Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 35 (Pertarungan Hingga Mati)


__ADS_3

Mereka berdua tetap terdiam. Terfokus pada pertarungan antara Mosa dengan 4 guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama. Nampak mereka bertarung 50 meter dari atas tanah.


Terlihat Mosa masih dapat mengimbangi pertarungan itu. Walaupun dirinya itu dikeroyok oleh 4 guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama. Entah mereka kelelahan atau ingin berbincang satu dengan yang lainnya. Mereka berlima pun menghentikan pertarungan itu. Dengan Mosa berada di tengah, yang dikelilingi oleh 4 guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama.


"Kalian..., tidak aku sangka bisa sekuat ini. Setelah 80 tahun mati. Kalian benar-benar karya seni tertinggiku...," ucap Mosa, sambil melipatkan kedua tangannya.


"Puih...!" guru dari Or Well yang bernama Ur, meludah ke arah bawah. Lalu melanjutkan ucapannya kembali.


"Tidak sudih..., kami menjadi karya senimu...," lanjut Ur. Yang dilanjutkan oleh ucapan Guru Dran, yang bernama Drun. Yang berada di samping Ur


"Dulu, kami dapat kau kalahkan. Karena shen kami belum pulih. Setelah bertarung dengan kepang 4 dan kepang 5. Satu hari sebelum kita bertarung...," ucapan itu membuat Mosa terkejut.


"kalian mengenal penjahat, 5 kepang bersaudara!?" tanya Mosa, seakan tak percaya dengan ucapan dari Drun.


"Ya, mereka adalah sumber dari semua masalah selama ini...," ujar Guru Clerk yang bernama Clirk, yang berada di samping Drun.


"Jadi mereka ke masa ini juga. Ini celaka, di masa lalu mereka telah menghancurkan peradaban manusia. Aku pun ke masa kini, tujuannya untuk mengumpulkan manusia-manusia terkuat untuk menghadapi mereka di masa lalu. Selain untuk mendapatkan patung Budha Giok, sebagai opsi untuk menghadapi mereka," jelas Mosa dengan tujuan sebenarnya itu. Tentang tujuannya ke masa depan.


Nampak para guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama hanya terdiam mendengar perkataan Mosa. Tetapi tiba-tiba saja dari arah selatan. Muncullah 2 sosok indentik dengan shen berwarna hitam. Dengan tinggi 175 cm, wajah mereka serupa dengan wajah seperti wajah kaisar Cina. Dengan kepang di belakang 5 ekor dan 4 ekor. Mereka lalu berhenti 5 meter, di arah selatan dari mereka berlima.


"Sepertinya, kalian sedang membicarakan kami?" ucap Chon, yang merupakan sosok berkepang 4.


Melihat kedatangan mereka berdua. 4 guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama. Lalu merubah posisi mereka, menjadi mendampingi Mosa. Yang kini berada di tengah di antara mereka berlima. Yang menatap tajam ke arah mereka berdua. Yang datang dari masa lalu, satu zaman dengan Mosa dan Syam.


"Sepertinya, kita harus bekerja sama. Untuk menghadapinya, Mosa," ujar gurunya Pusia yang bernama Punka, yang langsung mengeluarkan 4 cambuknya, dari tangan kiri-kanannya. Dan dari kedua telapak tangannya.


"Walaupun bukan di masa lalu, tapi hal itulah yang aku inginkan. Kita serang mereka bersama sekarang...," sahut Mosa, lalu melesat ke arah mereka berdua. Yang diikuti oleh 4 guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama, yang menyerang kedua penjahat dari masa lalu itu.


Nampak Chon menghadapi Mosa, Punka dan Clirk. Sedangkan Chun menghadapi Ur dan Drun.


Mereka bertarung dalam level S. Yang membuat tubuh mereka diselubungi oleh sinar shen mereka. 2 kepang bersaudara mengeluarkan shen berwarna hitam pekat. Mosa mengeluarkan shen berwarna abu-abu, Ur mengeluarkan shen berwarna merah, Drun mengeluarkan shen berwarna kuning, Clirk mengeluarkan shen berwarna hijau dan Punka mengeluarkan shen berwarna biru.


Terlihat benturan-benturan shen di udara terjadi, akibat dari pertarungan level S. Yang disaksikan oleh Jeni dan Marandra dari bawah.


"Sebaiknya kau pergi dari tempat ini sekarang juga. Karena tempat ini akan menjadi tempat kematian kami berdelapan," ucap Marandra, sambil merogoh kantung celananya. Lalu mengambil sebuah gelang berwarna merah. Yang diberikan kepada Jeni.


"Pakailah gelang merah ini, agar kau tidak terlihat oleh mata biasa...," Jeni lalu memakai gelang berwarna merah itu. Yang membuat dirinya tak terlihat oleh mata biasa.


