Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 132. (Perbincangan Antar Masa)


__ADS_3

Chan dan Chin, shennya sudah terkuras hingga mencapai 97%. Hingga keadaan saudara kembar itu sudah sangat lemah. Wajah mereka begitu pucat, diri mereka berdua benar-benar seperti orang yang sudah berada di ujung maut. Namun dengan shen yang begitu kritis. Mereka berdua masih dapat terbang, melayang di atas permukaan Bumi. Di atas hamparan es Kutub Utara.


 


"Sial! pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh lima orang. Kalau dilakukan oleh dua orang menjadi begitu merepotkan dan menyiksa kita sejauh ini. Seharusnya dengan 5 orang, shen kita paling besar hanya terkuras 30%," gerutu Chin berbicara sendiri. Yang langsung ditanggapi oleh Chan.


"Bukannya kau yang bersemangat untuk mendatangkan si brengsek Humsha secepat mungkin ke masa ini, dengan jurus pembuka portal waktu ini?" kata Chan dengan nada mengejek Chin.


"Iya. Tapi aku tidak mengira, efeknya akan separah ini. Dan waktu yang begitu lama seperti ini," sahut Chan seakan menyesali melakukan jurus yang tidak dapat dibatalkan oleh siapa pun. Hingga prosesnya selesai hingga tuntas. Kecuali dibayar oleh kematian pengguna jurus itu. Baru jurus itu dapat dibatalkan.


"Bukannya, setelah dia datang. Kekuatan kita akan dipulihkan dan tingkatkan oleh dirinya?" kata Chan.


"Iya, kalau ia menepati janjinya. Kalau tidak...-" perkataan Chin itu pun terpotong oleh perkataan Humsha. Karena ia mendengar perbincangan dua bersaudara kembar itu secara langsung. Karena sekat waktu di antara masa mereka sudah terbuka begitu lebar sejak mereka berdua sudah kehilangan shen mereka. Sebesar 95%.


Hanya saja Chin dan Chan belum menyadari kenyataan itu. Perbincangan mereka bukan hanya didengar oleh Humsha, akan tetapi oleh Hoa yang sudah siaga dengan perisai pelindung berwarna biru. Untuk mencegah Humsha dapat kabur ke masa depan.


 


Hoa sendiri tak yakin, jika jurusnya mampu menahan jurus pembuka portal waktu untuk membawa Humsha pergi dari masa ini ke masa depan, diakhir abad 30 Masehi.


 


"Kalian tenang saja, aku akan menepati janjiku itu," kata Humsha dengan nada penuh keresahan. Kalau saja mereka berdua membatalkan jurus membuka portal waktu itu. Bukannya saja ia gagal pergi ke masa depan. Akan tetapi Hoa sudah menunggu untuk menghabisinya. Karena bola segel pelindung ciptaannya, ada batas waktunya. Akan hancur dengan sendirinya, saat berumur 24 jam. Sedangkan saat ini sudah melewati 10 jam sejak penciptaan bola segel pelindung itu.


Majikan dari 5 kepang bersaudara itu juga tahu. Karakter dari para bawahannya, yang bisa nekat. Walaupun mereka tahu, menggagalkan jurus pembuka portal waktu. Harga yang harus dibayarnya adalah kematian bagi mereka. Humsha pun tak mungkin membunuh mereka berdua dengan menggunakan jurus penyerap raga. Karena ia masih sangat membutuhkan mereka berdua. Apalagi teman yang dia miliki hanya tinggal mereka berdua. Seluruh anak buahnya di masa lalu sudah mati terbunuh oleh orang-orang dari sekte Langit Tanpa Batas. Yang memburu dirinya, untuk merebut kembali kitab penyerap raga yang dicurinya.

__ADS_1


 


Humsha harus kehilangan anggota sekte yang ia bangun. Hanya demi mendapatkan kitab penyerap raga. Akan tetapi Humsha tidak mempedulikan semua itu. Bagi dirinya, dunia hancur pun. Tetapi keinginannya terwujud, itu bukanlah sebuah masalah bagi dirinya.


 


Mendengar perkataan dari Humsha. Chin dan Chan menjadi kebingungan. Mereka berdua merasa, jika mereka berdua sedang mengalami fatamorgana. Karena mereka tak merasa melakukan telepati sama sekali. Setelah menggunakan jurus pembuka portal waktu.


