
"Jadi, siapa yang mau menikah duluan?" Tanya Bunda Farah, saat dirinya sedang sarapan bersama dengan suami dan anak-anak nya.
Queen dan Athar saling berpandangan, lalu mereka sama-sama tertawa.
"Sepertinya Bunda sudah tidak sabar untuk menggendong cucu ya?" Tanya Ayah Andra.
"Iya dong, sudah lama tidak ada anak kecil di dalam rumah ini. Bunda tuh kangen, kepengen saja menimang-nimang bayi lagi."
"Kakak saja dulu," Ucap Athar.
Queen membulatkan bola matanya dan menatap Athar sambil tersenyum malu-malu.
"Memang nya Ricky sudah siap?" Tanya Bunda Farah.
"Dia sih siap-siap saja Bun, cuma..."
"Cuma apa?" Bunda Farah terlihat penasaran.
"Aku dan dia kan baru saja dua bulan ini dekat. Aku rasa itu waktu yang sangat singkat untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Jadi, aku sarankan sih, mending Athar duluan ya. Soal nya dia kan sudah mengenal Kimmy seumur hidup," Ucap Queen sambil mencolek pipi Athar.
"Ah, aku sedang sibuk dengan skripsi. Kimmy juga masih adem ayem, susah buat dia jatuh cinta," Keluh Athar.
"Kamu nya saja yang gak tahu, dia itu sebenarnya cinta sama kamu Thar. Kalau tidak, dia tidak akan segampang itu move on dari Farhan," Ucap Queen.
Athar mengerutkan keningnya, ia menatap Queen dengan seksama.
"Begitu ya?" Tanya Athar sambil berpikir.
"Iya lah, menurutku, dia itu wanita yang unik dan juga gak ekspresif. Jadi ya begitu," Jelas Queen.
Athar mengangguk-angguk paham.
...
Di kantor, Kimmy termenung di kursinya. Ia mengingat ucapan Papa Bobby tadi pagi, saat mereka sarapan bersama. Masih masalah Athar, Papa Bobby mendesak Kimmy untuk menikah dengan Athar. Karena kejadian waktu itu yang belum tuntas dibahas.
"Jadi kapan kalian mau meresmikan hubungan kalian?" Tanya Papa Bobby.
"Apaan sih Pa, kami pacaran saja enggak," Ucap Kimmy sambil menyantap nasi goreng buatan Mama Nia.
"Bukan begitu Kim, minimal kamu bertunangan saja dulu dengan Athar," Ucap Papa Bobby.
Kimmy terdiam, ia benar-benar merasa aneh bila bertunangan dengan Athar yang ia kenal sejak bayi.
"Iya Kim, sebentar lagi kan si Athar lulus kuliah, kalian bisa menikah deh," Ucap Mama Nia.
"Tapi Ma, kakak Queen kan belum menikah, masa iya mau kami langkahi," Ucap Kimmy mencari-cari alasan.
Papa Bobby dan Mama Nia saling bertatapan. Lalu, mereka sama-sama menghela nafas. Mereka tahu, Kimmy sangat susah untuk di paksa. Kimmy terlalu berprinsip yang sangat susah digoyahkan.
"Mama tanya sama kamu ya Kim, kamu pernah lihat si Athar punya pacar gak?" Tanya Mama Nia.
Kimmy menggelengkan kepalanya.
"Kamu tahu, sangat jarang orang yang mengharapkan satu orang saja di dalam hidupnya. Bila kamu kehilangan si Athar, kamu yang akan rugi," Ucap Mama Nia lagi.
Kimmy terdiam, memang benar apa kata Mama Nia. Sangat jarang orang yang mau menunggu satu orang saja yang ia inginkan di dalam hidupnya.
"Jangan sampai seperti Om Fathur,"
Papa Bobby, Kimmy dan Abian menatap Mama Nia.
"Maksudnya?" Tanya Papa Bobby.
Mama Nia yang keceplosan saat berbicara pun menutup bibirnya rapat-rapat.
__ADS_1
"Astaghfirullah, apa yang sudah gue katakan?" Batin Mama Nia.
"Maksudnya apa?" Tanya Papa Bobby lagi.
"Hmmmm..."
"Dia menyesal karena kamu?"
Mama Nia menatap Papa Bobby dengan seksama. Lalu, ia menghela nafas panjang.
"Sebelum Fathur meninggal, dia pernah bilang sama aku. Kalau dia...."
"Kalau dia apa?" Desak Papa Bobby.
"Dia menyesal karena tidak menyadari dari awal, bila dia mencintai aku," Ucap Mama Nia.
Semua terdiam, Papa Bobby tidak menyangka bila Om Fathur sempat mengatakan hal itu kepada Mama Nia.
"Kenapa kamu gak cerita sama aku sebelumnya?" Tanya Papa Bobby.
Mama Nia tersenyum kecil, lalu ia menatap Papa Bobby dengan seksama.
"Tidak perlu diceritakan, karena itu tidak penting. Aku juga tidak akan menyambut cinta yang sudah berlalu. Aku sempurna bersama kamu, untuk apa aku melepaskan kesempurnaan itu?" Ucap Mama Nia.
Papa Bobby tersenyum dan membelai rambut Mama Nia.
"I love you," Ucap Papa Bobby.
"Ehemmmmm.. telenovela dimulai," Celetuk Abian.
Lalu, mereka sekeluarga pun tertawa karena celetukan Abian.
Kimmy menghela nafas panjang, lalu ia membenamkan wajahnya di lipatan tangan nya yang berada di atas meja.