"Jauhi tempat ini sejauh mungkin, karena pertarungan akan ditingkatkan oleh mereka sebentar lagi. Dan aku pun akan segera ikut dalam pertempuran itu...," ucap Marandra. Dengan tatapan mengarah ke pertarungan itu.


"Tapi ke mana aku harus mencari mereka?" tanya Jeni, hanya terdengar suaranya saja.


"Mereka sedang berada di Gunung Well, 7000 km ke arah tenggara dari tempat ini. Dan sampaikan juga salam kami kepada mereka berlima...," setelah mengucapkan akan hal itu. Marandra lalu melesat ke arah pertarungan itu. Sedangkan Jeni mulai berlari meninggalkan tempat itu untuk menuju ke Gunung Well.


Setelah berada di arena pertarungan itu, Marandra nampak membantu Ur dan Drun. Ia lalu menggunakan jarum yang keluar dari telapak tangannya ke arah Chun. Tapi dengan mudahnya, Chun dapat menghindarinya. Ia kibaskan jarum-jarum yang menyerangnya itu. Dengan tangan kirinya, ke arah bawah. Hingga terjadilah ledakan-ledakan hebat di bawah mereka. Yang membuat debu-debu berterbangan di udara.


Mereka lalu menghentikan pertarungan itu kembali.


Nampak chun dan Chon pun saling merapatkan tubuhnya satu sama lainnya.


"1 lawan 3 sekaligus, ternyata itu sulit. Jika hanya menggunakan shen level S. Bagaimana, jika kita tingkatkan kekuatan kita ke level Hyper + alias level H+, Chun...," ucap Chon, kepada Chun.


Mereka berdua lalu meningkatkan kekuatan Shen mereka. Hingga ke level shen maksimal yang mereka miliki. Hingga tubuh mereka, semakin besar dan pekat diselubungi oleh Shen hitam mereka itu.

__ADS_1


"Tidak aku sangka, mereka di masa depan memiliki level shen setinggi ini. Aku dan Kak Syam pun, hanya mencapai level H. Padahal mereka berdua, adalah yang paling lemah di antara 5 kepang bersaudara itu," ujar Mosa berbicara sendiri. Tetapi ditanggapi oleh Ur.


"Mosa, kau itu jangan pesimis seperti itu. Walaupun kami berlima lebih lemah dari dirimu. Tapi kami berlima tidak akan menyerah di hadapan mereka!" teriak Ur dengan kerasnya. Sambil mengeluarkan shen tertingginya. Yang berada pada level S+, hingga rambut merahnya pun menjadi putih. Karena efek mengeluarkan shen maksimalnya itu.


"Ur, benar Mosa. Walaupun shen maksimal kami hanya ada pada level S+, tapi kami tidak akan menyerah begitu saja, kepada mereka!" sambung, Drun. Sambil mengeluarkan shen tertingginya. Hingga rambut kuningnya pun berubah menjadi putih seluruhnya.


"Kami lebih baik mati!, daripada harus menyerah kepada mereka berdua!" sambung Clirk, sambil mengeluarkan seluruh shennya itu. Hingga rambut hijaunya pun menjadi putih.


"Kuncinya, adalah. Jika kita bergabung. Pasti kita dapat mengalahkan mereka berdua...," sambung Punka, sambil mengeluarkan shen tertingginya itu. Hingga rambut birunya pun berubah menjadi putih.


"Jika kita bergabung, tapi belum dapat mengalahkan mereka berdua. Maka akan aku gunakan teknik rahasiaku...," ucap Maranda, sambil mengeluarkan shen tertingginya. Hingga rambut jingganya pun menjadi putih. Semua perkataan dari para guru Gura-Gura Lama itu pun. Telah membuat semangat Mosa pun bangkit kembali.


"Kalian benar, kita lawan mereka berdua, hingga mati...!" teriak Mosa, dengan kerasnya. Sambil mengeluarkan shen tertingginya itu. Lalu ia pun menyerang 2 kepang bersaudara itu, yang diikuti oleh 5 guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama.


Nampak benturan antar shen pun terjadi semakin dahsyat. Hingga dalam radius 100 km, daratan pun menjadi hancur berantakan. Bukit dan gunung, menjadi rata dengan tanah. Bahkan lubang-lubang pun tercipta akibat dari pukulan shen mereka itu. Hingga selang satu jam kemudian, nampak 5 guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama jatuh, satu persatu ke tanah. Yang membuat lubang sedalam 10 meteran. Tapi mereka langsung bangkit kembali dan berdiri berdampingan. Hingga Mosa pun terjatuh dari langit. Akan tetapi saat tubuhnya berada 2 meter di atas permukaan tanah. Tiba-tiba saja, cambuk Punka pun memanjang dan menyambar tubuh Mosa, lalu menaruhnya di permukaan tanah.


