Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 100. (Pencegatan Chan)


__ADS_3

 


Chan terus terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Kutub Utara Bumi. Seolah sedang dikejar oleh musuhnya. Hingga dalam waktu yang relatif singkat, ia telah berada 10 km di atas sebuah gurun di Benua Asia. Hanya ada sedikit awan yang berarak di langit tempat itu. Bahkan daerah gurun luas di bawah Chan tak berawan sama sekali. Tak ada awan-awan rendah yang mengambang di atas gurun pasir itu. Gurun pasir yang terlihat mulai menghijau sedikit demi sedikit, karena zaman es yang sedang berlangsung dengan hebatnya. Sudah merubahnya secara perlahan-lahan menuju sabana.


Lelaki pesolek itu terus terbang dengan kecepatan tinggi untuk mencapai tujuannya di utara Bumi. Si kepang dua Chan, seakan sedang dikejar oleh waktu untuk menemui Chin saudara tertuanya itu. Dari ketinggian seperti itu. Matahari terlihat lebih jelas, jika dibandingkan dengan Matahari yang ia lihat dari permukaan Bumi.


"Gurun pasir di bawah ini, bukannya yang bernama Gobi di masa lalu?" tanya Chan berbicara sendiri, terus memandang area gurun pasir itu. Yang sedikit menghijau di arah selatannya dan memutih di arah utara.


"Sungguh iklim yang sangat berbeda, dengan iklim di masaku," ujar Chan terus berbicara sendiri.


Manusia dari abad ke 10 Masehi itu terus melesat ke arah utara dengan kecepatan tinggi. Tanpa menghiraukan hal apapun lagi. Hingga tiba-tiba saja. Ia dikejutkan oleh kehadiran Gadis Bertopeng Emas. Yang tiba-tiba muncul di hadapannya, dengan jarak 10 meter melayang di udara dengan tangan yang ia lipatkan di dadanya.


Chan terkejut bukan main. Hingga ia pun menghentikan terbangnya secara mendadak. Dan merubah posisinya, menjadi melayang di udara. Ia bertambah terkejut, jika yang mencegat dirinya adalah Gadis Bertopeng Emas. Sosok yang telah membuat adik kandungnya, Chen babak belur oleh duplikat dirinya yang hanya 1% saja. Lelaki pesolek itu berpikir. Walaupun hanya duplikatnya 1%. Tetapi duplikat dari duplikat Gadis Bertopeng Emas itu. Sudah dapat dipastikan dapat mengimbangi bahkan mengalahkan 5 kepang bersaudara, walaupun harus bertarung dengan serius.


Walaupun ia sudah mengetahui gambaran dari kekuataan Gadis Bertopeng Emas melalui ingatan Chen, yang begitu mengerikan. Chan tetap terlihat tenang untuk menghadapi kenyataan yang ada di hadapannya. Ia tak ingin langsung menyerang sosok yang sudah meruntuhkan wibawa dari pasukan khusus Humsha. Chan lalu berjalan di udara, mendekati Gadis Bertopeng Rmas yang dipenuhi oleh misteri itu.


"Gadis Bertopeng Emas. Yang sudah membuat adikku, Chen babak belur. Hingga harus melakukan hal yang paling aku benci. Menyerap energi kehidupan makhluk hidup dan energi alam, untuk mempercepat pemulihan dirinya itu," ucap Chan dengan suara lembut mengawali pembicaraan di antara mereka berhenti.


Selesai berkata seperti itu. Chan lalu menghentikan langkah kakinya, berjaga jarak 5 meter di depan gadis berjubah toska itu.

__ADS_1


"Kau pasti sudah mengetahui informasi tentang diriku, melalui ingatan si kepang tiga yang sebentar lagi akan mati itu," sahut Gadis Bertopeng Emas.


"Kau itu jangan meracu. Adikku akan baik\-baik saja. Selain dirimu, diri kami ini tak terkalahkan oleh siapa pun di masa ini," kata Chan.


"Jangan berpikir kalau yang terkuat di masa ini adalah 5 Gura-Gura Lama. Apakah kau sudah lupa dengan Kenia-Keneo yang kini sudah bangkit. Dengan kekuatannya saat ini, mereka berdua dapat mengimbangi kekuatanmu dan kakakmu. Tapi adikmu, aku jamin akan mati oleh salah satu dari mereka," beber Gadis Bertopeng Emas dengan nada dingin.


