
Kelima naga shen penyegel itu terlihat mengelilingi tubuh Humsha. Hingga terciptalah kubah penyegel berdiameter 5 meter dengan tinggi 5 meter. Humsha terkurung di dalamnya, dengan naga mini yang bolak-balik mengelilingi dirinya. Dan menyerang dirinya secara agresif. Yang dilayaninya, dengan santainya.
"Kau tidak mungkin dapat lepas dari penyegel kami," ujar Sal dengan penuh kesombongannya. Tanpa ia sadari, jika 5 duplikat Humsha yang sedari tadi bersembunyi di dalam awan. Sudah berada di belakang mereka berlima.
"Kalau kalian berlima mati. Apa segel ini, akan tetap ada," ucap Humsha. Lalu menggerakan 5 duplikatnya untuk menyerap mereka berlima ke dalam tubuh duplikatnya.
Kelima duplikat Humsha lalu menempelkan tangan kanan ke punggung 5 kembar itu. Dan menggunakan jurus pertama dari kitab penyerap raga. Yang sama sekali tak dapat dihindari oleh mereka berlima.
"Kau ini benar-benar licik, Humsha," ujar Sel, mulai merasakan kekuatannya terhisap oleh duplikat Humsha.
"Sejak kapan kau menguasai jurus pertama dari kitab penyerap raga?" tanya Sal, dengan penuh selidik.
"Kalian ini semuanya cerewet. Sekarang masuklah ke dalam tubuh duplikatku," kata Humsha, dengan nada datar.
Mendengar perkataan dari Humsha. 5 duplikat itu langsung saja mempercepat menyerap tubuh kelima kembar itu. Hingga tak tersisa apa pun dari mereka berlima. Bahkan pakaian yang mereka kenakan pun ikut terserap ke dalam 5 duplikat Humsha.
Setelah pemiliknya mati, kelima naga shen penyegel itu lalu menghilang begitu saja. Hingga kubah penyegel yang mengurung Humsha ikut menghilang juga. Selesai menjalankan tugas mereka. Kelima tubuh duplikat Humsha lalu masuk ke dalam tubuh Humsha kembali.
"Lumayan juga kekuatan mereka. Menjadi kekuatan tambahanku. Andai saja, aku bisa menggunakan jurus itu setiap saat. Pastinya aku akan menjadi lebih kuat dengan lebih cepat. Tapi sayangnya, aku hanya dapat melakukannya sebulan sekali," kata Humsha berkata sendiri.
__ADS_1
"Sekarang lebih baik aku ke Kutub Utara Bumi. Mencari koardinat Chin dan Chan di masa depan, untuk membuka portal waktu. Agar aku bisa ke masa depan," ucap Humsha masih di dalam hatinya. Lalu terbang ke utara dengan kecepatan lebih cepat dari yang tadi.
**
Sementara itu orang yang bernama Hoa terus melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke mana Humsha berada. Kakak seperguruan dari Humsha itu berwajah perpaduan Eropa dan Asia dengan tinggi 190 cm. Berkulit putih, dengan rambut hitam sepundak yang dikuncir. Hoa yang berfisik 30 tahunan sudah merasakan jika kelima bawahannya sudah diserap oleh Humsha. Melalui pancarannya shen mereka berlima, yang sudah mulai menyatu dengan shen Humsha.
"Ternyata si keparat itu sudah menguasai jurus pertama dari kitab penyerap raga. Dan korban pertamannya adalah 5 anak buahku. Sepertinya, aku tidak akan semudah tadi menghadapinya. Sebelum ia menyerap kelima kembar itu. Tidak ada cara lainnya, aku harus menggunakan jurus kilat, agar aku dapat mengejar dirinya. Dan dia tak akan memakan korban kagi," ucap Hoa di dalam hatinya. Lalu dirinya pun merubah dirinya menjadi cahaya biru, yang melesat dengan kecepatan super. Agar lebih cepat sampai di tempat Humsha berada saat ini.
