Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
BAB 23 (Kesadaran Jean)


__ADS_3

Matahari kembali terbit di ufuk timur, sinarannya kembali menerangi Bumi. Mark dan kawan-kawanya tampak masih berlari untuk menuju Gunung Well. Akan tetapi tiba-tiba saja Mark menghentikan larinya, yang diikuti oleh kawan-kawannya.


"Ada apa Mark?, kenapa kita berhenti di sini?" tanya Franco.


"Aku mendengar dari arah utara, ada orang yang berlari dengan kecepatan tinggi, sedang menuju ke arah kita," jawab Mark, sambil mempertajam pendengarnya.


"Apakah ia salah satu anggota kelompok Gura-Gura Baru?" tanya Nack, kepada Mark.


"Tidak tahu, tapi yang pasti ia hanya seorang diri dan semakin mendekati kita. Jaraknya mungkin tinggal 2 kilometer lagi dari posisi kita saat ini. Dan terus bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Untuk mengetahui seberapa besar kekuatannya, aku akan mengeceknya dengan Jim Wellku," jelas Mark, lalu menekan tombol pada Jim Wellnya, dan mengarahkannya ke arah utara.


"Kekuatannya berada pada level A2, setingkat lebih rendah dari ayahku. Tapi setingkat lebih tinggi daripada Clark," ucap Mark, menjelaskan deteksi dari Jim Wellnya.


"Jika benar kekuatannya seperti itu, di dalam Gura-Gura baru ia berada pada kelompok kuning. Tapi tidak mungkin Gura-Gura Baru bergerak seorang diri, biasanya Gura-Gura Baru, bergerak minimal berdua dalam melakukan gerakan. Nel bergerak sendiri, karena ia tinggal sendirian di dalam kelompok hijau, tapi Nel tidak memiliki kekuatan sebesar itu," papar Abel.


"Siapa dia, sebentar lagi kita akan tahu" kata Mark.


Dan benar saja ucapannya itu. Ternyata orang yang menuju ke arah mereka adalah Jean, yang tidak disangka sama sekali oleh Mark. Bila Jean sekarang memiliki kekuatan sebesar itu. Jean datang dari arah samping Mark, yang segera mengembalikan tubuhnya itu ke arah Jean.


"Akhirnya aku bisa mengejarmu, Mark," ucap Jean, lalu tersenyum. Tetapi ketika melihat ada 3 anggota Gura-Gura Baru di belakang Mark. Jean pun menghentikan senyumannya itu.


"KALIAN BERTIGA ANGGOTA GURA-GURA BARU. KALIAN HARUS AKU BUNUH!" teriak Jean, secara mendadak menyerang Abel, Axel dan Adel. Yang tak sempat menghindari serangan Jean. Sehingga mereka bertiga terkena pukulan Jean, hingga harus jatuh ke tanah.


Jean lalu membuka telapak tangan kirinya, berniat untuk menyerang ketiga anggota Gura-Gura Baru itu dengan bom jarumnya.


Melihat akan hal itu, Mark lalu maju dan berdiri tepat di hadapan Jean. Untuk mencegah ulah Jean menghabisi 3 mantan anggota Gura-Gura Baru.


"Jika kau ingin membunuh mereka bertiga, bunuh aku terlebih dahulu!!, Jean!" ucap Mark, yang membuat Jean mengurungkan niatnya itu.

__ADS_1


"Tapi aku harus membalas dendam kepada mereka, atas kematian ayah dan ibuku," ujar Jean, dengan menatap tajam ke arah Axel, Abel dan Abel.


"Bukannya pembunuh mereka telah mati, dibunuh oleh ayahku," sahut Mark.


"Tapi aku harus menghabisi mereka, karena mereka adalah anggota kelompak Gura-Gura Baru," timpal Jean.


"Hatimu telah buta oleh dendam, Jean. Kau tahu mereka bertiga juga sama seperti kita. Kehilangan orang tua karena sesuatu hal. Tapi mereka dapat melupakan dendam mereka. Jika kau masih menyimpan dendammu itu, kau itu tidak lebih baik dari mereka bertiga. Bahkan lebih buruk dari mereka bertiga!" kata Mark dengan kerasnya, yang membuat Jean sadar atas kekeliruan selama ini.


"Kau benar, Mark. Tidak seharusnya aku menyimpan dendam. Nenekku juga telah mengatakan akan hal itu. Terimakasih Mark telah menyadarkan aku," ujar Jean tersenyum ke arah Mark.


"Maafkan aku juga, telah menyerang kalian bertiga," ucap Jean tersenyum ke arah Abel, Axel dan Adel. Dengan penuh ketulusannya.


"Ya, kami mengerti. Kelompok Gura-Gura Baru adalah kelompok pembuat kekacauan. Oleh karena itu, kami bertiga memutuskan untuk keluar dari Gura-Gura Baru. Dan ingin menjadi penduduk Gunung Well," tutur Abel.


"Oh begitu, jadi sekarang kita teman ya," ucap Jean, tersenyum kembali ke arah mereka. Dan mereka bertiga pun bangkit kembali.


"Jean, aku tidak habis pikir, kenapa dirimu bisa sehebat ini sekarang?. Padahal dulu, kau itu tidak lebih kuat daripada aku?" tanya Mark, dengan penuh selidik.


