Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 36 (Kenangan dan Kekuatan)


__ADS_3

Cahaya jingga hasil dari ledakan kubah pengurung raga benar-benar luar biasa. Hingga Kenia dan Keneo yang berada di Bulan dapat merasakan kekuatan penghancur itu. Mereka begitu terkejut dengan apa yang mereka rasakan. Shen dari 5 saudara seperguruan mereka. Begitu terasa di diri mereka.


"Adikku yang tampan. Apakah kau merasakan ledakan shen dari mereka berlima?" tanya Kenia sembari menghisap 3 bola cahaya putih yang merupakan kumpulan shennya yang tercecer di Bulan, Mars dan Bumi.


"Tentu saja aku merasakannya. Selain itu, aku merasakan adanya 3 shen yang memiliki level lebih tinggi dari mereka berlima," sahut Keneo dengan tatapan ke arah Bumi. Seusai menghisap ketiga bola shen warna merahnya dengan tangan kirinya.


"Aku jadi penasaran. Sebenarnya apa sudah terjadi dengan mereka di Bumi?"


"Kenapa kita tak menggunakan mata langit super milik orang itu?"


"Maksudmu. Mata langit milik Markel. Yang mampu melihat 1000 kali lipat dari mata langit biasa. Dan mampu melihat kejadian 10 menit yang lalu?"


"Ya, mata langit super milik kekasihmu. Yang telah dicangkokan kepada kita, setelah ia mati muda karena kutukan mata langit supernya itu."


Mendengar perkataan kembarannya itu. Kenia pun jadi teringat tentang masa lalunya. Di mana ia pernah menjalin asmara dengan Markel yang merupakan kakak kandung dari Marandra, guru dari Kasandra. Sayangnya saat ia berusai 20 tahun. Markel mati karena kutukan mata langit supernya. Tetapi sebelum ia mati. Ia berpesan kepada Marandra. Agar sepasang matanya diberikan kepada Kenia dan Keneo. Yang kini ada di mata kiri Keneo dan mata kanan Kenia.


" Ya. Kita gunakan mata langit super itu sekarang."


Selesai berkata seperti itu. Mata kanan Kenia pun berubah menjadi ungu. Begitu juga dengan mata kiri Keneo. Dengan sepasang mata langit super berwarna ungu Markel. Kembar hybrid itu dapat melihat kejadian di mana 5 guru Gura-Gura Lama dan Mosa yang melawan 2 kepang bersaudara sedang bertarung dengan sengitnya. Hingga mereka berdelapan musnah di dalam kubah pengurung raga milik Marandra.


"Jadi dia benar-benar menggunakan jurus terlarang klannya itu. Padahal aku ingin bertemu dengan dirinya untuk sekali ini saja..." ujar Keneo dengan lirihnya. Sembari mengingat tentang Marandra yang ia cintainya. Akan tetapi lebih memilih Punka daripada dirinya di saat mereka muda dulu.


"Sudahlah jangan terbawa oleh masa lalu. Lihatlah ada yang sedang menuju ke sini dari Bumi," kata Kenia sembari menonaktifkan mata langit supernya itu.


Keneo pun melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh kembarannya itu. Ia lalu berdiri di samping Kenia dengan kedua tangan dilipat di dadanya.


"Shennya mirip dengan shen milik Drun. Apa mungkin ia murid dari Drun?" ucap Keneo dengan menatap ke arah Bumi.


"Mungkin saja. Jika benar ia murid Drun. Pasti yang lainnya pun sudah memiliki murid juga," sahut Kenia.


"Kenapa kita menjadi bodoh. Bukannya kita bisa menggunakan memori para robot itu. Untuk mengetahui semua kejadian yang telah terjadi saat kita dibuat tertidur oleh orang-orang dari masa lalu itu."


Keneo lalu memejamkan kedua matanya. Berusaha untuk membaca memori para robot mars yang kini telah menyatu dengan dirinya. Begitu pula dengan Kenia. Hingga akhirnya mereka mengetahui jika 5 saudara seperguruan mereka telah memiliki murid, yang membentuk kelompok Gura-Gura.


"Mereka berlima benar-benar beruntung. Telah memiliki penerus. Sedangkan kita di sini dibuat tertidur selama 102 tahun," kata Kenia berbicara sendiri.


