Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 43 (Pertarungan Para Ahli Racun)


__ADS_3

As Si Kelabang Hijau terus melesat dengan kecepatan tinggi. Hanya dalam waktu relatif singkat. Dirinya telah berjarak 5 meter dari Ur Well, Drun, Marandra dan Punka.


Tatapannya begitu liar menatap pil shen milik mereka berempat yang melayang di depan wajah 4 guru dari Gura-Gura Lama itu.


"Akan kudapatkan semua pil shen itu," tutur As di dalam hatinya dengan senyum kemenangan dan khayalannya sendiri dengan keinginannya itu.


As masih bermain dengan khayalannya sendiri. Hingga tiba-tiba saja dadanya ada yang memukulnya dengan begitu sangat kerasnya. Hingga ia pun terpental sejauh 50 meter ke arah belakang. Sehingga mau tak mau ia pun tersadar dari khayalannya itu.


Nif Si Kalajengking Hitam dan Tir Si Ular Kobra Hitam begitu terkejut mengetahui kejadian itu. Akan tetapi belum sempat mereka lepas dari rasa keterkejutannya itu. Diri mereka pun mengalami hal yang sama. Dada mereka terpukul dengan sangat keras sekali. Hingga terpental ke tempat di mana As Si Kelabang Hijau berada.


Mereka bertiga lalu bangkit dan baru menyadari itu perbuatan Clirk yang memiliki julukan lain sebagai Bayangan Hijau. Karena ia yang tercepat gerakannya di antara para guru dari Gura-Gura Lama.


"Kalian pikir bisa mengambil pil shen teman-temanku. Bayangan Hijau ini tak akan membiarkan hal itu terjadi," kata Clirk dengan penuh ke angkuhannya. Telah berdiri 10 meter di hadapan mereka


"Ternyata selain ahli racun kau itu memiliki kecepatan yang sangat luar biasa sekali," kata As lalu menyerang Clirk dengan mengeluarkan ribuan kelabang beracun dari dalam tongkat berkepala kelabangnya itu.


 


Begitu juga dengan Nif yang mengeluarkan ribuan kalajengking hitam dari kepala tongkat kalajengkingnya. Begitu juga dengan Tir yang mengeluarkan ribuan ular kobra kecil dari dalam kepala tongkat ular kobranya itu.


Binatang-binatang yang keluar dari dalam tongkat 3 Setan Racun Gurun iblis memiliki racun 100 kali lipat dari versi liarnya. Tetapi di hadapan Clirk si Dewa Racun. Hewan-hewan beracun itu hanyalah mainan anak kecil. Yang tak perlu ia takutkan sama sekali keberadaannya.

__ADS_1


"Kalian mengeluarkan mainan anak kecil di hadapan diriku. Tubuhku ini beribu-ribu lipat lebih beracun dari mainan kalian itu," ujar Clirk dengan penuh kesombongannya.


"Jangan membual Racun Tua!!!" teriak mereka bertiga serentak.


Hewan-hewan beracun piaran 3 Setan Racun Iblis itu tampak menggerubuti tubuh Clirk hingga tak terlihat sama sekali oleh mereka bertiga. 3 Setan Racun Gurun Iblis tampak tersenyum lalu tertawa keras. Mengira Clirk sudah mati terkena racun dari hewan-hewan beracun piaraan mereka selama ini. Yang sudah mereka anggap sebagai anak kesayangan mereka.


Mereka bertiga terus tertawa dengan kerasnya. Mengira Dewa Racun Hijau Clirk sudah berhasil mereka taklukan.


Akan tetapi tiba-tiba saja terjadi ledakan cahaya hijau dari posisi Clirk yang mengakibatkan seluruh hewan-hewan beracun milik 3 Setan Racun Gurun Iblis itu terpental dan mati menjadi pasir hijau ke segala arah. Akibat dari ledakan shen dan racun dari tubuh Clirk yang begitu kuat.


Ketiga anak haram dari Iblis Racun tak percaya sama sekali. Jika hewan-hewan beracun yang mereka pelihara selama puluhan tahun mati dengan begitu mudahnya. Hewan-hewan beracun yang sudah mereka anggap sebagai anak mereka sendiri. Mati dengan begitu mudahnya di dalam kesia-siaan yang mereka lakukan dalam penyerangan kepada Clirk.


"Apakah kalian sekarang percaya dengan semua perkataanku itu?" kata Clirk, lalu tersenyum sinis kepada mereka bertiga.


Walaupun dikeroyok oleh 3 orang dengan level shen A. Tetap saja Clirk masih berada di atas angin. Karena walaupun hanya berbeda satu level kekuataannya. Perbandingannya bisa mencapai 100 kali lipat dari shen di bawahnya. Jadi walaupun Clirk dengan shen level S dengan separuh kekuatannya saja. Itu setara kekuatannya dengan 50 orang dengan level shen A.


Sebenarnya Dewa Racun Hijau bisa saja mengalahkan mereka dengan mudahnya. Tetapi entah kenapa ia mengulur-ulur waktu seperti itu. Hingga 4 rekannya pun selesai mengeluarkan pil shen milik mereka masing-masing yang disimpan dalam kantong jingga milik Marandra.


Mereka berempat lalu bangkit dari duduk bersilanya. Dan berjalan biasa menghampiri pertarungan antara Clirk dan 3 Setan Racun Gurun Iblis.


"Clirk cepat bereskan mereka. Atau aku yang akan membereskan mereka!" seru Ur Well. Seakan sedang mengancam temannya itu.

__ADS_1


"Itu masalah mudah. Aku hanya ingin bermain-main dengan 3 anak haram Iblis Racun itu," mendengar perkataan dari Clirk. Semuanya pun terkejut. Terutama ketiga Setan Racun Gurun Iblis yang segera menghentikan serangannya itu.


"Apa kau bilang Racun Tua, kami anak haram guru kami?" tanya Nif dengan penuh selidik.


"Ya benar. Aku tahu semua. Tentang guru kalian, melebihi kalian mengetahui tentang guru kalian. Sepertinya guru kalian tidak mengakui diri kalian sebagai anaknya. Mungkin karena kalian lemah dan tak berbakat. Bahkan dibandingkan muridku yang masih berusia 20 tahun. Kalian masih kalah jauh," tutur Clirk.


Mendengar penjelasan dari Clirk. Ketiga Setan Racun Gurun Iblis saling pandang satu sama lainnya. Dengan perasaan yang campur aduk. Antara senang dan terkejut. Atas cerita dari Dewa Racun Hijau


"Ternyata guru kita, adalah ayah kita," ujar Tir sembari meneteskan air matanya.


"Dendam ini pun menjadi bertambah besar, karena ia telah membunuh ayah kita," sambung As.


"Kalau begitu kita akan gunakan jurus terlarang itu. Demi membalaskan dendam ayah, mati pun kita rela," sambung Nif.


"Jurus yang akan membuat dirinya terkejut. Betapa kuatnya diri kita, setelah melakukan jurus itu," sambung Tir. Lalu tersenyum licik kepada kedua saudaranya.


 


Angin Gurun Iblis bertiup dengan kencangnya. Menunggu apa yang akan dilakukan oleh tiga bersaudara berbeda ibu itu selanjutnya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2