
Mereka berempat terus melesat dengan kecepatan tinggi yang mereka miliki saat itu. Terbang melayang 1000 Mdpl ke arah timur dari pulau berbentuk 'G', yang di masa depan bernama Pulau Gura-Gura. Pulau yang merupakan markas kedua dari Gura-Gura selain Gunung Well. Dan Markas tetap dari Gura-Gura Baru pimpinan Dran di masa depan nanti.
Si kembar Pongkha dan Pongkhi menghentikan terbang mereka sejauh 10 km dari tempat semula. Di mana di bawah mereka terdapat sebuah pulau kecil berbentuk nyaris bulat dengan diameter 5 km. Pulau yang tak berpenghuni sama sekali, karena kondisi geografisnya yang bisa dibilang buruk untuk mendukung kehidupan bagi makhluk hidup Bumi.
Melihat Pongkha-Pongkhi menghentikan lesatan mereka secara mendadak. Dran dan Clerk pun melakukan hal yang sama. Hingga mereka berempat pun berdiri secara sejajar di langit di atas pulau tak berpenghuni itu. Pulau yang terlihat benar-benar sepi oleh mata kasat mata itu.
"Apakah pulau bulat di bawah kita, yang gersang itu. Yang akan menjadi ajang pertarungan kita?" tanya Dran, yang langsung dijawab oleh Pongkha dengan nada yang datar tapi sinis.
"Ya, pulau ini adalah pilihanku. Pulau ini merupakan pulau terluar dari gugusan pulau kecil di daerah pesisir Sundaland Timur ini. Yang tidak dihuni oleh makhluk hidup apa pun," jelas Pongkha dengan panjang lebarnya, lalu melesat turun yang diikuti oleh Pongkhi, Clerk dan Dran secara bersamaan.
Semakin mereka berempat turun ke bawah. Semakin terlihat jelas bentuk pulau kecil bulat itu. Ternyata di tengah pulau itu terdapat sebuah bukit berketinggian 500 Mdpl. Yang merupakan sisa dari puncak gunung bawah laut yang mungkin sudah mati. Puncaknya hanya ditumbuhi oleh rerumputan kering, yang menyebar merata di puncak bukit itu. Sedangkan bagian lain dari pulau itu sama sekali gersang. Seakan tanah pulau itu masih panas dengan hawa gunung api yang meletus di masa lalunya itu. Yang berada di bawah permukaan laut, di pesisir timur Sundaland.
Mereka berempat lalu menginjakan kaki di puncak bukit yang ada di pulau bundar itu secara bersamaan. Hingga terjadi getaran kecil, dikarena rapuhnya tanah di puncak bukit itu. Yang terdiri dari pasir-pasir gunung api. Seakan puncak bukit sedang dilanda oleh sebuah gempa dari dasar laut.
"Pulau yang sepi tanpa penghuni sama sekali," kata Clerk sembari memandangi sekeliling pulau itu. Dengan penuh seksama. Seakan sedang berusaha mencari seekor makhluk hidup yang menghuni pulau kecil gersang itu.
__ADS_1
"Ya, dengan ini kita akan bebas mengeluarkan shen tertinggi kita di sini," timpal Pongkhi sembari mengeluarkan seluruh shen yang ia miliki yang berada dilevel A+. Sama dengan shen milik 5 anggota Gura-Gura muda.
Terlihat seluruh tubuh Pongkhi pun dipenuhi oleh aura berwarna putih yang terlihat jelas di mata manusia yang memiliki shen seperti dirinya. Dan para petarung lainnya.
Melihat kembarannya melakukan hal itu. Pongkha lalu melakukan hal yang sama. Tubuhnya pun diselubungi oleh aura berwarna putih, serupa dengan milik kembarannya itu.
Dran dan Clerk tak mau kalah. Dua dari lima anggota Gura-Gura itu lalu mengeluarkan shen tertinggi yang mereka miliki saat itu yang berada di level A+. Hingga tubuh Dran diselimuti oleh aura shen berwarna kuning. Sedangkan tubuh Clerk diselubungi oleh aura shen berwarna hijau. Sama seperti aura shen yang dimiliki oleh guru mereka berdua.
