
Sementara itu Chen yang melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Gunung Well untuk mencari Or Well sebagai salah satu dari 5 orang terkuat di masa itu. Tiba-tiba saja terjatuh dari terbangnya. Karena kehilangan 30% dari kekuataannya yang ditarik oleh duplikatnya. Tanpa seizin dirinya terlebih dahulu sama sekali.
Akan tetapi hanya dalam sekejap dirinya pun sudah dapat mengendalikan dirinya kembali, agar tetap terbang di udara. Walaupun dengan kecepatan yang lebih rendah dari sebelumnya. Karena telah kehilangan 30% shennya.
Si Kepang Tiga Chen benar-benar kesal. Kenapa duplikatnya itu, harus mengambil kekuatannya secara mendadak. Yang bisa saja membuat dirinya celaka. Andai saja dirinya tak cepat tanggap. Namun hal itu malah membuat dirinya penasaran. Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan duplikatnya itu.
"Dia, sepertinya sangat terdesak menghadapi si kembar itu. Lebih baik aku lihat apa yang sebenarnya, kejadian yang sudah ia alami," Chen pun memejamkan sepasang matanya. Untuk melihat kejadian setelah ia meninggalkan duplikat tubuhnya untuk menghadapi Pongkha dan Pongkhi beberapa waktu yang lalu.
Apa yang sudah dialami oleh duplikatnya itu. Ia lihat semuanya dengan begitu jelasnya. Hingga membuat dirinya sangat terkejut. Tak menyangka sama sekali. Jika Pongkha-Pongkhi memiliki jurus fusion dengan kekuatan luar biasa untuk ukuran manusia yang hidup pada zaman itu.
"Ternyata aku terlalu meremehkan mereka. Tapi aku rasa, dengan 80% kekuatanku. Itu sudah cukup mengalahkan tubuh fusion itu," kata Chen di dalam hatinya. Sembari melesat ke arah Gunung Well kembali. Tanpa disadari, jika dirinya sedang diamati oleh mata langit milik Jean dengan jarak 100 km dari tempatnya berada.
"Ini aneh, kenapa gerakannya melambat?" ujar Jean masih mengaktifkan mata langitnya, berlari di darat bersama Clark. Agar tak terdeteksi oleh Chen.Yang terbang di langit.
__ADS_1
"Mungkin dirinya sudah lelah. Shennya sudah terkuras dengan membelah diri dan melakukan pertarungan hebat di area sekitar Pulau Gura-Gura." sahut Clark, mencoba menerka dengan apa yang terjadi dengan Chen.
"Mungkin kau benar. Dia tadi sempat terjatuh. Entah apa yang sedang terjadi dengan dirinya itu?" lanjut Jean masih tetap berlari bersama Clark dengan kecepatan tinggi.
"Sudahlah jangan pikirkan tentang dirinya. Kita fokus mengejarnya saja. Biar pun orang itu memperlambat gerakannya, tetap saja kita tak mungkin mengejarnya,. Dengan kecepatan kini yang seperti ini" jawab Clark. Yang mengakhiri perbincangan di antara mereka berdua.
***
Tubuh duplikat Chen yang menghantam sebuah bukit yang sudah hancur lebur karena terbentur oleh dirinya bersama serangan Pongkhakhi. Akhirnya bangkit juga. Setelah ia mengambil 30% kekuatan shen Chen. Dirinya benar-benar sudah pulih dan merasa jauh lebih kuat dari sebelumnya. Yang telah dibuat babak-belur oleh Pongkhakhi. Tanpa bisa melakukan perlawanan yang berarti sama sekali.
"Ini luar biasa sekali. Diriku seakan terlahir kembali dengan kekuatan baru!" seru duplikat Chen dengan kerasnya. Yang seakan ingin memancing kehadiran Pongkhakhi di tempat itu.
"Naga Air Es!" dari hadapannya tiba-tiba muncullah sebuah serangan naga air es raksasa yang segera melilit tubuh duplikat Chen.
Naga shen itu mengurung duplikat Chen dengan aura putihnya, tanpa sempat duplikat Chen menghindarinya.
Sesaat kemudian Naga putih shen milik Pongkhakhi itu, berubah menjadi bola air dengan radius 8 meter. Lalu membekukan duplikat Chen di dalamnya menjadi es yang begitu keras.Sekeras berlian yang sulit untuk dipecahkan oleh apapun.
