Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 87. (Pancaran-Pancaran Shen Pertarungan Chen)


__ADS_3

 


Pertarungan yang dilakukan oleh Hay dan Ded dengan Chen sejak daritadi. Ternyata bisa dirasakan oleh Jean dan Clark yang sedang berlari menuju ke arah utara dengan kecepatan tinggi. Untuk mencari keberadaan Mark dan teman-temannya. Mereka berdua lalu menghentikan larinya. Yang sudah berada 800 km di timur laut Gunung Well yang sudah musnah. Walaupun mereka sudah cukup jauh berada dari tempat pertarungan yang dilakukan oleh Chen dan pasangan gendut dari Sundaland itu. Tetapi pancaran shen dari mereka bertiga masih dapat dirasakan oleh mereka berdua. Walaupun hanya samar-samar saja.


"Orang penghancur Gunung Well dan Pulau Gura-Gura sedang bertarung dengan dua orang kuat," kata Jean, sambil memandang ke arah di mana Chen dan pasangan gendut Hay-Ded sedang berada. Dengan menggunakan mata langit yang hanya mampu melihat sejauh 500 km saja.


"Apakah orang itu sedang melawan 2 anggota Gura-Gura Lama?" tanya Clark dengan penuh penasarannya.


"Aku tidak bisa melihatnya. Tetapi kekuatan mereka berdua di atas 5 anggota Gura-Gura Lama," sahut Jean. Yang membuat Clark semakin penasaran mendengarnya. Ingin segera mengetahui, siapa dua orang kuat yang sedang bertarung dengan Chen.


"Kalau begitu, aku akan membantumu. Agar dapat melihat lebih jauh lagi," Clark lalu menempelkan telapak tangan kanannya ke punggung Jean. Hingga daya lihat mata langit Jean pun meningkat hingga 1000 km.


Saat mata langit Jean sudah meningkat. Mereka berdua pun sudah dapat melihat Di mana Chen sedang mengejar Hay dan Ded di arah barat laut dengan jarak yang semakin mendekat. Mereka berdua sudah mengenali Chen. Akan tetapi tidak mengenal Hay dan Ded sama sekali. Dikarenakan mereka baru muncul kembali. Setelah 80 tahun berlalu, saat mereka menyerahkan gunung yang mereka jaga kepada Or Well dan teman-temannya. Yang lalu berganti nama menjadi Gunung Well.


"Dua orang gendut itu sebenarnya siapa?" tanya Jean kepada Clark dengan penuh penasarannya.


"Entahlah?. Tapi dengan tubuh seperti itu. Mereka pantas disebut sebagai raksasa," sahut Clark.


Jean lalu mengarahkan pandangannya ke arah selatan. Hal tak terduga pun terjadi. Mereka berdua melihat tiga mantan anggota Gura-Gura Baru sedang menuju ke arah mereka. Dengan terbang berkecepatan tinggi untuk ukuran mereka bertiga.


"Bukannya mereka mantan anggota Gura-Gura Baru, yang sudah menjadi penduduk Gunung Well?" tanya Clark kali ini.


"Iya, mereka. Axel, Adel dan Abel. Tapi kenapa mereka bertiga bisa melarikan diri, di saat Gunung Well dihancurkan oleh orang berkepang tiga itu?" timpal Jean dengan penuh kebingungannya.


"Untuk mengetahui jawabnya lebih baik kita tunggu mereka di sini. Aku rasa, 10 menit lagi mereka akan tiba di tempat ini," kata Clark, sembari melirik ke arah jam berbentuk cangkang kerang itu.


Detik terus berjalan berganti menit. Hingga akhirnya 10 menit pun tiba, bersamaan dengan mendaratnya Adel, Abel dan Axel di hadapan Jean dan Clark. Mereka bertiga tampak kelelahan. Setelah memacu diri mereka bertiga terbang dengan kecepatan maksimal yang mampu mereka gapai.

__ADS_1


"Kami tak menyangka dapat bertemu dengan kalian di tempat ini," kata Abel memulai pembicaraan di antara mereka.


"Kami memang sengaja menunggu kalian bertiga di sini," sahut Clark.


"Itu pasti karena mata langitmu, Jean. Jadi keberadaan kami dapat kalian ketahui dengan mudah," sambung Axel, yang ditanggapi dingin oleh Jean.


"Ya, semua karena mata langitku. Aku ingin bertanya, kenapa kalian bisa melarikan diri dari Gunung Well. Saat orang berkepang tiga itu menghancurkan Gunung Well?" tanya Jean dengan penuh selidik dan rasa ketaksukaannya terhadap mereka bertiga.


