Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 130. (Jurus Portal Waktu)


__ADS_3

Walaupun serangan dari Hoa tak dapat menghancurkan bola segel pelindung milik Humsha. Akan tetapi serangan tinju petir langit itu. Sudah membuat bola segel pelindung itu bergetar dengan hebatnya. Yang membuat Humsha begitu terkejut. Di luar dugaannya sama sekali, jika serangan dari kakak seperguruannya itu. Mampu membuat bola segel pelindungnya, bergetar dengan begitu hebatnya.


"Sepertinya, jurus segelku belum sempurna?" kata Humsha di dalam hatinya. Sambil berputar, dengan mengeluarkan aura hitamnya untuk menstabilkan bola segel pelindung miliknya. Yang akhirnya dapat ia kendalikan kembali.


 


Getaran yang dibuat Hoa pun sudah dapat ia redam dengan kekuatannya itu.


 


"Ternyata, kau belum menguasai jurus penyegel itu secara sempurna. Sepertinya guru sudah mengambil satu lembar bagian dari kitab itu," ujar Hoa, lalu tertawa lepas.


Mendengar perkataan dari Hoa. Humsha menjadi terikat tentang kitab yang ia curi dari gurunya. Saat ia mempelajarinya, secara sembunyi-sembunyi. Ia mendapati halaman terakhir dari kitab itu hilang. Hingga ia pun tak tahu kelanjutan dari isi kitab itu secara sempurna.


"Jangan sok tahu!" bantah Humsha, menutupi kebenaran tentang hilangnya lembar terakhir dari kitab itu.


"Buktinya seranganku efektif membuat bola segel pelindungmu menjadi goyah. Sekarang aku akan menyerangmu dengan serangan seperti tadi ..."


Hoa lalu mengepalkan tangannya lagi. Hingga mengeluarkan petir berwarna biru. Yang langsung ia benturkan ke arah bola segel pelindung milik Humsha. Getaran hebat pun terjadi kembali di dalam bola segel pelindung Humsha. Hingga membuat majikan dari lima kepang bersaudara menjadi gusar.


"Kalau begini terus. Bisa-bisa bola segel pelindung ini akan hancur. Aku harus segera menghubungi Chin dan Chan di masa depan melalui telepati. Untuk segera membuka portal waktu untuk dirinya masuk ie masa depan, di mana Chin dan Chan berada saat ini.


"Chin, Chan. Cepat kalian buka portal waktu untukku," ujar Humsha di dalam telepatinya. Yang segera dijawab oleh Chin.


"Apakah kau sudah berada di koardinat yang sama dengan kami?" tanya Chin.


"Tentu saja, cepatlah lakukan itu sekarang," sahut Humsha sambil melirik ke arah Hoa yang terus mengeluarkan tinju petir langitnya untuk menghantam bola segel pelindung Humsha. Yang semakin bergetar begitu hebatnya.

__ADS_1


"Baiklah, tapi kau harus ingat dengan semua janjimu itu," ujar Chan kali ini. Lalu tertawa keras kembali. Seolah tak mempedulikan sama sekali serangan dari Hoa, yang membuat bola segel pelindungnya semakin bergetar dengan hebatnya.


***


Sementara itu di di Kutub Utara Bumi di abad ke 30. Chin dan Chan melesat ke angkasa hingga mencapai ketinggian 1000 Mdpl, setelah mendengar perintah dari Humsha untuk nembuka portal waktu bagi dirinya untuk datang ke masa mereka berada saat ini. Chin dan Chan sudah tepat berada di bawah matahari yang berada di tengah langit Kutub Utara Bumi. Mereka hanya saling tatap satu dengan yang lainnya.


Chan baru pertama kali ini melihat begitu dekat wajah Chin yang serupa dengan dirinya. karena mereka adalah saudara kembar. Kalau saja Chan tak berdandan seperti seorang perempuan. Maka wajah mereka sulit untuk dibedakan. Ada ketidak nyamanan ketika Chan menatap Chin dengan penuh kekagumannya.


 


"Kenapa kau memandangku seperti itu Chan?" tanya Chin dengan penuh kecurigaannya.


"Ternyata kau tampan juga ...," sahut Chan dengan manjanya, lalu tertawa genit.


