Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 109. (5 Kekuatan Dalam Satu Tubuh)


__ADS_3

 


Chen terus mencari jarum merah darah bersinar di antara ratusan ribu jarum merah darah yang menyerangnya. Hingga akhirnya, ia pun menemukannya. Chen segera membuat perisai shen hitam yang menyelubungi dirinya. Agar jarum-jarum merah darah yang menyerangnya luruh terkena aura hitamnya.


"Akhirnya kumenemukanmu...," ucap Chen berbicara sendiri. Lalu melesat untuk menghancurkan jarum merah darah bersinar itu.


Seakan memiliki nyawa dan pemikiran sendiri. Jarum merah darah bersinar itu melesat kabur. Yang langsung dikejar oleh Chen. Akan tetapi jarum-jarum merah lainnya langsung menyerang Chen lebih agresif dan masif dari yang tadi.


 


Seolah tahu, jika pimpinan mereka sedang diincar oleh Chen. Jarum-jarum merah itu pun terkena selubung pelindung shen hitam Chen. Yang membuat tubuhnya meleleh. Namun jarum-jarum merah darah itu terus membelah diri. Hingga jumlah mereka terus bertambah. Yang membuat Chen benar-benar kesal.


 


"Aku sudah tak ingin bermain-main dengan kalian!. Enyahlah kalian!!" teriak Chen meluapkan kekesalannya.


 


Chen lalu berputar, menciptakan angin hitam yang begitu besar. Yang menghempaskan jarum-jarum merah darah itu ke segala arah.


 


Setelah jarum-jarum merah darah itu terlempar jauh. Chen lalu melesat, mengejar jarum merah darah bersinar yang akhirnya berada di jangkauan dirinya. Jarum sejuta tubuh milik Kasandra itu. Lalu tiba-tiba terhenti bergerak. Berusaha menahan tarikan tangan kanan Chen yang berada 3 meter di belakangnya.


 


Terlihat perlahan-lahan jarum merah darah bersinar itu tertarik menuju ke arah Chen. Melihat pimpinannya berada di ujung maut. Ratusan ribu jarum merah darah yang tadi terlempar ke segala arah. Segera mengepung dan menyerang si kepang tiga dengan gencarnya.


 

__ADS_1


"Akhirnya aku mendapatkanmu...," ujar Chen menggenggam jarum merah darah bersinar itu di tangan kanannya dengan eratnya.


 


Si kepang tiga lalu menggunakan shennya untuk menghancurkan jarum pusaka milik Kasandra yang merupakan pemberian dari gurunya, Marandra. Hingga menjadi debu, yang segera dihempaskan Chen ke udara.


 


Setelah jarum merah darah bersinar itu musnah menjadi debu. Jarum-jarum merah yang mengepung dan menyerang Chen secara masif. Tiba-tiba saja jatuh begitu saja ke bumi. Seakan telah kehilangan nyawa. Karena pimpinan mereka mati.


"Akhirnya selesai juga, jarum-jarum keparat...," ucap Chen berbicara sendiri.


"Sekarang saatnya, memburu 5 Gura-Gura..," Chen lalu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah di mana 5 Legenda Gura-Gura Lama pergi.


***


Sementara itu 5 Legenda Gura-Gura Lama akhirnya tiba di sebuah gurun pasir. Mereka berlima langsung saja turun dari angkasa. Ketika melihat gurun pasir itu dari angkasa. Mereka berlima langsung saja disambut oleh angin gurun yang membawa pasir-pasir halus bersamanya.


"Pastinya yang akan menjadi pionnya, adalah aku," kata Or Well lalu tersenyum lepas, dengan penuh kepercayaan dirinya.


"Akulah yang lebih pantas sebagai pion itu. Karena akulah yang terkuat di antara kita berlima. Dan akulah ketua dari Gura-Gura Baru, yang akan membalaskan kehancuran Pulau Gura-Guraku!" sahut Dran, tak mau kalah dengan Or Well.


"Aku lebih kuat darimu Dran!. Dan aku juga akan membalaskan dendam Gunung Well dan segala isinya!" ujar Or Well.