"Pertarungan kita mulai!"
Teriak Dran langsung saja menyerang Pongkha dengan kekuatan fisiknya, secara agresif. Seakan ingin mengakhiri pertarungan itu dengan begitu cepatnya.
"Kita tentukan siapa yang paling kuat di antara kita," ujar Pongkhi lalu menyerang Clerk. Dengan penuh hawa nafsu. Seakan ingin mengakhiri pertarungan yang sedang mereka lakukan dengan begitu cepatnya.
"Jelas aku yang lebih kuat dari dirimu," sahut Clerk, sambil menyambut serangan dari Pongkhi. Dengan kekuataan maksimal yang ia lakukan.
__ADS_1
Adu kekuatan fisik pun terus terjadi di antara mereka berempat. Saling tendang dan pukul satu sama lainnya dengan begitu gencarnya di atas bukit berumput gersang itu. Hingga membuat puncak bukit berumput kering, di pulau bulat itu berantakan sama sekali. Akibat dari pertarungan antara empat orang dengan level A+ itu.
Sebenarnya kekuataan shen mereka seimbang. Berada pada level A+. Akan tetapi terlihat stamina si kembar Pongkha-Pongkhi lebih cepat terkuras daripada stamina Clerk dan Dran di dalam pertarungan itu. Dikarena faktor usia mereka yang masih belia saat itu. Atau karena mereka berdua murid dari 5 orang terkuat di masa itu. Hingga kualitas mereka dengan orang yang memiliki shen sama, lebih bagus daripada yang lainnya.
Pongkha dan Pongkhi semakin kewalahan menghadapi Clerk dan Dran dalam pertarungan itu. Pertarungan yang mereka anggap lama. Padahal si kembar Pongkha-Pongkhi ingin mengakhiri pertaringan itu secepat mungkin. Karena jika mereka berdua bertarung terlalu maka. Maka stamina mereka akan cepat terkuras habis.
Ya, kelemahan si kembar Pongkha dan Pongkhi adalah stamina mereka yang cepat terkuras habis. Yang menyebabkan shen yang mereka miliki. Sulit untuk berkembang ke level yang lebih tinggi dari saat ini.
Mengetahui stamina mereka semakin terkuras habis. Mereka berdua mengambil sebuah pil dari kantong celana mereka yang segera mereka telan untuk mengembalikan stamina mereka berdua. Yang diperhatikan oleh Clerk, si Dewa Racun Gura-Gura.
"Baru sebentar saja. Kalian sudah kehabisan stamina, seperti itu" kata Clerk yang memang mengetahui apa yang mereka telan itu.
Clerk lalu menghentikan serangannya kepada Pongkhi. Yang diikuti oleh Dran yang kini berdiri di samping Clerk. Murid dari Dewa Racun Hijau itu lalu merogoh kantungnya dan mengambil 2 buah pil penambah stamina, agar stamina mereka yang telah terkuras, kembali seperti sediakala.
"Dran, telan pil ini. Agar staminamu kembali pulih." ucap Clerk memberikan satu pil itu kepada Dran. Sedangkan satu lagi ia telan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
Tanpa ragu sedikit pun. Dran langsung menelan pil pemberian rekannya dengan senang hati. Saat pil itu masuk ke dalam tubuhnya. Secara mendadak tubuhnya pulih seperti sedia kala dengan cepatnya.
"Pilmu benar-benar luar biasa, Dewa Racun Kecil," tutur Dran. Sembari melihat ke arah Pongkha-Pongkhi yang sedang memulihkan staminanya dengan jarak 5 meter di antara mereka. Padahal mereka berdua menelan terlebih dahulu pil pemulih stamina itu. Mungkin karena kualitas yang lebih baik dari pil pemulih stamina milik Pongkha-Pongkhi. Dran dan Clirk dapat pulih terlebih dahulu. Yang didukung oleh usia mereka yang lebih muda dari si kembar Pongkha-Pongkhi.