Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 70. (Hancurnya Pulau Gura-Gura)


__ADS_3

 


*Pulau Gura-Gura tahun 2999 Masehi Di Timur Sundaland*


Matahari baru saja muncul di langit timur. Sinarannya walaupun bisa dibilang redup karena zaman es modern yang masih berlangsung tanpa ada tanda-tandanya akan berakhir. Tetap saja masih mampu menyinari dengan begitu cepatnya langit pulau milik Dran, yang dulu milik si kembar Pongkha dan Pongkhi.


 


Pulau yang dulu begitu kosong hanya dihuni oleh Pongkha dan Pongkhi. Kini terlihat begitu ramai oleh aktifitas manusia yang dibawa masuk oleh anggota Gura-Gura baru sebagai penduduk pulau berbentuk 'G` itu sejak 30 tahun yang lalu.


 


Pantai-pantainya dipenuhi oleh nelayan yang menjual hasil tangkapan mereka kepada penduduk lain yang menghuni pulau yang begitu terlihat damai di segala arah, selama mereka tinggal di pulau itu.


Pulau Gura-Gura dikendalikan oleh Dran secara utuh melalui para anak buahnya yang begitu setia terhadap dirinya sebagai seorang ketua dari Gura-Gura Baru. Yang merupakan kelanjutan dari kelompok Gura-Gura menurut versinya.


Di antara keramaian itu. Terlihat sosok berpakaian piyama yang dilapisi oleh jubah berwarna hitam, dengan wajah oriental dan rambut berkepang tiga yang merupakan anggota dari 5 kepang bersaudara. Lelaki itu bernama Chen, kakak kandung dari Chon dan Chun yang sudah mati di dalam jurus pengurung raga milik Marandra bersama Mosa dan 5 guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama beberapa waktu yang lalu.


Walaupun ia bisa dibilang berpakaian aneh di antara manusia yang lalu lalang di pulau itu. Tetap saja si kepang tiga tak mencuri perhatian mereka, yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Lagi pula dirinya pun menekan shennya hingga titik nol. Hingga kehadirannya tak disadari oleh para anak buah Dran yang menjaga pulau itu. Karena ia hanya dianggap sebagai manusia biasa. Yang tak memiliki shen sama sekali.


"Di mana Dran sebenarnya?" tanya Chen di dalam hatinya, terus berjalan di Pulau Gura-Gura sembari mencari pancaran shen Dran yang sudah pasti ia duga. Merupakan pemilik shen terbesar di pulau itu.


Terus mencari dan mencari namun ia tak menemukan pancaran shen dari Dran. Ia hanya mendeteksi pancaran shen dari 9 orang dengan level paling tinggi A.


"Apakah aku harus membuat kekacauan?. Agar Dran keluar dari persembunyiannya?" tanya Chen di dalam hatinya, sembari melepas senyum sinisnya ke arah bukit yang ada di hadapannya.


"Sepertinya harus...?" terlihat dari jari telunjuk tangan kanan si Kepang Tiga. Keluarlah cahaya hitam yang membentuk kelereng.


Tanpa pikir panjang lagi, Chen pun melemparkan kelereng shen hitam itu ke arah bukit yang ada di hadapannya. Hanya dalam waktu sekejap mata, bukit itu pun hancur dan hilang dari pandangan mata. Dengan guncangan dan ledakan yang begitu dahsyat terasa di segala penjuru pulau Gura-Gura.

__ADS_1


Kepanikan pun terjadi di sekitar tempat itu. Para penduduk berlarian tanpa arah yang pasti meninggalkan tempat, dengan aktifitas yang sedang mereka lakukan.


Jelas saja apa yang sudah dilakukan oleh Chen, telah membuat 9 anak buah Dran hadir di tempat itu. Dan langsung mengepung Dran dari segala arah. Seakan tak ingin memberikan celah sedikit pun kepada si pembuat kekacauan di pulau mereka untuk melarikan diri.


"Kau ini siapa!?. Berani-beraninya membuat kekacauan di Pulau Gura-Gura ini?" tanya Gura-Gura Baru nomor 2 yang merupakan wakil Dran dengan nada yang tinggi.


"Mana Dran...?" pertanyaan dari wakil Dran itu malah disahuti oleh pertanyaan dari Chen.


"Kau ini siapa!!!" pertanyaan dari Chen pun tak dijawab oleh wakil dari Dran. Gura-Gura Baru nomor 2 itu pun berteriak dengan kerasnya, mengulang pertanyaannya itu.


"Apakah kau pantas tahu siapa aku?. Manusia-manusia lemah...," sahut Chen dengan nada yang sinis.


Menyadari perkataannya tak mungkin digubris. Gura-Gura Baru nomor 2 lalu melesat dan menyerang Chen dengan tangan kosong. Akan tetapi dengan begitu cepatnya Chen ikut melesat dan meninju perut wakil dari Dran itu hingga terpental ke arah belakang yang segera ditangkap oleh Gura-Gura Baru nomor 5.