"Chan, apa tadi kau mendengar suara dari Tuan Humsha?" tanya Chin dengan penuh kebingungannya.


"Ya, aku mendengarnya dengan sangat jelas sekali. Atau mungkinkah kita ini sedang berfatamorgsna?" sahut Chan dengan penuh kebingungannya pula.


Mereka berdua lalu saling terdiam, di dalam kebingungan mereka berdua. Hingga Humsha pun mengeluarkan suaranya kembali.


"Ini bukan fatamorgana. Tapi ini suara Tuan Humsha yang agung nan tampan," ujar Humsha lalu tertawa dengan penuh kegembiraannya.


"Tentu saja bisa. Karena sekat antar masa sudah terbuka lebar. Suara kalian berdua pun dapat terdengar oleh kami berdua," jelas Humsha yang membuat Chin penasaran. Karena Humsha menyebut nama kami. Berarti Humsha tak sendiri di tempat itu.


"Kami? jadi Tuan Humsha tidak sendiri di sana?" tanya Chin dengan penuh selidik.


"Ya, aku tidak sendiri. Aku ditemani oleh kakak seperguruanku Hoa, si pria kesepian," kata Humsha, lalu tertawa kembali. Yang langsung ditanggapi oleh Hoa.


"Kau itu tidak bercermin pada dirimu sendiri. Aku selalu di kelilingi oleh gadis-gadis cantik. Sedangkan kau, tetap saja sendiri sedari dulu... Jadi siapa sebenarnya pria kesepian itu?" sahut Hoa, lalu tertawa lepas. Dengan terus mengadahkan kedua tangannya ke langit. Untuk mempertahankan kestabilan perisai pelindung berwarna birunya.


Perbincangan antar saudara berbeda jalan, yang terjadi di abad ke 10 Masehi itu. Tentu saja didengar oleh Chin dan Chan yang berada di abad ke 30 Masehi.

__ADS_1


 


Chan lalu ikut campur di perbincangan antar zaman.


 


"Tentu saja pria kesepian itu adalah Tuan Humsha. Sedangkan Tuan Hoa, sebagai panglima dari sekte Langit Tanpa Batas. Tentu saja dipuja-puja oleh para gadis. Aku pun begitu, memuja dirimu. Tuan Panglima Hoa..., ujar Chin dengan nada centilnya kepada Hoa yang langsung tersedak mendengar perkataan dari lelaki pesolek itu.


Akan tetapi Hoa mendapatkan ide, untuk memanfaatkan keadaan ini. Ia berpikiran, bisa merayu Chan. Agar menghentikan jurus membuka portal waktu. Biar Humsha bisa ia tangkap hidup atau mati.


 


Dirinya bukannya tak mengenal Chan sama sekali. Mereka pernah bertemu 10 tahun yang lalu. Di saat itu, dirinya dikeroyok oleh Humsha dan pasukan khususnya. Ia melihat Chan sungguh berbeda karakternya dari 4 saudara kembarnya. Panglima dari sekte Langit Tanpa Batas itu menilai, jika Chan sebenarnya tidak jahat sama sekali. Ia menjadi anak buah Humsha, karena terpaksa. 10 tahun yang lalu Humsha dan 5 kepang bersaudara sudah hampir mati. Kalau saja, tidak ada bayangan hitam yang menyelamatkan mereka berenam dan lepas dari tangan Hoa dengan begitu mudahnya.


 


"Aku mengingat suaramu. Apakah kau Chan?" sahut Hoa dengan suara yang menggoda. Yang membuat Humsha ingin muntah mendengarnya. Tak menyangka sama sekali, jika kakak seperguruannya. Akan melayani kecentilan Chan.


"Oh, Tuan Hoa masih mengingatku. Walaupun waktu sudah berlalu 10 tahun dari saat itu," jawab Chan yang semakin centil. Yang membuat Chin kesal mendengarnya.


 


"Kau jangan bersikap genit kepada Hoa. Dia adalah panglima sekte Langit Tanpa Batas. Salah satu dari 7 sekte langit aliran lurus. Dia tidak mungkin tertarik kepada dirimu, Lelaki Pesolek!!" teriak Chin mengungkapkan kekesalannya kepada Chan.


 

__ADS_1


"Tenang saja, aku tahu apa yang harus aku lakukan," sahut Chan menunggu jawaban dari Hoa. Yang berusaha menahan tawanya. Sebelum menjawab pertanyaan dari Chan.


 


__ADS_2