
Chan masih memandang kehancuran planet yang ia cintai dengan tatapan semunya, seakan tidak percaya jika Bumi sudah benar-benar hancur dari alam semesta ini. Tak ada lagi tempatnya berpijak. Karena rumahnya sudah hancur dari alam semesta ini. Yang tidak mungkin dapat kembali seperti semula.
Anggota pasukan khusus Humsha terkuat itu, tak mengira sama sekali. Jika serangan yang ia gunakan untuk menyerang Gadis Bertopeng Emas. Malah dikumpulkan oleh Gadis Berjubah Toska itu, untuk menghancurkan Bumi. Dirinya benar-benar frustrasi dengan semua kejadian yang sudah ia alami. Andai saja ia tahu, kekuatannya akan di dikumpulkan dan digunakan untuk menghancurkan planet tempatnya tinggal selama ini. Ia tak mungkin menyerang gadis misterius itu dengan kekuatan penuhnya. Tetapi sayangnya, waktu tak mungkin dapat ia putar balik. Hanya penyesalan yang sanggup dilakukan oleh dirinya. Sudah tak ada yang dapat dilakukan lagi olehnya sama sekali. Dirinya benar-benar sudah terjatuh ke dalam jurang keputus-asaan yang begitu dalam.
"Apanya yang tidak mungkin?. Ini adalah kenyataannya," ucap Gadis Bertopeng Emas, sambil berjalan di angkasa mendekati Chan dengan langkah santai. Seakan dirinya tak memiliki beban sama sekali, karena sudah menghancurkan Bumi. Walaupun dengan kekuatan Chan yang ia kumpulkan. Tetapi tetap saja, gadis misterius itu adalah pelakunya.
"Bumi sudah hancur, maka bunuhlah aku," ujar Chan dengan lirih dan tatapan kosong. Seolah tidak ada semangat untuk hidup lagi karena Bumi sudah benar-benar hancur. Kembali ke masa lalu pun, Chan sudah tak mungkin dapat melakukannya. Karena Bumi di masa ini sebagai portal penghubung Bumi di masa lalu sudah tak ada di alam semesta ini.
"Kalau aku ingin membunuhmu. Satu kali seranganku, itu sudah mengakhiri hidupmu daritadi untuk selama-lamanya," sahut Gadis Bertopeng Emas dengan nada yang dingin.
"Lalu apa maumu?' tanya Chan masih dengan nada sedih.
"Aku hanya ingin tahu, seberapa besar kekuatanmu dan seberapa besar cintamu kepada Bumi," terang gadis bertopeng emas, seakan sedang menguji si kepang dua Chan.
"Seberapa besar cintaku kepada Bumi. Semua itu sia-sia saja. Bumi dan kehidupannya sudah hancur. Bumi di masa depan sudah hancur, entahlah bumi di masa lalu tempat aku berasal?. Tetapi yang pasti di masa ini, aku sudah tidak memiliki tempat untuk pulang. Portal waktu pun sudah hilang bersama Bumi yang telah hancur," jelas Chan dengan panjang lebarnya. Dengan nada yang penuh dengan kepedihannya yang sangat mendalam.
Mendengar jawaban dari Chan. Gadis Bertopeng Emas itu tersenyum kecil. Lalu mulai berkata kembali.
__ADS_1
"Ternyata aku tak salah menilaimu. Kau memang berbeda dengan para saudaramu itu, Lelaki Pesolek. Baiklah aku aku akan mengembalikan Bumi seperti sediakala. Tapi kau harus memenuhi syarat yang akan aku ajukan. Apakah kau setuju?" Gadis Bertopeng Emas itu. Lalu menghentikan langkah kakinya saat berada 2 meter di depan Chan. Yang masih sangat terpukul mellihat Bumi sudah benar-benar hancur.
Namun saat mendengar perkataan dari gadis misterius, yang dapat mengembalikan keadaan Bumi seperti sediakala. Mata Chan pun sedikit bersinar. Seakan mendapat sebuah harapan dari Gadis Bertopeng Emas itu.
"Apakah mungkin kau dapat mengembalikan Bumi seperti keadaan semula?" tanya Chan dengan penuh pertanyaan-pertanyaan besar di benaknya. Tentang sosok gadis misterius yang aada di hadapannya. Yang jati dirinya tak ia ketahui sama sekali.
"Tentu saja aku mampu...," jawab Gadis Bertopeng Emas, dengan penuh keyakinannya. Dapat mengembalikan Bumi dalam keadaan utuh seperti semula.
"Baiklah, apa pun syarat yang kau ajukan itu. Aku menyesetujuinya, Walaupun itu harus dibayar dengan nyawaku," timpal Chan dengan mantapnya.
