
Emosi dari Er Well pun semakin menurun dan terus menurun seiring dengan berjalannya waktu. Hingga dirinya pun berhasil mengendalikan dirinya. Ke titik normalnya kembali. Seakan ia tak pernah melihat kejadian pembantaian para saudara kloningannya itu. Yang membuat emosinya bergejolak dengan hebatnya.
"Ya, tentu saja dengan kekuatanku saat ini. Aku pasti akan kalah telak dengan dirimu. Tapi kalau aku menggunakan jurus terlarangku, paling tidak diriku memiliki kekuatan setara para Gura-Gura Lama," tutur Er Well. Lalu tersenyum lepas ke arah Chen.
Chen nampak tertarik dengan perkataan Er Well. Ia ingin tahu, apakah perkataan Er Well itu benar, atau hanya omong kosong belaka dari orang yang akan mati di tangan dirinya.
"Coba kau buktikan perkataanmu itu!" tantang Chen kepada Er Well.
"Tapi aku memerlukan waktu," sahut Er Well.
"Selama apa pun waktu itu. Aku akan menunggumu. Anggap saja, kau itu penghibur diriku. Karena aku tidak menemukan Dran dan Or Well di rumah mereka," timpal Chen, lalu menyilangkan tangannya di dadanya.
"Baiklah akan kulakukan sekarang. Kalau kau bersedia untuk menunggu," jawab Er Well dengan wajah yang tenang.
Ayah angkat dari Mark itu lalu mengangkat tangan kirinya ke langit, setelah menyentuh layar jim well emasnya itu. Beberapa saat kemudian dari dalam jim well milik 30 kloningan Or Well, yang berserakan di seluruh Gunung Well. Muncullah cahaya merah yang melesat dan masuk ke arah jim well emas yang dipakai oleh Er Well di tangan kirinya.
Satu persatu cahaya-cahaya merah yang merupakan shen dari para kloningan Or Well masuk ke dalam jim well emas milik Er Well. Dimulai dari yang berada di bawah puncak Gunung Well. Hingga yang berada di puncak Gunung Well, yang merupakan milik dari 5 kloningan Or Well yang dibunuh oleh Chen beberapa saat yang lalu.
Akhirnya semua cahaya merah itu masuk ke dalam jim well emas yang dikenakan oleh Er Well di tangan kirinya. Er Well pun merasakan shen milik ke 30 saudara masuk ke dalam tubuhnya, dan menyatu dengan shen miliknya. Hingga shennya pun meningkat menjadi S++. Setara dengan kekuatan penuh dari para anggota Gura-Gura Lama. Saat mereka bertarung dengan serius.
__ADS_1
Chen pun merasakan peningkatan kekuatan dari Er Well. Yang hanya memiliki level shen A+++ menjadi S++. Dirinya yang menekan shennya hingga level S yang setara dengan level shen mode normal dari anggota Gura-Gura Lama. Tampak tak panik untuk segera meningkatkan kekuataan shennya, untuk mengimbangi shen yang dimiliki oleh Er Well saat ini.
"Sepertinya ia bisa sedikit menghibur diriku...," kata hati Chen pun berbicara sendiri.
Chen terus bermain dengan pikirannya sendiri. Hingga tanpa ia sadari sama sekali. Er Well melesat dengan kecepatan tinggi ke arah dirinya. Kloningan terkuat dari Or Well itu langsung menghantam dada Chen dengan kepalanya, hingga Chen pun terpental ke arah belakang dengan kecepatan tinggi.
"Mati kau!" teriak Er Well dengan kerasnya.
Er Well seakan tak ingin memberikan Chen untuk bernapas. Ia lalu memburu Chen yang sedang kehilangan kendali dirinya. Er Well lalu memukul pundak Chen dengan kerasnya. Hingga tubuh dari penjahat dari masa lalu itu turun ke bawah dengan kecepatan tinggi. Dan membentur tanah dengan sangat kerasnya. Hingga menciptakan radius 100 meter dengan kedelaman 50 meter. Debu-debu pun segera bertebaran memenuhi puncak Gunung Well akibat dari benturan itu. Ditambah dengan asap-asap yang berasal dari bawah Gunung Well. Membuat suasana puncak Gunung Well menjadi berkabut.
Er Well tampak tak puas dengan apa yang sudah ia lakukan terhadap Chen. Amarahnya begitu besar, dendamnya kepada Chen yang telah membunuh 30 saudara kloningannya. Ia lalu mengeluarkan bola-bola shen seukuran kelereng berwarna merah ke arah lubang yang tercipta itu secara masif. Ia berharap Chen segera mati dengan serangan shennya itu.
