Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 30 (Kebangkitan Leluhur Robot Mars dan Bulan) Arc : Teror dari Masa Lalu


__ADS_3

Setelah keadaan Bumi, yang diporak-porandakan oleh pasukan robot Mars dan Bulan kembali pulih oleh patung Budha giok, yang digunakan oleh Nack berkat permintaan luhurnya. Dan pusat komando robot Mars dan Bulan telah dihancurkan oleh Pusia di Bulan. Yang telah kembali ke Bumi bersama Kasandra, untuk menjalani hidup mereka sebagai sepasang kekasih yang telah terpisah lama. Untuk berkelana di Bumi. Yang mereka kira telah aman dari kejahatan yang dilakukan oleh pasukan robot Mars dan Bulan. Padahal kejahatan yang jauh lebih dahsyat dan kuat, mulai muncul. Yang datangnya dari masa lalu. Masa yang sama, dengan Mosa dan Syam berasal.


Masa di mana shen berkembang dengan pesatnya. Di mana pengguna shen begitu besar jumlahnya. Jauh melebihi masa-masa setelahnya. Yang terus menurun dan semakin menurun dari masa ke masa.


Sementara itu di Bulan sendiri, nampak kesunyian masih meraja, seakan telah tiada kehidupan yang tersisa, dari satelit alami Bumi satu-satunya itu. Akibat dari hancurnya pusat komando Mars dan Bulan yang dihancurkan oleh Pusia. Yang mengakibatkan hancurnya pasukan robot Mars dan Bulan secara otomatis. Baik yang ada di Mars, Bulan, maupun yang sedang menyerang Bumi. Untuk menghancurkan Bumi. Sesuai dengan perkataan dari Raja Robot Mars dan Raja Robot Bulan, yang telah dihancurkan oleh Mosa. Saat mereka menyerang Kota Angkasa Khatulistiwa, beberapa waktu yang lalu.


Akan tetapi tiba-tiba saja kesunyian itu berakhir. Ketika dibekas reruntuhan 2 pusat komando Mars dan Bulan. Dari dalam tanah Bulan terjadilah getaran secara konstan. Yang memunculkan 2 buah peti mati kristal berwarna merah dan putih. Yang perlahan-lahan tetapi pasti, 2 peti mati seukuran peti mati manusia itu pun, akhirnya muncul di permukaan tanah Bulan.


2 peti itu lalu terbuka penutupnya, dari dalamnya secara perlahan-lahan. Hingga akhirnya 2 penutup peti itu terbuka secara sempurna. Yang membuat 2 penutup peti itu, terjatuh ke tanah Bulan. Yang bergravitasi lebih rendah dari Bumi. Tapi karena 2 peti kristal itu dibuat di Bulan, dan berasal dari Bulan. Maka kedua peti kristal itu. Telah terbiasa dengan gravitasi Bulan. Yang jauh lebih rendah daripada gravitasi Bumi.


Nampak dari dalam peti kristal itu. Keluarlah 2 sosok, seperti manusia. 1 yang berada di dalam peti kristal berwarna merah. Berwujud seperti seorang lelaki berusia 25 tahun, dengan tinggi 180 cm. Berambut merah setengkuk. Wajahnya oval, hidung mancung kecil dan bermata merah, dengan alis berbentuk bulan sabit berwarna hitam. Dengan pakaian seperti kaos seperempat lengan berwarna merah dan celana panjang ketat berwarna merah. Sedangkan peti kristal yang berwarna putih, keluar sosok seorang wanita serupa dengan sosok lelaki dari peti kristal merah itu. Mereka hanya dibedakan oleh warna rambut, pakaian dan bola matanya saja. sosok wanita ini berwarna rambut dan bola mata putih. Dengan kulit berwarna kuning terang, sama dengan sosok lelaki yang ada di sampingnya itu.


