
Mereka berlima terus terbang menuju ke arah utara. Di mana laut membentang luas di utara Semenanjung Sundaland. Laut itu merupakan bagian dari Samudera Pasifik, yang merupakan samudera terluas di Bumi hingga saat itu. Tanpa mereka sadari duplikat Chin sedang mengejar mereka, dengan menghilangkan hawa keberadaannya. Dan menggunakan jurus penghalang mata langit. Agar dirinya tak dapat dideteksi oleh mata langit milik Jean.
3 km lagi, mereka akan tiba di tepi laut. Akan tetapi Jean merasakan keanehan pada mata langitnya itu.
"Ini aneh, kenapa mata langitku, tak bisa menemukan dirinya?" ucap Jean berbicara sendiri.
"Mungkin saja, dirinya sudah tidak mengejar kita lagi," sahut Nack.
"Itu tidak mungkin, orang itu tidak mungkin melepaskan kita," jawab Jean, dengan ketakpercayaannya itu.
Tiba-tiba saja duplikat Chin muncul 5 meter di hadapan mereka bertiga. Dan langsung saja menyahuti perkataan dari Jean.
"Ya, aku tidak mungkin melepaskan kalian, debu-debu lemah ...."
Mendengar dan melihat kehadiran duplikat Chin. Mereka berlima langsung saja menghentikan terbang mereka. Dan merubah posisi mereka, menjadi melayang di udara.
"Bagaimana bisa, kau lepas dari penglihatan mata langitku?" tanya Jean dengan penuh selidik.
"Di zamanku, mata seperti mata Syamshe itu. Sudah ada penangkalnya. Jadi mata, yang kau sebut mata langit itu. Tidak seistimewa di zaman kalian ini," jawab duplikat Chin, tersenyum sinis ke arah mereka berlima.
"Sudahlah Jean, jangan banyak berbasa-basi lagi. Lebih baik kita serang bersama sekarang, dirinya!" teriak Mark lalu mengeluarkan pedang kristalnya, yang diikuti oleh Nack yang mengeluarkan pedang lasernya. Sedangkan Franco mengaktifkan cambuk di tangan kirinya, yang memanjang secara elatis untuk menyerang lawannya.
__ADS_1
"Untuk menghadapi kalian berlima. Aku cukup menggunakan shen level S," kata duplikat Chin, lalu menurunkan shennya ke level S. Duplikat Chin itu, Benar-benar meremehkan kekuatan mereka berlima.
"Kau merendahkan kami sekali!" Mark lalu melesat maju, menyerang duplikat Chin dengan menggunakan pedang kristalnya.
"Bukannya merendahkan kalian. Tapi anggap saja, kalian sedang bertarung dengan salah satu anggota dari Gura-Gura Lama dengan mode dasarnya," timpal duplikat Chin, sambil menangkis pedang kristal milik Mark dengan tangan kanannya.
Nack ikut menyerang duplikat Chin dengan pedang lasernya, yang ditangkis oleh tangan kirinya. Sedangkan Franco menyerang dengan cambuk elatis di tangan kirinya.
Walaupun hanya menggunakan shen level S. Akan tetapi ketiga anak muda itu, tetap saja bukanlah tandingan dari duplikat Chin. Yang sangat menikmati mempermainkan lawannya itu.
Jean lalu menyerang duplikat Chin dengan jarum-jarum peledaknya, yang terus mengenai ruang hampa tanpa mengenai tubuhnya sama sekali. Hingga Jean pun memutuskan untuk bertarung dalam jarak dekat bersama Clark yang sudah mengaktifkan mode tangan racunnya.
Namun serangan kombinasi mereka berlima sia-sia saja. Tak ada sama sekali serangan yang bisa mengenai duplikat Chin, yang mulai merasa bosan.
Selepas mengatakan hal itu. Duplikat Chin lalu melesat dan memukul perut mereka berlima satu persatu. Hingga mereka berlima pun jatuh meluncur ke Bumi. Tanpa mereka dapat mengendalikan diri mereka. Karena pukulan yang mereka terima dari duplikat Chin begitu parah. Bagi mereka berlima.
"Sepertinya kita akan mati dan bertemu dengan orang-orang yang sudah mati," kata Mark lalu tertawa sangat keras. Seakan dirinya sudah gila. Dengan pandangan mata ke arah duplikat Chin yang sedang membuat bola shen hitam, untuk menghancurkan mereka berlima beserta tempat itu.
