Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 59 (Akhir dari 5 Orang Terkuat di Bumi)


__ADS_3

 


Mosa tetap tenang walaupun dirinya sudah tak bisa bergerak, kecuali daerah leher hingga atasnya. Yang membuat ia masih dapat berbicara dengan lantang. Tatapannya menatap awan-awan yang berarak di langit. Seakan sedang menyembunyikan sesuatu hal di sana. Yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri.


"Akhirnya aku dapat melumpuhkanmu, orang dari masa lalu," ujar Duplikat Marandra lalu tersenyum ke arah teman-temannya. Atas keberhasilannya itu.


"Kalian ingin apa!. Hingga memperlakukan aku seperti ini?" tanya Mosa dengan nada kesal. Tapi tetap dengan keangkuhannya.


"Tentu saja kami akan mengantarmu ke dunia kematian....," sahut duplikat Marandra. Mengejek Mosa dengan kegembiraannya:


"Apakah kalian mampu melakukannya?" ejek Mosa dengan nada sinis.


"Tentu saja kami mampu melakukannya," sahut Duplikat Marandra. Lalu berbicara kepada duplikat lainnya.


"Lebih baik kita lakukan sekarang," perintah Duplikat Marandra kepada teman-temannya.


Kata-kata dari duplikat Marandra itu langsung dituruti oleh duplikat lainnya. Mereka berlima lalu mendekati Mosa. Saat ada di jarak dekat, dengan manusia dari masa lalu itu. Mereka berlima merentangkan kedua tangannya. Lalu saling menempelkan telapak tangan mereka masing-masing dengan mengeluarkan batas maksimal shen yang mereka miliki.


Terlihat dari tubuh kelima duplikat itu keluarlah cahaya shen mereka yang terus membesar dan membesar hingga menyelubungi diri mereka dan Mosa yang ada di dalam lingkaran yang mereka buat itu.


"Walaupun jurus lingkaran kematian ini tak sehebat jurus pengurung raga. Tapi aku rasa jurus ini cukup untuk mengantarkan dirimu ke dunia kematian," ujar duplikat Marandra. Lalu tersenyum dengan penuh kebahagiannya. Yang terukir jelas di wajahnya.


Cahaya-cahaya shen yang dikeluarkan oleh 5 tubuh duplikat dari 5 guru dari legenda Gura-Gura Lama itu semakin membesar dan terus membesar hingga benar-benar mengurung Mosa di dalamnya.


 


Setelah benar-benar mengurung tubuh Mosa, tanpa celah sedikit pun. Cahaya lima warna itu lalu meledak dengan hebat. Seperti sebuah bintang yang meledak di luar angkasa dengan hebatnya. Cahaya silau pun tercipta dengan masifnya.


 


Tubuh mereka berenam pun hancur menjadi debu yang diterbang oleh angin yang bertiup di tempat itu. Suasa pun menjadi hening seketika. Akan tetapi dari sisa ledakan itu. Melesatlah 5 cahaya yang menuju ke arah Marandra dan teman-temannya pergi dari tempat itu sedari dari. Sedangkan sebuah cahaya abu-abu melesat ke arah sebuah awan yang melayang di atas daerah itu dengan ketinggian 8000 meter Mdpl.

__ADS_1


 


Cahaya abu-abu itu lalu menembus awan dan masuk ke dalam tubuh seorang lelaki berjubah abu-abu, yang ternyata Mosa.


 


"Apakah kalian kira aku ini bodoh?. Hingga tak mengetahui, jika mereka adalah duplikat dari kalian. Yang tentu saja, aku lawan dengan duplikatku...," jelas Mosa berkata sendiri.


"Lebih baik aku mengejar kalian sekarang..."


Manusia dari abad ke 10 itu. Lalu melesat dengan kecepatan tinggi untuk mengejar 5 guru dari Gura-Gura Lama, yang tengah sekarat dan akan segera mati menurut ramalan Dewi Peramal Jingga.


 


***


Akhirnya Marandra dan teman-temannya tiba di sebuah gua besar yang merupakan rumah rahasia mereka yang tak diketahui oleh siapapun. Termasuk murid mereka selama ini. Suasana begitu terasa sepi di tempat itu. Seakan tidak pernah ada makhluk hidup yang mendiami gua itu. Untuk melakukan aktifitas hidup mereka.


"Ya, rumah yang akan menjadi kuburan tubuh kita berlima," sambung Ur Well lalu tertawa lepas.


