Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 65. (Lahirnya Gunung Well)


__ADS_3

 


Or Well, Kasandra dan Pusia akhirnya tiba di puncak gunung api raksasa soliter bersalju, yang bernama Hayded. Nama yang sesuai dengan pemilik dari gunung itu. Yaitu Hay dan Ded. Yang merupakan pasangan suami-istri terkuat di Sundaland.


 


Namun setelah gunung itu berpindah tangan ke tangan Or Well. Maka gunung itu pun berganti nama menjadi Gunung Well. Yang akan dijadikan markas oleh 5 orang murid dari 5 Dewa Warna. Yang diberi nama oleh Pusia sebagai Gura-Gura yang berarti cahaya-cahaya dalam bahasa Suku Bulan Sabit Merah yang tinggal di koloni bulan. Sebelum dihancurkan oleh pasukan robot Mars dan Bulan di masa lalu.


Suhu udara yang begitu rendah di puncak gunung itu. Telah membuat gunung api raksasa yang masih aktif itu diselimuti oleh salju yang membeku abadi. Kawah ganda di puncak gunung itu selalu mengeluarkan bau belerang yang tak nyaman bagi pernapasan manusia biasa. Akan tetapi tidak bagi orang-orang seperti Or Well dan kawan-kawannya yang memiliki shen di atas rata-rata pada masa itu.


Semua keadaan itu tak berpengaruh terhadap mereka bertiga. Yang kini berpijak di atas es dari puncak Gunung Well. Mereka memandang ke arah barat di mana Hay dan Ded bertarung dengan gadis bertopeng emas berjubah tosca beberapa waktu yang lalu. Mereka merasakan getaran shen yang begitu hebat dari pertarungan sangat singkat itu. Pertarungan yang baru saja usai. Dengan pancaran shen yang sangat terasa oleh mereka bertiga.


"Apakah kalian merasakan, pertarungan tadi?" tanya Or Well dengan mimik serius. Dengan berpikir jelas yang terlihat di wajahnya.


"Ya, aku merasakannya. 2 shen dengan level S. Itu adalah milik Hay dan Ded. Tapi shen yang sangat besar itu. Aku tidak dapat mengukur dan mengetahuinya," sahut Kasandra yang sudah menggunakan mata langitnya. Untuk melihat dan merasakan sisa-sisa shen yang masih tertinggal dalam pertarungan tak seimbang itu.


"Apa kau bilang. Pasangan gendut itu memiliki level shen S?. Itu tak mungkin. Kalau benar, pasti mereka dapat mengalahkan kita dengan mudahnya," protes Or Well.


"Kau jangan protes. Itulah yang aku rasakan dan lihat dengan mata langitku ini," timpal Kasandra dengan penuh kekesalannya terhadap Or Well.


Or Well terdiam mendengar kekesalan dari Kasandra. Yang memancing Pusia untuk ikut campur dalam pembicaraan itu.


"Lalu orang yang memiliki shen yang tak terukur itu. Apa mungkin salah satu dari guru kita?" tanya Pusia dengan penuh penasarannya.


"Para Guru kita walaupun disebut sebagai 5 orang terkuat di dunia saat ini. Mereka berlima belum mencapai shen sebesar itu," jelas Kasandra masih mengaktifkan mata langitnya untuk mendeteksi shen-shen yang tersisa dari pertempuran singkat itu. Yang senakin lama semakin memudar keberadaannya.


"Apa mungkin, dia guru dari 5 guru kita?" tanya Or Well.

__ADS_1


"Bagi kita sosoknya hanyalah dongeng dari 5 guru kita. Masanya terlalu jauh bagi kita untuk mengetahui tentang dirinya. Lagipula sosoknya telah menghilang saat dirinya menghadang asteroid raksasa yang menghantam bumi di masa muda para guru kita," tutur Kasandra.


"Sudahlah. Anggap saja ia hanya dongeng. Dan orang yang bertarung dengan pasangan gendut itu mungkin berasal dari desa-desa yang ada di dalam tanah. Sekarang kita sudah ada di sini. Dan kini ingin apa di puncak gunung ini?" kata Pusia. Or Well langsung saja merespon berkataan itu.


"Gunung ini sekarang bernama Gunung Well. Yang aku inginkan, gunung ini bebas dari salju abadi dan kawah yang mengeluarkan bau belerang seperti ini. Dan keinginan terbesarku adalah membuat patung wajah si tampan Well ini," jelas Or Well dengan penuh percaya dirinya, lalu mengeluskan wajahnya dengan tangan kanannya yang akan dijadikan patung di puncak gunung api raksasa bersalju abadi itu.