"Tetapi, apa yang Mama katakan ada benarnya. Bila aku terus mengingkari tanpa mau berusaha untuk belajar bersama Athar, takutnya suatu saat gue akan menyesal kalau dia bersama orang lain. Sama seperti Om Fathur." Kimmy mengangkat wajahnya dan meraih ponselnya.
Kimmy menatap foto Athar yang ada di dalam ponsel miliknya itu.
"Selama ini elu orang yang benar-benar setia menunggu gue Thar. Selama ini dan lu tetap sama. Thar, ayo kita coba.." Batin Kimmy.
Kimmy mencari nomor ponsel Athar dan mencoba menghubungi lelaki itu.
Tidak butuh waktu lama, Athar langsung mengangkat panggilan dari Kimmy. Lelaki tampan itu langsung menyapa Kimmy dengan ramah, seperti biasanya.
"Halo Kim,"
"Thar..." Ucap Kimmy dengan suara yang tercekat.
"Ya?' Athar yang sedang berada dirumah dan sedang mengetik skripsi nya menyelipkan ponsel di antara telinga dan bahunya.
"Lagi apa?"
"Hmmm, lagi ngetik skripsi, kenapa Kim?" Tanya Athar yang terus fokus dengan layar laptopnya.
"Thar, malam minggu ini lu kemana?" Tanya Kimmy dengan ragu-ragu.
"Gak kemana-mana kok Kim, kenapa?" Tanya Athar yang terus mengetik di laptopnya.
"Thar, keluar sama gue yuk," Ucap Kimmy.
Athar berhenti mengetik, ia meraih ponselnya dan memindahkan nya ke telinga sebelah kanan nya.
"Keluar?" Tanya Athar yang tampak tidak percaya. Selama ini, Kimmy selalu menolak bila ia ajak keluar. Kecuali memang Athar memaksa Kimmy. Tetapi tidak kali ini, gadis itu menghubungi dirinya hanya untuk mengajak Athar keluar saat malam minggu nanti.
"Hmmm, lu sibuk ya? Ya sudah, tidak jadi," Ucap Kimmy pura-pura tidak butuh.
__ADS_1
"Eh... kata siapa gue sibuk? Gue kan belum jawab. Iya gue bisa kok. Pukul tujuh malam ya gue jemput nanti malam minggu," Ucap Athar dengan bersemangat.
Diam-diam Kimmy tersenyum semringah. Ia begitu bahagia saat Athar menyanggupi ajakan dari dirinya.
"Mau kemana?" Tanya Athar.
"Kemana aja, gue lagi bete nih," Sahut Kimmy.
"Gimana kita ke pulau saja, pulang nya hari minggu malam."
Kimmy merapatkan bibirnya ia mempertimbangkan ucapan Athar.
"Pulau seribu aja, yang dekat. Jadi kita bisa puas dengan waktu. Kalau setuju, gue jemput setelah lu pulang kerja, pukul satu siang. Pulang nya hari minggu malam, gimana? Kalau masalah izin jangan takut. Gue yang akan ngomong sama Om Bobby."
"Harus ya ke pulau?" Tanya Kimmy.
"Ya itu sih kalau lu mau. Kalau enggak ya kita cari tempat yang lain Kim."
"Hmmmm, tidurnya dimana?" Tanya Kimmy.
"Pakai tenda atau hotel juga bisa."
"Berdua?" Tanya Kimmy tak percaya.
Athar terdiam, lalu ia tersenyum geli.
"Kalau mau berdua kita nikah dulu ya, emang lu mau berdua tidur sama gue?" Tanya Athar.
"Eh.. ya enggak... maksudnya itu tidur gimana?" Tanya Kimmy.
"Ya masing-masing lah Kimmy. Masa iya perawan orang gue ajak tidur berdua. Nanti gue khilaf lagi," Ucap Athar di sela tawa nya.
"Eh... ng... iya... iya... ta sudah," Ucap Kimmy dengan jantung yang berdebar-debar.
"Ok, nanti malam gue kerumah elu, untuk meminta izin. Kalau tidak boleh, ya sudah kita jalan-jalan yang dekat-dekat saja," Ucap Athar.
"I-iya Thar," Sahut Kimmy yang terlihat salah tingkah.
"Ok, sudah dulu ya, gue mau lanjut mengetik skripsi. Biar cepat selesai dan kita cepat menikah," Ucap Athar.
Degggg...!
Jantung Kimmy berdetak lebih kencang saat mendengar ucapan Athar.
"I-iya, semangat. Bye..." Ucap Kimmy.
"Bye," Sahut Athar sambil mengerutkan keningnya.
Kimmy mengakhiri pembicaraan nya dengan Athar. Saat itu juga Athar merasa bingung dan terus tersenyum.
"Iya? Berarti dia setuju nikah sama gue?"
"Kok dia gak marah sih gue bilang nikah?" Gak seperti biasanya." Gumam Athar.
Athar tersenyum semringah, ia benar-benar merasa gembira. Hari ini entah apa yang merasuki Kimmy. Gadis itu terdengar pasrah akan dinikahi oleh Athar.
"Tuhan... semoga hatinya memang sudah terbuka untuk ku." Ucap Athar sambil tersenyum bahagia. Ia meloncat ke atas ranjangnya dan berguling-guling di atas ranjang.
"Yes...! Do'a gue selama ini satu persatu di kabulkan. Terima kasih Ya Allah...!" Ucap Athar dengan wajah harunya.
..
Dear readers, mohon maaf bila jarang up beberapa hari ini. Anak saya sedang sakit. Mohon do'a nya untuk kesembuhan si bungsu ya... 🙏
Terima kasih untuk pengertian nya. Cinta banyak-banyak untuk kalian semua ❤️
__ADS_1