"Ini sudah takdir, Kakakku yang cantik..." Keneo lalu membuka sepasang matanya itu. Di mana Dran yang sedang menuju ke Bulan semakin mendekati mereka berdua.


"Tapi ini tak adil. Adikku yang tampan..." sahut Kenia sembari membuka kedua matanya.


Keneo tak merespon perkataan Kenia. Karena Dran telah tiba di Bulan dan mendarat 5 meter dihadapan mereka berdua. Ketua dari Gura-Gura Baru itu nampak kebingungan kehilangan jejak dari cahaya merah dan putih yang telah diserap oleh Kenia-Keneo. Anggota dari Gura-Gura lama itupun bertambah bingung. Karena dihadapannya ada 2 orang yang dianggapnya sebagai manusia muda.


Dran lalu meredupkan shen warna kuningnya itu ke dalam tubuhnya.


"Bagaimana bisa kalian berdua berada di Bulan. Pusat dari kekuasaan robot mars dan bulan?" tanya Dran dengan penuh selidik. Kenia tanpa enggan menanggapi pertanyaan dari Dran. Sedangkan Keneo nampak tertarik dengan Dran, murid dari Drun.

__ADS_1


"Karena kami berdua adalah leluhur dari robot mars dan bulan. Murid dari Drun,"sahut Keneo lalu tersenyum ke arah Dran yang terkejut nama gurunya disebut oleh orang yang dianggapnya anak muda.


"Bagaimana bisa kau tahu nama guruku, anak muda?"


"Karena kami berdua adalah saudara seperguruan dari guru kalian. 5 Gura-Gura Lama..."


"Anak Muda kau itu terlalu berkhayal. Kau mengetahui aku dan guruku pasti dari buku sejarah. Para guru dari 5 Gura-Gura Lama. Tidak pernah bercerita, pernah memiliki saudara seperguruan lagi," sahut Dran lalu tertawa lepas.


"Kakakku yang cantik. Ternyata mereka berlima tidak pernah menceritakan tentang kita sebagai saudara seperguruan mereka. Kita ini saudara seperguruan yang tak dianggap oleh mereka berlima..."


"Peduli setan. Dianggap saudara seperguruan oleh mereka atau tidak. Murid-murid mereka pun belum lahir saat kita dibuat tertidur dulu," respon Kenia masih menatap Bumi dengan kenangannya.


"Kalian berdua pasti para pembual. Manusia yang dijadikan anak buah raja robot ban mars dan bulan yang sudah mati. Lebih baik sekarang kalian ikut denganku untuk menjadi anak buahku," kata Dran dengan penuh keangkuhannya itu.


"Kau ini tidak sopan sekali bocah!. Kami ini paman dan bibi guru dari kalian berlima. Aku Keneo dan dia Kenia kakakku yang cantik," sahut Keneo sembari melepaskan lipatan tangannya itu.


"kaulah yang Bocah!," teriak Dran.


"Kau itu hanya memandang tubuh muda ini saja. Aku tahu kau datang kemari untuk mengetahui cahaya merah dan putih yang pergi ke bulan?" tutur Keneo.


"Ya, itulah yang sedang ingin kuselidiki."


"Kau tak usah menyelidikinya lagi. Karena cahaya merah dan putih itu pecahan dari shen kami. Yang telah masuk ke dalam tubuh kami berdua."


"Aku perlu pembuktian!"


"Baiklah..." sahut Keneo sembari menangkis tangan kanan Dran dengan tangan kanannya.


"Kakakku yang cantik. Apakah kau ingin bermain-main dengan bocah ini?" tanya Keneo kepada Kenia.


"Aku tidak suka bermain-main seperti dirimu.... Adikku yang tampan," timpal Kenia.


Keneo lalu berlari dan menyerang Dran secara bermain-main. Sedangkan Dran menyerang Keneo dengan serius. Hingga ia pun menyadari jika dirinya sedang dipermainkan oleh paman gurunya itu.


"Kau rupannya sedang mempermainkan aku bocah?"


Dran pun menghentikan serangannya itu.


"Seharusnya kau sadar. Aku yang kau anggap bocah ini. Bisa mempermainkanmu. Itu berarti kekuatanku di atas kekuatanmu. Itu berarti benar. Kami adalah saudara seperguruan dari gurumu," jelas Keneo.