Kasandra dan Pusia hanya mengeritkan dahinya. Ketika mendengar permintaan terakhir dari Or Well yang mengatakan jika dirinya tampan.


"Kau itu banyak sekali permintaannya. Lalu siapa yang akan mengerjakan semua keinginanmu itu?" tanya Kasandra.


"Tentu saja kalian!." kata Or Well dengan suara yang lantang


"Kenapa harus kami?"


"Karena kalian punya kemampuan itu. Dan aku adalah ketua dari Gura-Gura, jadi kalian harus patuh dengan semua perintahku!" sahut Or Well dengan berapi-api.


"Aku ketua. Kerjaku hanya mengawasi kalian berdua bekerja," jawab Or Well dengan entengnya.


"Dasar Rambut Merah!. Kau inginnya enaknya saja!" seru Punka menatap Or Well dengan tajamnya.


Lelaki terindah dari Bulan itu tampak tak suka dengan semua perkataan dari Or Well. Inginnya ia mengajak Or Well duel saat itu juga. Tetapi Kasandra segera bertindak dengan perkataannya agar mereka berdua menjadi tenang kembali.


"Sudah Pus. Lebih baik kita mengalah. Setelah kita mengerjakan semua keinginannya itu. Kita akan pergi dari gunung ini," perkataaan dari Kassndra telah membuat Pusia menjadi tenang kembali.


"Aku akan melakukan 2 keinginanmu itu, Or. Melenyapkan salju abadi serta menghentikan belerang di gunung ini untuk selamanya," ujar Kasandra lalu mengaktifkan mata langitnya untuk menggunakan jurus khusus yang akan ia gunakan.


Dewi Peramal Gura-Gura muda lalu melesat ke langit. Dan melayang 50 meter di atas puncak Gunung Well. Ia lalu mengarahkan kelima jari-jemari kanannya ke arah kawah ganda gunung itu.

__ADS_1


 


Terlihat dari jari-jemari kanannya keluarlah 5 jarum kecil yang segera melesat ke dalam kawah yang mengeluarkan bau belerang sangat pekat bagi orang biasa itu. Hingga terjadilah ledakan hebat di dalam kawah itu. Yang segera normal kembali. Saat Kawah itu tak mengeluarkan bau belerang sama sekali. Yang berangsur-angsur sirna dari puncak gunung api raksasa itu secara permanen karena 5 jarum kecil dari Kasandra.


 


Tak berhenti sampai disitu. Salju abadi yang menutupi gunung api soliter raksasa itu pun memudar dan akhirnya hilang sama sekali dari puncak gunung yang seharus bersalju sejak zaman es modern terjadi.


Kasandra lalu turun kembali dan berdiri di samping Pusia. Setelah menyelesaikan tugasnya itu.


"Sekarang kau tinggal membuat patung kepala Si Rambut Merah, Pus," kata Kasandra.


"Baiklah...," sahut Pusia datar.


Pusia lalu melesat dan berdiri pada sebuah batu besar yang terlihat karena seluruh salju di gunung itu menghilang. Ia gunakan kedua cambuk di tangannya untuk memahat batu besar itu untuk membentuk kepala dan wajah Or Well muda. Tak memerlukan waktu lama. Pekerjaan itu pun selesai. Patung kepala Or Well telah selesai sebagai titik tertinggi di puncak Gunung Well.


Pusia lalu menghampiri Kasandra dan berniat untuk pergi dari tempat itu.


"Tugas kami sudah selesai. Kami pamit, akan mencari guru di Benua Utara," ujar Pusia.


Tanpa persetujuan dari Ketua Gura-Gura. Pusia dan Kasandra melesat dengan kecepatan tinggi ke arah utara. Yang membuat Or Well kesal bukan main.


"Kalian ini, bukannya membantuku lebih jauh. Maiah pergi berduan saua," gerutu Or Well. Yang lalu menggunakan shennya untuk membentuk puncak Gunung Well sesuai dengan keinginannya.


Angin bertiup dengan kencangnya ke arah utara. Seakan ingin mengiringi kepergian dari Pusia dan Kasandra mencari keberadaan guru mereka yang sudah mati di tempat yang tak pernah mereka ketahui sama sekali.


 

__ADS_1


__ADS_2