
Sementara itu di tempat terjadinya pertarungan hebat itu. Terlihat Chin sedang bertarung dengan seorang lelaki berpenampilan seperti seorang biksu dengan memakai jubah berwarna hijau tua.
Terlihat kerusakan sangat parah di tempat itu, akibat pertarungan hebat itu. Tempat yang tadinya begitu hijau, kini sudah berubah menjadi begitu tandus, dengan debu-debu yang begitu pekat berterbangan kemana-nana, di tempat itu.
Efek dari pertarungan kedua orang dengan kekuatan besar itu telah membuat lubang-lubang yang begitu dalam dan masif di tempat itu. Akibat dari serangan shen mereka berdua. Yang kini sedang bertarung secara fisik.
"Sebagai sebuah benda pusaka. Kau kuat juga, Patung Budha Giok..," kata Chin menghentikan serangannya kepada sosok berusia 30 tahun itu. Yang disebut sebagai Patung Budha Giok.
"Kau juga sebagai sebuah duplikat sangat luar biasa sekali," sahut jelmaan dari Patung Budha Giok. Dengan tatapan tajam ke arah musuhnya.
Ternyata jelmaan dari Patung Budha Giok itu. Mengetahui jika lawan yang sedang dihadapinya hanyalah duplikat dari Chin, yang hanya menggunakan 50% dari kekuatannya.
"Walaupun aku hanya duplikat. Tapi aku bebas mengakses kekuatan dari tubuh asli ini. Tidak seperti dirimu, yang pastinya ada batasnya," kata duplikat Chin, dengan penuh kesombongannya.
"Tapi aku masih bisa meningkatkan kekuatanku," sahut duplikat Patung Budha Giok, dengan penuh keangkuhannya. Tak mau kalah dengan duplikat Chin.
Tiba-tiba saja jelmaan dari Patung Budha Giok itu meningkatkan shennya ke level HS+.
"Tidak aku sangka, kekuatanmu melebihi sang penciptamu, Syamshe...," kata Duplikat Chin yang terlihat tetap tenang.
"Kekuatan ini, aku dapat dari hasil mengabulkan permintaan manusia yang bernama Nack," jelas jelmaan Patung Budha Giok.
"Oh jadi setiap kau mengabulkan setiap permintaan. Maka kekuatanmu akan meningkat satu tingkat?" tanya duplikat Chin, terlihat sedang berpikir panjang.
"Ya," jawabnya singkat.
__ADS_1
"Kalau begitu kau itu sangat berbahaya sekali. Satu kali lagi kau mengabulkan sebuah permintaan. Maka aku akan semakin sulit untuk aku kalahkan," ucap Chin, lalu tersenyum licik ke arah musuhnya.
"Kau benar."
"Oleh karena itu, aku akan segera memusnahkanmu!" kata duplikat Chin dengan nada tinggi.
Mendadak saja duplikat Chin meningkatkan shennya hingga ke level HS+++. Yang membuat dirinya semakin pekat di selubungi oleh aura berwarna hitam.
"Ingatlah, aku ini benda pusaka. Walaupun shenmu jauh lebih tinggi dariku. Tapi kau tak akan mudah mengalahkanku," tiba-tiba saja jelmaan dari Patung Budha Giok itu merubah dirinya menjadi naga hijau berkepala hijau yang langsung menyerang ke arah duplikat Chin dengan ganasnya.
"Bisa saja, kau merubah dirimu dengan sesuka hatimu seperti itu. Baiklah naga kepala tiga. Akan kulawan dengan naga shenku...," sahut Chin, lalu menciptakan naga shen dari shen hitamnya.
Naga hijau berkepala tiga dan naga shen hitam milik Chen terus bertarung di langit. Tanpa menyadari kehadiran Mark dan teman-temannya yang sudah tiba di tempat itu. Di saat jelmaan Patung Budha Giok sudah merubah dirinya menjadi naga hijau berkepala tiga.
Para anak muda itu berada di kaki sebuah bukit berketinggian 100 meter, dengan jarak 300 meter dari pertarungan antar naga itu.
"Ke mana orang berpenampilan biksu itu?" tanya Mark entah kepada siapa, dengan tatapan ke arah pertarungan itu.
"Ya, kau benar. Ke mana lelaki botak itu. Aku hanya melihat lelaki berkepang satu itu mengendalikan naga shen hitamnya dari kejauhan," sambung Nack dengan penuh keheranannya.
"Apa mungkin lelaki botak itu memiliki jurus perubahan wujud. Hingga berubah wujud menjadi naga hijau berkepala hijau itu," lanjut Franco.
__ADS_1
"Aku rasa naga hijau berkepala tiga dan lelaki botak berjubah hijau itu, adalah jelmaan dari Patung Budha Giok," jelas Jean Kecil yang membuat semuanya terkejut.
"Apa kau yakin Jean Kecil?" tanya Clark, memandang ke arah Jean Kecil yang melayang di hadapannya.
"Tentu saja aku yakin. Lihat saja titik merah itu merujuk ke arah naga berkepala hijau itu," tutur Jean Kecil sambil memperlihatkan radar yang ada di tangan kecilnya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Axel.
"Tentu saja menunggu. Ikut membantunya pun, kita tak mungkin dapat membantunya," sahut Jean.
"Tapi kalau Patung Budha Giok itu kalah dan mati. Maka permintaan Mark dan Franco sudah tidak dapat dikabulkan," kata Adel.
"Semoga saja, Patung Budha Giok itu makhluk abadi. Walaupun dapat dikalahkan tetapi tidak dapat dibunuh," timpal Jean.
"Mark lebih baik kau lihat kekuatan shen yang mereka gunakan," pinta Clark kepada Mark.
Mark segera mengarahkan jim wellnya kepada naga hijau berkepala tiga yang memiliki shen level HS+, lalu ke arah duplikat Chin yang mengendalikan naga shen hitamnya, yang menunjukan level shen HS+++. Hasil dari jim well itu membuat Mark dan kawan-kawannya seakan tak percaya dengan apa yang dikeluarkan oleh jim well milik Mark.
"Ini di batas kewajaran," kata Mark, dengan penuh rasa ketakpercayaannya itu
"Maksudmu apa, Mark?" tanya Jean.
"Naga hijau berkepala tiga itu mengeluarkan shen hingga level HS+. Sedangkan orang berkepang satu itu memiliki level shen HS+++," jelas Mark.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Franco.
"Kita hanya bisa menonton pertarungan ini saja," jawab Mark simpel.
Semuanya lalu terdiam, menyaksikan pertarungan hebat yang pernah mereka saksikan secara langsung di dalam hidup mereka. Bersama debu-debu yang bertebaran di tempat itu.
__ADS_1