bom jarumnya.
Walaupun ia telah menjatuhkan pasukan robot yang seakan tak ada habisnya. Akan tetapi Jean masih terlihat segar. Tak ada kelelahan di wajah cantiknya sama sekali.
Tetapi tampak, diraut wajahnya penuh dengan kebosanan. Melihat jumlah robot yang seakan tak ada habisnya. Yang membuat dirinya merasa frustrasi menghadapi kenyataan seperti itu. Harus menghadapi pasukan robot Mars dan Bulan, yang seakan tak ada habisnya. Sejak daritadi. Jean benar-benar telah frustrasi menghadapi kenyataan seperti itu.
"Jika seperti ini terus.... Aku bisa-bisa, mati bosan menghadapi mereka semua...," ucap Jean, bicara sendiri. Dengan tatapan mata, menatap ke arah robot-robot yang melayang di udara. Yang siap menyerangnya kembali.
"Lebih baik, aku berlari dan menghindari mereka saja. Daripada aku harus membuang tenagaku saja, untuk menghadapi mereka...," ujar Jean masih berbicara sendiri.
Jean lalu berlari menghindari pasukan robot Mars dan Bulan, yang ternyata melihatnya dari udara. Dan lalu menyerang Jean secara bersamaan, dengan cara menembakinya dari udara. Dengan basoka yang ada di kedua pundak mereka.
Melihat dirinya diserang kembali oleh pasukan robot Mars dan Bulan. Jean lalu menyerang balik, dengan melepaskan bom jarumnya, yang keluar dari ujung jari jemarinya, secara konsisten. Hingga membuat para robot itu meledak di udara. Dan akhirnya habis semuanya. Tanpa tersisa satu robot pun, yang melayang di udara.
"10 menit lagi, pasti akan datang pasukan robot Mars dan Bulan lainnya. Jika seperti ini terus, kapan aku akan tiba di Gunung Well?" kata Jean, bicara sendiri di dalam hatinya.
Jean lalu menatap Matahari, yang ada di depannya. Tanpa menyadari kemunculan anggota Gura-Gura Baru nomor 14, Nel dari kelompok hijau. Yang merupakan satu-satunya anggota kelompok Gura-Gura Baru hijau yang tersisa. Ia muncul dari dalam tanah, dengan pakaian resmi kelompok Gura-Gura Baru. Sama dengan pakaian yang dipakai oleh Abel dan 2 temannya. Hanya warna hijau saja yang membedakan kostumnya. Dengan kelompok Gura-Gura Baru biru yang dipimpin oleh Abel, sang pemanah.
__ADS_1
Kehadiran Nel yang telah ada 3 meter di belakang Jean, belum disadari oleh Jean. Yang sedang menatap Matahari yang semakin meredup sinarannya di kaki langit barat.
"Jangan khawatir cantik, ada aku di sini. Kau pasti akan aman bersamaku. Dan lebih baik kau ikut aku ke Pulau Gura-Gura. Buat apa ke Gunung Well, hal itu tidak ada manfaatnya," ucapan Nel, yang berkulit kuning dan berambut hitam setengkuk. Membuat Jean terkejut, lalu membalikan tubuhnya.
Dan saat Jean membalikan tubuhnya, ia pun bertambah terkejut ketika melihat tanda Gura-Gura Baru dengan nomor keanggotaan nomor 14 di kening Nel dengan warna hijau.
"Kau!, anggota Gura-Gura Baru?. Tanda itu sama persis, dengan tanda yang dimiliki oleh 2 anggota Gura-Gura Baru, yang telah membunuh ayah dan ibuku, dulu?" ucap Jean, sambil menunjuk ke arah kening Nel, dengan telunjuk kanannya.
