Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 136. (Pengorbanan Chan)


__ADS_3

Humsha yang masih menggunakan 50% kekuatannya terus bertarung dengan 5 Gura-Gura Lama dan Syam. Dengan hanya menggunakan separuh kekuatannya saja. Humsha sudah berada di atas angin. Yang membuat musuhnya benar-benar kewalahan menghadapi dirinya. Yang sebenarnya hanyalah seorang petarung dengan kekuatan standar di masanya. Namun menjadi luar biasa, untuk ukuran masa depan.


Pertarungan itu terus terjadi di udara dengan sengitnya. Hingga satu persatu mereka pun jatuh ke Bumi. Akibat dari pukulan yang dilakukan oldh Humsha.


"Sial! Kita ini seakan dijadikan mainan olehnya saja!" teriak Dran penuh kekesalannya. Bersamaan dengan datangnya Kenia-Keneo di tempat itu.


"Adikku yang tampan. Coba kau buat sibuk dirinya sebentar. Aku ingin bicara dengan mereka sebentar," kata Kenia kepada Keneo, yang langsung dimengerti oleh manusia hybrid itu.


"Pasti kau ingin membicarakan tentang kipas ungu itu. Baiklah, aku akan mengulur waktu. Demi kalian ...." sahut Keneo lalu melesat dengan kekuatan penuhnya. Hingga tubuhnya pun diselimuti oleh aura merah. Karena ia sadar, tak mungkin dapat mengalahkan musuhnya itu. Walupun ia telah menggunakan kekuatan penuhnya.


Keneo langsung saja menyerang Humsha dengan agresifnya. Agar menjauh dari tempat semula. Hingga Kenia pun dapat berbicara dengan mereka.


"Kalian berlima, murid dari Dewa 5 Warna. Apakah kalian tahu tentang kipas ungu ini, dari guru kalian?" tanya Kenia kepada 5 Gura-Gura Lama. Sembari memperlihatkan kipas pusaka berwarna ungu itu kepada mereka.


Mendapati perkataan dari Kenia. Or Well dan keempat temannya saling pandang satu sama lainnya. Seakan ingin memutuskan, siapa yang harus menjawab pertanyaan itu. Hingga akhirnya, Kasandra pun yang mewakili teman-temannya untuk berbicara. Untuk menjawab pertanyaan dari manusia hybrid itu.


"Guru kami pernah bercerita tentang kipas ungu itu. Katanya, kipas ungu itu dapat mengabulkan permintaan pemiliknya, dengan pertukaran jiwa penggunanya," ujar Kasandra dengan menatap kipas ungu itu dengan tajamnya.

__ADS_1


"Sayangnya, kipas ungu itu memerlukan darah orang dengan level shen tinggi. Kalau aku dan Keneo, bisa mengaktifkan kipas ungu ini. Tentu itu sudah kami lakukan daritadi. Oleh karena itu, aku meminta Keneo untuk mengulur waktu. Untuk bertanya kepada kalian, apakah bersedia mengorbankan jiwa kalian. Untuk mengaktifkan kipas pusaka ini?" jelas Kenia kepada 5 anggota Gura-Gura Lama itu.


Tapi berpikir panjang lagi. Mereka berlima menyesutujui. Bagi mereka tak ada jalan lainnya. Selain mengaktifkan kipas pusaka itu. Untuk menghentikan Humsha


"Kami setuju," sahut Kasandra mewakili teman-temannya.


"Aku juga setuju," sambung Syam.


"Kau itu berasal dari masa lalu. Tidak bisa bersatu dengan darah kami. Lagi pula kami bertujuh sudah cukup untuk mengimbangi kekuatan dasar Tuan Kipas Ungu.


Bersamaan dengan berakhirnya perkataan dari Kenia. Keneo pun jatuh dari langit. Yang langsung disambut oleh cambuk Syam, yang segera mendaratkannya di samping Kenia.


"Aku sudah bosan dengan kalian. Lebih baik kami mati saja dengan Bumi ini ...!"


Humsha pun melepaskan bola shennya itu dengan kecepatan tinggi. Semuanya hanya dapat terperangah, tak dapat melakukan hal apa pun, kecuali pasrah dengan takdir yang akan terjadi.


Akan tetapi saat semuanya hanya dapat pasrah. Tiba-tiba saja, Chan menangkap bola shen hitam seukuran bola basket, yang langsung ia masukan ke dalam tubuhnya.

__ADS_1


"Jurus perpindahan ruang dan waktu!" teriak Chan, dengan berteriak. Berusaha menahan seluruh rasa sakit yang ia rasakan. Saat bola shen hitam berpindah dimensi, masuk ke dalam tubuhnya.


Chan lalu melesat turun, karena sudah kehilangan seluruh shennya. Chin yang melihat kejadian itu langsung saja menangkap tubuhnya. Dan memeluk Chan dengan begitu eratnya. Saat dirinya sudah duduk di tanah.


"Adikku! kau itu sudah benar-benar gila!" kata Chin dengan terisak.


"Akhirnya kau memanggilku adik, Kak," sahut Chan lalu menatap 5 Gura-Gura Lama, Kenia-Keneo dan Syam.


"Kenapa kau begitu bodoh Chan? Jurus itu memerlukan pengorban nyawa," kata Syam yang jongkok di samping Chan.


"Akhirnya, kau peduli kepadaku, Syam. Bagiku satu nyawa, untuk menyelamatkan seluruh kehidupan Bumi. Itu tidak masalah. Sekarang giliran kalian, melakukan hal untuk menghentikan si brengsek itu," sahut Chan yang semakin melemah suaranya.


"Kak Chin, lebih baik kau bantu mereka. Ulur waktu untuk mereka ...," ujar Chan, lalu tubuhnya menghilang begitu saja dari pelukan Chin. Yang segera bangkit, yang diikuti oleh Syam.


"Jujur aku benci melakukan ini. Tapi ini permintaan terakhir adikku. Baiklah akan kulakukan. Aku harap kalian tidak membuang sia-sia waktu yang kuberikan itu," ucap Chin lalu melesat ke arah Humsha di udara.


"Dasar, Chan bodoh! Bisa-bisanya ia ingin menghalangi rencanaku. Padahal jurus itu hanya dapat kulakukan satu kali saja dalam sehari," kata Humsha, dengan penuh kekesalannya.

__ADS_1


"Kaulah yang bodoh! Telah membuatku adikku mati!" teriak Chin, lalu melesat menyerang Humsha menjauhi tempat itu. Dengan segenap kekuatan yang ia miliki.


__ADS_2