"Aku sangat suka dengan sikapmu itu. Baiklah akan kuberitahu syarat-syarat itu. Syarat pertama, kau harus memberikan kipas kayu ungu itu kepada Kenia," kata Gadis Berjubah Toska. Membeberkan syarat pertamanya kepada Chan. Yang langsung menjawabnya.
"Syarat kedua, kau harus mengorbankan diri. Jika majikanmu berniat untuk menghancurkan Bumi. Apakah kau setuju dengan kedua syaratku itu?" tanya Gadis Bertopeng Emas dengan nada datar.
"Tentu saja aku setuju," jawab Chan tanpa berpikir dan beban sama sekali dengan ucapannya itu.
"Baguslah, kalau kau menyesetujuinya." sahut Gadis Bertopeng Emas, lalu tersenyum.
"Lalu bagaimana caranya kau mengembalikan keadaan Bumi seperti sediakala?" tanya Chan dengan penuh penasarannya.
__ADS_1
"Tentu saja dengan mata semesta ini..." tunjuk Gadis Bertopeng Emas menunjuk matanya dengan tangan kanannya.
Tiba-tiba saja sepasang mata ungu milik Gadis Bertopeng Emas itu menyala dengan begitu terangnya, dengan titik merah di tengahnya yang terus berputar. Seakan memberi kekuatan agar mata ungu itu bersinar dengan terangnya. Bersamaan dengan itu, aliran waktu pun berjalan mundur. Gadis Bertopeng Emas itu kembali pada posisinya semula, sebelum dirinya menghampiri Chan. Batu-batu dan debu-debu dari kehancuran Bumi kembali berkumpul pada posisi di mana bumi berada. Hingga menyatu kembali menjadi sebuah planet bernama Bumi. Cahaya hitam yang menghancurkan Bumi pun kembali ke tangan Gadis Bertopeng Emas itu. Lalu serangan-serangan shen milik Chan pun kembali kepada Chan yang membuat kondisinya prima kembali.
Mereka berdua lalu meluncur turun ke Bumi, dan berada kembali di atas Gurun Gobi, di mana mereka sedang berbincang. Tanpa adanya pertarungan sama sekali di antara mereka berdua.
Gadis Bertopeng Emas itu lalu menghentikan mata semestanya. Hingga aliran waktu pun terhenti sampai disitu. Titik merah di tengah mata ungu itu pun menghilang, yang membuat mata ungu itu tidak bersinar lagi dengan terangnya.
Chan yang mengalami kejadian itu. Benar-benar dibuat takjub oleh kemampuan mata semesta milik Gadis Bertopeng Emas itu. Yang dapat mengendalikan waktu dengan begitu mudahnya. Tanpa membaca mantera atau gerakan segel apa pun dari Gadis Bertopeng emas itu.
"Mata semestamu sangat luar biasa sekali. Apakah orang-orang di Bumi, masih mengingat Bumi yang sudah hancur tadi?" tanya Chan dengan penuh selidik.
"Kecuali pemilik mata langit super. Semua orang tidak akan mengingat, tentang kehancuran Bumi yang aku lakukan," jawab Gadis Bertopeng Emas.
"Baguslah kalau begitu. Mungkin hanya Kenia-Keneo yang dapat mengingat kejadian tadi," kata Chan. Mengingat mata langit super milik si kembar Hybrid itu.
"Oleh karena itu, aku akan menemui mereka berdua. Untuk menghapus ingatan mereka berdua. Tentang Bumi yang sudah hancur, yang masih dapat diingat oleh mereka berdua...," tutur Gadis Bertopeng Emas, dengan nada malas untuk berbicara kembali.
"Aku ikut, aku ingin bertarung dengan mereka berdua," ujar Chan dengan penuh semangat.
"Daripada kau banyak bicara dan ikut dengan diriku. Lebih baik kau pergi, temui saudara tuamu. Buka portal waktu untuk Humsha. Dan ingatlah kesepakatan yang sudah kita buat," tutur Gadis Bertopeng Emas lalu menghilang begitu saja dari hadapan Chan, tanpa meninggalkan jejak apa pun.
__ADS_1
"Siapa sebenarnya Gadis Bertopeng Emas itu. Apakah dia Dewi Waktu, sang penguasa waktu?. Persetan dengan semuanya, lebih baik aku melanjutkan perjalananku...," ujar Chan di dalam hatinya lalu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Kutub Utara bumi. Di mana Chin sudah menunggunya, untuk membuka portal waktu bagi majikan mereka yang masih ada di abad ke 10 Masehi.