Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 61 (Gunung Hayded)


__ADS_3

 


Mereka berlima masih berada di tempat itu. Tempat di mana mereka terlindungi oleh kubah pengurung raga milik Marandra. Dari serangan gelap yang dilakukan oleh Mosa, manusia dari abad ke 10 Masehi dari balik awan. Yang kini sudah musnah sama sekali.


 


Tatapan mata mereka, menjelajahi kerusakan yang diakibatan oleh Mosa. Yang menyerang mereka saat berada di dalam kubah pengurung raga. Kerusakan itu begitu parah. Hingga daerah di luar kubah pelindungan itu. Menjadi jurang yang sangat dalam dengan radius 70 km.


Mereka berpikir, jika saja mereka tak berada di dalam kubah pengurung raga saat itu. Maka bisa dipastikan mereka berlima akan mati. Karena shen penyerang gelap diri mereka. Jauh di atas shen guru mereka berlima. Yang dirasakan oleh para murid dari Dewa 5 warna itu.


 


"Sebenarnya siapa penyerang gelap itu?" tanya Clerk, dengan penuh penasarannya. Dengan mata yang menerawang ke arah depan. Di mana terdapat jurang yang teramat dalam, yang membentang begitu jauh. Hingga matanya pun tak mampu untuk melihatnya. Kecuali mata langit milik Kasandra.


"Kau jangan pikirkan penyerang gelap itu Clerk. Lebih baik kita mencari pulau kecil yang akan menjadi markas Gura-Gura," sahut Dran. Lalu melayang di udara dengan arah ke timur dari tempat itu.


Dran seakan sudah benar-benar bosan berada di tempat itu. Hingga ia pun memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu. Tempat yang nyaris membuatnya gila selama ini.


"Baiklah kita cari pulau kecil itu," Clerk pun melayang di udara di kanan Dran.


Tanpa pamit kepada siapapun. Mereka berdua meroket ke angkasa. Lalu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah timur untuk mencari pulau yang mereka inginkan. Pulau yang akan dijadikan markas bagi kelompok mereka yang bernama Gura-Gura.


Ketiga rekannya pun tak mempedulikan kepergian mereka berdua. karena tujuan yang ingin mereka capai berbeda. Dengan tujuan yang mereka inginkan saat ini.


"Lebih baik kita menuju gunung api raksasa bersalju itu," ajak Or Well kepada Pusia dan Kasandra, sembari melayang di udara yang diikuti oleh kedua temannya.


"Baiklah kita ke gunung api raksasa bersalju itu sekarang," sahut Pusia lalu melesat di udara yang diikuti oleh Or Well dan Kasandra di samping kiri-kanannya.


Mereka bertiga terus melesat dengan kecepatan tinggi menuju gunung api raksasa soliter bersalju. Yang di masa depan akan bernama Gunung Well.

__ADS_1


 


Semakin membesar dan terlihat jelas di penglihatan mereka bertiga sosok gunung itu. Gunung yang begitu cantik namun sangat kokoh berdiri di dataran rendah yang begitu luas, yang mengeliling dirinya.


Hingga tiba-tiba saja mereka bertiga merasakan ada daya tarik dari bawah yang sangat kuat sekali. Saat mereka berada, 2 km lagi mencapai puncak gunung api raksasa bersalju itu.


Or Well, Pusia dan Kasandra berusaha menahan daya tarik yang sangat kuat itu, dengan mengeluarkan shen mereka hingga level tertinggi yang mereka miliki. Akan tetapi mereka bertiga tak sanggup untuk menahannya. Hingga mereka bertiga pun terjatuh, tertarik ke bawah di ketinggian 2800 Mdpl.


"Bruk!!!"


Ketiga Gura-Gura muda itu pun terjatuh dengan kerasnya hingga membuat lubang sedalam 10 meter dengan diameter 10 meter.


 


Mereka segera bangkit dari dalam lubang itu. Tanpa berniat untuk keluar dari dalam lubang itu. Karena mereka bertiga ingin mengamati situasi terlebih dahulu.


 


"Kalau kalian ingin tahu siapa yang melakukannya. Cepatlah keluar dari dalam lubang itu!" sahut sosok pria dewasa dengan suara beratnya. Seakan suara beratnya itu, berasal dari tubuhnya yang berat.


