
Angin pun berhembus dengan begitu kencangnya di sekitar tempat itu. Membawa debu-debu dari efek pertarungan itu, berterbangan di udara dengan begitu pekatnya. Seolah tak ingin pergi dari tempat itu. Untuk menyaksikan pertarungan yang akan dilakukan selanjutnya antara Pongkha-Pongkhi dan duplikat si Kepang tiga Chen. Yang pastinya akan berlangsung lebih dahsyat dari yang sebelumnya.
Duplikat Chen yang sedari tadi terus tertawa dengan begitu kerasnya, akhirnya menghentikan tawanya untuk berbicara dengan mereka berdua. Dengan jarak 10 meteran di antara mereka. Jarak yang cukup aman di antara mereka bertiga. Untuk saling serang satu dengan lainnya.
"Apakah itu jurus terhebat yang kalian miliki?. Apakah kalian sudah tidak memiliki jurus lainnya untuk mengalahkan diriku ini?" ejek duplikat Chen. Lalu melesat bagai bayangan, dengan memukul perut kembar bersaudara itu dengan kerasnya. Secara bersamaan dengan kedua tangannya.
Serangan dari duplikat Chen yang tak mereka duga itu. Telah membuat si kembar Pongkha-Pongkhi tersungkur ke tanah dan muntah darah dengan begitu deras, akibat dari luka dalam yang ditimbulkan oleh serangan Chen itu.
Pongkha-Pongkhi segera menyalurkan shen mereka ke tubuh mereka. Agar luka yang mereka dapat dari duplikat Chen tadi. Segera dapat pulih dengan lebih cepat.
"Itu bukan jurus pemungkas kami," sahut Pongkha lalu bangkit dari jatuhnya yang diikuti oleh Pongkhi. Dengan napas yang masih memburu. Walaupun luka dalam yang mereka alami sudah berangsur membaik. Dengan kecepatan yang luar biasa.
"Jadi kalian masih memiliki jurus pemungkas?. Aku jadi ingin melihatnya. Apakah jurus itu dapat mengalahkan diriku ini?" timpal duplikat Chen dengan penuh kesombongannya. Seakan dirinya tak mungkin dapat dikalahkan oleh mereka berdua saat itu juga.
__ADS_1
"Tapi kami memerlukan waktu," sambung Pongkhi sembari melirik ke arah kembarannya. Seakan sedang memberikan kode untuk menjalankan siasat mereka berdua. Yang hanya diketahui oleh mereka berdua. Tentang jurus pemungkas mereka. Yang merupakan jurus terlarang. Yang tak boleh dipelajari oleh guru mereka dahulu.
"Baiklah, aku akan memberikan waktu. Paling juga, kalian ingin memulihkan stamina kalian. Untuk menggunakan jurus pemungkas kalian itu," duplikat Chen lalu melipatkan kedua tangannya di dadanya. Memberikan waktu untuk si kembar Pongkha dan Pongkhi memulihkan staminannya menurut pemikiran dirinya itu. Padahal bukan itu, yang ingin dilakukan oleh si kembar Pongkha-Pongkhi.
"Sepertinya, kita sudah tidak mempunyai pilihan lain. Kita harus menggunakan jurus terlarang itu," ucap Pongkha berdiri bersama Pongkhi, dengan tatapan menerawang jauh.
"Ya, jurus terlarang itu. Yang disembunyikan oleh guru dari kita. Agar kita tidak pernah mengetahui, apalagi sampai mempelajarinya," sahut Pongkhi lalu saling berhadapan dengan kembarannya itu.
"Tapi takdir berkata lain. Kita sudah menguasai jurus terlarang itu," kata Pongkha.
Mereka berdua lalu saling menempelkan kedua telapak tangannya satu dengan lainnya. Saat hal itu terjadi, muncullah cahaya putih yang begitu menyilaukan mata. Hingga duplikat Chen pun menghalau cahaya putih itu dengan tangannya. Agar sepasang matanya tak merasakan silau yang teramat itu. Yang bisa saja menyebabkan matanya buta, krena saking kuatnya cahaya putih itu.
Dengan tubuh gabungan itu, kekuatan shennya pun meningkat menjadi level H. Level yang sama dengan Chen dalam mode dasarnya. Tubuh fusion itu pun menjadi tubuh yang lebih muda dari tubuh Pongkha dan Pongkhi. Tubuh penyatuan itu berusia 20 tahunan. Yang jelas memiliki stamina dan kekuataan jauh lebih besar di saat mereka masih berpisah.