Mereka berdua terus bersitegang. Tentang siapa yang pantas menjadi pion dalam jurus terlarang itu. Hingga Pusia pun angkat bicara.


"Kalian berdua ini berisik sekali. Seperti bocah yang sedang memperebutkan mainan," ucap Pusia datar.


"Kalau kalian ribut terus seperti ini. Kapan kita memulai jurus terlarang itu," sambung Clerk.

__ADS_1


"Aku melihat orang itu semakin mendekati kita. Or Well, sebagai orang terkuat di antara kita berlima. Kaulah yang lebih pantas menjadi pion dalam jurus terlarang itu," kata Kasandra mengambil keputusan. Siapa yang akan menjadi pion di dalam jurus terlarang yang akan mereka lakukan.


Keputusan Kasandra sebagai anggota perempuan satu-satunya di kelompok mereka. Tak ada yang berani menantangnya lagi. Karena biar pun Kasandra anggota paling lemah di dalam kelompok Gura-Gura Lama. Namun ia adalah yang paling bisa diandalkan di dalam mengambil sebuah keputusan penting.


"Baiklah, aku mengalah...," ujar Dran, lalu tersenyum kecut ke arah Dewi Peramal Gura-Gura.


"Apakah kau terpaksa menyesetujui keputusanku?" tanya Kasandra, menatap Dran tajam dengan mata langitnya.


"Sudahlah jangan membahas hal ini lagi. Lebih baik kita lakukan sekarang. Atau kita akan terlambat melakukannya," sahut Dran lalu duduk bersila di atas gurun pasir itu.


Tak ada perkataan sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka berlima. Kasandra, Pusia dan Clerk lalu bersila. Membuat lingkaran, di mana Or Well duduk bersila di tengahnya. Telapak tangan Clerk, Dran, Pusia dan Kasandra di arahkan ke arah Or Well yang bersila merapatkan kedua telapak tangannya. Dari telapak tangan Clerk keluarlah cahaya hijau, dari telapak tangan dari keluarlah Cahaya kuning. Dari telapak tangan Pusia keluarlah cahaya biru, sedangkan dari telapak tangan Kasandra keluarlah cahaya jingga.


Cahaya-cahaya yang keluar dari mereka berempat merupakan shen mereka dengan jumlah 90% sebagai syarat jurus terlarang yang akan mereka lakukan. 4 cahaya berbeda warna itu lalu dilepaskan ke arah tubuh Or Well yang segera menyerapnya ke dalam tubuhnya.


 


Saat 4 cahaya berbeda warna itu terserap ke dalam tubuh majikan dari Gunung Well itu. Terjadilah perubahan pada tubuh Or Well yang berusia 30 tahun menjadi 17 tahun. Tubuh muda yang sangat dipenuhi oleh energi kekuataan yang bergelora untuk bertarung. Tubuh yang benar-benar siap untuk bertarung dengan kekuataan penuh pada level H+++.


 


"Inikah kekuatan gabungan kita dalam satu tubuh ini?" ujar Or Well berkata sendiri. Sambil bangkit dari duduk bersilanya.


"Ingat Or, waktumu hanya 10 menit menggunakan kekuatan gabungan itu. Cepat kau pergi, dan habisi si penghancur Gunung Well dan Pulau Gura-Gura itu," ujar Kasandra, masih mengaktifkan mata langitnya. Dengan melihat ke arah Chen yang sedang menuju ke arah mereka dengan kecepatan tinggi.


"Aku tahu, apa yang harus aku lakukan dalam waktu sesempit itu...," sahut Or Well yang kini memiliki mata langit milik Kasandra.


Tatapan mata langit pinjamannya itu menatap ke arah Chen yang sedang menuju ke arah mereka berlima. Dengan mata langit pinjaman itu. Majikan dari Gunung Well itu dapat melihat Chen dengan begitu jelas. Bahkan lebih jelas dari mata langit milik Kasandra. Karena di dalam tubuh Or Well. Telah ada 90% kekuatan teman-temannya. Hingga jangkauan mata langitnya menjadi lebih jauh dan luas, dari milik Kasandra.


"Aku pergi dulu," kata Or Well lalu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Chen.Tanpa mempedulikan apa pun lagi.

__ADS_1


 


__ADS_2