
Kedua komandan robot itu begitu kesal, karena mereka berdua dipecundangi dengan mudahnya oleh Mosa dan keinginan mereka ditolak mentah-mentah oleh Manusia dari abad ke 10 Masehi itu. Manusia yang dianggap hanyalah makhluk rendahan bagi robot seperti mereka. Yang telah menghancurkan koloni manusia di Bulan dan Mars beberapa puluh tahun yang lalu.
Dua komandan robot itu tak mengetahui. Seberapa besar kekuatan shen yang dimiliki oleh manusia yang sedanh ia hadapi. Manusia yang akan merubah 2 raja mereka menjadi debu yang tak berguna di masa ddpan nanti. Saat 2 raja robot Mars dan Bulan berusaha untuk menghancurkan Kota Angkasa Khatulistiwa yang dipimpin oleh Tuan Jhon Swett.
Sepasang komandan robot Mars dan Bulan itu, lalu memerintahkan seluruh anak buahnya yang berjumlah 2000 robot untuk menyerang bersama ke arah Mosa yang tetap tenang dengan keadaan seperti itu. Di mana ia akan dikeroyok oleh 2000 robot yang ada di tempat itu. Manusia dari abad ke 10 menganggap pasukan robot itu tak lebih dari pasukan lalat yang dapat ia bunuh dengan sangat mudahnya.
"Habisi manusia itu!" perintah dari Komandan robot Mars dengan kerasnya. Hingga suaranya pun bergema ke segala penjuru tempat itu.
Terlihat seluruh pasukan robot Mars dan Bulan yang berada di tempat itu. langsung saja melesat dan menyerang secara bersamaan ke arah Mosa. Mereka mengepung ksatria dari abad ke 10 masehi itu dengan begitu rapatnya. Seolah tak ingin memberikan celah sedikit pun kepada Mosa.
"Masih ingin bermain-main dengan diriku?" ucap Mosa berkata sendiri. Yang tak ditanggapi oleh siapapun yang ada di tempat itu.
Ksatria dari abad 10 Masehi itu lalu melayani serangan para pasukan robot itu, dengan serangan fisiknya. Mosa menciptakan cambuk shen berwarna abu-abu dikedua tangannya. Menebas tiap robot yang berada didekatnya.
__ADS_1
Walaupun sudah begitu banyak jatuh korban karena cambuk shen milik Mosa itu. Akan tetapi pasukan robot Mars dan Bulan tetap menyerang Mosa dengan masif dan membabi buta.
Robot-robot itu terus menyerang Mosa dengan agresifnya. Seakan perintah dari komandan mereka sudah terprogram di pikiran para pasukan robot Mars dan Bulan itu.
Sebenarnya Mosa bisa saja menghabisi pasukan robot itu dalam waktu yang sangat singkat. Namun ia ingin bersenang-senang dengan pasukan robot itu. Untuk mengobati rasa kesalnya, karena ia terlempar ke masa yang salah. 80 tahun lebih awal, dari yang ia rencanakan. Gara-gara insiden dirinya diserang dari belakang oleh Chon dan Chun, anggota dari 5 kepang bersaudara yang ditarik paksa kembali ke masa lalu oleh majikannya. Di saat mereka bertarung dengan guru dari 5 legenda Gura-Gura. Walaupun si Kepang Empat dan Kepang Lima tak menyukai diri mereka ditarik paksa oleh Tuan mereka. Akan tetapi mereka berdua tak dapat melakukan apapun. Karena perbedaan kekuataan mereka terlalu jauh. Bahkan 5 kepang bersaudara bergabung untuk menghadapinya. Tetap saja mereka berlima bukan tandingannya.
Akan tetapi orang yang di masa depan mengaku sebagai Master Waktu itu, akhirnya bosan dengan permainannya bersama pasukan robot Mars dan Bulan. Mosa tak ingin berlama-lama di tempat itu lagi. Di Bumi bagian Selatan yang merupakan gundukan raksasa es yang bernama Benua Antartika. Yang semakin membesar areanya di zaman itu. Karena zaman es yang begitu dahsyat terus terjadi sejak beberapa abad yang lalu.
"Aku sudah bosan dengan mereka. Lebih baik kuakhiri mereka dengan cepat..," ujar Mosa berkata sendiri, seperti sedang berbicara dengan lawan bicaranya.
Melihat kekuatan Mosa yang begitu besar untuk ukuran mereka, yang barusan mereka saksikan secara langsung. Kedua komandan robot Mars dan Bulan berniat untuk pergi dari tempat itu, untuk menghindari Mosa yang mereka anggap monster karena besarnya kekuatan shennya bagi mereka berdua. Yang bahkan jauh melebihi kekuataan dua raja mereka.
"Bagaimana bisa, ia memiliki kekuatan lebih besar dari raja robot kita?" tanya Komandan Perak kepada Komandan Merah dengan penuh keterkejutaannya. Tak mengira sama sekali jika musuh yang mereka hadapi memiliki shen yang begitu besar, jauh di atas nalar yang mereka miliki. Sebagai robot yang tercipta dari serpihan shen Kenia-Keneo yang tersegel di Bulan saat itu.
"Jangan banyak bertanya. Lebih baik kita pergi dari tempat ini," sahut Komandan Merah lalu melesat meninggalkan tempat itu bersama rekannya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Akan tetapi tiba-tiba saja. Lesatan mereka pun terhenti. Ketika mereka berdua merasakan punggung mereka ada yang memegangnya dari belakang.
"Apakah kalian pikir, bisa lari dari diriku ini?" kata Mosa lalu menyalurkan shennya kepada kedua robot itu. Hingga mereka pun lenyap menjadi debu. Tanpa dapat berkata-kata apalagi sama sekali.
"Tujuanku ke masa depan, selain untuk mencari patung Budha Giok. Adalah mencari orang-orang dengan level shen minimal S dalam mode normal. Untuk kujadikan pasukanku di masa lalu. Dan menurut informasi yang kudapat dari para petualang waktu. Hanya ada 5 orang yang mencapai hal itu di akhir abad 30. Yaitu anggota dari Gura-Gura Lama. Tapi sayangnya insiden itu terjadi. Aku terdampar di zaman ini. Di mana mereka berlima masih berusia 20 tahun...," tutur Mosa dengan pikirannya yang rumit.
Ksatria dari abad ke 10 Masehi itu lalu tertawa, seakan menemukan sesuatu hal yang menarik di pikirannya.
"Bukannya ada guru mereka berlima. Pasti kemampuannya tidak begitu buruk daripada muridnya di masa depan nanti. Paling tidak, aku tidak melakukan hal sia-sia dalam petualangan waktu ini. Yang hanya dapat kutempuh dalam per 10 abad," ujar Mosa lalu tertawa kembali. Dengan kali ini memandang ke arah utara di mana 5 guru dari Gura-Gura Lama sedang berada.
"Akhirnya, aku menemukan mereka..." katanya, merasakan pancaran shen dari 5 guru Gura-Gura lama.
Mosa lalu melesat dengan kecepatan tinggi di udara menuju ke arah utara di mana para guru dari Gura-Gura berada. Dan Gura-Gura pun belum terbentuk di masa itu.
Angin pun bertiup kencang seakan ingin mengiringi kepergian dari ksatria dari abad ke 10 itu. Meninggalkan Benua Es Antartika yang begitu dingin.
__ADS_1