Mendengar perkataan seperti itu. Mereka bertiga langsung saja melesat keluar dari dalam lubang itu. Mereka bertiga langsung terkejut, saat melihat dua sosok pria dan wanita yang tak biasa. Bagi ukuran diri mereka.


Pasangan pria dan wanita itu memiliki tinggi 3 meter dengan berat 500 kg. Dengan penampilan fisik seperti itu. Mereka berdua seperti pasangan raksasa dari negeri dongeng. Yang sering diceritakan sebagai dongeng pengantar tidur anak-anak, oleh orang tuanya.


"Siapa kalian berdua?' tanya Or Well dengan suara yang lebih keras dari yang tadi. Saat dirinya, Pusia dan Kasandra berada 10 meter di hadapan pasangan raksasa itu.


"Kalian mustahil tak mengenal kami berdua. Kami berdua adalah pasangan suami istri paling sempurna dan terkuat di Sundaland ini," jelas pria raksasa yang bernama Ded.


Ded memiliki wajah bulat dan mata besar dengan wajah bersih dan dikuncir di tengah atasnya. Pakaiannya banyak kantongnya. Yang berfungsi untuk menyimpan makanan yang siap ia makan kapan saja. Jika perutnya benar-benar merasakan lapar. Yang tak mungkin dapat ia tahan lagi.

__ADS_1


Sedangkan wanita raksasanya, bernama Hay. Dengan wajah bulat dan mata sipit, dan rambut dikuncir dua dengan poni yang nyaris menutupi matanya. Pakaiannya gaun berwarna pink yang longgar dipenuhi oleh kantong-kantong untuk menyimpan makanan yang ia sukai.


Penjelasan dari Ded tentang jatidiri mereka berdua. Tak membuat Or Well dan yang lainnya mengenal pasangan raksasa itu. Yang menurut pasangan raksasa itu sangat terkenal di seantaro Sundaland, sedari dulu.


"Sayangnya kami tak mengenal kalian berdua...," sahut Or Well dengan santainya. Seakan tak memiliki beban sama sekali. Ketika mengatakan hal itu.


"Pasti kalian bukan orang Sundaland?" tanya Hay dengan suara yang mendesah.Yang kali ini dijawab oleh Kasandra.


"Ya, kami bukan orang Sundaland. Tapi kami berasal dari Benua Utara," jelas Kasandra. Hingga membuat mereka berdua mengingat sesuatu hal di masa lalu. Yang pernah terjadi di dalam hidup mereka.


"Apakah kalian mengenal 5 Dewa Warna?" tanya Hay penuh dengan selidik terhadap mereka bertiga.


"Mereka adalah guru kami," mendengar jawaban dari Kasandra. Perempuan raksasa berfisik 35 tahun, berumur 50 tahun itu merasa terkejut. Ia tak menyangka akan bertemu dengan murid dari orang-orang yang pernah mengalahkan pasangan suami-istri raksasa itu di masa lalu.


"Pasti kau murid dari Dewa Peramal Jingga?" tanya hay kembali. Menatap tajam ke arah Kasandra.


"Ya. Sepertinya kau dan suamimu itu sangat mengenal para guru kami?" tanya Kasandra dengan penuh selidik.


"Kami itu pernah bertarung dengan guru kalian 25 tahun yang lalu," jelas Hay. Yang disambut oleh perkataan dari Or Well.


"Pastinya kalian kalah dari guru kami," seru Or Well dengan ketusnya.


"Kau itu pasti muridnya si Ur. Gaya bicaramu tidak berbeda," sahut Ded. Dengan mengingat wajah Ur Well.


"Sudah kalian jangan basa-basi lagi. Apa mau kalian menghentikan perjalanan kami ke puncak gunung bersalju itu?" tanya Or Well.


"Gunung itu, dengan puncak bersaljunya itu adalah Gunung Hayded. Milik kami pasangan suami istri paling sempurna dan paling kuat di Sundaland ini," jelas Ded. Dengan penuh percaya dirinya.


"Tapi kini milik kami. Nama gunung itu sekarang Gunung Well," ucap Or Well menambah ketegangan di antara mereka.

__ADS_1


 


Angin dingin pun bertiup dengan kencangnya dari Gunung Hayded. Seakan ingin menyaksikan pertarungan yang akan memperebutkan kepemilikan gunung api raksasa bersalju yang saat ini bernama Gunung Hayded. Gunung milik dari pasangan suami-istri terkuat dari Sundaland.


__ADS_2