Mereka berdua berdiri di samping, peti kristal yang menyimpan tubuh mereka selama ini di dalam perut Bulan. Sosok mereka yang serupa. Seakan ingin menegaskan, jika mereka adalah kembar.


Ya, mereka adalah kembar indentik. Tetapi mereka bukanlah kembar biasa, mereka berdua adalah manusia setengah robot. Sama seperti Jean Kecil. Tetapi mereka berdua, memiliki ukuran tubuh seperti manusia biasa. Tidak seperti Jean Kecil, yang hanya berukuran tubuh mini.


Mereka berdua nampak menatap ke arah Bumi, yang ada di hadapan mereka. Dengan penuh kenangan di sepasang mata mereka.


"Sepertinya, kita sudah tertidur selama 100 tahun lebih. Sejak kita dikalahkan oleh para manusia dari masa lalu itu," ucap sosok lelaki setengah manusia setengah robot. Yang bernama keneo. Sambil menatap penanggalan pada jam atom, yang berbentuk bulat dan berwarna merah, pada tangan kirinya.


"Ya, para manusia dari masa lalu. Yang telah menggunakan kekuatan kita dan memecahnya menjadi pasukan robot Mars dan Bulan. Yang membuat kita berada di bawah pusat komando yang telah hancur ini, selama ini," sahut sosok wanita, yang bernama Kenia.

__ADS_1


"Untung saja, pusat komando ini telah hancur. Jadi kita dapat terbangun dari dari tidur panjang kita selama ini. Jika tidak, kita pasti akan tetap tertidur seperti itu..., entah sampai kapan?" ucap Keneo.


"Ya, sepertinya. Kita harus berterimakasih terhadap siapapun yang telah menghancurkan pusat komando ini...," timpal Kenia.


"Ya, ia adalah manusia dari suku bulan sabit merah murni. Yang telah dimusnahkan oleh pasukan robot Mars dan Bulan... Sesuai dengan ramalan dari si cantik peramal itu...."


"Jangan membahas tentang peramal itu dulu. Lebih baik kita kumpulkan kekuatan kita yang telah dipecah-pecah oleh para manusia dari masa lalu itu. Agar kita lebih kuat dari saat ini...," ujar Kenia.


Kenia lalu mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah peti kristal putihnya itu. Nampak telapak tangan kirinya itu pun telah bolong. Dari telapak tangan kirinya yang bolong itu, keluarlah daya tarik yang sangat kuat. Yang menarik peti kristal putih itu. Hingga peti kristal putih itu pun tertarik dan berubah menjadi cahaya putih. Yang masuk ke telapak tangan kirinya.


"Kau benar, Kakakku yang cantik. Dengan kekuatan kita saat ini, kita hanya berada pada level S. Kita harus menarik semua kekuatan pecahan kita. Yang berserakan di Bulan, Bumi dan Mars. Walaupun itu memerlukan waktu yang cukup lama," jawab Keneo.


Keneo lalu mengarahkan tangan kirinya. Ke arah peti kristal merahnya. Nampak telapak tangan kirinya pun telah bolong. Yang segera menghisap peti kristal merahnya. Setelah itu, mereka berdua lalu menghisap pusat komando pasukan robot Mars dan Bulan. Yang telah mengambil dan menggunakan kekuatan mereka selama ini untuk memproduksi secara masal pasukan robot Mars dan Bulan secara otomatis, dengan tangan kiri mereka.


"Lalu, apakah kau memiliki usul?" tanya Keneo, setelah selesai menghisap pusat komando pasukan robot Mars yang berwarna merah.


"Lebih baik kita, gunakan bola penghisap energi shen kita. Untuk mengambil energi shen kita, yang tercecer di Bulan, Mars dan Bumi," jawab Kenia. Lalu dari tangan kirinya, yang ia arahkan ke langit Bulan. Muncullah 3 bola cahaya putih yang berukuran sebesar bola basket. Yang keluar dari telapak tangan kirinya secara berurutan. Yang melayang setinggi 5 meteran di atas permukaan Bulan. Yang mengarah ke arah Bulan, Mars dan Bumi.