Si kembar Pongkha-Pongkhi juga tidak tahu, apakah jurus yang mereka lakukan akan berhasil mengalahkan Chen atau tidak. Tapi bagi mereka berdua, mereka sudah tidak memiliki pilihan lainnya. Selain menggunakan jurus fusion itu. Jurus yang disembunyikan oleh guru mereka dari mereka berdua. Agar mereka berdua tak mempelajarinya.
__ADS_1
Duplikat Chen yang sudah terbebas dari silaunya cahaya putih itu begitu terkejut dengan fusion Pongkha dan Pongkhi. Dengan maksimal shen level H yang ia miliki, dan berbagi kekuatan dengan tubuh Chen yang asli. Duplikat Chen tak yakin dapat mengalahkan tubuh fusion itu. Karena shennya sudah terkuras akibat dari pertarungan yang ia lakukan sebelumnya. Apalagi dirinya tak memiliki pil pemulih stamina seperti yang di miliki oleh si kembar Pongkha dan Pongkhi. Kalau saja ia masih bersama tubuh Chen asli, dirinya tak mungkin akan serisau itu. Tubuh fusion itu pastinya, bisa dikalahkan oleh Chen dengan mudahnya.
Sebenarnya duplikat Chen dapat mengakses kekuatan Chen yang sedang menuju Gunung Well sebagai kartu AS nya. Tetapi ia ingin mencoba peruntungan dan bermain-main dengan fusion Pongkha dan Pongkhi, dengan menggunakan shen level H nya. Ia ingin tahu, hingga di mana batas tubuh fusion itu memiliki level shen.
Penampilan tubuh fusion itu tetap sama dengan tubuh Pongkha-Pongkhi. Yang berbeda hanya rambut mereka. Yang kini berdiri. Tidak belah pinggir kiri seperti rambut Pongkhi dan tidak belah pinggir kanan seperti Pongkha.
"Sepertinya, kau terkejut dengan kekuatan gabungan kami, tubuh yang bernama Pongkhakhi ini" ujar fusion tubuh Pongkha dan Pongkhi yang mengenalkan diri mereka sebagai Pongkhakhi.
"Jangan terlalu percaya diri. Aku pun mampu meningkatkan shenku hingga level H!" ucap duplikat Chen lalu mengeluarkan shennya hingga level H. Tubuhnya terlihat diselubungi oleh aura hitam yang semakin pesat dan membesar.
Tak menunggu waktu lama, duplikat si kepang tiga, lalu menyerang Pongkhakhi dengan begitu agresifnya. Seolah dirinya sedang diburu oleh waktu. Yang seakan ingin menerkam dirinya.
Pongkhakhi pun melayani dengan senang hati serangan dari duplikat Chen itu. Benturan antar shen pun terjadi dengan hebatnya di pulau kecil itu. Hingga separuh wilayah dari pulau itu pun telah hancur menjadi lautan karena efek dari pertarungan itu. Pertarungan antar level shen H. Dengan kualitas yang berbeda di antara mereka.
Walaupun mereka memiliki shen yang sama, yaitu level H. Akan tetapi shen level H dari gabungan dua orang, sungguh berbeda kekuataanya dengan yang dimiliki oleh seorang diri. Shen level H milik Pongkhakhi seakan ada pada level H+. Yang tentu saja membuat duplikat Chen keteteran. Hingga akhirnya ia pun terkena tendangan dahsyat Pongkhakhi. Yang membuat dirinya terlempar ke arah belakang dengan kecepatan tinggi. Yang tak mampu ia kendalikan sama sekali.
Belum sempat duplikat Chen mengendalikan tubuhnya dari tendangan itu. Serangan bola shen sebesar bola kaki meluncur dengan kecepatan tinggi ke arahnya. Mau tak mau ia pun menggunakan tangan kanannya untuk menghempas serangan itu. Yang menghantam lautan di kejauhan, hingga menyebabkan tsunami kembali di area itu dengan begitu dahsyatnya.
"Aku harus mengakses kekuataannya 30% lagi. Agar aku dapat mengalahkan mereka dengan mudah," ujar duplikat Chen di dalam hatinya. Dengan napas yang memburu.
__ADS_1
Tiba-tiba saja bola shen milik Pongkhakhi menghantam tubuh duplikat Chen dengan kerasnya. Hingga tubuhnya meluncur dengan lebih cepat untuk menghantam bukit yang ada di belakangnya.