Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 40 ( Kemenangan Para Manusia Masa Lalu)


__ADS_3

 Kedua bola shen itu lalu mereka luncurkan ke arah Chon dari jarak 2 meter. Dengan jarak sedekat itu. Sudah dipastikan orang dengan level shen di bawah S akan hancur menjadi debu. Hingga Punka dan Maranda pun melompat mundur sejauh 10 meter. Tak ingin terkena efek dari ledakan itu. Efek yang dapat melukai mereka secara serius. Walaupun tak mungkin dapat membuat mereka mati, dengan mode dasar shen level S


Asap hitam segera tercipta di tempat itu. Getaran kejutnya pun segera menyebar secara luas hingga radius 10 km dari tempat itu. Hingga para pasukan robot Bulan dan Mars segera berdatangan ke tempat itu.


 


Begitu juga dengan raja robot Mars dan Bulan. Mendengar keributan sebesar itu, yang sebelumnya tak mereka ketahui sama sekali.


Melihat Punka dan Marandra menyerang Chon dengan bola shen. Ur Well, Drun dan Clirk segera mundur sejauh 10 meter. Mereka segera menciptakan bola shen yang segera dihantamkan ke arah Chun yang segera merentangkan kedua tangannya untuk menyambut ketiga bola shen milik ketiga orang terkuat di masa itu. Seakan dirinya tak takut dengan serangan ketiga bola shen itu. Yang seakan tak akan mampu melukainya sama sekali.


Ketiga bola shen berwarna berbeda itu segera menghantam tubuh Chun dengan begitu kerasnya secara bersamaan. Bahkan efeknya jauh lebih dahsyst dari bola shen milik Punka dan Marandra. Asapnya pun begitu pekat tercipta di tempat itu.


Mereka berlima lalu berkumpul melayang di udara secara berdampingan. Sembari melihat ke arah raja robot Mars dan Bulan beserta pasukannya. Yang bersiap menyerang mereka bersamaan.


Para guru dari 5 Gura-Gura itu tak yakin. Jika musuh mereka berdua akan mati oleh serangan bola shen milik mereka. Karena tingginya shen yang dimiliki oleh para manusia dari masa lalu itu. Mereka berlima tahu diri, kekuatan mereka berlima hanya 10% dari shen guru mereka. Dan kekuatan gabungan mereka hanya setara dengan kekuatan gabungan Kenia dan Keneo saat ini.


Asap hitam yang menyelimuti 2 kepang bersaudara itu lenyap dan menampakan tubuh mereka berdua yang tak terluka sama sekali oleh serangan bola shen mereka.


"Wah...wah...., kalian itu membuat para anak buahku datang ke tempat ini," kata Chon sembari mendekati Chun. Yang segera memerintah para robot yang diciptakan dari shen Kenia dan Keneo itu.


"Kalian para robot, jangan pernah ikut campur dalam urusan kami," ujar Chun seakan sedang mengintimidasi para robot yang hanya terdiam itu. Pertanda mereka menuruti apa yang dikatakan oleh Chun. Seolah mereka adalah pimpinan para robot itu.


"Andai saja ada Kenia-Keneo di sini. Pasti kita tidak akan kesulitan menghadapi mereka semua. Dengan kita menggunakan jurus terlarang itu," kata Punka seolah sudah putus asa menghadapi kenyataan yang sedang mereka hadapi.


"Aku akui Sikembar itu jauh lebih kuat dari kita berlima. Tapi tetap saja mereka berdua dapat dikalahkan oleh orang-orang dari masa lalu itu," sambut Ur Well atas perkataan Punka.


"Tidak bisa menggunakan jurus terlarang itu. Bukan berarti aku tidak bisa menggunakan jurus terlarang klanku," sambung Marandra tersenyum tipis. Seakan ingin memberi teka-teki kepada teman-temannya itu.


"Maksudmu jurus pengurung raga?" tanya Drun.