Humsha yang sudah tiba di Kutub Utara Bumi pun menyadari. Jika Hoa sedang menggunakan jurus kilatnya untuk mengejar dirinya. Hingga ia pun segera bergegas untuk tiba di koardinat Chin dan Chan berada di masa depan.
"Dia menguasai jurus kilat? Aku harus segera membuat segel pelindung. Untuk diriku, menuju masa depan. Sebelum ia tiba di tempat ini. Kalau tidak, aku akan celaka," kata Humsha di dalam hatinya.
"Sekuat apa pun, Hoa saat ini. Aku rasa ia tak akan mampu menghancurkan bola segel ini," kata Humsha berbicara sendiri. Lalu tertawa dengan kerasnya.
5 menit iemudian muncullah cahaya biru, yang segera menjelma menjadi Hoa. Dengan berdiri 2 meter di depan Humsha yang ada di dalam perlindungan bola segelnya.
"Ternyata kau itu bergerak cepat sekali, ini di luar dugaanku. Kau juga menguasai jurus segel terkuat perguruan kita ini," ujar Hoa, menatap tajam ke arah Humsha.
"Kalau kau tahu, pasti kau tahu. Kalau kau sudah tidak dapat berbuat apa\-apa lagi?" sahut Humsha, lalu tersenyum licik ke arah Hoa.
"Tadinya aku berpikir, aku akan menghajarmu habis\-habisan sebagai dendam perguruan kita. Setelah itu kau akan kuhabisi, di bekas sekte kita," kata Hoa berusaha menahan emosinya. Mengingat tentang sektenya yang telah musnah saat dirinya kembali dari petualangannya. Bahkan Humsha pun membunuh guru mereka berdua.
__ADS_1
"Sayangnya, semua itu hanya anganmu saja. Lebih baik kau diam saja, menyaksikan aku yang akan pergi ke masa depan...," ujar Humsha seakan sedang mengejek Hoa. Yang memang tidak dapat berbuat apa\-apa untuk menghancurkan penyegel ciptaan Humsha itu.
Mendengar Humsha akan pergi ke masa depan. Hoa pun terkejut. Ia yakin, adik seperguruannya itu pasti memiliki rencana di masa depan nanti.
"Ingin apa kau ke masa depan?" tanya Hoa dengan penuh selidik.
"Ingin membuat kekacauan di sana!" sahut Humsha, lalu tertawa lepas.
"Kau benar-benar sudah gila. Pasti kau meminta bantuan anak buahmu yang sudah ada di masa depan. Agar dirimu dapat pergi ke sana?" tanya Hoa dengan penuh selidik.
"Tentu saja ... Dengan kekuatanku yang sebesar ini. Mana mungkin aku dapat ke masa depan seorang diri," timpal Humsha, lalu memandang ke arah matahari yang tepat ada di atas kepalanya. Seakan ingin mengajak sang surya untuk berbicara.
"Aku tidak akan membiarkan itu," ucap Hoa sambil mengepalkan tangan kanannya.
"Memangnnya, apa yang bisa kau lakukan saat ini?" ejek Humsha.
"Tentu saja menghancurkan segel pelindung ini," timpal Hoa, terlihat kepalan tangannya itu. Sudah teraliri energi petir biru yang menyala\-nyala.
"Apa kau bisa?" tantang Humsha, dengan nada ejekannya itu.
"Kita buktikan saja nanti. Tinju Petir Langit!!"
Hoa lalu meluncur dan menghantamkan tinju petir birunya itu ke segel pelindung milik Humsha. Terlihat petir biru segera menyebar ke segala penjuru bola segel pelindung itu. Guncangan hebat pun terjadi di dalam bola segel pelindung Humsha. Bahkan efek kejut serangan dari Hoa itu. Sudah membuat kekacauan di udara dan kehancuran di bawah, yang merupakan hamparan es Kutub Utara Bumi.
__ADS_1