Er Well terus menembakan bola-bola shen berwarna merah itu ke dalam lubang itu. Hingga akhirnya muncullah Chen, yang muncul dengan selubung pelindung shen berwarna hitam. Terlihat bola-bola shen merah milik Er Well terpental ke segala arah, saat berbenturan dengan selubung shen hitam Chen. Merasa serangan bola-bola shen merahnya itu percuma. Er Well lalu menghentikannya, dengan tatapan mata tajam penuh.
Er Well tak terkejut dengan peningkatan kekuatan dari musuhnya itu. Karena ia sudah mengetahui dari jim well emasnya itu. Ia juga tahu, dirinya tak mungkin dapat mengalahkan Chen sama sekali. Di dalam pikirannya, yang penting ia akan menjaga Gunung Well hingga dirinya mati. Hingga darah penghabisannya.
"Aku tahu, diriku tak mungkin dapat mengalahkanmu. Tapi apa salahnya, kalau aku mencobanya," sahut Er Well sembari mengambil samurai emas dari sarungnya yang ia taruh di punggungnya.
Mengetahui Er Well akan menggunakan samurai emas untuk menyerang dirinya. Chen lalu menciptakan kembali pedang shen berwarna hitam pada tangan kanannya.
"Silakan mencoba...," tantang Chen kembali kepada Er Well.
__ADS_1
Mendapat sambutan seperti itu, yang seakan sedang mengejek dirinya. Er Well langsung maju melesat menyerang Chen dengan samurai emasnya itu. Chen pun tak tinggal diam, ia gunakan pedang shen hitamnya untuk menangkis samurai emas milik Er Well.
Adu senjata asli dan senjata shen pun terus terjadi. Mereka berdua terbang semakin meninggi di atas puncak Gunung Well. Getaran dari benturan shen mereka pun terus terjadi. Hingga tercipta badai di langit Gunung Well dengan hebatnya.
"Apakah kau masih ingin bermain-main dengan diriku, Kloningan Or Well terkuat?" tanya Chen dengan nada merendahkan Er Well. Di sela-sela pertarungan mereka.
"Tentu saja aku masih ingin. Selama aku masih bernapas," timpal Er Well. Saat samurai emasnya beradu dengan pedang shen hitam milik Chen.
"Tapi sayangnya aku sudah tak ingin bermain-main denganmu. Oleh karena itu, kau harus mati dan hancur bersama gunung ini..," Chen pun meningkatkan kekerasan pedang shen hitamnya. Hingga samurai emas yang dipegang Er Well patah menjadi dua.
Belum sempat Er Well lepas dari keterkejutannya. Pedang shen hitam milik Chen telah menebas ujung pangkal tangan kanannya hingga putus. Dan dilanjutkan dalam hitungan detik tangan kanan Er Well ikut terputus. Dengan putusnya kedua tangan Er Well. Chen berpikir, kloningan terkuat Or Well itu tak bisa menyerangnya lagi. Tetapi dugaannya salah, Er Well kembalinya menyerangnya dengan kepalanya.
"Jangan pikir aku akan menyerah. Walaupun aku sudah kehilangan kedua tanganku!!" teriak Er Well sembari menyerang Chen dengan kepalanya.
Chen lalu menghilang dan muncul kembali di belakang Er Well. Ia langsung saja menendang pundak kanan Er Well. Hingga jatuh, melesat ke bawah dengan kecepatan tinggi.
"Dasar keras kepala!. Lebih baik kau hsncur bersama gunung ini!" ucap Chen sembari menciptakan bola shen hitam sebesar bola kaki, di tangan kanannya untuk menghancurkan Gunung Well.
Bola shen hitam sebesar bola kaki itu terus meluncur ke arah menyusul tubuh Er Well yang semakin kehilangan kesadaran kehabisan darah akibat dari lukanya itu.
"Ayah, maafkan aku yang tak mampu menjaga Gunung Well...," Er Well pun menutup matanya dan kehilangan kesadaran. Tanpa ia sadari sama sekali, jika ada sekelebat cahaya merah yang menyambar tubuhnya dan melesat dengan kecepatan tinggi ke arah utara Gunung Well. Sebelum bola shen hitam sebesar bola kaki menghantam Gunung Well dengan kecepatan tinggi. Yang menciptakan ledakan besar hingga terdengar dari jarak 1000 km dengan jelasnya.
__ADS_1