Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 46 (Kemunculan Mosa)


__ADS_3

 


Sementara itu di kutub selatan bumi, yang masih disebut Benua Antartika pada zaman itu. Langit yang begitu bersih dari awan sama sekali. Tiba-tiba bergemuruh dengan hebatnya, akibat dari munculnya sebuah lubang hitam selebar 3 meter. Yang merupakan lubang ruang dan waktu yang diciptakan oleh seseorang dengan kekuatan shen paling tidak berada di level H. Badai salju dan hujan es pun tercipta di benua es yang semakin besar dan dingin dikarenakan oleh ganasnya zaman es yang sudah terjadi sejak beberapa abad yang lalu. Yang seakan mengiringi kehancuran makhluk yang bernama manusia.


Langit terus bergemuruh dengan hebatnya, seakan dunia akan kiamat hari itu juga. Hingga sosok berjubah abu-abu muncul dari dalam lubang ruang dan waktu itu. Sosok berjubah abu-abu yang merupakan ksatria dari masa lalu itu lalu meluncur ke arah bawah dan menginjakan kakinya di benua es itu. Tanpa merasakan dinginnya kutub selatan bumi itu.


Sosok itu merupakan Mosa yang berniat untuk pergi ke tahun 2999 masehi, untuk mendapatkan patung Budha Giok. Namun karena sebuah insiden. Ia pun malah mendarat di tahun yang salah, yaitu 2919. Di mana patung Budha Giok belum muncul di tahun itu. Dan orang yang dapat menggunakannya pun belum lahir di zaman itu.


Mosa tampak kebingungan berada di kutub selatan bumi. Karena seharusnya ia muncul di Sundaland yang hijau. Bukan dunia es seperti Benua Antartika yang sedang injak itu.


 

__ADS_1


Jika saja ia manusia biasa. Bisa dipastikan dengan pakaian seperti itu. Ia akan mati kedinginan. Namun untungnya ia bukan manusia biasa. Ia manusia yang menguasai shen tingkat tinggi dari masa lalu. Hingga tak merasakan dinginnya kutub selatan yang begitu membeku tiap harinya.


"Sepertinya ada yang salah dengan perjalanan waktuku ini?" tanya Mosa di dalam hatinya. Dengan mata yang menerawang di hadapannya.


"Pasti karena insiden itu. Di mana tadi aku berpapasan dengan 2 orang yang akan ke masa lalu. Dan sempat-sempatnya mereka menyerang diriku," pikir Mosa, sambil melihat ke arah di mana lubang ruang dan waktu yang ia gunakan menghilang sama sekali. Hingga langit pun menjadi tenang kembali seperti sediakala. Seolah tak terjadi apa-apa di tempat itu.


"Sebaiknya aku cek, aku ini sedang berada di tahun berapa?"


Mosa lalu mengangkat tangan kirinya ke wajahnya. Mulutnya berkomat-kamit membaca mantra yang hanya dikuasai oleh dirinya itu. Selesai membaca mantranya. Mosa lalu meniupkan udara ke tangan kirinya dari dalam mulutnya. Dan tiba-tiba saja di telapak tangan kirinya itu, muncullah angka 2919. Raut wajahnya pun berubah menjadi begitu kesal, dengan apa yang sudah terjadi dengan dirinya dalam perjalanan waktunya kali ini.


"Kembali ke masaku. Itu memerlukan waktu 1hari lebih. Ke masa depan, itu memerlukan waktu 1 tahun lagi," gerutu Mosa.

__ADS_1


Mosa terus berbicara sendiri dengan penuh kekesalannya. Tanpa menghiraukan keadaan sekitarnya.


Hingga tiba-tiba saja. Ada roket yang menghantam dirinya dari arah belakang dengan begitu kerasnya.


 


Belum sempat mengetahui siapa penyerangnya. Roket-roket berikutnya pun menghantam dirinya dengan lebih keras dari serangan awal. Hingga membuat asap hitam yang begitu pekat di tempat itu.


Andai saja ia ksatria kelas rendahan. Sudah dipastikan Mosa sudah mati sejak serangan pertama tadi.


Ksatria dari masa lalu itu lalu melesat ke angkasa. Bukan untuk menghindari serangan berikutnya. Akan tetapi ia hanya ingin tahu. Siapa sebenarnya penyerang dirinya itu. Dan betapa terkejut dirinya, ketika mengetahui penyerang dirinya itu adalah pasukan robot Mars dan Bulan dengan jumlah ribuan yang mengepung dari segala arah.

__ADS_1


"Pantas saja aku tak merasakan energi kehidupan mereka. Ternyata mereka pasukan robot yang tak mempunyai energi kehidupan. Tapi anehnya mereka memiliki shen manusia?" tanya Mosa yang baru pertama kali ke masa depan. Jadi ia belum mengenal pasukan robot Mars dan Bulan yang merupakan pecahan dari shen Kenia-Keneo. Yang disegel di pusat komando robot Mars dan Bulan di Bulan.


 


__ADS_2