"Terimakasih si tua tampan," ucap Mosa.


"Aku sangat tersanjung sekali, dengan kata terimakasihmu, Pimpinan...," timpal Punka, sambil tersenyum.


"Apa!, kau memanggil aku Pimpinan?" tanya Mosa. Yang dijawab oleh Ur.


"Ya, kau pantas menjadi Pimpinan kami...," timpal Ur.


"Aku menjadi tersanjung, bisa menjadi pimpinan 5 legenda terkuat di Bumi," sahut Mosa.


Melihat lawannya tidak kembali mengudara. Chon dan Chun pun lalu turun ke tanah. Dan berada 2 meter di hadapan mereka berenam.


"Apakah kalian sudah kelelahan...?" ujar Chun. Yang ditanggapi oleh Mosa.


"Sepertinya, kita harus melakukan hal itu...," ucap Ur.


"Ya, sekarang lakukan. Aku ingin cepat-cepat damai kembali," ujar Drun.


"Punka!, apakah kau telah siap dengan cambukmu itu?" ucap Clirk.


"Aku, selalu siap dengan 4 cambukku ini...," Punka pun lalu berlari, mendekati Chon dan Chun yang nampak serius bertarung dengan Mosa. Yang nampak penuh semangat dalam pertarungan itu. Tanpa menyadari kehadiran Punka, yang mendekati mereka dengan 4 cambuknya itu.


Dan dengan 2 cambuk di tangan kanannya. Punka berhasil membelenggu tubuh Chon. Sedangkan 2 cambuk yang ada di tangan kirinya. Berhasil membelenggu Chun.


Nampak 2 kepang bersaudara itu, berusaha untuk melepaskan diri dari belenggu cambuk Punka. Hingga Punka pun merasa kewalahan menahan kekuatan 2 kepang bersaudara itu. Akan tetapi dengan sigapnya Ur melompat ke arah belakang Punka. Lalu menyalurkan shennya. Dengan cara menyentuhkan kedua tangannya ke punggung Punka. Setelah itu Drun dan Clirk pun melompat ke arah Ur. Dan menyalurkan shen mereka, kepada Ur. Yang akan di transfer ke kepada Punka. Dengan cara menyentuhkan tangan kanan mereka ke punggung kanan dan kiri Ur. Dengan penambahan shen 3 orang guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama. Terlihat ikatan cambuk Punka pun menjadi begitu sangat kuat sekali. Hingga 2 kepang bersaudara merasa tak berdaya dengan ikatan itu.


"Chun, ternyata kita telah meremehkan mereka. Mereka berbeda dari yang dulu...," ujar Chon.


"Ini hanyalah pancingan. Permainan sesungguhnya akan segera dimulai. Permainan menuju kematian akan segera dimulai...," ucap Punka, lalu tersenyum sinis ke arah mereka berdua. Lalu Punka pun bicara kepada Marandra.


"Marandra, apakah kau telah siap untuk memulai permainan kematian ini...?" tanya Punka kepada Marandra. Yang segera menyiapkan 4 jarum besar berwarna jingganya. Yang telah muncul dari dalam telapak tangan kanannya.


"Aku telah siap!" Marandra lalu melemparkan 4 jarum besar berwarna jingganya itu ke udara.


Saat berada 10 meter di atas permukaan tanah. 4 jarum itu pun lalu jatuh kembali ke tanah, ke 4 arah. Barat, utara, timur dan selatan. Dan saat menyentuh tanah. 4 jarum besar berwarna jingga itu pun. Lalu masuk ke dalam tanah. Dan lalu dari dalam bekas menghilangnya 4 jarum itu. Muncullah 4 cahaya jingga, yang segera menyebar dan membuat kurungan bola setinggi 10 meter dengan diameter 10 meter.


Melihat akan hal itu Punka pun lalu melepaskan belenggu cambuknya itu. Kepada 2 kepang bersaudara. Yang membuat mereka berdua merasa heran akan hal itu.

__ADS_1


"Kenapa, kau melepaskan belenggu cambukmu itu. Apakah kau telah menyerah...?" tanya Chun, dengan nada yang mengejek Punka.


Nampak cambuk Punka kembali ke ukuran semula. Ia lalu menurunkan tingkat shennya ke level S. Hingga rambutnya pun berubah kembali, menjadi berwarna biru. Yang diikuti oleh para guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama lainnya.


"Kami bukannya menyerah, tapi akan segera mengajakmu, ke alam baka...," timpal Punka, dengan senyumnya.


Terlihat 5 guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama kembali berdiri secara berdampingan. Dengan posisi Ur di tengah. Punka dan Marandra di sisi kanannya. Sedangkan Drun dan Clirk berada di samping kirinya.