__ADS_1


"Ya." jawab Marandra singkat.


"Kalau begitu itu sama saja kita bunuh diri," lanjut Clirk kali ini.


"Kalau tidak ada pilihan lainnya. Kenapa tidak.... Dengan jurus terlarang kipas ungu itu pun. Kita akan mati, seperti guru kita di saat menghadang meteor raksasa yang akan menghantam bumi. Di saat kita masih muda dulu. Bukan begitu Punka?" kata Marandra bertanya kepada Punka.


Punka pun segera teringat masa lalunya di mana ia ikut bersama gurunya ke luar angkasa untuk menghadang meteor berdiameter 100 km itu. Yang akan memberikan dampak masif, jika menghantam Bumi. Bagi kehidupan di dalamnya.


"Ya, aku melihatnya sendiri. Di mana guru kita menggunakan kekuataannya sendiri untuk mengaktifkan kipas itu. Hingga keluarlah seorang gadis berbaju ungu yang langsung bertanya tentang keinginan guru yang ingin menghancurkan meteor itu agar tak menghantam Bumi, yang begitu ia cintai. Dengan begitu mudahnya gadis itu menyerap meteor berdiameter 100 km dengan tangan kanannya. Dan setelah itu guru pun terhisap ke dalam tangan gadis berbaju ungu itu. Yang akhirnya berubah menjadi kipas ungu yang sekarang berada di tangan Kenia," cerita Punka pun berakhir.


"Itulah salah satu alasan kita mencari si kembar itu," sambung Marandra.


Terlihat Chun dan Chon tak suka mendengar perbincangan mereka itu.


"Kalian ini berisik sekali. Kita lanjutkan pertarungan kita!" ujar Chun memelesat ke arah mereka berlima. Yang diikuti oleh Chon.


Dan pertarungan dahsyat pun terjadi kembali di antara mereka bertujuh. Sebenarnya Marandra ingin menggunakan jurus terlarang klannya. Akan tetapi dengan situasi seperti itu. Ia kesulitan menggunakan jurus pengurung raga. Karena Chun terus menyerang dirinya dan Punka dengan agresif sekali. Walaupun 2 kepang bersaudara itu tidak menggunakan kekuatan maksimal mereka. Namun sudah membuat 5 guru dari 5 Gura-Gura lama kewalahan. Hingga satu persatu mereka pun terjatuh ke tanah Bulan. Lalu melayang dengan sendirinya, karena gravitasi Bulan yang jauh lebih rendah daripada Bumi.


"Aku tidak bisa. Aku harus fokus dan tidak ada yang mengganggu diriku," sahut Marandra sembari bangkit dari jatuhnya. Yang diikuti oleh teman-temannya. Hingga mereka berlima melayang di atas tanah Bulan kembali.


"Kalau begitu, kita gunakan mode muda kita. kita akan gunakan jurus pedang bunga," tutur Ur Well lalu merubah dirinya menjadi manusia berusia 20 tahun, yang seusia dengan murid mereka.


Mendengar perkataan Ur Well. Drun, Clirk, Punka dan Marandra langsung saja merubah diri mereka menjadi berusia 20 tahunan. Mereka lalu menciptakan pedang shen di tangan kanan mereka masing-masing dengan warna sesuai shen yang mereka miliki. Ur Well merah, Drun kuning, Clirk hijau, Punka biru dan Marandra jingga.


"Hanya merubah tubuh kalian menjadi muda. Itu tidak akan berpengaruh pada hasil akhirnya. Kalian tetaplah pecundang!" seru Chun masih mengudara di angkasa.


"Sebenarnya jurus ini diciptakan oleh guru kami. Untuk kami bertujuh. Tapi karena kami hanya berlima. Jadi maklumi saja, jika jurus itu berkurang kekuataannya dengan sangat signifikan sekali," sahut Ur Well. Lalu memelesat ke angkasa dengan pedang shen merahnya. Yang diikuti oleh rekan-rekannya dari belakang.