"Kau terlihat bahagia sekali Ur?. Padahal kita ini akan segera mati?" tanya Clirk dengan penuh selidik.


"Aku ini sudah bosan hidup. Kita ini sudah 120 tahun hidup. Walaupun sudah banyak pencapaian yang kita raih selama hidup kitu. Tapi tetap saja, hati dan jiwa kita tak pernah damai selama ini," timpal Ur Well.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Punka kali ini yang langsung dijawab oleh Marandra.


"Ikuti saja ramalanku. Sebentar lagi shen yang kita berikan kepada jarumku. Akan kembali masuk ke dalam tubuh kita," sahut Marandra.


Bersamaan dengan berakhirnya perkataaan dari Dewi Peramal Jingga. 5 cahaya yang merupakan jelmaan dari shen mereka, masuk ke dalam tubuh mereka masing-masing. Tetapi masuknya shen mereka kembali ke dalam tubuh mereka masing-masing bukan menambah kekuatan shen mereka yang terus menipis. Namun malah memperburuk keadaan mereka berlima. Karena luka yang dialami oleh duplikat mereka. Kini mereka rasakan.


"Luka macam apa ini?. Membuat luka dalam tubuhku semakin parah," gerutu Drun berbicara sendiri.

__ADS_1


"Sudahlah, lebih baik kita masuk. Bermeditasi untuk menuju kematian kita," Marandra lalu masuk ke dalam gua besar itu yang diikuti oleh teman-temannya.


Mereka berlima terus berjalan. Hingga tiba pada sebuah ruangan luas. Mereka berlima lalu bersila dengan posisi Ur Well di tengah, yang dikelilingi oleh yang lainnya.


"Aku merasakan kedamaian...," ujar Ur Well berbicara sembari menutup kedua matanya.


"Apakah ini yang namanya kematian?" tanya Drun sendiri dengan memejamkan kedua matanya.


"Semuanya ini adalah takdir kita yang kubaca melalui ramalanku. Kita akan mati untuk dihidupkan di masa depan nanti...," kata Marandra lirih. Lalu menutup matanya dengan tenang.


Tak ada lagi suara yang keluar dari dalam mulut mereka berlima. Mereka berlima sudah mati dengan tenang untuk dihidupkan kembali di masa depan oleh Mosa.


20 menit berlalu. Mosa tiba di tempat itu dengan rasa kecewa, karena 5 orang terkuat di masa itu telah mati. Tanpa sempat bertarung habis-habisan dengan dirinya.


"Akhirnya aku menemukan kalian. Tapi sayangnya kalian sudah mati," Mosa berkata sendiri.


"Tapi itu tak masalah bagiku. Di masa depan nanti, kalian akan kubangkitkan dengan jurus khususku ini."


Manusia dari masa lalu itu masih berbicara sendiri. Sembari sepasang tangannya ia arahkan ke atas. Terlihat cahaya emas yang keluar dari dalam telapak tangannya. Yang langsung ia arahkan ke tubuh 5 guru dari Gura-Gura Lama.Cahaya-cahaya emas itu pun masuk ke tubuh mati 5 orang terkuat di masa itu. Selesai berkata seperti itu. Mosa berbalik arah untuk pergi dari tempat itu.


"Sayangnya aku sudah kehabisan waktu untuk mengurus tempat peristirahatan kalian ini. Kalau aku tak kembali dari waktu yang tak kutentukan di awal perjalanan waktuku. Maka aku tak akan bisa kembali ke masaku," Mosa lalu menunjukan jari telunjuk kanannya ke arah depan.


Dari jari tangannya itu. Keluarlah cahaya abu-abu yang segera melesat dan membuat lubang ruang dan waktu yang semakin membesar dengan cepatnya. Hingga berukuran 2x2 meter. Ukuran yang cukup untuk manusia dewasa standar masuk ke dalam lubang ruang waktu itu. Tanpa kesulitan apapun.


"Beristirahatlah kalian. Sebelum aku kembali untuk membangkitkan kalian."


Seusai berkata seperti itu. Mosa langsung saja melesat dan masuk ke dalam lubang ruang dan waktu yang ia ciptakan untuk pulang ke zamannya.


 


Sepeninggalan Mosa lubang ruang waktu itu menghilang secara tiba-tiba. Meninggalkan para guru dari Gura-Gura Lama yang telah mati. Untuk dibangkitkan di masa depan nanti.

__ADS_1


__ADS_2