"Aku tahu mereka berdua sudah bangkit. Tapi aku tak peduli itu. Aku malah senang bisa bertarung dengan mereka berdua kembali, yang sempat terputus. Gara-gara si brengsek Humsha ikut campur, dan menidurkan mereka berdua, saat itu" ujar Chan dengan penuh kekesalannya. Sembari mengingat kejadian di masa lalunya itu.


"Lalu bagaimana, kalau adikmu. Mati di tangan salah dari mereka?" tanya Gadis Bertopeng Emas. Seolah ingin memancing emosi Chan.


"Mungkin itu sudah takdirnya. Dan kau ini sebenarnya siapa?. Memiliki sepasang mata langit super, seperti mata ungu yang dimiliki oleh Kenia-Keneo?" cecer Chan dengan pertanyaannya, melihat sepasang mata ungu milik gadis misterius itu.


Mendengar pernyataan dari Gadis Bertopeng Emas itu. Chan pun sangat terkejut. Karena yang memiliki mata semesta, menurut apa yang diketahui di dalam legenda adalah Dewi Waktu. Yang merupakan sosok yang sangat dikagumi dan dipuja di masanya. Oleh banyak aliran perguruan baik dari golongan putih maupun hitam.


"Apakah kau Dewi Waktu, yang dapat mengendalikan waktu dengan sangat mudahnya?" tanya Chan dengan penuh penasarannya.


"Apakah harus menjadi Dewi Waktu, kalau aku dapat mengendalikan dan memanipulasi waktu?" sahut Gadis Bertopeng Emas. Yang membuat Chan kesal, karena seolah-olah dirinya sedang dipermainkan oleh gadis misterius itu melalui kata-katanya.


"Jadi kau ini sebenarnya siapa?. Jangan membuat aku kesal!" kata Chan dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Cari tahu sendiri. Aku tak ingin memberitahu tentang diriku kepada siapa pun...," sahutnya dengan nada yang ringan.


"Kau benar-benar membuat aku kesal!," teriak Chan dengan sangat keras.


Chan lalu mengeluarkan shen maksimal yang ia miliki. Hingga seluruh tubuhnya di selubungi oleh aura hitam yang begitu pekat. Anggota kedua dari pasukan Humsha itu sudah berniat untuk bertarung habisan dengan Gadis Bertopeng Emas itu. Walaupun kekuatan maksimalnya tak berarti sama sekali di hadapan Gadis Bertopeng Emas itu.


"Kau benar-benar ingin bertarung denganku?. Apakah kau tak tahu, di mana batasanmu?," ucap Gadis Bertopeng Emas seolah mengejek Chan.


"Aku tahu batas kemampuanku. Kami berlima ditambah Si brengsek Humsha pun bukan tandinganmu. Kekuatanmu, bagi kami adalah kekuatan yang setara dengan seorang dewi," timpal Chan terus meningkatkan kekuatan shennya. Hingga aura shen hitamnya terus membesar menyelubungi dirinya.


"Kalau begitu kenapa kau memaksakan diri, bertarung dengan diriku?"


"Karena kau sudah mengganggu perjalananku!"


"Perjalanan untuk mendatangkan majikanmu ke masa ini ya?. Majikanmu memang benar-benar payah. Dengan kekuatan sebesar itu saja, ia kesulitan datang ke masa ini. Apalagi kalau ia memiliki kekuatan sebesar diriku ini," ujar Gadis Bertopeng Emas. Masih tetap santai. Walaupun Chan terus meningkatkan shennya secara bertahap.


"Kalau kau sudah tahu, maka jangan halangi perjalananku!" ucap Chan sembari melepaskan bola cahaya hitam besar ke arah Gadis Bertopeng Emas yang tetap terdiam di tempatnya semula.


Bola shen cahaya hitam itu meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah Gadis Bertopeng Emas. Akan tetapi saat 1 meter di depan gadis misterius itu. Bola cahaya hitam itu menghilang begitu saja. Seakan hilang ke dimensi lainnya. Chan sangat terkejut, melihat serangannya itu hilang begitu saja. Padahal serangannya itu, bisa menghancurkan area dengan radius 10 juta km2.

__ADS_1


 


__ADS_2