"Kalian jangan salah sangka, jika kami melarikan diri dari Gunung Well?. Tuan Er Well lah yang memerintahkan kami untuk memberikan jim wellnya kepada Mark atau Tuan Or," jawab Abel sembari memperlihatkan jim well milik Er Well yang ada di pergelangan tangan kirinya kepada Jean dan Clark.


Clark dan Jean lalu memperhatikan jim well itu dengan penuh seksama.


"Kalau begitu, kita cari Mark bersama," kata Jean.Lalu tersenyum kecil.


"Ya, Mark ada di 1500 km ke arah utara dari tempat ini," timpal Abel, yang membuat Jean penasaran mendengarnya.


"Jim Well ini sudah disetting oleh Tuan Er untuk melacak keberadaan Mark atau Tuan Or. Karena jarak Mark yang lebih dekat daripada Tuan Or, makanya kami memutuskan untuk mencari Mark," jelas Abel. Yang telah diberitahu tentang fungsi apa saja yang ada pada jim well keluarga Well dari Ir Well langsung. Saat mereka sudah satu minggu, masuk menjadi penghuni Gunung Well. Jadi paling tidak mereka tahu, fungsi-fungsi dasar dari jim well.


"Ternyata fungsi jim well lebih komplek, dari yang aku ketahui selama ini," ujar Jean.


"Kalau begitu kita lanjutkan mencari Mark yang sedang mencari patung Budha Giok" lanjut Clark.


"Tapi kita lewat darat atau udara?" tanya Axel kali ini.


"Lebih baik kita lewat darat. Agar lebih sulit dideteksi oleh siapa pun," jawab Clark, lalu berlari menuju ke arah utara yang diikuti oleh Jean, Abel, Adel, Axel dengan kecepatan tinggi.


***

__ADS_1


Sementara itu Mark, Nack, Franco dan Jean kecil yang sedang berada di Sundaland bagian tengah. Terus berlari mencari keberadaan patung Budha Giok. Yang terus bergerak di monitor radar yang dipegang oleh Jean Kecil. Mereka bingung kenapa patung Budha Giok selalu bergerak, seakan sedang menghindari kejaran mereka berempat. Yang telah kelelahan bergerak sejak dari pagi, hingga matahari sudah bergeser dari tengah langit.


"Jean Kecil sebenarnya ada apa ini?. Kenapa patung itu, selalu bergerak?" tanya Mark kepada Jean Kecil.


"Aku tidak tahu pasti. Tapi sepertinya orang yang membawa patung itu, sedang bertarung," sahut Jean Kecil dengan penuh kebingungannya.


"Ya, shen mereka terpancar sedikit lebih kuat daripada pertarungan dari arah selatan," timpal Mark yang dapat merasakan pertarungan yang dilakukan oleh Chen beberapa waktu yang lalu. Yang jaraknya terlalu jauh untuk dirasakan oleh kemampuan shen mereka saat ini.


"Firasatku buruk dengan pertarungan di selatan dari tempat ini," ujar Jean Kecil.


"Apa itu ramalanmu Jean Kecil?" tanya Franco yang sedari tadi hanya terdiam saja.


"Entahlah," sahut Jean Kecil lalu berbalik arah ke arah selatan dan menghentikan lari di udaranya itu.


Mark, Franco dan Nack pun melakukan hal yang sama. Dengan apa yang dilakukan oleh Jean Kecil. Hingga mereka berempat pun menatap ke arah selatan dengan pikiran mereka masing-masing.


"Apakah kau tidak bisa menggunakan mata langit, seperti Jean?" tanya Nack kepada Jean Kecil.


"Bisa tapi hanya sampai jarak 50 km saja," jawab Jean Kecil yang sedang mengaktifkan mata langitnya itu.


"Apakah kita perlu menggabungkan shen kita. Agar jangkauan mata langitmu meningkat?" tanya Mark.


"Percuma, jarak pertarungan itu, 2000 km lebih. Tak mungkin mata langitku mampu menjangkaunya," jelas Jean Kecil.


"Lalu sekarang kita harus apa?" tanya Mark kepada Jean Kecil.


"Lebih baik kita melanjutkan perjalanan kita. Aku rasa, kita sudah cukup membuang waktu," selesai berkata seperti itu. Jean Kecil lalu melesat dengan kecepatan tinggi. Yang diikuti oleh Mark, Nack dan Franco ke arah di mana patung Budha Giok berada, dengan pergerakan yang tak biasa.

__ADS_1


 


__ADS_2