"Ya, aku rasa. Itu lebih praktis dan efesien..., Kakakku yang cantik...," ujar Keneo, lalu melakukan hal yang sama. Dengan apa yang dilakukan oleh Kenia. Hingga terciptalah di langit Bulan. 6 bola cahaya. 3 berwarna putih sedangkan 3 lagi berwarna merah.


Nampak bola cahaya berwarna putih, yang menghadap ke arah Bulan. Menghisap potongan-potongan tubuh 4 Jenderal Bulan dan pasukan robot Bulan, yang bertebaran di seantaro penjuru Bulan. Sedangkan bola cahaya berwarna merah, nampak menghisap tubuh 4 Jenderal Mars dan tubuh pasukan robot Mars, yang ada di seantaro Bulan. Sedangkan bola cahaya putih dan merah yang menghadap ke Mars. Nampak menghisap tubuh pasukan robot yang berada di Mars. Dari tempat itu, dari jarak yang cukup jauh antara Bulan dan Mars. Sedangkan bola cahaya putih dan merah yang menghadap ke arah Bumi. Nampak menghisap debu-debu dari kehancuran 2 raja robot Mars dan Bulan di Bumi. Dan tubuh-tubuh pasukan robot Mars dan Bulan yang berserakan di seantaro penjuru Bumi.

__ADS_1


Mereka berdua lalu duduk di tanah Bulan dan membiarkan bola cahaya penghisap pecahan energi mereka bekerja sendiri secara mandiri.


"Apakah 5 saudara seperguruan kita. Yang merupakan manusia terkuat di Bumi, masih hidup?" ucap, Kenia berkata sendiri, sambil menatap ke arah Bumi. Yang mengambang di angkasa. Dengan segala kenangangnya itu.


"Aku harap mereka masih hidup, untuk menjadi lawan tarung kita, seperti dulu...," jawab Keneo, dengan tatapan mengarah ke Bumi. Lalu tersenyum sendiri.


"Tapi, aku sangsi. Karena mereka hanya manusia biasa, yang dibatasi dan terbatasi oleh usia. Mereka menempuh jalan yang berbeda dengan diri kita, yang telah merubah sebagian tubuh kita ini menjadi robot," sahut Kenia, lalu tersenyum kecut.


"Tapi aku rasa, dengan level shen mereka yang seperti itu. Mereka pasti masih hidup," ujar Keneo dengan keyakinannya itu.


"Itu, jika tidak terjadi sesuatu hal dengan mereka, selama 102 tahun ini...," ucap Kenia dengan keraguannya itu.


"Ya, aku rasa. Telah banyak perubahan selama 102 tahun ini. Yang tidak kita ketahui sama sekali. Di Bumi, Bulan maupun Mars."


"Untuk memastikan akan hal itu. Lebih baik kita ke Bumi sekarang. Adikku yang tampan...," ajak Kenia.


"Tapi Kakakku yang cantik, sayangnya kita harus bersabar hingga kekuatan kita benar-benar pulih...," sahut Keneo, sambil menggelengkan kepalanya, sebagai tanda ia menolak keinginan kakaknya itu.


"Kau benar Adikku yang tampan. Dengan kekuatan kita yang belum pulih. Bentrok dengan para manusia masa lalu itu. Kita seperti mencari mati saja."


Mereka berdua terus berbincang tentang banyak hal. Sambil menunggu bola cahaya penghisap energi shen mereka, selesai untuk mengambil kekuatan mereka kembali. Yang di masa lalu pernah dimbil dan dipecah oleh manusia dari masa lalu, 102 tahun yang lalu. Di mana kekuatan mereka digunakan untuk membuat pasukan robot Mars dan Bulan. Beserta 2 raja, 8 jenderal dan 2 komandan pasukan Mars dan Bulan

__ADS_1


 


__ADS_2