"Kau tidak mungkin lepas dari jurus kami yang ini!"
__ADS_1
Pongkhakhi pun muncul 6 meter di hadapan duplikat Chen yang telah membeku. Dengan kedua tangan di arahkan ke bola es yang mengurung duplikat Chen dalam kebekuan yang dikendalikan oleh Shen dari sepasang tangannya itu.
Pongkhakhi merasa berada di atas angin, dengan kejadian itu. Tubuh Fusion itu berencana membekukan duplikat Chen hingga mati. Akan tetapi Pongkhakhi mulai merasakan adanya peningkatan shen musuhnya. Yang terlihat jelas dari retakan bola es yang mengurung duplikat Chen. Yang semakin jelas terlihat oleh matanya. Apalagi saat duplikat Chen mengeluarkan shennya secara maksimal. Terlihat jelas, aura hitam shennya menekan aura putih shen milik Pongkhakhi dengan begitu hebatnya.
"Ini tidak mungkin...," kata Pongkhakhi berbicara sendiri dengan nada yang lirih. Memperhatikan retak-retakan yang semakin menyebar secara masih ke segala arah bola es ciptaannya itu.
Akhirnya bola es ciptaan Pongkhakhi pun pecah menjadi keping-keping es yang terpencar ke segala arah. Duplikat Chen langsung saja bergerak cepat, meninju perut Pongkhakhi dengan kerasnya. Hingga terpental sejauh 10 meter. Tanpa sempat Pongkhakhi menyadarinya.
"Apakah kalian pikir, kalian bisa mengalahkanku dengan serangan seperti itu?" ujar duplikat Chen dengan penuh keangkuhannya. Memandang sinis ke arah Pongkhakhi yang terlihat mulai kelelahan.
Pongkhakhi lalu bangkit dari jatuhnya, dan segera mengeluarkan shen maksimal yang mereka miliki, hingga tubuhnya semakin pekat diselubungi oleh aura shen berwarna putih. Tubuh fusion itu lalu melesat ke angkasa. Hingga pada jarak 20 meter, Pongkhakhi menyerang duplikat Chen dengan bola-bola kecil shen berwarna putih secara masif dan kostan dengan gencarnya. Dengan harapan duplikat Chen dapat mereka habiskan secepat mungkin. Seolah Pongkhakhi sedang kehabisan waktu.
Duplikat Chen tak menghiraukan serangan itu sama sekali. Ia sengaja membiarkan tubuhnya menerima serangan itu. Seakan serangan tingkat tinggi itu, hanya serangan dari seorang bayi yang tak berefek sama sekali bagi dirinya. Dirinya benar-benar memandang rendah serangan itu.
Pongkhakhi terus menyerang duplikat Chen dengan agresifnya. Hingga pulau berbentuk bulat itu, nyaris hancur separuhnya. Gabungan si kembar itu tahu, serangan shen mereka itu tak akan melukai duplikat Chen sama sekali. Tetapi Pongkhakhi tak peduli sama sekali dengan hal itu. Karena mereka sadar, jurus fusion yang mereka lakukan akan segera berakhir.
Tiba-tiba saja dari dalam asap yang tercipta dari serangan bola shen Pongkhakhi. Muncullah seberkas cahaya hitam yang melesat ke arah tubuh fusion itu. Untung saja Pongkhakhi dapat menghindarinya dengan lincahnya. Akan tetapi, tiba-tiba saja duplikat Chen muncul di belakang Pongkhakhi. Duplikat dari kepang tiga itu langsung saja menendang punggung Pongkhakhi dengan begitu kerasnya. Hingga tubuh fusion itu jatuh ke bumi dengan kecepatan tinggi.
Nyaris saja tubuh fusion Pongkhakhi menghantam tanah dengan kerasnya. Kalau saja dirinya tak dapat mengendalikan dirinya. Dan bersamaan dengan itu, jurus fusion dari Pongkha dan Pongkhi pun berakhir. Tubuh fusion Pongkhakhi pun lenyap. Kembali menjadi tubuh Pongkha-Pongkhi yang terlihat saat kelelahan. Karena menggunakan jurus fusion yang sudah kehabisan waktu itu. Dengan shen yang begitu besar. Shen yang harus segera mereka pulihkan.
__ADS_1