
Matahari pagi muncul di ufuk timur bersamaan dengan selesainya 5 Gura-Gura bermeditasi untuk menyerap kekuatan pil shen guru mereka. Yang membuat mereka memiliki kekuatan H+++. Nyaris mendekati level HS
Mereka belima lalu berdiri dengan memandang ke arah timur, di mana marahari muncul. Di sisi Syamshe, yang setia menunggu mereka berlima hingga selesai.
"Dengan kekuatan seperti ini. Apakah kami berlima, sudah dapat mengalahkan para penjahat dari masa lalu itu?" tanya Or Well kepada Syam, dengan penuh selidik.
"Belum. Bergabung bersama Kenia\-Keneo pun. Aku rasa kita tetap kalah dari dirinya," sahut Syam.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Tentu saja menunggu. Dia bersama Chin sedang menuju ke sini," kata Syam melihat ke arah timur dengan mata langitnya.
Baru saja Syam selesai bicara. Humsha dan Chin sudah tiba di tempat itu.
"Akhirnya, kami menemukan kalian...," ujar Humsha. Lalu tertawa dengan kerasnya.
"Rupanya, kau pemimpin mereka," kata Or Well dengan nada yang dingin, dan tatapan tajam ke arah Humsha.
"Chin, kau jangan ikut campur. Aku ingin bersenang-senang dengan mereka...," ucap Humsha, lalu melesat menyerang ke arah Gura-Gura Lama dan Syam. Yang sudah siap dari tadi.
5 anggota Gura-Gura Lama, tak ingin bermain-main dengan Humsha. Mereka langsung saja menggunakan shen maksimal yang mereka miliki. Hingga tubuh mereka pun di selubungi oleh aura shen milik mereka. Begitu juga dengan Syam yang menggunakan 8 cambuknya sekaligus, sebagai mode finalnya.
Sedangkan Humsha hanya menggunakan 50% kekuatannya. Tetapi hal itu sudah membuat 5 anggota Gura-Gura Lama dan Syam kerepotan bukan kepalang.
"Sebenarnya, sampai di mana batas shennya itu?" tanya Or Well berbicara sendiri, yang ditanggapi oleh Syam.
"Kita coba saja, dengan mengadu shen kita dengannya," sahut Syam.
Mendengar perkataan dari Syam. Or Well lalu mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Humsha, yang langsung mengerti. Jika majikan Gunung Well itu ingin mengadu kekuatan shen dengan dirinya.
Humsha lalu mengadukan telapak tangannya ke arah Or Well. Yang langsung merasa kewalahan dengan Shen dari penjahat dari abad ke 10 Masehi itu.
__ADS_1
Tanpa dikomando oleh siapa pun. Dran, langsung menyentuhkan kedua tangannya ke punggung Or Well untuk membantunya, yang diikuti oleh Clerk yang menempelkan kedua tangannya di punggung Dran. Pusia yang menempelkan kedua tangannya di punggung Clerk. Yang diikuti oleh Kasandra yang menempelkan kedua tangannya pada punggung Pusia.
Dan tak mau kalah Syamshe pun melakukannya, ia tempelkan tangannya pada punggung Dewi Peramal Gura-Gura Lama, Kasandra.
Adu shen satu lawan enam itu pun terlihat seimbang.
"Hanya seperti inikah, gabungan shen kalian berenam?" ejek Humsha, dengan penuh kesombongannya.
"Kau ini sebenarnya manusia atau monster?" tanya Or Wel, terus beradu shen dengan Humsha.
"Aku ini dewa...," sahut Humsha dengan penuh kesombongannya.
Hingga tiba-tiba saja Kenia-Keneo muncul dari langit. Dan langsung saja menyalurkan shen mereka dengan menempelkan tangan mereka pada punggung Syam. Hingga terjadilah lonjakan shen yang membuat Humsha terpental ke arah belakang dengan kecepatan tinggi.
Akan tetapi si kembar hybrid itu di hadang oleh Chin beserta Chan yang baru tiba di tempat itu.
"Biarkan Tuan Humsha bermain-main dengan mereka. Kalian lebih baik bermain dengan kami. Membantu mereka pun, kalian tetap saja kalah oleh Tuan Humsha," kata Chin lalu menyerang Keneo. Sedangkan Chan nampak santai berdiri di hadapan Kenia, dengan kipas kayu berwarna ungu yang ada di tangan kanannya dengan keadaan tertutup. Yang membuat Kenia bereaksi keras dengan benda pusaka peninggalan gurunya itu.