"Dia mungkin kekuataannya setara dengan ketua...," ucap Gura-Gura Baru nomor 2, lalu memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Mengetahui lukanya cukup parah. Gura-Gura Baru nomor 2 lalu merogoh kantung celananya dan mengambil sebutir pil untuk memulihkan dirinya dengan cepat.


"Tapi ini kenyataannya," jawab Gura\-Gura Baru nomor 2.


"Aku jauh lebih hebat dari mereka berlima. Mungkin mode dasar shen Dran seperti ini," sambung Chen lalu mengeluarkan shennya hingga level S. Sehingga dirinya pun diselubungi oleh Shen berwarna hitam pekat.


9 anak buah Dran pun seakan tak percaya dengan kekuatan shen yang ditunjukan oleh Chen. Mereka masih belum percaya, jika Chen memiliki shen setinggi itu.


"Kau hanya menipu kami!!" teriak Gura-Gura Baru nomor 9 lalu melesat maju dari arah samping Chen.


 


Saat Gura-Gura Baru nomor 9 ada dekatnya Chen tak tinggal diam. Ia lalu melesat dan mencekik leher Gura-Gura Baru nomor 9 dengan kuatnya hingga anak buah Dran itu pun sulit untuk bernapas.

__ADS_1


 


"Rasakanlah tipuanku ini...," tiba-tiba saja aura hitam shen Chen menjadi panas. Hingga tubuh Gura-Gura Baru nomor 9 pun meleleh menjadi debu.


Melihat rekannya mati secara mengenaskan. 8 Gura-Gura Baru maju secara serentak menyerang Chen. Yang melayaninya hanya dengan main-main saja.


8 anak buah Dran menggunakan kekuatan shen tertinggi yang mereka miliki untuk menghadapi si kepang tiga. Hingga tubuh mereka pun di selimuti oleh aura shen berwarna kuning. Sama seperti warna shen milik Dran, ketua dari Gura-Gura Baru. Gura-Gura Baru nomor 5 dan 7 pun tewas menjadi debu akibat serangan dari Chen dengan shen hitamnya itu.


"Sepertinya, aku sudah terlalu mengulur waktu. Tapi Dran tak muncul-muncul di pulau ini," ucap Chen berbicara sendiri. Lalu menangkap Gura-Gura Baru nomor 8 dengan tantakel shen hitamnya. Hingga anak buah dari Dran itu hanya berjarak 2 meter dari Chen.


"Apakah kau tahu di mana Dran?" tanya Chen dengan nada datar.


"Kalau pun aku tahu. Sampai mati pun, aku tak akan memberitahumu!" jawabnya dengan lantangnya.


"Baiklah akan kukabulkan, kalau kau ingin mati...," tentakel hitam jelmaan dari shen milik Chen itu lalu menjadi panas. Hingga membuat tubuh Gura-Gura Baru nomor 8 menjadi debu dalam sekejap.


4 anak buah Dran sudah mati di tangan Chen. Hingga membuat 5 anggota Gura-Gura Baru yang tersisa bertambah murka. Mereka berlima secara bersamaan melepaskan bola shen berwarna kuning ke arah Chen yang sengaja menerima serangan itu. Ledakan besar pun terjadi saat 5 bola shen berwarna kuning itu menghantam tubuh si kepang tiga. Asap tebal pun menyelimuti tempat itu.


"Apakah kita berhasil?" tanya Gura-Gura Baru nomor 3 kepada Gura-Gura Baru nomor 2.


"Aku tidak yakin. Mana mungkin orang sekuat itu, mati dengan serangan kita itu," sahut Gura-Gura Baru nomor 2 dengan getirnya.


Tiba-tiba saja dari dalam pekatnya asap hitam yang tercipta atas benturan tubuh Chen dengan serangan 5 anak buah Dran. Melesatlah sosok Chen ke langit dengan kecepatan tinggi, yang terlihat oleh para anak buah Dran.


"Sampai ke ujung langit pun. Kita harus mengejarnya!" teriak Gura-Gura Baru nomor 2 yang segera melesat ke arah langit mengejar Chen. Yang diikuti oleh keempat rekannya.


"Lebih baik kalian semua hancur bersama pulau ini," ucap Chen berbicara sendiri. Sambil melemparkan bola shen berwarna hitam sebesar kelereng. Saat dirinya berada 400 dari puncak tertinggi bukit di Pulau Gura-Gura.


Bola cahaya hitam itu melesat dengan kecepatan sangat tinggi sekali. Dengan mengeluarkan hawa panas yang begitu tinggi. Hingga saat melewati 5 anak buah Dran yang tersisa. Mereka berlima pun langsung menjadi debu. Hanya dalam hitungan detik bola shen berwarna hitam itu pun menghantam Pulau Gura-Gura yang langsung lenyap tanpa sisa sama sekali bersama pulau-pulau yang ada di sekitarnya. Hingga membuat tsunami ke segalah arah dengan kecepatan yang luar biasa sekali.

__ADS_1


 


__ADS_2