
Suasana menjadi hening. Setelah pertarungan dahsyat itu berakhir. Laut yang bergejolak pun menjadi tenang kembali, seperti semula. Sedangkan Keneo melihat ke arah di mana tadi Kenia berada dengan mata langit supernya. Hingga ia pun dapat melihat kejadian 10 menit yang lalu.
"Ternyata mereka sudah pergi, dengan salah satu kemampuan mata langit super ini. Aku pun akan pulang, dengan cara seperti yang dilakukan oleh Kenia," selesai berkata seperti itu. Keneo menggunakan kemampuang mata langit untuk menciptakan portal ruang dan waktu untuk kembali ke rumahnya. Saat lubang itu tercipta. Keneo langsung saja masuk, dan menghilang bersama menghilangnya lubang ruang dan waktu yang ia ciptakan.
***
Sementara itu Kenia yang membawa Mark dan teman-temannya. Akhirnya keluar dari dalam lubang waktu yang ia ciptakan. Kenia muncul di sebuah pegunungan kapur yang berada di wilayah selatan Asia.
"Kita sudah sampai. Sekarang lepaskan pegangan kalian," ucap Kenia mengawali pembicaraan di antara mereka.
Mereka berlima lalu menuruti apa yang dikatakan oleh leluhur para robot Bulan ini.
"Tempat macam apa ini? Semuanya di kelilingi oleh batu kapur, tanpa ada satu pun pepohonan?" tanya Mark dengan mata yang menjelajah ke segala arah.
"Jangan banyak bertanya. Lebih baik ikuti aku saja. Orang yang mencarimu sudah menunggu terlalu lama," sahut Kenia lalu melangkahkan kakinya menuju sebuah bukit kapur di depan mereka.
"Sebenarnya, siapa orang yang ingin menemuiku," tanya Mark kembali. Seakan tak menghiraukan sama sekali perkataan dari Kenia.
"Apakah kau tidak memahami perkataanku tadi?" sahut Kenia, lalu berbalik arah dan menatap tajam Mark dengan mata langit supernya itu.
Walaupun mata langit yang dimiliki Kenia hanya satu. Akan tetapi mata itu sudah membuat Mark merasa ngeri. Mata langit super itu. Seakan ingin menelannya hidup-hidup. Seusai mengintimidasi Mark dengan mata langit supernya. Kenia lalu berbalik arah kembali dan melanjutkan langkahnya kembali. Yang diikuti Mark dan teman-temannya.
Mereka berenam terus melangkahkan kakinya, tanpa adanya perbincangan di antara mereka. Hingga tiba-tiba saja Keneo muncul dari dalam lubang ruang waktu yang ia ciptakan dengan mata langit supernya. Dan langsung saja berteriak, hingga membuat mereka mau tak mau menghentikan langkah kaki mereka.
"Kakakku yang cantik, kau ini tidak sabaran sekali. Meninggalkan aku begitu saja," ujar Keneo, lalu melesat ke arah Kenia. Hingga si kembar hybrid itu berjalan secara sejajar.
"Kalau aku tetap menunggumu hingga kau puas bermain-main dengan duplikat itu. Bisa-bisa aku yang akan menghajar duplikat si kepang satu itu secara langsung. Agar kau tidak bisa bersenang-senang," sahut Kenia, dengan nada ketus.
"Dasar perempuan, tidak pernah ingin disalahkan," kata Keneo, lalu melesat menuju dinding dari bukit kapur yang ada di hadapan mereka.
"Dasar lelaki, maunya bersenang-senang saja," timpal Kenia.
__ADS_1
Mark dan teman-temannya hanya saling pandang, lalu tersenyum melihat perdebatan di antara si kembar hybrid itu.
Keneo lalu tiba di dinding bukit kapur itu. Leluhur dari para robot mars itu lalu menempelkan tangan kanannya ke arah dinding batu kapur yang memiliki kekerasan seperti berlian. Tiba-tiba saja dinding itu bergetar, lalu membelah menjadi dua. Seperti pintu sebuah rumah. Ternyata dinding itu adalah sebuah pintu gua yang bisa disebut rumah oleh Kenia-Keneo. Yang hanya bisa dibuka oleh tangan Kenia dan Keneo.
"Cepatlah masuk. Orang itu pasti sudah sangat jenuh menunggu kalian," kata Keneo lalu masuk ke dalam gua itu. Yang ternyata sangat luas dan terdiri dari banyak ruangan di dalamnya.