"Rupanya kau masih ingat peristiwa 10 tahun yang lalu. Saat itu kau tidak sebesar dan secantik ini. Aku juga jadi teringat pembunuh 2 temanku, itu adalah Er Well. Kapan ya, aku dapat membalaskan kematian 2 temanku itu. Tapi hal itu seperti mimpi saja, karena aku tahu, aku tidak mungkin dapat mengalahkannya sampai kapanpun...," tutur Nel, lalu tersenyum sendiri.
"Walaupun kau tidak terlibat langsung dalam peristiwa itu, tapi kau melihat peristiwa itu dari kejauhan. Jangan bilang kau tidak melihat peristiwa itu, aku melihat dirimu bersembunyi. Dan melihat kejadian itu dari kejauhan. Lalu kau kabur saat 2 temanmu tewas di tangan Tuan Er Well," jelas Jean, mengingat tentang kejadian tragis 10 tahun yang lalu.
Jean tak suka mendengar maksud dari Nel itu. Jari-jemarinya telah siap mengeluarkan bom jarum. Yang akhirnya ia lepaskan ke arah Nel. Yang dengan segara disadarinya.
"MATI SAJA KAU!. JIKA KAU INGIN MENGAJAKKU BERGABUNG UNTUK MENJADI ANGGOTA GURA-GURA BARU!" teriak Jean, sambil melepaskan serangannya itu.
Melihat serangan dari bom jarum milik Jean. Nel bergerak secepat angin, untuk menghindari serangan itu. Hingga bom jarum Jean hanya mengenai tempat kosong. Dan menimbulkan ledakan yang dahsyat. Yang membuat debu bertebaran di tempat itu. Hingga mengganggu pemandangan mata Nel. Sedangkan Jean yang memilki kemampuan mata langit. Tak terpengaruh dengan debu-debu yang hanya berterbangan selama beberapa menit di udara.
"Wow!, serangan yang mematikan. Untung aku cepat menghindar, jika tidak, sepertinya aku akan tamat. Kau rupanya petarung jarak jauh yang hebat, tapi jika kau bertarung dalam jarak dekat. Apakah kau itu masih hebat?" ucap Nel, lalu menyerang Jean dari jarak dekat.
__ADS_1
Nel lalu melepaskan pukulannya ke arah Jean, yang menangkis dengan kedua tangannya. Dan tanpa diduga oleh Nel, Jean menendangkan kakinya ke arah perut Nel. Hingga ia pun harus terdorong beberapa langkah akibat dari tendangan Jean. Tapi tanpa harus terjatuh.
"Kau hebat juga, bisa membuat perutku sedikit merasakan sakit..." Nel lalu tersenyum dan menyerang Jeni dengan lebih agresif lagi.
Jean tak tinggal diam diserang oleh Nel Seperti itu. Ia pun menggunakan seluruh kemampuannya untuk mengimbangi Nel. Hingga akhirnya gadis peramal dengan ketepatan 100% itu merasa kelelahan. Yang merupakan kesempatan terbaik bagi Nel untuk melumpuhkan Jean.
"Jean, aku tidak ingin membuang waktuku lagi. Akan kutangkap kau sekarang juga," ujar Nel, lalu bergerak dengan cepatnya. Hingga Jean tak sempat melakukan perlawanan. Tahu-tahu saja dirinya telah terikat oleh tali tambang berwarna hijau milik Nel.
"LEPASKAN AKU!" teriak Jean, berusaha melepaskan diri dari ikatan tali tambang berwarna hijau milik Nel.
"Kau diam saja cantik, aku akan segera membawamu ke Pulau Gura-Gura," Nel lalu membopong Jean di pundaknya. Dan berniat pergi dari tempat itu.
" Tidak Sudi aku ikut denganmu!" teriak Jean, sembari berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan tali tambang hijau milik Nel.
"Ikuti saja takdirmu untuk menjadi anggota Gura-Gura Baru..., Gadis Peramal"
__ADS_1
Nel lalu berlari dengan kecepatan tinggi ke arah timur. Tanpa ia menyadari sama sekali. Jika dirinya dikuntit oleh bayangan berwarna jingga