Awalnya mereka seperti ular yang saling membuntuti. Akan tetapi secara tiba-tiba saja mereka berpencar dan mengurung Chon dan Chun di dalam lingkaran. Sedangkan Ur Well memelesat ke angkasa, lalu meluncur ke arah 2 kepang bersaudara itu. Yang membuat 2 bersaudara kepang terlemah itu begitu terkejut. Dengan aksi kolaborasi yang mereka tunjukan.

__ADS_1


Mereka berdua tak menyangka sama sekali. Jika jurus pedang mereka berlima begitu mengerikan. Hingga mau tak mau mereka berdua pun harus serius menghadapi mereka berlima.


"Chun lebih baik kita tingkatkan shen kita sekarang. Atau kita akan terluka sedikit,'" kata Chon sembari meningkatkan kekuatan shennya hingga membuat kubah pelindung shen hitam. Yang menyelubungi tubuh mereka dengan radius 5 meter.


"Terluka sedikit saja kau begitu takut..." ejek Chun.


"Biar sedikit, luka tetaplah luka. Bagaimana jika kakak-kakak kita mengetahui. Jika menghadapi mereka saja. Kita sampai terluka?. Ini sangat memalukan sekali, bukan?" jawab Chun, dengan posisi saling membelakangi.


Tampak aura dari shen hitam yang diciptakan oleh Chun-Chon begitu sulit untuk ditembus oleh lima manusia terkuat di bumi pada masa itu.


"Kalau begitu kita hancurkan formasi mereka sekarang!" teriak Chon lalu meningkatkan kekuatan shennya kembali. Yang diikuti oleh Chun.


Ketika hal itu terjadi. Ada getaran kejut yang begitu besar. Hinggga mau tak mau para guru dari Gura-Gura Lama pun memelesat ke angkasa Bulan lebih tinggi lagi. Hingga membuat formasi pedang mereka buyar.


Mereka berlima lalu melayang sejajar di angkasa. Menunggu apa yang akan dilakukan oleh 2 kepang bersaudara itu.


"Kenapa mereka berdua menjadi begitu kuat dari 20 tahun yang lalu?" ujar Drun.


"Apa mungkin kita yang sudah tidak dapat berkembang karena faktor usia kita yang sudah mencapai 120 tahun?" sambung Clerk.


"Jangan-jangan kekuatan kita yang menurun karena usia?" sambung Punka. Bersamaan dengan munculnnya Chon dan Chun yang segera menyerang mereka berlima dengan agresifnya.


Akan tetapi tiba-tiba saja terdengarlah suara seorang lelaki dewasa yang menggema ke segala penjuru alam. Hingga membuat mereka menghentikan pertarungan dahsyat itu.


"Chon, Chun. Cepatlah kembali ke masa lalu. Aku membutuhkan bantuan kalian sekarang juga!" ujar suara tanpa wujud itu.


"Tuan jangan ganggu kami saat ini. Kami sedang bersenang-senang bermain dengan lalat-lalat ini," jawab Chon tak ingin menghiraukan perintah dari suara itu.


"Kau banyak bicara saja. Lebih baik aku paksa kalian untuk kembali!" Belum sempat Chon menjawab perkataan itu. Tiba-tiba saja dari angkasa muncullah dua tangan hitam raksasa yang begitu besar. Satu tangan raksasa itu menggenggam tubuh Chon dsn Chun. Sedangkan satu tangan raksasa yang lainnya menghantam tubuh kelima guru dari Gura-Gura lama dengan begitu kerasnya. Hingga terpental ke arah Bumi dengan kecepatan tinggi. Tanpa sempat sama sekali mereka menghindari.

__ADS_1


"Kau selalu saja egois!" teriak Chon lalu menghilang bersama kedua tangan raksasa itu untuk kembali ke masa lalu. Tempat asal mereka yang sebenarnya.


 


__ADS_2