Mendengar perkataan dari Keneo. Kenia mempercepat langkahnya yang diikuti oleh Mark dan teman-temannya. Tak memerlukan waktu lama mereka semua pun masuk ke dalam gua, yang pintunya langsung tertutup sendiri. Di dalam gua itu ternyata sangat terang berkat adanya lampu-lampu panjang yang melintang di atap gua itu dengan tinggi 10 meter. Lampu-lampu panjang itu bertenaga nuklir yang dapat bertahan hingga waktu yang sangat panjang.
Mereka terus berjalan mengikuti langkah Keneo. Hingga mereka pun memasuki sebuah kamar. Yang dihuni oleh seorang lelaki dewasa, yang sedang berdiri menghadap ke sebuah jendela besar. Yang tembus ke luar dari dalam gua itu.
Dari penampakan postur tubuhnya. Mark yakin, sosok itu adalah ayah angkatnya Er Well. Tetapi sepasang tangan dan kakinya sangat berbeda. Kaki dan tangan sebelah kanan berwarna merah sedangkan kaki dan tangan kirinya berwarna putih. Yang terbuat dari super baja yang elatis, yang dibuat sedemikian mirip dengan kaki dan tangan manusia sejati.
"Bocah nakal, pesanmu sudah datang," kata Keneo, yang membuat sosok yang ternyata Er Well membalikan tubuhnya.
"Ayah, kau sudah ...-" perkataan dari Mark itu pun diputus oleh perkataan Er Well.
"Ya, memang seharusnya aku sudah mati. Kalau saja kakek guru Keneo tidak menolong diriku," tutur Er Well. Sambil melepaskan diri dari pelukan Mark.
"Sudah aku bilang. Panggil nama saja. Aku tidak suka ada nama kakek di depan namaku," kata Keneo menyela perbincangan di ayah dan anak angkat itu.
"Maafkan aku," kata Er Well.
"Ya, aku maafkan. Tetapi tepatilah janjimu untuk menjadi murid kami berdua," ujar Keneo.
"Tapi di mana 5 Gura-Gura Lama?" tanya Er Well.
"Mereka sedang memulihkan diri, dan tidak boleh ada yang mengganggunya," sahut Keneo.
"Kau tidak sedang berbohong?"
__ADS_1
"Buat apa aku berbohong," jawab Keneo yang dilanjutkan perkataan Kenia.
"Kalian ini terlalu banyak bicara. Lebih baik kau ikut kami latihan Er Wel. Agar kekuatanmu meningkat pesat," ucap Kenia.
"Baiklah, aku akan menuruti keinginan kalian," ujar Er Well, bersiap untuk meninggalkan tempat itu.
"Kau tidak perlu meninggalkan tempat ini," sahut Kenia.
"Maksudmu?"
"Kita akan masuk ke dalam dimensi tanpa waktu. Di sana kita tak terikat oleh waktu. Berlatih 1 tahun di sana, mungkin di sini hanya 1 jam saja," jelas Kenia.
"Kalau begitu, kita bisa berlatih setiap waktu di tempat itu?" tanya Er Well dengan penuh penasarannya.
"Pemikiranmu salah. Dimensi itu hanya dapat dimasuki sekali seumur hidupmu. Sedangkan bagi kami, pemilik mata langit super ini. Hanya dapat memasukinya setiap 10 tahun sekali," sahut Keneo kali.
"Walaupun hanya seumur hidup. Tapi bagiku, itu adalah kesempatan emasku untuk berlatih melewati batasku," ujar Er Well.
"Ya, paling tidak aku akan membantumu. Untuk mencapai level H, shenmu iti," kata Kenia kembali. Yang disambung oleh perkataan dari Mark.
"Apakah kami bisa ikut?" tanya Mark.
"Tentu saja kalian boleh ikut," sahut Kenia. Yang membuat Mark dan teman-temannya bahagia.
"Ini seperti permainan takdir saja. Aku yang hampir mati di Gunung Well. Tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan Mark kembali. Ini, benar-benar takdir," ujar Er Well yang tak dihiraukan oleh siapapun. Karena Kenia sudah menciptakan sebuah ruang hampa melalui sinar ungu yang keluar dari mata langitnya. Yang semakin membesar dan terus membesar. Hingga berdiameter 3 meter.
"Sekarang lebih baik kalian masuk," ujar Kenia.
Tanpa berkata sedikit pun Er Well lalu masuk ke dalam lubang setinggi 5 meter itu yang disusul oleh Mark, Jean, Clark, Franko, Nack dan Keneo.
Melihat semuanya sudah masuk Kenia pun ikut masuk. Yang membuat lubang ruang waktu ciptaannya menghilang begitu saja.
__ADS_1