Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 71. (Amukan Pongkha-Pongkhi)


__ADS_3

 


Tsunami yang dihasilkan oleh kekuataan penghancuran Pulau Gura-Gura oleh si Kepang Tiga Chen. Terus menjalar ke segala arah dengan dahsyatnya, tanpa mengenal jeda sedikit pun. Tsunami buatan itu diamati oleh Chen dari angkasa dengan penuh kegembiraannya. Terlihat kepuasan di wajahnya, menyaksikan semua kejadian itu. Kejadian di mana Pulau Gura-Gura hancur, lenyap dari permukaan bumi bersama para penghuninya. Untuk selama-lamanya. Yang hanya akan menjadi sebuah kenangan bagi orang yang mengetahui tentang markas dari Gura-Gura Baru itu.


"Tidak bisa menemukanmu, aku hancur saja pulaumu Dran... Agar kau benar-benar kesal dan marah, atas pulau milikmu yang aku hancurkan itu," ujarnya di dalam hatinya.


 


Chen lalu tertawa dengan kerasnya. Tanpa menyadari adanya serangan naga shen yang langsung menghantam punggungnya dari belakang. Hingga ksatria dari abad ke10 masehi itu meluncur ke bawah. Terkena serangan dahsyat itu.Tanpa sempat untuk menghindarinya sama sekali serangan shen itu. Dan mengetahui siapa pelakunya sama sekali.


 


"Naga Air!" teriak suara yang mengeluarkan shen berbentuk naga air yang menghantam tubuh Chen dengan kecepatan tinggi.


Belum sempat Chen mengetahui siapa penyerangnya dan menstabilkan posisinya. Ia pun telah diserang kembali oleh shen berbentuk naga es berwarna putih salju.


"Naga Es!"


 


Naga Es itu pun menghantam tubuh Chen yang sedang meluncur dengan kecepatan tinggi ke bawah. Hingga tubuhnya pun masuk ke dalam laut, dibekas Pulau Gura-Gura berada.


 

__ADS_1


Dua serangan itu begitu hebat. Hingga menciptakan benturan yang begitu dahsyatnya. Sehingga menciptakan tsunami terjadi kembali. dengan lebih hebat dari yang tadi. Dua serangan shen berbentuk naga air dan naga es itu ternyata dilakukan oleh Pongkha dan Pongkhi. Pasangan kembar itu masih memiliki fisik, masihk 80 tahun yang lalu. Di mana mereka menyerahkan pulau milik mereka kepada Dran yang akhirnya diberi nama Pulau Gura-Gura. Akan tetapi saat ini di kening mereka ada rajah berbentuk huruf 'P'. Sebagai shen cadangan mereka, yang cepat terkuras habis. Jika bertarung dalam jangka waktu yang lama.


"Apakah dirinya sudah mati dengan serangan kita?" tanya Pongkha kepada Pongkhi dengan penuh penasarannya.


 


"Dirinya mengeluarkan pancaran shen level S. Paling tidak dirinya memiliki kekuatan setara dengan kita, dan 5 legenda Gura-Gura Lama. Apa mungkin dia akan mati dengan serangan level A kita tadi?" jelas Pongkha, lalu menelan pil pemulih stamina miliknya. Yang dilakukan juga oleh Pongkhi. Agar stamina mereka kembali pulih dengan cepat. Untuk menghadapi pertarungan selanjutnya. Yang pastinya akan memerlukan banyak waktu dan stamina yang semakin besar terkuras dengan pertarungan yang akan mereka lakukan nanti.


 


Mereka berdua sudah kehabisan stamina saat melakukan perjalanan jauh dari tempat mereka tinggal selama ini. Untuk menuju Pulau Gura-Gura, dengan tujuan bertarung dengan Dran setiap tahunnya. Hingga mereka berdua hanya mampu mengeluarkan serangan dengan level A. Tetapi sudah menghasilkan efek yang begitu dahsyat bagi area sekitarnya.


Cepat kehabisan stamina adalah kelemahan mereka dari dulu, walaupun tidak separah saat mereka pertama kali bertemu dengan Dran dan Clerk 80 tahun yang lalu. Sejak pertarungan itu. Si Kembar Pongkha-Pongkhi belajar banyak bagaimana mengurangi kelemahan mereka itu. Salah satunya adalah menyimpan shen mereka pada rajah berbentuk 'P` pada dahi mereka.