"Wow, aku mau dong, ditingkatkan kekuatannya. Sekarang di mana Nenekmu yang cantik itu?" kata Mark dengan penuh semangatnya.


"Nenekku sedang ke Bulan, untuk menghancurkan pusat kekuatan dan komando dari pasukan robot Mars dan Bulan," jawab Jean, menunjuk ke arah pasukan robot Mars dan Bulan, yang sepertinya sedang menuju ke arah mereka. Tapi tiba-tiba saja pasukan robot itu. Meledak di angkasa lalu jatuh, seakan tidak memiliki sumber energi lagi.


"Ada apa dengan pasukan robot Mars dan Bulan itu, apa kau tahu penyebabnya Jean?" tanya Mark, melihat penghancuran internal pasukan robot yang disaksikan oleh semuanya itu.


"Sepertinya Nenekku sudah sampai ke Bulan dan berhasil menghancurkan pusat komando itu. Akhirnya kita tidak perlu bersusah payah menghancurkan pasukan robot Mars dan Bulan. Yang seakan jumlahnya tidak terbatas itu," jelas Jean, sambil menatap Jean Kecil yang masih berada di atas pundak Clark.


"Jean Kecil, rupanya kau sudah terpikat dengan lelaki lain, ya?. Hingga mencampakan Mark begitu saja," gurau Jean.

__ADS_1


"Iya Kak, pundak Clark lebih tegap dan berotot daripada pundak Mark. Lagipula Mark kan milik Kakak, masa aku harus bersaingan dengan Kakak," timpal Jean Kecil, yang membuat Mark merasa malu mendengarnya.


"Sudah, jangan bahas akan hal itu lagi. Lebih baik kita lanjutkan perjalanan ke Gunung Well. Di sini adalah batas, yang dulunya adalah sebuah laut dangkal. Di sini sudah termasuk bagian terluar dari wilayah Gunung Well. Dan gunung api raksasa soliter itu, adalah Gunung Well," kata Mark, sambil menunjuk ke arah depan di mana terlihat sebuah gunung api soliter raksasa yang berdiri tegak di hadapan mereka, dengan ketinggian lebih dari 3000 meter.


"1 km lagi kita akan sampai pada pos ke 1, yang dijaga oleh Paman Well ke 30. Sebaiknya kita berlari lagi, agar lebih cepat sampai pos penjagaan itu," ucap Mark, lalu berlari kembali, yang diikuti oleh teman-temannya.


Mereka hanya perlu waktu 5 menit untuk mencapai pos penjagaan itu. Mark lalu berhenti yang diikuti oleh teman-temannya. Pada sebuah bangunan berbentuk segitiga berlantai 3.


Melihat kedatangan banyak orang. Penghuni bangunan itu lalu keluar dari dalam bangunan itu. Wajah dan tubuhnya sangat mirip sekali dengan Er Well. Hanya di dagunya terdapat tato segitiga, dengan di dalamnya tertulis nomor 30. Ya, ia adalah kloningan dari Or Well murni yang ke 30, tanpa dicampur oleh gen teman-temannya, dari Gura-Gura Lama. Tidak seperti Er Well. Yang saat melakukan pengkloningan diri, Or Well menyisipi gen keempat anggota Gura-Gura Lama lainnya. Walaupun sedikit, tapi hal itu membuat sifat Er Well berbeda dari kloningan lainnya.


"Rupanya kau Mark, aku kira ada yang ingin menyerang Gunung Well," ujar Well ke 30.


"Ya, Paman ke 30. Aku ingin menemui Kakek," sahut Mark.


"Kau itu seperti ingin melakukan karnaval saja, membawa banyak temanmu. Tapi kenapa ada anggota Gura-Gura Baru juga, ya?" tanyanya dengan penuh selidik.


"Tepatnya, mantan anggota Gura-Gura Baru, Paman ke 30. Mereka bertiga telah keluar dari keanggotaan Gura-Gura Baru, dan ingin menjadi penduduk Gunung Well," ucap Mark, sambil menunjuk ke arah Abel, Axel dan Adel.


"Sepertinya Paman Dran akan marah besar jika mengetahui akan hal ini. Bagaimana jadinya ya, jika Paman Dran dan Ayah bentrok. Pastinya akan sangat seru dan sangat mengasyikan, menyaksikannya," ucapnya menerawang jauh.


"Paman..., Paman ke 30. Sama saja dengan Paman yang lainnya. Ingin melihat Kakek mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya. Sudah Paman ke 30, aku ingin naik ke atas dulu," ucap Mark, sambil melangkahkan kaki kembali. Yang diikuti oleh teman-temannya.


"Tunggu Mark, kau tidak menggunakan bus terbang?" tanyanya.


"Jika aku menggunakannya, bisa dibilang aku ini anak manja. Kami akan berjalan saja, sambil menikmati indahnya pemandangan di sini. Sekalian ingin bertemu dengan Paman lainnya. Sampai jumpa lagi Paman ke 30," ujar Mark, lalu berjalan diiringi oleh teman-temannya.


Mark terus berjalan bersama teman-temannya. Dan bertemu dengan ke 29 Pamannya, yang lainnya. Yang menjaga di posnya masing-masing, dengan tiap ketinggian 100 meter. Baru ada pos penjagaan lainnya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2