
Chen yang mengejar Hay dan Ded dengan kecepatan tinggi di langit tanpa batas. Akhirnya dapat menyusul pasangan gendut itu. Penjahat dari abad ke 10 Masehi itu, langsung saja menghadang Hay dan Ded yang mau tak mau menghentikan terbang mereka di ketinggian 500 dari permukaan tanah. Dengan muka yang masam, karena berhasil dikejar oleh Chen.
"Kalian mau lari ke mana?. Duo Gendut....," ujar Chen melayang di udara dengan jarak 5 meter, dari tempat Hay dan Ded berdiri di udara.
"Tentu saja ke rumah kami...," jawab Ded datar.
"Rumah kalian di alam baka. Biar aku mengantar kalian sekarang!"
Secepat kilat Chen melesat ke arah pasangan gendut itu. Kedua tangannya langsung saja meninju perut Hay-Ded dengan kerasnya. Tak siap menerima serangan kuat dari Chen. Pasangan suami-istri gendut itu pun terpental di udara. Belum sempat Hay dan Ded mengendalikan tubuh mereka yang terombang-ambing di udara. Chen langsung saja menekan tubuh mereka dengan kedua kakinya. Hingga meluncur ke bawah dengan kecepatan tinggi. Tak puas dengan semua yang sudah dilakukannya terhadap pasangan gendut itu. Chen lalu menciptakan bola shen berwarna hitam sebesar buah semangka. Yang ia arahkan ke arah di mana Hay dan Ded terjatuh.
"Matilah kalian, pasangan gendut!!" teriak Chen dengan kerasnya yang menggema di udara.
Hay dan Ded yang terus terjatuh, benar-benar sudah tak berdaya. Mereka berdua sudah dibuat terluka parah oleh serangan Chen yang bertubi-tubi. Mereka berdua sudah pasrah untuk mati saat itu juga. Bagi pasangan suami-istri terkuat di Sundaland itu. Mereka brnar-benar sudah tak memiliki harapan untuk hidup lagi.
Akan tetapi saat berada 10 meter dari permukaan tanah. Muncullah Gadis Bertopeng Emas dengan jubah toscanya dari lubang ruang dan waktu. Gadis misterius itu langsung saja menciptakan benang shen berwarna tosca untuk mengikat tubuh Hay dan Ded yang akhirnya mendarat dengan selamat bersama gadis bertopeng emas, yang kehadirannya sangat membuat Hay dan Ded terkejut.
Mereka berdua tak mengira sama sekali, jika jiwa mereka diselamatkan oleh gadis berjubah tosca itu. Yang sudah tak pernah muncul dan menemui mereka sejak kejadian 80 tahun yang lalu.
__ADS_1
"Kenapa kau menyelamatkan kami?. Bukannya kita sudah tidak memiliki kerjasama, sejak saat itu," kata Hay sambil bersila bersama Hed untuk memulihkan diri mereka. Dengan menyerap energi alam yang ada di tempat itu.
"Ingin menolong ya menolong... Tak perlu sebuah alasan," sahutnya sembari menunjukan telunjuk kanannya ke arah bola shen berwarna hitam ciptaan Chen.
"Orang ini suka sekali menghancurkan. Baiklah, aku akan memberinya pelajaran....," ucapnya berbicara sendiri.
Terlihat dari jari telunjuk kanannya keluarlah seberkas cahaya tosca yang melesat dan mendorong bola cahaya hitam Chen, ke arah pemiliknya. Chen yang melayang dengan angkuhnya di udara. Begitu terkejut, ketika serangan bola shen hitamnya berbalik arah menyerang dirinya. Si kepang Tiga tak ingin mengambil risiko dengan menahan bola shen hitam miliknya, yang bisa menghancurkan area seluas 1 juta km2. Ia pun menghindarinya, dengan cara menggeser tubuhnya sejauh 20 meter.
Bola shen itu terus melesat ke angkasa, dan meledak dengan hebatnya saat menyentuh atmosfer bumi. Sinar matahari pun ikut terhalang oleh ledakan cahaya hitam itu. Hingga gelap pun tercipta di tempat itu selama 1 menit.
"Tidak mungkin, pasangan gendut itu yang membalikan seranganku. Pasti ada orang lain yang membantunya?" ucap Chen di dalam hatinya. Lalu melesat ke arah bawah menuju di mana Hay dan Ded berada. Bersamaan dengan kembalinya sinar matahari di langit tanpa batas.