"Mati sebagai pejuang hidup. Itu tidak memalukan!" ucap Clark, lalu ikut tertawa bersama dengan yang lainnya.
"Dengan ini, tamatlah kalian semua!" kata duplikat Chin, sambil melepaskan bola shen hitamnya ke arah mereka berlima.
Bola shen hitam sebesar bola kaki itu terus meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah bawah. Hingga di jarak 20 meter dari Mark dan teman-temannya yang masih meluncur tanpa daya, dengan memejamkan sepasang mata mereka. Muncullah Keneo yang langsung memegang bola shen berwarna hitam itu. Yang langsung ia buang ke arah laut di utara dengan kekuatannya. Hingga menghantam sebuah pulau bergunung yang langsung hancur, luruh ke dalam laut. Yang menyebabkan tsunami setinggi 5 meter di tempat itu.
__ADS_1
Duplikat Chin begitu terkejut. Jika serangannya ada yang menangkisnya. Apalagi saat dirinya mengetahui siapa pelakunya. Yang sudah ada di hadapannya sejauh 6 meter.
"Untung saja, aku tidak terlambat. Kalau terlambat sedetik saja, sudah dipastikan pesanan orang itu sudah mati menjadi debu. Oleh bola shen hitammu itu, duplikat Kepang Satu," tutur Keneo mengawali pembicaraan di antara mereka berdua.
"Darimana kau tahu, kalau aku ini hanyalah duplikat?" tanya duplikat Chin.
"Aku tahu, karena mata ungu ini," sahut Keneo memperlihatkan mata langit supernya kepada duplikat Chin.
"Oh mata langit super yang bisa melihat jarak sejauh 1 juta km?" ucap duplikat Chin
"Ya, mata yang tidak dapat kau taklukan dengan jurus yang kau gunakan untuk melumpuhkan kemampuan mata langit biasa," jelas Keneo.
"Pasti kau datang, dengan kembaranmu itu. Untuk menghabisiku?" tanya duplikat Chin, dengan penuh kegusarannya.
"Aku memang datang bersamanya. Tapi untuk menghabisi duplikat seperti dirimu, aku tidak memerlukan bantuan dirinya. Dan aku tak perlu menggunakan kekuatan penuhku," sahut Keneo lalu melesat dan menendang perut duplikat Chin dengan kerasnya. Hingga duplikat Chin terpental ke arah utara dengan kecepatan tinggi.
"Kakakku yang cantik, kau urus saja pesanan Er Well. Biar aku yang bermain-main sebentar dengan duplikat itu ...," ujar Keneo kepada Kenia yang entah sedang berada di mana. Melalui telepati yang dilakukan oleh mereka berdua. Leluhur dari pasukan robot Mars itu pun langsung melesat dengan kecepatan tinggi ke arah utara. Di mana duplikat Chin masih terpental dengan kecepatan tinggi.
"Kau ini selalu saja begitu, adikku yang tampan. Selalu ingin bersenang-senang ...," sahut Kenia di dalam telepatinya. Sembari menciptakan 5 sulur berwarna putih untuk menangkap tubuh Mark dan kawan-kawannya yang sudah berada 50 meter dari permukaan tanah.
"Sepertinya, ada yang aneh dengan tubuh kita?" tanya Mark yang sudah memejamkan matanya. Sudah bersiap-siap menerima kematiannya. Sama dengan yang lainnya yang sudah memejamkan sepasang mata mereka. Tetapi karena mendengar suara Mark, mereka berempat ikut membuka matanya kembali seperti Mark. Yang terkejut melihat tubuhnya terikat oleh sulur berwarna putih yang menarik mereka ke bawah secara perlahan-lahan.
"Pantas saja, tubuh ini terasa melambat. Ternyata ada yang menolong kita," kata Jeni, lalu melihat sosok Kenia yang berada di bawah mereka berlima.
"Aku penasaran dengan sosok gadis cantik itu," ucap Franco, lalu tersenyum tipis.
__ADS_1
"Aku juga penasaran. Tapi bukan karena kecantikannya. Tapi kekuatannya yang luar biasa. Bagaimana bisa, gadis semuda itu. Memiliki kekuatan luar biasa seperti ini," sambung Mark sambil mengarahkan jim wellnya ke arah kenia. Yang menunjukan shen leveo HS.