"Kau jangan berpikir yang aneh-aneh. Wajahku ini, sama dengan wajahmu," sahut Chin.


"Baiklah kita lakukan sekarang," sahut Chin.


Mereka berdua lalu saling mendekatkan dirinya. Hingga mereka berdua saling menempelkan kedua telapak tangan mereka.


 


Saat hal itu terjadi. Keluarlah seberkas cahaya hitam dari ubun-ubun mereka, yang merupakan jelmaan dari shen mereka ke arah Matahari yang tepat berada di atas kepala mereka. 2 cahaya hitam itu lalu, seakan membuat matahari menjadi bolong di tengahnya. Yang semakin membesar, bersamaan dengan cahaya hitam yang menuju ke arah matahari.


"Sial! Baru membuka jurus saja. Ini sudah menyerap 50% dari shen kita," gerutu Chin.


"Ya, beginilah risikonya menggunakan jurus ini, hanya berdua saja. Shen kita akan terus tersedot hingga mencapai 99%," sahut Chan.

__ADS_1


"Dengan keadaan kita seperti ini. Kenia-Keneo. Pastinya akan dengan mudah membunuh kita," kata Chin dengan penuh kekhawatirannya.


"Tenang saja, mereka tidak akan mengambil kesempatan seperti ini. Mereka berdua, lebih memilih bertarung dengan kekuatan penuh kita," timpal Chan, yang mulai merasakan shennya sudah tersedot 70%.


"Jurus ini, benar-benar membuatku tersiksa!!" teriak Chin yang tak ditanggapi oleh Chan sama sekali. Yang lebih memilih diam, untuk fokus memikirkan penjara shen yang ia buat untuk mengurung Syamshe dan Jeni yang pastinya akan ikut melemah juga.


Lubang yang dibuat oleh Chin dan Chan di tengah Matahari dari penampakan di Bumi. Ternyata terlihat juga di abad ke 10 Masehi. Di mana Humsha dan Hoa sedang berada di Kutub Utara Bumi.


"Akhirnya mereka melakukan juga ...," ujar Humsha berkata sendiri sembari melihat ke arah matahari yang ternodai oleh titik hitam yang semakin membesar secara perlahan. Untuk memakan tubuhnya menjadi hitam.


Hoa yang mendengar perkataan dari adik seperguruannya itu. Langsung saja menghentikan serangannya. Dengan tatapan ke arah Matahari di langit.


"Anak buahnya ternyata, sudah membuka portal waktu untuknya di masa depan. Aku tidak akan membiarkan, dia kabur begitu saja ke masa depan," ujar Hoa di dalam hatinya. Lalu melesat ke langit dan berdiri melayang 2 meter di atas bola segel pelindung milik Humsha. Yang membuat majikan dari 5 kepang bersaudara itu bertanya langsung kepada Hoa.


"Apa yang sedang kau lakukan, Hoa?" tanya Humsha dengan penuh penasarannya.


"Tentu saja menghalangi dirimu untuk kabur ke masa depan. Aku tahu, Matahari adalah perantara bagi dirimu untuk menuju ke masa depan. Yang sedang dibuka oleh para anak buahmu itu," jawab Hoa, lalu tersenyum tipis.


"Apakah kau mampu?"


"Tentu saja aku mampu ...," sahut Hoa. Lalu mengadahkan kedua tangannya ke langit. Hingga terciptalah perisai berwarna biru sepanjang 50 meter. Sebagai penghalang jurus portal waktu yang sedang dilakukan oleh Chin dan Chan yang sedang berada di masa depan.


"Kau itu masih saja naif. Tidak sadarkah, jurus yang mereka tidak bisa kau hentikan dari masa ini," ujar Humsha lalu tertawa, dengan penuh kemenangannya.


"Tidak peduli aku naif. Kalaupun aku gagal menghentikan jutus portal waktu itu. Aku masih memiliki kartu AS," sahut Hoa, lalu tertawa lepas. Yang membuat Humsha menjadi bingung.


"Sepertinya sejak menjadi bagian dari sekte Langit Tanpa Batas. Selain kau bertambah naif, kau pun menjadi gila," perkataan Humsha itu tak ditanggapi oleh Hoa yang terus tertawa dengan kerasnya, bersama angin beku Kutub Utara Bumi.

__ADS_1


 


__ADS_2