"Kau itu siapa, Gadis Bertopeng Emas?" tanya Chen dengan penuh keangkuhannya.
"Jika ingin bertanya, mengertilah tatakrama," sahut Gadis Bertopeng Emas. Menatap Chen dengan mata ungunya.
Walaupun hanya seperti tatapan mata biasa. Akan tetapi tatapan mata itu mampu membuat tubuh Chen memberat. Yang pada akhirnya terjatuh ke bawah, dengan kaki yang terasa begitu memberat. Hingga tanah yang diinjaknya amblas sedalam 30 cm.
"Gadis ini benar-benar luar biasa. Hanya dengan tatapan mata ungunya itu. Dia bisa membuatku terjatuh seperti ini. Sebenarnya siapa dirinya?" ucap Chen di dalam hatinya. Lalu mengeluarkan kakinya dari dalam tanah amblas itu. Dengan mengeluarkan shen berwarna hitamnya itu.
"Kau itu, sebenarnya siapa?"tanya Chen semakin penasaran dengan sosok gadis berjubah tosca itu.
__ADS_1
"Siapa aku, itu tidak penting. Manusia dari abad ke 10 Masehi, anggota dari 5 kepang bersaudara. Para pesuruh Humsha...," tuturnya yang membuat Chen begitu terkejut mendengarnya.
Penjahat dari abad ke 10 Masehi itu terkejut, bukan karena jati dirinya yang sangat diketahui oleh gadis bertopeng emas itu. Akan tetapi Chen terkejut, karena gadis misterius itu menyebut nama Humsha. Yang merupakan majikannya yang tak dapat menembus portal waktu, karena kekuataan shennya yang terlalu besar untuk menuju masa depan. Tanpa bantuan orang lain dengan kekuataan minimal level H untuk membuka portal waktu. Maka dirinya tak akan pernah dapat masuk ke masa di mana 5 kepang bersaudara berada saat ini.
"Bagaimana kau mengetahui tentang Tuan Humsha?" tanya Chen dengan penuh selidik.
"Kau ini cerewet sekali. Bukannya kau suka bermain-main, dan mempermainkan lawan-lawanmu. Bagaimana kalau kau bermain-main dengan 1% kekuatanku," ucap Gadis Berjubah Tosca itu.
Terlihat dari dalam tubuhnya. Keluarlah sosok yang sama persis dengan dirinya. Yang berdiri di samping kanannya. Sosok yang serupa dengan dirinya itu adalah 1% dari kekuatannya.
"Dia aku serahkan kepada dirimu. Bermain-mainlah dengan dirinya, sampai kau bosan. Tapi ingat, jangan membuat kerusakan yang parah di tempat ini," ujar Gadis Misterius itu.
"Baiklah, akan kulakukan keinginanmu itu," sahut duplikat gadis bertopeng emas itu. Langsung menghampiri Chen dengan langkah cepat.
Chen merasa sangat terhina oleh gadis bertopeng emas misterius itu. Bagaimana tidak, dirinya yang memiliki level Shen HS. Harus direndahkan dengan hanya melawan duplikat diri gadis berjubah tosca yang hanya memiliki kekuataan 1% dari kekuatan gadis bertopeng emas itu. Dia itu, bisa dibilang salah satu manusia terkuat yang ada di zaman itu menurut pemikirannya.
"Gadis sombong kau itu benar-benar merendahkanku!. Hanya mengirimkan duplikat diriku, untuk melawanku!" ujar Chen dengan nada yang keras. Akan tetapi tak dihiraukan sama sekali oleh gadis bertopeng emas itu. Yang malah membelakangi Chen, untuk melihat perkembangan keadaan Hay dan Ded.
"Lebih baik kau fokus dengan diriku. Karena walaupun, aku ini hanya duplikat dengan 1% kekuatan dirinya. Tapi aku mampu menghadapi 5 dari kalian semuanya, 5 kepang bersaudara dari Benua Utara," sahut duplikat gadis bertopeng emas yang membuat Chen benar-benar kesal mendengarnya. Dirinya dan saudara-saudaranya begitu direndahkan oleh seorang duplikat yang ada di hadapannya.
__ADS_1