
Duplikat Chin terus meluncur ke arah utara dengan kecepatan tinggi. Hingga akhirnya dirinya dapat mengendalikan dirinya. Saat berada 60 km dari tempat semula.
Terlihat bukan daratan lagi yang ada di bawahnya. Akan tetapi lautan, yang merupakan bagian dari Samudera Pasifik.
"Sial! kenapa ia bisa menjadi kuat seperti itu?" tanya duplikat Chin di dalam hatinya, dengan penuh keheranannya.
Belum sempat duplikat Chin berkata kembali di dalam hatinya. Tiba-tiba saja Keneo muncul dan langsung menjawab pertanyaan dari duplikat Chin, berkat kemampuan mata langit supernya, yang dapt membaca isi hati.
"Ini hanya 60% kekuatanku. Aku tahu, kau hanya memiliki 60% dari kekuatan Chin. Makanya aku hanya menggunakan sebesar kekuatanmu itu," kata Keneo dengan penuh kesombongannya.
"Tapi aku bisa mengakses, hingga 90% dari kekuatan Chin dengan bebas," sahut duplikat Chin.
"Masalahnya, apakah dia tidak mengunci kekuatannya kali ini?" ujar Keneo dengan nada sinis kepada duplikat Chin.
"Kita lihat saja nanti ...," jawab duplikat Chin yang segera berusaha untuk mengambil kekuatan Chin dari jarak jauh.
Akan tetapi dirinya tak mampu sama sekali untuk mengambil kekuatan Chin. Yang sudah dikunci aksesnya oleh Chin. Sejak kekuatannya diambil diam-diam sebesar 10% untuk menghadapi jelmaan Patung Budha Giok dan Jean Kecil dalam mode supernya. Namun walaupun ia tahu kalau Chin sudah menutup akses kekuatannya terhadap dirinya. Duplikat Chin terus berusaha untuk mengambil 30% lagi kekuatan Chin. Hingga ia pun memiliki 90% kekuatan Chin untuk menghadapi Keneo, yang tengah mentertawakan dirinya yang berjarak 10 meter di hadapannya.
"Sudah kubilang, Chin sudah menutup akses kekuatannya agar tak diambil oleh dirimu. Mata langit super inilah yang dapat melihat dan membaca pikiran Chin yang sedang berada di Kutub Utara Bumi," kata Keneo setelah menghentikan tawanya terlebih dahulu.
Mendengar perkataan dari leluhur para robot Mars itu. Duplikat Chin lalu menghentikan usahanya. Ia lalu tersenyum ke arah Keneo dengan penuh kelicikannya.
"Kalau begitu, aku akan menggunakan kekuatan yang ada saja!" kata duplikat Chin lalu melesat ke arah Keneo dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Entah sebuah keberuntungan bagi duplikat Chin, atau memang Keneo tak siap menerima serangan dari duplikat Chin. Hingga perutnya dapat terkena tinju duplikat Chin, dengan begitu mudahnya.
"Kau itu!" belum sempat Keneo melanjutkan perkataannya. Duplikat Chin memotong perkataan dari Keneo.
"Kau apa?" Duplikat Chin menghilang, lalu muncul di belakang Keneo. Tangan kanannya langsung saja menghantam pundak Keneo dengan begitu kerasnya. Hingga Keneo meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah laut yang berada di bawahnya.
Duplikat Chin lalu mengejar Keneo yang terus meluncur menuju laut. Hingga saat Keneo berada 10 meter di atas permukaan laut. Ia pun menciptakan bola shen hitam, yang langsung ia arahkan ke arah Keneo secara masif tanpa jeda sedikit pun. Hingga Keneo pun tenggelam ke dalam laut. Duplikat Chin terus saja menghujani Keneo dengan bola-bola shen hitam miliknya.
"Ternyata, kau tidak sekuat yang aku duga. Dengan 60% kekuatan dari Chin. Kau sudah mati seperti ini ...," kata Duplikat Chin berbicara sendiri. Melihat ledakan yang berasal dari dalam laut. Mengira jika Keneo sudah mati.
Akan tetapi, tiba-tiba saja Keneo muncul dari arah belakang duplikat Chin. Ternyata yang dilawan oleh duplikat Chin, hanyalah duplikat Keneo sebesar 10% saja.
"Tentu saja ia lemah. Karena ia adalah 10% duplikatku. Mana bisa menang dengan dirimu yang memiliki 60% kekuatan Chin," ujar Keneo, lalu tersenyum sinis ke arah Duplikat Chin. Sambil menarik duplikat dirinya yang sudah menjadi cahaya merah.