"Tapi bagaimana bisa. Tubuh kalian tetap muda seperti seorang remaja?" tanya Dran drngan penuh rasa penasarannya.


"Kami memilih jalan yang berbeda. Kalian dan para guru kalian memilih hanya menggunakan shen untuk tampil tetap muda. Sedangkan kami berdua. Selain menggunakan shen. Kami memodifikasi sebagian tubuh kami menjadi robot. Dengan hasil lebih muda dari kalian," tutur Keneo dengan panjang lebarnya.


Akan tetapi Dran tetap tak percaya dengan penjelasan dari paman gurunya itu.

__ADS_1


"Aku tetap tak percaya kalau kalian berdua adalah saudara seperguruan guru kami, para Gura-Gura Lama!."


Dran lalu mengeluarkan shen berwarna kuningnya dari dalam tubuhnya. Ia berniat menyerang Keneo dengan kekuatan penuhnya.


Akan tetapi sebelum niatnya itu terwujud. Kenia muncul di hadapannya. Dan langsung saja menyentuhkan tangan kanannya ke perut Dran.


"Kau percaya atau tak percaya. Itu bukan urusan kami. Kau itu lebih cerewet daripada Drun. Hingga membuat kepalaku pusing. Lebih baik kau kembali ke teman-temanmu!"


Tiba-tiba saja mata kanan Kenia berubah menjadi ungu. Ternyata ia menggunakan kekuatan mata langit supernya untuk mengirim Dran ke Gunung Well dengan tepatnya.


Melihat mata ungu itu. Dran pun begitu terkejut.


"Mata itu...!!"


Belum sempat Dran melanjutkan perkataannya. Kenia pun sudah menggunakan shennya untuk mendorong Dran kembali ke Bumi. Dengan tangan kanannya yang mengeluarkan cahaya putih.


"Wah Kakakku yang cantik ini galak sekali. Langsung menghajarnya kembali ke Bumi. Tanpa sedikit pun ingin bermain-main dengan dirinya," kata Kenia.


"Aku tak punya waktu untuk bermain-main dengan dirinya. Lebih baik kita jelajahi Bulan untuk mencari informasi yang tersisa dari para robot itu."


Seusai berkata seperti itu. Kenia lalu berlari menjauhi bumi di angkasa yang diikuti oleh Keneo.


 


***


 


Sementara itu dibekas pertarungan para guru Gura-Gura Lama. Tampak begitu banyak lubang besar dan kecil bertebaran di tempat itu. Debu-debu begitu pekat menyelimuti area itu. Hingga muncullah Syam di tempat itu. Ia muncul karena benturan aura shen yang begitu hebat ia rasakan di tempat itu.


"Sepertinya aku terlambat. Mereka semua sudah mati dalam jurus terlarang milik perempuan peramal itu," ujarnya sembari menatap ke arah langit di mana cahaya jingga masih terlihat jelas di langit.


"Sayang sekali Mosa kau harus ikut mati bersama karya senimu dan 2 penjahat dari masa kita di masa ini."


Tiba-tiba saja matanya pun berubah menjadi biru. Pertanda ia sedang menggunakan mata langit. Ia tatap ke arah di mana kepergian Jeni dari dalam debu-debu yang masih pekat menyelimuti tempat itu.


"Ternyata peramal junior itu ada 500 km dari tempat ini. Aku harus mengejarnya. Sebelum ia ditemukan oleh para kepang lainnya." Syam lalu melesat dengan kecepataan tinggi meninggalkan tempat itu di mana Jeni berada.


500 km dari bekas pertarungan itu. Jeni menghentikan larinya. Ia gunakan mata langitnya untuk melihat ke arah cahaya jingga yang masih memancar dengan terangnya di langit.


"Pastinya mereka semua sudah mati oleh jurus terlarang itu. Tenang saja Nenek Marandra. Aku akan memberikan warisan kalian kepada 5 Gura-Gura Lama. Apapun yang akan terjadi nanti..."


Jeni lalu berlari kembali dengan kecepatan tinggi menuju Gunung Well. Tempat yang sudah diramalkan oleh Maranda sebagai tempat berkumpulnya 5 Gura-Gura Lama.


 

__ADS_1


__ADS_2