"Mimpi saja, kalian!. Dapat membawa kami ke alam baka!" teriak Chun, menunjukan jari telunjuk tangan kanannya ke arah mereka berlima.


"Lihatlah di sekelilingmu, cahaya jingga yang telah mengurung kita ini. Akan semakin menciut, dan akhirnya akan menekan tubuh kita. Hingga kita hanya akan menjadi partikel, yang lebih kecil dari sebutir debu...," ucap Ur, dengan tersenyum sinis ke arah mereka berdua.


Nampak Chun dan Chon menatap ke arah kurungan berwarna jingga. Yang semakin lama semakin mengecil dan merendah. Hingga kini tingginya tinggal 5 meter, dengan diameter 5 meteran. Hingga mereka pun saling mendekat satu dengan yang lainnya. Akibat dari desakan dari pengurung itu. Chun dan Chon pun nampak terkejut.


"Ini adalah jurus terlarang..., sejak kapan kalian melakukannya?" tanya Chun, dengan penuh keterkejutannya itu.


"Sejak kalian, aku belenggu dengan cambukku...," timpal Punka, dengan suara yang tenang dan datar.


"Kalian!, benar-benar sangat merepotkan sekali!. Tapi kami dengan shen level H+, akan menerobos kubah pengurung raga ini...," ujar Chon, sambil melesat ke angkasa, bersama Chun.


Mereka berdua menggunakan shen level H+ mereka. Untuk mencoba menerobos kubah pengurung itu. Tapi hal itu, tak dapat mereka lakukan. Setelah merasa gagal, mereka berdua lalu mencoba ke samping, memutari kubah pengurung itu. Hingga mereka berdua pun mencoba menembus tanah. Tetapi tetap gagal juga.


"Hay..., Kepang bersaudara!. Sudahlah, terima takdir kalian saja. Kita akan mati bersama...," ucap Mosa, yang daritadi hanya terdiam.


"Diam kau, Mosa!. Bukannya kau juga ingin hidup abadi?" timpal Chun. Yang segera berdiri di hadapan Mosa, bersama Chon.


"Itu dulu, tapi saat aku berinteraksi dengan mereka. Yang mengatakan tentang kedamaian di alam baka. Aku menjadi tertarik dengan semua perkataan mereka itu," jawab Mosa, dengan suara yang tenang tapi seakan sedang mengejek kepada 2 kepang bersaudara.


"Mati kau dengan keyakinanmu, bersama mereka...!" teriak Chun, sambil meninju perut Mosa. Yang tak melawan. Yang membuat Chun menjadi heran dibuatnya, atas sikap Mosa itu.


"Kenapa kau tidak menghindar atau menangkis pukulanku itu!?" tanya Chun dengan penuh keheranannya itu.


"Karena aku rasa itu percuma. Melawan atau tidak melawan, pada akhirnya kita pun akan mati bersama," jawab Mosa.


Terlihat kubah pengurung itu. Semakin lama, semakin menyempit dan merendah untuk menghempit tubuh mereka berdelapan. Hingga mereka pun hanya saling berdempetan dengan ketinggian kubah, tinggal 2 meter dari permukaan tanah.


"Andai saja, semua kepang bersaudara berkumpul di dalam pengurung raga ini. Pasti tugas kita akan selesai, dengan membawa para penjahat itu ke alam baka...," ucap Marandra. Dengan tatapan yang hampa.


"Ya, para murid kita pun akan terhindar dari mereka," timpal Punka.


"Tapi, dengan berkurangnya mereka. Paling tidak beban murid kita akan berkurang," sambung Drun.


"Aku malah ingin mengadu racun dengan Clerk..., tapi sayangnya itu sudah tidak mungkin...," sambung Clirk.


"Ya, takdir kita memang cukup sampai di sini. Kita hanyalah masa lalu, yang dibangkitkan kembali. Or..., kau bersama teman-temanmu harus lebih hebat dari kami berlima...," ucap Ur, dengan mengingat wajah Or Well di saat masih berusia 19 tahun. Saat terakhir dirinya bertemu dengan Or Well.


Kubah pengurung itu, terlihat semakin lama semakin mengecil. Hingga tubuh mereka satu persatu meleleh lalu memadat seiring dengan mengecilnya, kubah pengurung raga itu. Hingga kubah pengurung raga itu pun berubah menjadi bola sebesar bola kelereng, yang mengudara di angkasa. Hingga pada keinggian 100.000 meter, bola itu pun meledak. Yang mengeluarkan cahaya jingga yang sangat terang. Yang merupakan intisari dari shen mereka berdelapan.


Langit pun berubah menjadi terang, dengan warna jingga. Yang mengalahkan terangnya Bulan separuh. Dan cahaya-cahaya merah dan putih di langit malam.


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2