Duplikat Chin lalu menyerang Keneo dengan kekuatan penuhnya. Hingga tubuhnya pun bertambah masif diselubungi oleh aura hitam. Sedangkan Keneo hanya menggunakan 60% kekuatannya untuk menghadapi duplikat Chin. Dengan tubuh yang di selubungi oleh aura merah menyala.
Pertarungan hebat itu terus terjadi di atas laut. Hingga menciptakan badai dan tsunami yang menyebar ke segala arah. Hingga akhirnya, Keneo berhasil menendang jatuh duplikat Chin ke dalam laut, yang segera disusul oleh dirinya, masuk ke dalam laut.
Di dalam laut pun terjadi pertarungan yang begitu dahsyat di antara mereka berdua. Hingga terjadilah gejolak yang begitu hebat di dalam laut, yang membuat penghuni laut di sekitar tempat itu kocar-kacir, menjauhi area pertarungan mereka berdua.
Duplikat Chin tak menyangka sama sekali. Jika Keneo yang hanya menggunakan 60% kekuatannya, begitu kuat. Hingga membuat dirinya kali ini benar-benar kewalahan.
__ADS_1
"Sial! dia benar-benar menjadi lebih kuat dari yang dulu. Lebih baik aku keluar dari dalam laut ini. Agar aku bisa mengeluarkan kekuatan maksimalku," ucap duplikat Chin di dalam hatinya.
Duplikat Chin lalu melesat dan keluar dari dalam laut dengan kecepatan tinggi. Hingga dalam waktu sekejap mata saja. Dirinya sudah keluar dari dalam laut, dan berada 12 meter dari permukaan laut. Dirinya segera mengacungkan jari telunjuk kanannya ke langit. Terlihat dari dalam jari telunjuk kanannya terciptlah bola shen hitam yang semakin membesar dengan begitu cepatnya.
"Ini adalah serangan pemungkasku. Kalau ini gagal, aku sudah tidak memiliki harapan lagi untuk menang," kata duplikat Chin di dalam hatinya. Terus mengumpulkan shennya dalam bentuk bola shen hitam yang semakin membesar.
"Kau ingin lari ke mana duplikat ...," ujar Keneo di dalam hatinya. Lalu melesat ke atas untuk ke luar dari dalam laut itu.
Baru saja Keneo ke luar dari dalam permukaan laut. Bola shen hitam berdiameter 2 meter ciptaan duplikat Chin langsung meluncur ke arah dirinya dengan kecepatan tinggi. Bisa saja Keneo menghindari serangan itu. Akan tetapi ia tak ingin mengambil risiko. Jika bola shen raksasa itu akan menghancurkan dasar laut dengan masifnya dan menciptakan hyper tsunami yang akan menghantam daratan hingga puluhan kilometer ke arah pedalaman daratan yang terkena sapuannya.
Dengan masih menggunakan 60% kekuatannya, keneo merentangkan kedua tangannya untuk menahan bola shen hitam itu.
"Apakah kau masih mampu untuk menahan bola shenku itu, dengan 60% kekuatanmu itu?" ejek duplikat Chin.
"Tentu saja aku masih sanggup!" sahut Keneo dengan kerasnya.
Manusia hybrid itu lalu mengeluarkan kekuatan penuh 60% nya. Hingga ia pun dapat mengendalikan bola shen hitam raksasa itu. Keneo lalu melempar balik serangan duplikat Chin itu, ke arah pemiliknya.
Bola shen hitam itu lalu meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah duplikat dari kepang satu Chin, yang berusaha menahannya dengan kekuatan penuhnya. Akan tetapi sayangnya, serangan balik itu lebih kuat dari serangannya.
"Sial! sepertinya aku harus kembali ke dalam tubuhnya juga ...," kata duplikat Chin untuk yang terakhir kalinya. Karena bola shen hitam raksasa ciptaannya tak mampu lagi ia tahan. Serangannya itu memakan tubuhnya yang berubah menjadi cahaya hitam, yang segera melesat ke arah utara bumi untuk masuk ke tubuh Chin kembali.
Sedangkan bola shen hitam raksasa itu terus melesat ke langit, menuju ke luar angkasa tanpa batas. Yang akhirnya hilang dari pandangan mata langit super sekali pun. Yang mampu melihat sejauh 1 juta km.
__ADS_1