"Kembalikan kipasku!" ucap Kenia dengan nada keras kepada Chan yang bergaya cantik, seolah seorang gadis saja.
"Aku mencarimu, hanya untuk mengembalikan kipasmu ini," sahut Chan lalu melempar kipas kayu ungu itu ke arah Kenia yang langsung ditangkap oleh Kenia denhan penuh keheranannya.
"Kenapa kau memberikannya begitu saja?" tanya Kenia penuh selidik kepada Chan.
"Lalu aku harus apa? Bertarung dengan dirimu dulu? Lagi pula aku hanya menyelamatkan kipas itu, dari tangan saudara-saudaraku. Saat kalian dibuat tertidur oleh si Brengsek Humsha, yang sekarang sudah hadir di masa depan ini," jelas Chan, dengan panjang lebarnya.
"Jadi orang itu yang sudah membuat kami tertidur selama 102 tahun?" tanya Kenia.
"Sudahlah jangan dipikirkan tentang dirinya. Lebih baik kau dan kembaranmu itu. Membuat kubah pelindung untuk anak-anak muda yang ada di samping bukit ini," tunjuk Chan ke arah Er Well, Mark dan teman-temannya.
__ADS_1
"Kenapa, mereka bisa mengikuti kami berdua?" tanya Kenia dengan penuh kebingungannya.
"Jangan banyak bertanya, aku akan mengurus Chin segera," kata Chan lalu melesat ke arah Chin yang melepaskan bola shen berwarna hitam ke arah Mark dan teman-temannya.
Seperti kilat Chan pun menendang bola shen milik Chin ke angkasa hingga terjadilah ledakan hebat di angkasa. Yang membuat Chin heran, kenapa Chan melakukan hal itu. Menyelamatkan orang-orang yang menjadi sasaran serangannya itu.
"Chan apa yang kau lakukan!?" teriak Chin, lalu menghampiri Chan. Sedangkan Keneo menghampiri Kenia yang sudah bicara telepati di antara kembar Hybrid itu.
"Aku tak ingin kau berbuat kejahatan lagi!" sahut Chan dengan kerasnya.
"Kau sudah gila!" Chin pun lalu menyerang Chan dengan sengitnya di angkasa.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan lelaki pesolek itu?" tanya Keneo kepada Kenia, dengan penuh keheranannya.
"Entahlah, yang pasti ia ada di pihak kita. Dan ia memberikan kipas ungu ini kepadaku begitu saja...," kata Kenia.
"Sepertinya, kita harus menggunakan kipas pusaka ini. Untuk menghadapi orang itu. Tapi masalahnya, apakah mereka tahu tentang kipas pusaka ini, dari guru mereka?"tutur Keneo.
"Jangan dipikirkan masalah itu dulu. Lebih baik kita kurung mereka dalam kubah plindung kita. Kalau tidak, pasti mereka akan ikut campur dalam masslah Kita."
Kenia langsung saja melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Mark dan kawan-kawannya, yang diikuti oleh Keneo dari belakang.
Kenia, leluhur dari para robot Bulan itu. Tanpa bicara sedikit pun lalu memutari mereka berenam. Hingga terciptalah kubah pelindung berwarna putih setinggi 100 meer dengan radius 100 meter. Keneo pun melakukan hal yang sama. Hingga terciptalah kubah pelindung berlapis dua, merah dan putih.
Tanpa sepatah kata pun. Kembar hibrid itu pun langsung melesat dengan, ke arah pertarungan Humsa dan 5 Gura-Gura Lama yang dibantu oleh Syam. Yang terlihat begitu kewalahan menghadapi Humsha, yang di masa lalu memiliki level kekuatan biasa saja.
"Wah, kita dikurung seperti ini. Mereka benar-benar, tak ingin kita ada di pertarungan dahsyat itu," kata Mark. Masih melihat ke arah pertarungan Humsha, dengan bantuan mata langit Jean. Hingga mereka semua dapat melihatnya dengan jelas.
"Kalau kita ikut campur, kita akan menjadi beban mereka...," sahut Jean.
Mereka lalu saling terdiam satu sama lainnya. Lebih memilih melihat pertarungan itu. Dengan bantuan mata langit milik Jean.
__ADS_1