"Itu kau sudah tahu jawabnya. Sekarang kita tunggu si penghancur Pulau Gura-Gura muncul. Kita habisi dia, karena biar bagaimana pun. Pulau itu adalah peninggalan guru kita. Kita tetap punya tanggung jawab atas nasib pulau peninggalan guru kita itu," respon Pongkha. Dengan mata yang masih mencari keberadaan Chen.


Mereka berdua tetap menunggu di udara. Hingga beberapa saat kemudian Chen melesat dari dalam laut menuju ke tempat mereka berdua berada. Hanya dalam hitungan detik si kepang tiga sudah berada di hadapan mereka berdua. Dengan jarak hanya 5 meter di antara mereka. Kesombongan terlihat jelas di wajah Chen kepada Pongkha-Pongkhi, yang tak dianggap sebagai ancaman besar bagi dirinya.


"Aku kira Dran yang menyerangku dari belakang?" ujar Chen dengan nada yang sinis. Menatap mereka dengan pandangan merendahkan Pongkha-Pongkhi.


"Kau ini siapa, dan punya urusan apa dengan Dran?. Hingga berani-beraninya menghancurkan pulau Gura-Gura?" tanya Pongkha dengan penuh selidik terhadap Chen.


"Aku Chen, penjahat dari abad ke 10 masehi. Urusanku dengan Dran, aku ingin membunuh orang-orang terkuat di masa ini," jelas Chen.

__ADS_1


"Kau sudah gila!. Mengaku dari abad ke 10, apa kau pikir kami akan percaya atas pengakuanmu itu?" kata Pongkhi kali ini ikut campur dalam perbincangan itu.


"Percaya atau tidak percaya dengan ucapanku. Itu terserah kalian. Tapi aku tahu siapa kalian. Si kembar Pongkha-Pongkhi yang selalu kehabisan stamina saat bertarung...," tutur Chen lalu tertawa lepas.


"Darimana kau tahu tentang kami?. Padahal indentitas kami hanya diketahui oleh 5 legenda Gura-Gura Lama?" tanya Pongkha kembali dengan penuh keheranannya.


"Tentu saja dari catatan para petualang waktu. Tapi seharusnya kalian berdua sudah mati 80 tahun yang lalu dibunuh oleh Dran dan Clerk. Ternyata catatan itu salah. Ternyata si kembar Pongkha-Pongkhi dengan kekuatan shen level A+, masih hidup," ungkap Chen, lalu tertawa kembali.


Mendengar perkataan dari Chen. Si kembar Pongkha-Pongkhi tertawa dengan kerasnya. Karena mereka mengetahui. Semua data yang diketahui oleh Chen tentang diri mereka berdua dari para penjelajah waktu adalah data 80 tahun yang lalu. Shen mereka pun kita sudah mencapai level S pada mode dasarnya.


"Kenapa kalian tertawa?" tanya si kepang tiga dengan penuh kebingungannya.


"Karena semua data yang kau ketahui, itu berasal dari 80 tahun yang lalu. Kini mode dasar shen kami berada di level S. Setara dengan para Gura-Gura Lama!" jelas Pongkhadengan penuh kesombongannya.


Selesai berkata seperti itu Pongkha dan Pongkhi lalu meningkatkan shen mereka hingga level S. Hingga tubuh mereka pun diselubungi oleh shen berwarna putih. Kontras dengan shen Chen yang berwarna hitam. Si kepang tiga begitu terkejut, melihat Pongkha dan Pongkhi memiliki mode dasar shen pada level S.


 


Tetapi sebelum rasa keterkejutannya itu menghilang. Pongkha segera melesat dengan kecepatan tinggi. Dan langsung saja meninju perut Chen dengan begitu kerasnya. Hingga penjahat dari abad ke 10 itu terpental dengan kecepatan ke arah utara.


 


"Khi, ayo kita habisi dia!" ujar Pongkha yang segera melesat mengejar ke arah Chen terpental. Yang disusul oleh Pongkhi dari belakang. Meninggalkan bekas kehancuran dari Pulau Gura-Gura milik Dran. Yang kini tinggal sebuah kenangan.

__ADS_1


 


__ADS_2