
Tahun 2919 Masehi di Sundaland bagian tenggara.
Matahari sore masih berada di langit barat, walaupun nyaris tenggelam di kaki langit barat. Namun bulan yang sedang dalam wujud purnama sudah menampakan dirinya di langit. Bulan itu masih pucat belum mengeluarkan cahaya puncak kecantikannya. Yang akan menerangi gelapnya langit malam zaman modern itu.
Di dataran tinggi di tenggara Sundaland. Tampak 5 orang manusia sedang memandangi bulan yang semakin bercahaya itu. 5 manusia itu adalah. Or Well, Dran, Clerk, Pusia dan Kasandra yang merupakan guru dari Gura-Gura Lama yang belum ada pada saat itu.
Mereka melihat bulan seperti sedang melihat sesuatu hal yang penting di satu-satunya satelit alami milik bumi itu.
"Sayang mata langitku bukan mata langit super. Andai saja aku memiliki mata langit ungu itu. Maka aku akan melihat bulan dengan sangat jelas sekali," kata Kasandra muda berbicara sendiri, yang tak ditanggapi oleh 4 rekannya 80 tahun yang lalu.
Di mana pada saat itu Kasandra dan teman-temannya masih berusia 20 tahun. Saat itu kelompok Gura-Gura belum terbentuk. Or Well muda saat itu belum memiliki Gunung Well, begitu juga dengan Dran yang belum menemukan pulau yang nantinya ia beri nama Pula Gura-Gura di saat kelompok mereka bubar. 30 tahun ke depan dari saat itu.
Mereka berlima tak menyadari. Jika mereka berlima sedang dikurung oleh jurus pengurung raga milik Marandra. Yang tak di aktifkan untuk membunuh mereka berlima. Akan tetapi guru dari Kasandra itu. Hanya mengaktifkan jurus khusus klannya itu. Untuk melindungi kelima anak muda terkuat itu dari incaran manusia dari masa lalu yang telah mengalahkan mereka berlima di Bulan 20 tahun yang lalu. Saat mereka berlima mencoba membebaskan Kenia dan Keneo di Bulan.
"Apakah kalian tidak merasa aneh?. Kenapa para guru kita belum kembali dari Bulan?" tanya Or Well muda entah bertanya dengan siapa.
"Mungkin mereka sedang bersenang-senang di Bulan, Rambut Merah," sahut Dran muda.
"Kenapa mereka tidak mengajak kita?. Menghancurkan pasukan robot Mars dan Bulan di sana?" sambung Clerk muda.
"Kalian itu ngawur saja. Mereka berlima entah kenapa tidak ingin menghancurkan para robot keparat itu. Padahal mereka punya kemampuan untuk melakukan itu?" kata Pusia dengan penuh dendam. Mengingat saat klannya dibantai oleh pasukan robot mars dan bulan dari Punka, 20 tahun yang lalu.
__ADS_1
"Sudahlah Pus, jangan bawa-bawa dendammu kepada para guru kita. Aku rasa mereka mempunyai alasan yang tidak kita ketahui melakukan hal itu," kata Kasandra berusaha menenangkan Pusia.
Lelaki terindah dari bulan itu pun sadar. Kasandra yang seorang perempuan dan klannya dibantai oleh pasukan robot mars dan bulan masih bisa bersikap tenang dalam menyikapi masalah itu.
"Kalau begitu. Coba kau lihat mereka dengan mata langitmu. Sebenarnya mereka sedang apa di Bulan?" tanya Pusia kepada Kasandra yang telah mengaktifkan mata langitnya itu.
"Shenku ini baru mencapai level A+. Jangkauan mata langitku hanya sampai 100 km lebih sedikit," jelas Kasandra. Lalu mengalihkan pandangannya ke arah puncak gunung yang di masa depan akan bernama Gunung Well.
Gunung soliter itu merupakan gunung api tertinggi di daerah sekitar tempat itu. Gunung itu begitu besar hingga menutupi seperdelapan area pandangan mereka berlima. Puncaknya pun tertutup oleh salju abadi yang berkilau karena keganasan zaman es pada masa itu.
Tiba-tiba saja Kasandra terkejut. Mata langitnya melihat aura pelindung berwarna jingga dengan radius 1km mengurung mereka. Dan keterkejutannya itu dilihat oleh teman-temannya.
"Ternyata kita sudah dikurung oleh guruku!" seru Kasandra seakan sedang bicara sendiri.
"Maksudmu apa?" tanya Or Well dengan penuh penasarannya.
"Bukannya itu jurus terlarang klanmu?" tanya Clerk kini.
"Ya," jawab Kasandra singkat.
"Aku tidak percaya itu!"
__ADS_1
Tiba-tiba saja Or Well melesat dengan kecepatan tinggi ke angkasa. Akan tetapi saat 1 km dari tempatnya berpijak. Ia pun merasakan ada dinding maya yang menghalanginya.
Or Well terus memaksa untuk terbang ke atas. Hingga ia pun turun kembali untuk menembus bumi. Namun hal yang sama terjadi. Bumi yang ia pijaknya seakan terlapisi oleh perisai maya.
Seakan tak mau kalah dari Or Well. Dran lalu memelesat ke arah timur dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi ia pun terhenti di radius 1 km dari tempatnya berdiri. Karena terbentur oleh perisai maya dari kubah pengurung raga.
Dran pun lalu kembali ke tempat semula. Tanpa ingin mencobanya kembali seperti rekannya Or Well.
"Percuma kalian lakukan itu semua. Kita itu sudah terkurung dengan jangka waktu yang telah ditetapkan oleh guruku," selesai berkata seperti itu. Tiba-tiba saja muncullah hologram Marandra di langit. Akibat dari ulah Or Well dan Dran yang mencoba keluar dari dalam kubah pengurung raga.
"Percuma saja kalian tak mungkin bisa keluar dari dalam kubah itu. Sebelum 1 tahun lamanya. Lebih baik kalian berlatih dan lampauilah kami para guru kalian di masa depan nanti...."
Hologram Marandra lalu menghilang begitu saja dari langit. Meninggalkan begitu misteri bagi mereka berlima pada saat itu.
"1 tahun?. Aku bisa gila!" ujar Or Well lalu meninggalkan tempat itu.
"1 tahun?. Aku akan lebih kuat darimu Or," sambung Dran lalu mengikuti kemana Or Well pergi.
"1 tahun. Aku pasti akan membuat racun yang begitu hebat," kata Clerk lalu pergi berlawanan arah dari kedua temannya. Hingga hanya menyisakan Kasandra dan Pusia yang hanya saling terdiam satu sama lainnya. Dan hanya bermain dengan pikiran mereka masing-masing. Hingga mereka berdua yang sebenarnya saling mencintai itu, akhirnya saling bicara satu sama lainnya.
"1tahun?. Apa yang akan kau lakukan, Kasa?" tanya Pusia lalu tersenyum manis kepada gadis peramal dari bulan itu.
__ADS_1
"Tentu saja, menunggumu untuk mengatakan cintamu kepadaku..." sahut Kasandra dengan berkata manja.
Kasandra lalu tertawa dan berlari kecil meninggalkan tempat itu. Sedangkan Pusia tetap terdiam dengan menatap bulan yang semakin bersinar terang di langit tanpa batas. Seakan ia sedang memandang Bulan dengan penuh emosinya. Yang merupakan kampung halamannya yang telah dihancurkan oleh pasukan Mars dan Bulan.